Liputan6.com, Jakarta Rasa geli bercampur cemas kerap muncul ketika mendapati ulat bulu merayap di dinding, daun, atau lantai rumah. Cara membasmi ulat bulu sebenarnya dapat dilakukan sendiri dengan memanfaatkan bahan sederhana yang tersedia di rumah.
Pengendalian dapat dimulai dengan menyingkirkan ulat yang terlihat, kemudian memutus siklus hidupnya dengan mengurangi keberadaan telur dan ngengat. Setelah itu, lakukan langkah pencegahan agar ulat bulu tidak kembali muncul di area rumah maupun halaman.
Sebagaimana dilaporkan Homes & Gardens, ulat bulu merupakan tahap larva dari kupu-kupu dan ngengat. Beberapa jenis ngengat dapat menghasilkan banyak telur sehingga populasinya berpotensi meningkat dalam waktu singkat jika tidak segera dikendalikan. Berikut ulasan Liputan6.com tentang cara membasmi ulat bulu yang dapat dilakukan di rumah.
Kenali Penyebab Ulat Bulu Muncul di Rumah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3306497/original/034035400_1606283504-20201125-Fenomena-Kawanan-Ulat-Bulu-Bermunculan-di-Permukiman-Warga-IQBAL-9.jpg)
Perbesar
Sebelum menerapkan cara membasmi ulat bulu, penting memahami penyebab hama ini muncul di sekitar rumah. Ulat biasanya ditemukan di area yang memiliki tanaman sebagai sumber makanan, terutama ketika terdapat tanaman inang yang disukai spesies tertentu. Keberadaan ngengat, lingkungan yang mendukung, dan kondisi halaman yang rimbun juga dapat meningkatkan peluang ulat bulu muncul.
Ngengat dapat berpindah ke tempat yang lebih hangat dan terlindung, sementara beberapa jenis ngengat yang aktif pada malam hari tertarik pada cahaya. Kondisi tersebut dapat membuat ngengat mendekati rumah dan mencari tanaman untuk meletakkan telur. Ketika populasinya meningkat secara musiman, ulat bulu bahkan dapat bertebaran di pohon-pohon sebelum masuk ke tembok atau lantai rumah warga.
Tanda-Tanda Serangan Ulat Bulu
Keberadaan ulat bulu pada tanaman umumnya dapat dikenali dari perubahan pada daun. Beberapa tandanya antara lain daun berlubang tidak beraturan, bagian daun yang tersisa hanya tulang daun, serta munculnya butiran kotoran kecil berwarna hitam atau hijau yang disebut frass. Pada jenis tertentu, keberadaan sarang atau benang sutra pada ranting juga dapat menjadi petunjuk adanya ulat.
Mengenali jenis ulat juga penting karena setiap spesies dapat memiliki tanaman inang dan respons berbeda terhadap metode pengendalian. Jika bentuknya sulit dikenali, foto ulat atau kerusakan pada tanaman dapat digunakan sebagai bahan identifikasi melalui aplikasi pengenal spesies seperti iNaturalist. Dengan mengetahui penyebab dan tanda serangannya, langkah pengendalian dapat dilakukan secara lebih tepat.
Cara Membasmi Ulat Bulu Secara Manual
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3973757/original/078134400_1648108341-pexels-erik-karits-3743859.jpg)
Perbesar
Langkah paling aman dalam cara membasmi ulat bulu adalah pengendalian secara manual, terutama ketika populasinya masih sedikit. Metode ini tidak memerlukan bahan kimia sehingga dapat menjadi pilihan untuk menjaga tanaman sekaligus mengurangi risiko terhadap hewan peliharaan dan serangga penyerbuk.
