Liputan6.com, Jakarta - Beternak ayam petelur bisa dimulai tanpa modal besar jika memanfaatkan bahan sederhana yang mudah didapat. Dengan perencanaan tepat, tips ternak ayam petelur cuma modal kandang bambu menjadi solusi realistis bagi pemula yang ingin mencoba usaha ternak rumahan.
Penggunaan kandang bambu menawarkan sirkulasi udara alami dan biaya pembuatan yang rendah. Metode ini dinilai efektif karena sesuai dengan kondisi iklim tropis, sehingga tips ternak ayam petelur cuma modal kandang bambu semakin banyak diterapkan untuk menekan pengeluaran awal.
Selain kandang, perhatian pada pakan dan kebersihan tetap diperlukan agar produksi telur stabil. Penerapan tips ternak ayam petelur cuma modal kandang bambu secara konsisten mampu menghasilkan ternak sehat meski dengan sarana sederhana.
Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber tentang tips ternak ayam petelur cuma modal kandang bambu, Jumat (2/12/2026).
Tips Ternak Ayam Petelur Cuma Modal Kandang Bambu
Mengutip buku berjudul Budi Daya 22 Ternak Potensial (2008) oleh Tri Eko Susilorini, Manik Eirry Sawitri, Muharlien, ayam petelur adalah jenis ayam yang memiliki keunggulan dalam menghasilkan telur dengan jumlah yang tinggi.
Ayam ini memiliki beberapa ciri khas, antara lain bersifat mudah terkejut (nervous), bertubuh ramping, memiliki cuping telinga berwarna putih, serta menghasilkan telur dengan kerabang berwarna putih.
Produksi telurnya cukup tinggi, yaitu sekitar 200 butir per ekor per tahun. Selain itu, ayam petelur efisien dalam memanfaatkan pakan untuk menghasilkan telur dan tidak memiliki sifat mengeram.
Untuk modal awal, skala kecil (misalnya 50 ekor) bisa dimulai dari sekitar Rp5.000.000, mencakup biaya kandang, bibit ayam, pakan, dan perlengkapan.
Investasi awal untuk 100 ekor ayam, termasuk kandang (kayu, asbes, bambu), instalasi listrik/air/pakan, dan bibit siap bertelur, bisa sekitar Rp9.500.000. Terakhir, sortir telur setelah panen untuk memisahkan telur berkualitas baik dari yang tidak normal.
Berikut ini tips ternak ayam petelur cuma modal kandang bambu:
1. Pilih Kandang Bambu untuk Menekan Modal Awal
Kandang bambu menjadi pilihan paling realistis bagi peternak pemula yang ingin memulai usaha ayam petelur dengan biaya terbatas.
Bambu mudah ditemukan di banyak daerah dan harganya jauh lebih murah dibandingkan kawat atau besi. Selain itu, bambu bisa dirakit sendiri tanpa membutuhkan tenaga ahli, sehingga biaya pembuatan kandang bisa ditekan semaksimal mungkin.
Dengan menerapkan tips ternak ayam petelur cuma modal kandang bambu, peternak dapat mengalokasikan dana lebih besar untuk pembelian bibit ayam dan pakan.
2. Gunakan Desain Kandang Baterai yang Efisien dan Aman
Desain kandang baterai dari bambu sangat cocok untuk ternak ayam petelur skala kecil karena lebih hemat lahan dan memudahkan pengawasan ayam. Setiap ayam memiliki ruang sendiri sehingga produksi telur lebih terkontrol dan risiko perkelahian bisa diminimalkan.
Lantai kandang sebaiknya dibuat sedikit miring agar telur menggelinding perlahan ke depan dan mudah diambil. Pastikan bambu sudah diamplas halus agar tidak melukai kaki ayam dan telur tidak pecah saat jatuh.
3. Perhatikan Sirkulasi Udara dan Penempatan Kandang
Salah satu tantangan kandang bambu adalah kelembapan yang bisa memicu jamur dan bau tidak sedap. Oleh karena itu, lokasi kandang harus berada di tempat yang kering, tidak tergenang air, dan mendapatkan aliran udara alami.
Jarak antar kandang juga perlu diperhatikan agar sirkulasi udara tetap lancar. Dengan lingkungan yang sejuk dan tidak lembap, ayam akan lebih nyaman, nafsu makan terjaga, dan produksi telur bisa lebih stabil.
4. Lakukan Perawatan Kandang Bambu Secara Berkala
Kandang bambu memiliki umur pakai yang lebih singkat dibandingkan kandang kawat, biasanya sekitar dua hingga tiga tahun. Agar tetap awet, lakukan perawatan rutin seperti membersihkan kotoran setiap hari dan menjemur kandang secara berkala jika memungkinkan.
