7 Cara Merangsang Cabai agar Banyak Tunas dan Cabang Produktif, Bisa Rutin Panen

4 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Tanaman cabai yang tumbuh dengan banyak daun belum tentu memiliki cabang produktif yang cukup untuk menghasilkan buah lebat. Pembentukan cabang, pertumbuhan tunas, dan kondisi tanaman setelah pindah tanam menjadi bagian yang perlu diperhatikan jika ingin mendorong munculnya lebih banyak titik tumbuh sehingga panen maksimal.

Perawatan pada fase pertumbuhan awal perlu dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi tanaman dan bukan hanya menambah pupuk semata. Beberapa perlakuan pada bagian tanaman dan pengelolaan media tanam bisa memengaruhi arah pertumbuhannya. Waktu penerapan juga perlu diperhatikan agar tanaman tidak mengalami gangguan pertumbuhan.

Karena itu, cara merangsang pertumbuhan tunas dan cabang pada tanaman cabai perlu dilakukan secara bertahap. Ada beberapa hal yang mungkin bisa membantu budidaya tanaman cabai di rumah. Simak selengkapnya, dihadirkan Liputan6, Minggu (20/9).

Pahami Dulu Asal Cabang Pada Tanaman Cabai

Adapun, Anda perlu memahami terlebih dahulu batang cabai yang tumbuh ke atas sampai membentuk cabang pertama. Perhatikan titik tempat batang terbelah ke dua arah, dan pada percabangan itulah bunga serta buah muncul. Cabang inilah yang menjadi sasaran perawatan dalam tulisan ini.

Semakin bertambah cabang, semakin bertambah pula tempat bunga dan buah, sehingga petani dan pemilik pekarangan memperhatikan tunas yang keluar dari batang sejak tanaman berumur beberapa minggu, terutama pada pekarangan yang hanya memuat beberapa pot.

Ada dua teknik untuk mengarahkan pertumbuhan tersebut, yaitu merompes tunas di ketiak daun sebelum cabang terbentuk dan memangkas pucuk pada umur yang sudah diuji, dan keduanya dibahas pada langkah kelima dan keenam, setelah persiapan wadah, pemindahan bibit, penyiraman, dan pemasangan ajir.

Siapkan Wadah dan Media Tanam

Merujuk laman resmi budi daya cabai oleh Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian, Kementerian Pertanian, wadah dan media tanam perlu disiapkan dengan kriteria khusus sebelum bibit dipindahkan:

  • Polybag berukuran di atas 30 sentimeter, atau pot dari plastik, semen, tanah, atau keramik, atau wadah lain yang diberi lubang.
  • Media berupa campuran tanah dan kompos dengan perbandingan 2:1, atau tanah, pupuk kandang, dan arang sekam dengan perbandingan 1:1:1.
  • Media diayak agar akar menembus tanah, lalu dicampur dengan sekitar 3 sendok pupuk NPK untuk setiap polybag.
  • Bagian dalam polybag dilapisi sabut kelapa, pecahan genting, atau pecahan styrofoam agar air tidak menggenangi akar.

Pindahkan Bibit Pada Umur Tiga Sampai Empat Minggu

Kementerian Pertanian menyarankan bibit dipindahkan ke polybag setelah berumur tiga sampai empat minggu atau setelah memiliki tiga sampai empat helai daun, dan persemaian dapat memakai baki, polybag, daun pisang, atau petakan tanah.

Pemindahan dilakukan pada pagi atau sore hari agar tanaman tidak mengalami stres akibat sengatan matahari, dan bibit dimasukkan ke lubang tanam sedalam 5 sampai 7 sentimeter bersama seluruh media atau tanah yang menempel pada akar.

Tanggal pindah tanam perlu dicatat karena penelitian di jurnal Agrovital menghitung waktu pemangkasan pucuk dari hari pindah tanam, sehingga cara merangsang tanaman cabai lewat pemangkasan dapat mengikuti jadwal yang sama.

Atur Penyiraman dan Pasang Penahan Bambu

Menurut Kementerian Pertanian, tanaman cabai di polybag disiram sekurang-kurangnya tiga hari sekali, dan setiap hari ketika matahari bersinar terik, sehingga media tanam selalu mendapat air. Perawatan dasar ini mendahului cara merangsang tanaman cabai lewat pembuangan tunas dan pemangkasan pucuk.

Setelah tinggi tanaman mencapai sekitar 20 sentimeter, ajir bambu dipasang di dekat batang untuk menopang tanaman agar berdiri, dan tinggi tanaman, bukan umur, menjadi patokan waktu pemasangannya.

Urutan ini mengikuti panduan yang sama, yakni ajir dipasang lebih dulu, baru tunas di ketiak daun dirompes pada langkah berikutnya, sehingga jadwal penyiraman, ajir, dan perompesan sebaiknya ditulis pada satu lembar catatan.

