Liputan6.com, Jakarta - Serangan tikus dan ular menjadi momok serius bagi para peternak ayam, terutama bagi anak ayam (DOC) dan ayam muda yang sangat rentan. Dampaknya tidak hanya terbatas pada kerugian finansial akibat kematian ternak, tetapi juga dapat mengganggu pertumbuhan serta produktivitas ayam yang selamat karena mengalami stres berkepanjangan. Tikus sendiri dikenal sebagai predator agresif yang dapat menyebabkan luka gigitan pada leher atau area dubur ayam, bahkan menjadi penyebar penyakit.
Ular, di sisi lain, tertarik pada kandang ayam karena suhu hangat dan ketersediaan sumber makanan seperti tikus, anak ayam, dan telur. Oleh karena itu, pembangunan kandang yang kokoh dan aman dari serangan predator menjadi suatu keharusan bagi setiap peternak. Desain kandang yang tepat dapat mencegah akses hewan liar sekaligus melindungi ternak dari berbagai ancaman lingkungan.
Untuk memastikan keamanan optimal dan kenyamanan bagi ternak, penting untuk menerapkan strategi pencegahan. Berikut cara membuat kandang ayam anti tikus dan ular, dirangkum Liputan6.com pada Selasa (9/6/2026).
Desain Kandang Panggung yang Efektif
Desain kandang panggung merupakan prinsip fundamental dalam menciptakan kandang ayam yang tahan terhadap serangan tikus dan ular. Kunci utamanya adalah membuat lantai kandang berjarak cukup tinggi dari permukaan tanah, sehingga menyulitkan predator untuk menjangkau area ternak.
Ketinggian lantai kandang yang disarankan adalah sekitar 60 hingga 90 cm dari tanah. Posisi lantai yang ditinggikan ini secara efektif mencegah ular memanjat dan masuk ke dalam kandang, memberikan lapisan perlindungan pertama yang krusial.
Untuk kaki-kaki penyangga kandang, pilihlah bahan yang memiliki permukaan licin seperti beton, kayu, atau baja yang dihaluskan. Penggunaan pipa paralon juga sangat disarankan, karena kaki kandang yang licin akan secara signifikan menyulitkan ular untuk memanjat dan menyusup masuk ke dalam kandang.
Penggunaan Kawat Ram atau Kasa dengan Lubang Kecil
Tikus dikenal memiliki kemampuan luar biasa untuk menyusup melalui celah yang sangat kecil, bahkan lubang sekecil ibu jari. Hal ini menjadikan pemilihan material penutup kandang sangat krusial untuk mencegah masuknya hama.
Oleh karena itu, penggunaan kawat ram atau kawat kasa dengan lubang maksimal 6 mm menjadi sangat penting. Material ini harus digunakan untuk menutup seluruh ventilasi dan dinding kandang agar tidak ada celah yang bisa dimanfaatkan predator.
Ukuran lubang yang kecil ini akan secara efektif menghalangi tikus masuk. Selain itu, celah kawat yang sempit juga membuat ular tidak bisa masuk ke dalam kandang, menambah tingkat keamanan secara keseluruhan.
Menjaga Kebersihan Kandang dan Lingkungan Sekitar
Kebersihan kandang sangat penting untuk mencegah kedatangan ular dan tikus. Lingkungan yang kotor dapat menarik hama dan predator, sehingga kebersihan menjadi kunci utama dalam upaya pencegahan.
Sisa pakan, telur pecah, dan bangkai tikus harus segera dibersihkan dan dibuang. Hal ini karena sisa-sisa tersebut dapat menarik tikus untuk berkembang biak, dan tikus merupakan sumber makanan utama bagi ular.
Area sekitar kandang juga perlu dirapikan secara berkala dengan memotong rumput serta membersihkan tumpukan kayu atau sampah. Selain itu, kondisi lembap dan becek harus dihindari karena dapat membuat ular nyaman bersembunyi di sekitar kandang.