Bagian bambu yang mulai lapuk sebaiknya segera diganti agar kandang tetap kokoh dan aman. Perawatan yang konsisten juga membantu menjaga kebersihan kandang dan mencegah penyakit pada ayam.
5. Atur Sistem Pakan dan Minum yang Sederhana tapi Efektif
Dalam tips ternak ayam petelur cuma modal kandang bambu, efisiensi pakan menjadi hal yang sangat penting. Gunakan tempat pakan dari pipa, bambu, atau kayu agar mudah dibuat dan murah.
Untuk tempat minum, sistem nipple drinker sangat disarankan karena menjaga air tetap bersih dan mengurangi risiko penularan penyakit. Pastikan pakan diberikan sesuai kebutuhan harian ayam agar tidak banyak terbuang dan biaya operasional tetap terkendali.
6. Jaga Kesehatan Ayam agar Produksi Telur Maksimal
Kandang murah tidak berarti mengabaikan kesehatan ayam. Kebersihan kandang, jadwal vaksin, dan pemberian vitamin harus tetap diperhatikan.
Ayam yang sehat akan menghasilkan telur lebih banyak dan berkualitas. Selain itu, sortir telur secara rutin untuk memisahkan telur yang retak atau tidak normal.
Dengan manajemen kesehatan yang baik, usaha ayam petelur bermodal kandang bambu tetap berpotensi memberikan hasil yang menguntungkan.
Panduan Membuat Kandang Ayam Petelur dari Bambu
Untuk menerapkan tips ternak ayam petelur cuma modal kandang bambu, pembuatan kandang yang tepat menjadi langkah awal yang sangat penting. Kandang bambu model baterai tidak hanya hemat biaya, tetapi juga efisien lahan dan mudah dirawat jika dibuat dengan benar.
1. Persiapan Alat dan Bahan
Sebelum mulai membuat kandang, pastikan semua perlengkapan sudah tersedia agar proses pengerjaan lebih lancar.
- Alat: gergaji, palu, meteran, pensil, amplas, paku, dan sarung tangan kerja
- Bahan utama: bambu secukupnya dan balok kayu ukuran 2×4 cm
- Atap kandang: seng, genteng, atau ijuk yang tahan panas dan air hujan
2. Menentukan Desain Kandang Baterai
Desain kandang sebaiknya dibuat model baterai agar lebih efisien dan rapi.
- Susun kandang secara berjajar atau bertingkat sesuai luas lahan
- Sesuaikan ukuran kandang dengan jumlah ayam agar tidak terlalu sempit
- Buat desain sederhana agar mudah dirakit dan diperbaiki
3. Pembuatan Kerangka Kandang
Kerangka kandang berfungsi sebagai penopang utama sehingga harus kuat dan stabil.
- Buat kaki kandang setinggi ±10 cm dari tanah untuk menjaga kebersihan
- Sesuaikan panjang dan lebar kerangka dengan desain awal
- Pastikan rangka kokoh agar kandang tidak mudah goyah
4. Pemasangan Lantai Kandang
Lantai kandang sangat berpengaruh pada kenyamanan ayam dan kualitas telur.
- Gunakan bambu yang sudah diamplas halus agar tidak melukai kaki ayam
- Bersihkan bambu dari serpihan atau bagian tajam
- Buat lantai sedikit miring agar telur mudah menggelinding dan tidak pecah
5. Pembuatan Dinding Kandang
Dinding kandang umumnya dibuat dari bambu agar sirkulasi udara tetap baik.
- Pasang bambu dengan jarak yang cukup agar udara bisa masuk
- Pastikan dinding cukup kuat untuk menahan ayam tetap di dalam kandang
6. Penempatan Tempat Pakan dan Minum
Sistem pakan dan minum yang tepat membantu menjaga kebersihan kandang.
- Buat model bertingkat: tempat minum di atas, tempat pakan di bawah
- Gunakan pipa, bambu, atau kayu untuk tempat pakan
- Gunakan paralon atau nipple drinker untuk tempat minum agar air tetap bersih dan mencegah penularan penyakit
Tantangan dan Solusi Kandang Bambu
Berikut ini tantangan dan solusi kandang bambu:
1. Umur pakai kandang bambu relatif singkat, umumnya hanya bertahan sekitar 2–3 tahun sehingga peternak perlu menyiapkan rencana perbaikan atau penggantian secara berkala agar kandang tetap aman digunakan.
2. Material bambu mudah lembap dan berpotensi ditumbuhi jamur yang menimbulkan bau apek, kondisi ini dapat mengganggu kesehatan ayam petelur serta menurunkan produktivitas telur jika tidak ditangani dengan baik.
