8 Tanaman Pekarangan yang Jarang Dirusak Ayam, Mudah Ditanam di Desa

16 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Pekarangan rumah di desa sering dimanfaatkan sebagai ruang hijau yang tidak hanya berfungsi mempercantik tampilan rumah, tetapi juga memberi manfaat tambahan seperti udara segar, keteduhan, hingga bahan dapur sehari-hari. Namun, bagi warga desa yang memelihara ayam atau tinggal di lingkungan dengan ayam dilepas bebas, memilih tanaman pekarangan tidak bisa sembarangan karena banyak tanaman mudah rusak akibat dicakar atau dipatuki.

Oleh karena itu, diperlukan jenis tanaman yang relatif tahan terhadap gangguan ayam, mudah ditanam tanpa perawatan rumit, serta tetap memiliki nilai estetika yang baik untuk memperindah rumah. Dengan pemilihan tanaman yang tepat, pekarangan tetap terlihat rapi, hijau, dan fungsional meski ayam berkeliaran setiap hari.

1. Lidah Mertua (Sansevieria)

Lidah mertua dikenal sebagai tanaman hias yang memiliki daun tegak, kaku, dan meruncing sehingga ayam cenderung enggan mendekat atau mencakar area sekitarnya. Struktur daunnya yang keras membuat tanaman ini jarang rusak meskipun ditanam langsung di tanah pekarangan tanpa pagar pelindung.

Dari segi perawatan, lidah mertua tergolong sangat mudah hidup di lingkungan desa karena tahan panas, tidak memerlukan penyiraman sering, dan mampu tumbuh baik di tanah biasa. Tanaman ini cocok bagi pemilik rumah yang menginginkan pekarangan hijau tanpa harus repot merawat setiap hari.

Selain tahan terhadap gangguan ayam, lidah mertua juga memiliki nilai estetika tinggi karena tampilannya rapi dan modern, sehingga cocok diletakkan di depan rumah, teras, atau sepanjang jalan masuk pekarangan sebagai pemanis visual.

2. Bunga Kamboja

Bunga kamboja memiliki batang berkayu dan tekstur tanaman yang keras sehingga tidak menarik bagi ayam untuk dicakar atau dirusak. Getahnya yang khas juga menjadi alasan ayam jarang mendekati tanaman ini dalam waktu lama.

Tanaman kamboja sangat mudah ditanam di desa karena dapat tumbuh subur di tanah kering maupun lembap tanpa perawatan intensif. Bahkan, kamboja tetap bisa berbunga indah meski jarang disiram dan terkena sinar matahari langsung sepanjang hari.

Dari sisi keindahan, bunga kamboja memberikan kesan asri, teduh, dan tradisional yang kuat, sehingga sangat cocok ditanam di halaman rumah desa sebagai peneduh sekaligus elemen estetika alami.

3. Serai (Sereh)

Serai memiliki aroma tajam yang secara alami tidak disukai ayam, sehingga tanaman ini relatif aman dari gangguan cakar atau patukan. Bentuk daunnya yang memanjang dan tumbuh bergerombol juga membuat ayam kesulitan mengais tanah di sekitarnya.

Tanaman ini mudah ditanam di pekarangan desa karena hanya membutuhkan tanah gembur dan sinar matahari cukup, serta dapat tumbuh dengan cepat tanpa pupuk khusus. Serai juga bisa dipanen berulang kali tanpa harus menanam ulang dari awal.

Selain berfungsi sebagai tanaman pekarangan yang tahan ayam, serai memberikan nilai tambah karena dapat dimanfaatkan sebagai bumbu dapur dan tanaman herbal, sekaligus memberi tampilan hijau rapi pada halaman rumah.

4. Bunga Tapak Dara

Bunga tapak dara memiliki batang yang agak keras dan rasa daun yang pahit sehingga tidak menarik bagi ayam untuk dirusak. Tanaman ini juga tidak mudah layu meski sering terkena panas matahari atau hujan.