Ambil dan Rendam dalam Air Sabun
Petik ulat lalu masukkan ke air sabun. Kenakan sarung tangan atau gunakan penjepit untuk mengambil ulat dari tanaman, kemudian masukkan ke dalam ember berisi air sabun. Sambil melakukannya, periksa permukaan daun dan batang untuk menemukan telur atau ulat lain yang mungkin tersembunyi. Saat jumlahnya masih sedikit, mengambil ulat secara langsung dapat menjadi cara sederhana untuk mengurangi populasinya.
Buang Telur di Balik Daun
Periksa dan singkirkan telur. Jangan hanya berfokus pada ulat yang sudah menetas. Periksa bagian bawah daun, batang, dan area terlindung lainnya, kemudian singkirkan kelompok telur yang ditemukan agar tidak berkembang menjadi ulat baru.
Menurut panduan RHS, pemeriksaan tanaman secara rutin membantu menemukan larva sejak dini sehingga dapat segera diambil dengan tangan jika memungkinkan. Gunakan sarung tangan saat melakukan pemeriksaan, terutama ketika belum mengetahui jenis ulat yang ditemukan.
Semprot Air dan Pangkas Bagian yang Terserang
Rontokkan dengan air lalu pangkas. Untuk ulat yang berada di tanaman luar ruangan, semprotan air dari selang dapat membantu merontokkannya dari daun dan ranting. Setelah itu, kumpulkan ulat yang jatuh dan buang di tempat yang jauh dari tanaman.
Jika serangan hanya terkonsentrasi pada beberapa pucuk atau ranting, bagian tersebut dapat dipangkas dan dibuang. Pemeriksaan rutin pada tanaman juga membantu menemukan serangan lebih awal, sementara keberadaan predator alami seperti burung dapat turut membantu mengendalikan populasi ulat di lingkungan sekitar.
Cara Membasmi Ulat Bulu dengan Bahan Alami
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3973756/original/010919800_1648108339-pexels-quang-nguyen-vinh-2583140.jpg)
Perbesar
Ketika jumlah ulat mulai bertambah, cara membasmi ulat bulu dapat dilanjutkan dengan bahan yang lebih mudah ditemukan di rumah. Beberapa bahan dapur dapat digunakan sebagai semprotan untuk membantu mengurangi keberadaan ulat, terutama pada serangan ringan. Namun, aplikasikan terlebih dahulu pada sebagian kecil daun untuk memastikan tanaman tidak mengalami kerusakan.
Larutan Cuka
Campur cuka dan air. Larutkan dua sendok makan cuka ke dalam sekitar satu galon air, kemudian semprotkan pada area yang sering didatangi ulat. Hindari penggunaan larutan yang terlalu pekat dan jangan menyemprotkannya langsung pada pucuk atau daun muda karena dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan tanaman.
Semprotan Cabai dan Bawang Putih
Racik semprotan berbahan cabai. Haluskan cabai dan bawang putih, campurkan dengan air, sedikit minyak sayur, serta sabun cuci piring. Diamkan beberapa saat, kemudian saring sebelum dimasukkan ke botol semprot. Campuran cabai dan bawang putih dapat digunakan sebagai salah satu pilihan semprotan nabati untuk membantu mengatasi ulat pemakan daun.
Minyak Mimba (Neem Oil)
Gunakan larutan neem oil sesuai petunjuk. Minyak mimba atau neem oil berasal dari biji pohon mimba dan kerap digunakan dalam pengendalian hama tanaman. Mengutip Gardening Know How, bahan seperti neem oil dan azadirachtin termasuk pilihan yang dapat digunakan untuk membantu menangani telur dan ulat.
Jika menggunakan produk neem oil siap pakai, ikuti konsentrasi dan cara penggunaan pada label. Semprotkan secara merata pada permukaan daun, terutama bagian bawah yang sering menjadi tempat telur atau ulat bersembunyi.
Larutan Sabun dan Bahan Rumah Tangga
Manfaatkan larutan sabun dengan konsentrasi ringan. Campurkan sekitar satu sendok teh sabun cuci piring ke dalam air, kemudian semprotkan tipis pada permukaan daun. Cara ini sebaiknya digunakan secara hati-hati karena larutan sabun yang terlalu pekat dapat merusak daun.