3. Lingkungan kandang yang lembap dan kurang bersih bisa memicu berbagai penyakit pada ayam, sehingga kebersihan kandang dan sirkulasi udara yang lancar menjadi faktor penting dalam penerapan tips ternak ayam petelur cuma modal kandang bambu.
4. Konstruksi kandang bambu cenderung permanen dan sulit dibongkar pasang, hal ini dapat menyulitkan peternak apabila ingin memindahkan atau mengubah tata letak kandang di kemudian hari.
5. Kandang bambu membutuhkan perawatan lebih intensif dibanding kandang berbahan kawat atau besi, mulai dari pembersihan rutin hingga penggantian bambu yang mulai lapuk agar umur pakainya lebih panjang.
Q & A Seputar Topik
Apa keunggulan utama menggunakan kandang bambu untuk ayam petelur?
Kandang bambu memiliki biaya bahan baku dan pembuatan yang lebih murah, serta materialnya yang lunak dapat mengurangi risiko telur pecah.
Apa kekurangan kandang bambu untuk ternak ayam petelur dan bagaimana solusinya?
Kekurangannya meliputi umur pakai yang relatif singkat (2-3 tahun) dan mudah berjamur. Solusinya adalah perawatan ekstra dan menjaga kebersihan serta kekeringan kandang.
Berapa perkiraan modal awal untuk ternak ayam petelur skala kecil dengan kandang bambu?
Untuk skala 50 ekor, perkiraan modal awal bisa mulai dari Rp5.000.000, mencakup biaya kandang, bibit, pakan, dan perlengkapan.

18 hours ago
4
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5461080/original/032424800_1767337781-Jerigen_Minyak_Goreng_untuk_Tanam_Tomat__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5461138/original/062374500_1767340326-InShot_20260102_143320774.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5455820/original/092741900_1766735258-1000332649.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5457739/original/031413100_1767025316-1000102374.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/3415292/original/043828800_1617109551-20210328IQ_Jebolan_akademi_Persebaya_Surabaya02.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5311273/original/033353600_1754857819-Frans-Putros-Jajal-Peran-Baru-di-Persib-Bandung-1754821916.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5322084/original/021810700_1755689647-Persija_Jakarta_vs_Persita_Tangerang-14.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5461193/original/056253700_1767345786-Model_Kolam_Ternak_Lele_Sekaligus_Taman_Air.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5425992/original/049039500_1764245301-20251126AA_PMPC_Persija_Vs_PSIM-27.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5461255/original/043750800_1767354469-20260102AA_PMPC_Persija_Jakarta_Jelang_Lawan_Persijap_Jepara-12.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5461183/original/054203900_1767345428-model_kebun_cabai.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5309756/original/085847500_1754638772-Gemini_Generated_Image_9b6teo9b6teo9b6t.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429073/original/001791400_1764572941-John_Herdman.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5448341/original/011540500_1766026913-11.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4198851/original/016675200_1666324669-hermes-rivera-lLpccUSDWQg-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5403891/original/001872000_1762340486-20251105_162437.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5461108/original/008984200_1767339182-Kolam_Terpal_Rakitan_Kotak__Gemini_AI_.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5304794/original/092866600_1754286031-gaya_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5346547/original/050266700_1757611715-1000212638.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347915/original/009314600_1757745786-ChatGPT_Image_Sep_13__2025__01_41_07_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5338264/original/048399000_1756968798-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5339933/original/067743600_1757137253-unnamed_-_2025-09-06T122212.122.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363741/original/074425700_1758961497-Gemini_Generated_Image_5iwydt5iwydt5iwy.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5352448/original/090606500_1758098726-Gemini_Generated_Image_zhur86zhur86zhur.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5339299/original/025399500_1757052533-unnamed_-_2025-09-05T125024.466.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5345226/original/041083400_1757522822-WhatsApp_Image_2025-09-10_at_21.04.13.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5338093/original/002133400_1756964690-Gemini_Generated_Image_e2yjtbe2yjtbe2yj.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5339676/original/014879200_1757081736-20250904AA_Timnas_Indonesia_vs_China_Taipei-07.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5339336/original/027918600_1757053950-Gemini_Generated_Image_g2jz1pg2jz1pg2jz.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363626/original/003041100_1758954707-unnamed__32_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5362760/original/090638300_1758873977-Gemini_Generated_Image_cqeijycqeijycqei.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4958566/original/092051000_1727865780-Mees.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363066/original/023100900_1758880541-Gemini_Generated_Image_eomtuqeomtuqeomt.jpg)