Menutup Semua Celah dan Lubang
Memastikan tidak ada celah sekecil apa pun di seluruh struktur kandang adalah langkah krusial untuk menjaga keamanan ternak. Predator seperti ular dapat memanfaatkan celah terkecil sekalipun untuk masuk.
Pintu dan jendela kandang wajib dirancang agar rapat tanpa celah. Keamanan pintu dan jendela harus menjadi prioritas, mengingat kedua elemen ini seringkali menjadi titik masuk yang rentan.
Lubang sekecil apa pun, baik pada dinding maupun di sekitar pintu dan jendela, bisa menjadi jalur masuk ular. Oleh karena itu, pemeriksaan rutin dan penutupan celah-celah ini sangat diperlukan untuk perlindungan optimal.
Membuat Kaki Kandang Licin
Desain kandang panggung saja belum cukup anti ular jika permukaannya tidak licin. Ular memiliki kemampuan memanjat, sehingga kaki kandang yang tidak licin dapat menjadi pijakan bagi mereka.
Salah satu cara efektif untuk membuat kaki kandang licin adalah dengan menggunakan pipa paralon sebagai penyangga. Permukaan pipa yang halus dan tidak memberikan cengkeraman akan menyulitkan ular untuk memanjat.
Alternatif lain adalah memastikan kaki kandang terbuat dari semen cor yang dihaluskan. Kaki penyangga yang halus seperti dari beton, kayu, atau baja yang licin akan secara signifikan mencegah ular memanjat dan masuk ke dalam kandang.
Mengendalikan Populasi Tikus
Ular tertarik ke kandang ayam tidak hanya karena suhu hangat, tetapi juga karena banyaknya sumber makanan seperti tikus, anak ayam, dan telur. Kehadiran tikus menjadi faktor penarik utama bagi ular.
Menjaga lingkungan kandang terbebas dari hama tikus sangat penting, karena tikus merupakan makanan alami bagi ular. Populasi tikus yang tinggi akan menjadi penarik bagi ular liar dari luar untuk masuk ke dalam kandang.
Untuk mengendalikan populasi tikus, peternak dapat memelihara hewan predator tikus seperti kucing. Kucing tidak hanya dapat mengurangi jumlah tikus, tetapi juga secara tidak langsung membantu menghalau ular dari area kandang.
Penggunaan Pengusir Ular Alami
Sebagai lapisan perlindungan tambahan, penggunaan bahan pengusir ular alami dapat diterapkan di sekitar kandang. Cara ini melengkapi langkah-langkah struktural dan kebersihan yang sudah ada.
Ular diketahui tidak menyukai bau menyengat, sehingga bahan-bahan seperti oli bekas, belerang, atau cengkeh yang ditaburkan di sekitar kandang dapat efektif mengusir mereka. Selain itu, asap dari api kecil yang dibiarkan keluar juga bisa menjadi pengusir ular yang ampuh.
Menanam tanaman pengusir ular di sekitar kandang juga menjadi strategi yang dipercaya mampu meminimalisir masuknya ular. Contoh tanaman yang direkomendasikan adalah Apsintus dan Tulbaghia violacea, yang menyerupai kenikir atau bawang putih hias.
Pertanyaan dan Jawaban Cara Membuat Kandang Ayam
1. Bagaimana cara mencegah tikus masuk ke kandang ayam?
Cara paling efektif adalah menggunakan kawat ram atau kawat kasa dengan lubang kecil maksimal 6 mm pada dinding dan ventilasi kandang. Selain itu, pastikan tidak ada celah pada pintu atau dinding, serta selalu membersihkan sisa pakan yang dapat menarik tikus datang.
2. Mengapa kandang ayam model panggung lebih aman dari ular?
Kandang panggung membuat lantai kandang berada sekitar 60–90 cm di atas permukaan tanah sehingga lebih sulit dijangkau ular. Jika dikombinasikan dengan kaki kandang yang licin, risiko ular memanjat dan masuk ke kandang dapat diminimalkan secara signifikan.
3. Apa yang membuat ular tertarik datang ke kandang ayam?
Ular biasanya tertarik karena adanya sumber makanan seperti tikus, anak ayam, dan telur. Selain itu, lingkungan kandang yang hangat, lembap, dan banyak semak atau tumpukan barang juga menjadi tempat persembunyian yang disukai ular.