Beberapa resep rumahan juga mencampurkan soda kue, sabun Castile, atau minyak sayur sebagai semprotan tanaman. Namun, efektivitasnya dapat berbeda tergantung jenis ulat dan kondisi tanaman. Untuk tanaman yang menghasilkan sayuran, buah, atau daun untuk dikonsumsi, pilih bahan yang penggunaannya memang sesuai untuk tanaman pangan dan selalu perhatikan petunjuk pemakaian.
Penggunaan bahan alami bukan berarti selalu aman jika diberikan dalam jumlah berlebihan. Karena itu, lakukan uji semprot pada beberapa helai daun terlebih dahulu dan amati reaksinya. Jika serangan sudah berat atau ulat sulit dikendalikan, pertimbangkan metode pengendalian lain yang sesuai dengan jenis hama dan tanaman.
Cara Membasmi Ulat Bulu dengan Kontrol Biologis
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352954/original/082448800_1789884259-pexels-sai-shankar-288921364-36933986.jpg)
Perbesar
Jika serangan mulai meluas, cara membasmi ulat bulu dapat dilakukan dengan memanfaatkan mikroorganisme dan predator alami. Pengendalian biologis membantu menekan populasi hama tanpa harus mengandalkan penyemprotan bahan kimia secara terus-menerus.
Bacillus thuringiensis (Bt)
Gunakan bakteri Bt. Bacillus thuringiensis (Bt) merupakan bakteri tanah yang digunakan sebagai pengendali biologis untuk larva serangga tertentu, termasuk berbagai jenis ulat. Produk berbahan Bt bekerja setelah termakan larva sehingga dapat membantu menekan populasinya, sementara dampaknya terhadap tanaman relatif rendah jika digunakan sesuai petunjuk.
Aplikasikan Bt mengikuti dosis dan frekuensi pada label produk. Penyemprotan mungkin perlu diulang karena bahan aktif dapat berkurang efektivitasnya setelah terkena hujan dan paparan sinar matahari.
Undang Burung dan Serangga Pemangsa
Manfaatkan predator alami. Ulat memiliki berbagai musuh alami, mulai dari burung hingga serangga pemangsa dan parasitoid. Tawon parasitoid, lalat parasitoid, kepik pemangsa, lacewing, kumbang tanah, serta laba-laba dapat membantu mengurangi populasi ulat di lingkungan sekitar.
Untuk mendukung keberadaan predator tersebut, jaga halaman tetap memiliki tanaman yang beragam dan hindari penggunaan insektisida secara berlebihan. Lingkungan yang menyediakan tempat berlindung dan sumber makanan bagi predator alami dapat membantu menjaga keseimbangan ekosistem taman.
Nematoda dan Parasitoid Telur
Gunakan agens hayati. Nematoda entomopatogen merupakan salah satu pilihan pengendalian biologis yang dapat menyerang larva serangga tertentu. Penggunaannya perlu disesuaikan dengan jenis hama dan kondisi lingkungan karena nematoda umumnya membutuhkan kelembapan yang cukup agar dapat bekerja dengan baik.
Parasitoid telur seperti Trichogramma juga dapat membantu menghambat perkembangan hama sejak fase telur. Sementara itu, membersihkan daun gugur dan memantau tanaman secara rutin dapat mengurangi tempat yang berpotensi menjadi lokasi persembunyian atau perkembangan hama.
Pada serangan dalam skala besar, penanganan dapat melibatkan petugas dengan metode seperti pengasapan atau fogging maupun penggunaan insektisida. Untuk lingkungan rumah dengan serangan ringan hingga sedang, pengendalian manual, pemeliharaan tanaman, dan pemanfaatan predator alami dapat dilakukan terlebih dahulu.