Dari segi perawatan, tapak dara sangat cocok ditanam di desa karena dapat tumbuh di tanah apa saja dan tidak memerlukan penyiraman rutin. Tanaman ini bahkan tetap berbunga meski minim perawatan.

Warna bunganya yang cerah seperti merah muda, putih, dan ungu membuat tapak dara menjadi pilihan tepat untuk mempercantik pekarangan rumah tanpa khawatir rusak akibat ayam.

5. Pandan Wangi

Pandan wangi memiliki daun panjang, tajam, dan beraroma kuat yang membuat ayam enggan mendekat atau mengacak-acak area tanamannya. Struktur daunnya juga cukup kuat sehingga tidak mudah rusak.

Tanaman pandan sangat mudah hidup di lingkungan desa, terutama di pekarangan yang memiliki tanah lembap dan cukup sinar matahari. Pandan dapat tumbuh besar tanpa perawatan rumit dan tidak membutuhkan pupuk khusus.

Selain memperindah halaman rumah dengan bentuk daun yang rimbun, pandan wangi juga bermanfaat sebagai bahan masakan dan pengharum alami, sehingga fungsinya sangat praktis bagi rumah tangga desa.

6. Bougenville (Bunga Kertas)

Bougenville memiliki batang berduri yang secara alami membuat ayam menghindari area sekitarnya. Hal ini menjadikan tanaman ini relatif aman ditanam di pekarangan tanpa harus diberi pembatas.

Tanaman bougenville terkenal tahan panas dan minim air, sehingga sangat cocok ditanam di desa dengan cuaca panas sekalipun. Perawatannya sederhana dan tidak membutuhkan perhatian khusus.

Dengan warna bunga yang mencolok dan beragam, bougenville mampu mempercantik halaman rumah secara signifikan, baik ditanam di tanah langsung maupun dijadikan pagar hidup.

7. Kemangi

Kemangi memiliki aroma khas yang kuat sehingga ayam jarang tertarik untuk mendekati atau merusak tanaman ini. Daunnya yang tumbuh rapat juga membuat ayam sulit mengais tanah di sekitarnya.

Tanaman kemangi sangat mudah ditanam di desa karena bisa tumbuh dari biji atau stek, serta cepat dipanen dalam waktu singkat. Perawatannya sederhana dan cocok untuk pekarangan rumah.

Selain memberi kesan hijau segar pada halaman, kemangi juga bermanfaat sebagai lalapan dan bumbu masakan, sehingga menjadi tanaman pekarangan yang fungsional sekaligus estetis.

8. Kembang Sepatu

Kembang sepatu memiliki batang yang cukup keras dan struktur tanaman yang tidak mudah roboh, sehingga jarang rusak meski ayam berkeliaran di sekitarnya. Daunnya juga tidak terlalu menarik bagi ayam.

Tanaman ini mudah hidup di desa karena tahan terhadap perubahan cuaca dan tidak membutuhkan perawatan rumit. Kembang sepatu dapat berbunga sepanjang tahun jika mendapat sinar matahari cukup.

Bunganya yang besar dan berwarna cerah menjadikan kembang sepatu sebagai tanaman hias yang efektif mempercantik pekarangan rumah desa dengan tampilan alami dan klasik.

Pertanyaan dan Jawaban

Q: Apakah semua tanaman hias aman dari gangguan ayam?

A: Tidak, ayam cenderung merusak tanaman berdaun lunak dan tanah gembur.

Q: Kenapa ayam suka merusak tanaman pekarangan?

A: Ayam mengais tanah untuk mencari serangga dan cacing.

Q: Apakah tanaman beraroma kuat lebih aman dari ayam?

A: Ya, aroma kuat biasanya tidak disukai ayam.

Q: Perlukah pagar untuk melindungi tanaman dari ayam?

A: Tidak selalu, jika memilih tanaman yang tepat.

Q: Tanaman apa yang paling mudah dirawat di desa?

A: Lidah mertua, serai, dan bougenville termasuk yang paling mudah.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|