4. Apakah tanaman dapat membantu mengusir ular dari kandang ayam?
Ya, beberapa tanaman dipercaya memiliki aroma yang tidak disukai ular sehingga dapat membantu mengurangi risiko ular mendekat. Tanaman seperti Apsintus dan Tulbaghia violacea sering digunakan sebagai pelindung alami di sekitar area kandang.
5. Seberapa penting menjaga kebersihan kandang untuk mencegah serangan predator?
Sangat penting. Kandang yang bersih akan mengurangi keberadaan tikus sebagai sumber makanan ular. Membersihkan sisa pakan, telur pecah, rumput liar, serta menghindari area lembap dapat membantu menciptakan lingkungan yang kurang menarik bagi tikus maupun ular.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

1 week ago
7
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8260856/original/085578400_1781665831-HL_makanan.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8260818/original/016236100_1781664345-IRT5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8060745/original/033608100_1780904847-Area_Jemuran_Sudut_Belakang_Rumah.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8260746/original/067942900_1781657625-hl1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4547300/original/090479800_1692694051-fish-2230852_1280.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8260755/original/017871400_1781659622-aman_untuk_balita_6a.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8260551/original/035395000_1781601483-clay-banks-urH155LONWs-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8260486/original/075481600_1781596933-12162737442788903829.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8260041/original/056241500_1781536640-1000121649.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5548317/original/001423300_1775536048-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8208627/original/078666300_1781067678-Area_Duduk_yang_Nyaman_dan_Teduh.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8260609/original/038756500_1781610979-Pemain_Baru_Persebaya__dok_Persebaya_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4510968/original/042717000_1690042370-Persik_Kediri_-_Yusuf_Meilana_Fuad_Burhani_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8260579/original/002063600_1781603249-Gemini_Generated_Image_fdfvzbfdfvzbfdfv.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8260596/original/010610400_1781606185-1000121724.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5539806/original/017629400_1774621491-20260327AA_Timnas_Indonesia_vs_Sein-06.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8260523/original/064375000_1781600071-Gazebo_Taman_Kering_Tropis_Minimalis.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5916792/original/069199100_1778815278-548845334_18142649845421517_5061483859199162001_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7829922/original/011349000_1780649933-maggottt2.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8260403/original/081911600_1781591891-Gemini_Generated_Image_r6yh4ir6yh4ir6yh.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3642128/original/083822000_1637681616-2_000_Hkg660630.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4860548/original/008900400_1718119829-11_WhatsApp_Image_2024-06-11_at_20.29.54.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526511/original/001005500_1773124578-Gemini_Generated_Image_hoaciqhoaciqhoac.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3954503/original/001981300_1646633420-20220307-Panen_Sayuran_Hidroponik_di_Depan_Rumah-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500495/original/078901900_1770867904-photo-collage.png__15_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531279/original/042155400_1773556323-000_JO9EV.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5244828/original/086195900_1749256325-20250606BL_Topshots_Timnas_Indonesia_Vs_China_8.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4813325/original/021386600_1714086538-GMCOq2zXQAAUCGw.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5311585/original/019819800_1754888475-SnapInsta.to_529962176_18519690463037072_163690177429814441_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5401010/original/034236800_1762154457-Bocoran_warna_iPhone_18_Pro_01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4415431/original/078901700_1683198942-20230504AA_SEA_Games_2023_Timnas_Indonesia_Vs_Myanmar-21.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5529373/original/019567300_1773329437-Persis_vs_Bali_United.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514118/original/045495100_1772081240-kandang_Ayam_Rooftop.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465586/original/014027200_1767771314-Bebek_Petelur.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4261962/original/044473000_1671083484-harga_telur_ayam_di_tingkat_peternak_mencapai_29_ribu-ARBAS_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4174719/original/068939000_1664411162-42.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527338/original/066171500_1773200879-__________________________________1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5505789/original/024305000_1771396732-unnamed-10.jpg)