Langkah Mencegah Ulat Bulu Datang Kembali
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3306498/original/089914900_1606283504-20201125-Fenomena-Kawanan-Ulat-Bulu-Bermunculan-di-Permukiman-Warga-IQBAL-8.jpg)
Perbesar
Membasmi ulat bulu saja belum cukup jika kondisi yang mengundang hama tetap dibiarkan. Pencegahan dapat dilakukan dengan membatasi akses ngengat ke rumah, menjaga kebersihan lingkungan, serta mengurangi kondisi yang mendukung perkembangbiakannya.
Pasang Jaring dan Penghalang
Hadang ngengat sejak awal. Pasang kasa serangga pada jendela, ventilasi, atau celah lain yang berpotensi menjadi jalan masuk ngengat. Pada tanaman, penghalang sederhana di sekitar pangkal batang juga dapat membantu mengurangi pergerakan sebagian ulat.
Jaga area di sekitar tanaman tetap bersih dari tumpukan daun dan sisa tanaman. Pemeriksaan rutin pada bagian bawah daun juga penting agar telur dapat segera ditemukan sebelum menetas.
Tanam Tanaman Beraroma Kuat
Manfaatkan tanaman beraroma. Beberapa tanaman beraroma kuat, seperti marigold dan lavender, kerap digunakan sebagai bagian dari strategi pengelolaan hama di taman. Tanaman aromatik seperti jeruk purut juga dapat ditanam di sekitar halaman sebagai tambahan sekaligus mempercantik area rumah.
Namun, tanaman pengusir sebaiknya tidak dijadikan satu-satunya cara pencegahan. Tetap lakukan pemeriksaan tanaman secara berkala untuk mendeteksi telur atau ulat sejak awal.
Jaga Kebersihan dan Kelembapan
Rawat rumah dan taman secara rutin. Bersihkan area dapur, tempat penyimpanan makanan, halaman, serta sudut rumah yang jarang digunakan. Lingkungan yang lembap dan kurang terawat dapat mendukung perkembangbiakan hama secara pesat, sehingga sirkulasi udara perlu dijaga dan genangan air sebaiknya segera dibersihkan.
Kebersihan lingkungan juga membantu menghilangkan hama rumah lain yang dapat muncul di area yang kotor atau lembap.
Kurangi Cahaya yang Menarik Ngengat
Redupkan lampu pada malam hari. Beberapa jenis ngengat tertarik pada sumber cahaya sehingga lampu luar yang terlalu terang dapat membuatnya mendekati rumah. Kurangi pencahayaan yang tidak diperlukan pada malam hari atau gunakan pencahayaan bernuansa hangat untuk membantu mengurangi daya tarik area rumah bagi ngengat.
Pertolongan Pertama Saat Kulit Terkena Ulat Bulu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4711288/original/086132100_1704859526-ulat_pinus.jpg)
Perbesar
Selain merusak tanaman, beberapa jenis ulat bulu dapat menyebabkan iritasi pada kulit karena memiliki rambut atau duri halus yang berfungsi sebagai mekanisme pertahanan. Kontak langsung dapat menimbulkan rasa gatal, perih, bentol, atau ruam. Karena itu, jangan panik saat terkena dan hindari menyentuh atau menepis ulat dengan tangan telanjang.
Jika ulat masih menempel di kulit, singkirkan secara perlahan menggunakan kertas, ranting, atau daun, bukan dengan tangan. Cara ini sesuai dengan anjuran untuk menyingkirkan ulat dengan kertas agar kontak dengan rambut atau durinya berkurang. Hindari memukul atau menggosok bagian yang terkena karena dapat membuat rambut halus semakin menyebar.
Setelah ulat berhasil disingkirkan, gunakan selotip atau lakban untuk mengangkat rambut atau duri halus yang masih menempel. Tempelkan secara perlahan pada kulit, lalu lepaskan. Selanjutnya, cuci area tersebut dengan air mengalir dan sabun untuk membantu membersihkan sisa iritan.