Buang Tunas di Ketiak Daun Sejak Hari ke-20

Tunas yang tumbuh di ketiak daun, yaitu sudut antara batang dan tangkai daun, dibuang lewat kegiatan yang disebut perompesan, dan pemula dapat memulainya dengan memeriksa ketiak daun satu per satu.

Perompesan dimulai pada hari ke-20 setelah tanam dan berlangsung sampai cabang terbentuk, sesuai panduan Kementerian Pertanian, sehingga pembaca menghitung hari ke-20 dari tanggal pindah tanam yang sudah dicatat pada langkah ketiga.

Tujuannya agar tanaman tidak tumbuh ke samping selagi batang belum cukup menopang, sehingga cara merangsang tanaman cabai lewat perompesan berfokus pada batang lebih dulu, dan setelah cabang terbentuk perhatian beralih ke pemangkasan pucuk pada langkah berikutnya.

Pangkas Pucuk Pada Hari ke-28 Setelah Pindah Tanam

Cara merangsang tanaman cabai lewat pemangkasan pucuk diuji oleh Yulinda Tanari, Zulharmi, dan Ita Mowidu dalam Agrovital: Jurnal Ilmu Pertanian volume 8 nomor 2 berjudul "Pengaruh Waktu Dan Panjang Pemangkasan Pucuk Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Cabai Rawit".

Dalam penelitian itu, diteliti pengaruh pemangkasan pada 14, 21, dan 28 hari setelah pindah tanam. Hasilnya, pemangkasan pada hari ke-28 menghasilkan rata-rata yang melampaui hari ke-14 dan ke-21, sehingga waktu pemangkasan menjadi bagian yang perlu dicatat petani sejak hari pindah tanam, sedangkan panjang potongan pucuk dijawab pada bagian tanya jawab.

Kedua teknik menyasar bagian masing-masing, karena perompesan membuang tunas di ketiak daun sedangkan pemangkasan pucuk memotong ujung batang, dan pertanyaan tentang cabai merah atau keriting juga dijawab di sana.

Beri pupuk dan lindungi tanaman dari hama

Pemupukan dan pengendalian hama melengkapi perawatan tunas dan cabang, dan Kementerian Pertanian memberi patokan berikut untuk tanaman cabai di polybag, yang dapat dicatat pada lembar jadwal yang sama:

  • Pupuk NPK tambahan diberikan satu sendok makan per polybag setiap bulan.
  • Pupuk NPK awal sudah tercampur di media tanam pada langkah kedua, sehingga pupuk bulanan menjadi tambahan, bukan pengganti.
  • Satu kepal kompos atau pupuk kandang kambing ditambahkan saat tanaman hendak berbuah.
  • Pestisida dipakai hanya bila tanaman terlihat terserang hama atau sakit, dengan jenis yang diizinkan serta dosis dan cara aplikasi sesuai anjuran.
  • Insektisida dipakai secukupnya bila muncul hama atau bakal ulat, dan fungisida dipakai bila muncul jamur.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Merangsang Cabai agar Banyak Tunas dan Cabang Produktif

Berapa sentimeter pucuk cabai yang dipotong?

Penelitian di jurnal Agrovital membandingkan potongan 0,5, 1,0, dan 1,5 sentimeter dari pucuk. Panjang potongan hampir tidak memengaruhi hasil pengamatan, dan potongan 1,5 sentimeter pada hari ke-28 memberi hasil yang melampaui perlakuan lain.

Apakah pemangkasan pucuk cocok untuk cabai merah dan keriting?

Cara merangsang tanaman cabai lewat pemangkasan pucuk dalam jurnal Agrovital diuji pada cabai rawit, sehingga hasilnya belum tentu sama pada cabai merah atau keriting. Petani dapat mencoba pada beberapa tanaman lebih dulu, lalu membandingkannya dengan tanaman yang tidak dipangkas.

Berapa kali perompesan dilakukan?

Menurut Kementerian Pertanian, perompesan biasanya dilakukan tiga kali, dimulai pada hari ke-20 setelah tanam, sampai cabang terbentuk.

Bagaimana pemupukan cabai untuk budi daya organik?

Kementerian Pertanian menyebut pupuk organik cair disemprotkan pada masa pertumbuhan daun dan buah sebagai pilihan pengganti NPK tambahan.

Kapan waktu panen cabai?

Kementerian Pertanian menyarankan panen saat buah belum sepenuhnya berwarna merah dan masih memiliki garis hijau, pada pagi hari setelah embun kering. Buah yang dipanen pada tahap itu bertahan dua sampai tiga hari sebelum terjual di pasar.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|