Jika kulit terasa gatal atau perih, kompres dengan es yang dibungkus kain selama sekitar 15–20 menit. Hindari menggaruk bagian yang terkena karena dapat menyebabkan luka dan meningkatkan risiko infeksi. Bila muncul pembengkakan luas, kesulitan bernapas, pusing, atau reaksi yang semakin berat, segera cari pertolongan medis.
Untuk serangan ulat bulu yang sangat luas di rumah atau kebun, pertimbangkan menggunakan jasa pengendalian hama profesional. Penanganan yang tepat dapat membantu mengurangi risiko kontak langsung sekaligus mencegah populasi hama terus meningkat. Dengan menggabungkan pengendalian, pencegahan, dan penanganan awal yang tepat, keberadaan ulat bulu dapat dikurangi dengan lebih aman.
Pertanyaan Seputar Ulat Bulu
Apakah ulat bulu berbahaya jika terkena kulit?
Beberapa jenis ulat bulu dapat menyebabkan iritasi ketika rambut atau durinya menyentuh kulit. Reaksinya dapat berupa gatal, perih, bentol, atau ruam. Tingkat reaksinya berbeda-beda, sehingga sebaiknya hindari menyentuh ulat secara langsung.
Bagaimana cara membasmi ulat bulu yang paling aman?
Jika jumlahnya masih sedikit, ambil ulat menggunakan sarung tangan atau alat seperti penjepit, kemudian singkirkan dengan aman. Periksa pula bagian bawah daun untuk menemukan telur. Untuk serangan yang lebih luas, pengendalian dapat disesuaikan dengan jenis ulat, mulai dari metode biologis hingga produk pengendali hama yang digunakan sesuai petunjuk.
Bagaimana agar ulat bulu tidak kembali ke rumah?
Periksa tanaman secara rutin, singkirkan telur atau ulat yang ditemukan, dan jaga halaman tetap bersih. Kasa pada jendela serta ventilasi juga dapat membantu membatasi masuknya serangga dewasa. Mengurangi pencahayaan luar yang tidak diperlukan pada malam hari dapat menjadi langkah tambahan untuk mengurangi ketertarikan ngengat ke sekitar rumah.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

3 hours ago
3
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9352994/original/042027100_1789888604-fef241d3-5795-4367-8614-95ba60ad0a0a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9352905/original/074936900_1789879977-HL_desa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9352879/original/065269100_1789877894-cabai_subur.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9344456/original/041832400_1788946550-HL.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9352850/original/022718300_1789876277-HL_dapur_terbuka.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9339349/original/074610400_1788413011-steve-a-johnson-L2xhGmPmMNs-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9346596/original/029782300_1789183781-Rumah_Type_60_3_Kamar_dengan_Dapur_Linear.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5419045/original/061021100_1763636152-chili-4879532_1280.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9352821/original/090621500_1789873470-HL_pohon_kelengkeng.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9352824/original/022284800_1789874081-rumah_petak_3a.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5255669/original/089095000_1750211606-Persijap-Tunjuk-M--rio-Lemos-sebagai-Pelatih-Kepala-1749715558.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5629939/original/023271600_1778227484-unnamed_-_2026-05-08T150237.446.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9352806/original/015877300_1789872823-Ground_Floor_Terrace.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5339684/original/018186300_1757082489-20250904AA_Timnas_Indonesia_vs_China_Taipei-11__1_.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9352789/original/094457500_1789871267-skandinavia_kecil_3a.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6209953/original/003671400_1779088103-unnamed__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5138911/original/094180600_1740046297-IMG-20250219-WA0003.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9352631/original/021172500_1789818746-joauin.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9297090/original/043302100_1784078025-terpal__mini_2a.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9352756/original/032942600_1789864998-bhayangkara.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336541/original/057810300_1788165256-2150700358.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9325772/original/012824000_1786935429-WhatsApp_Image_2026-08-17_at_09.51.49__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336339/original/036670800_1788155727-11bf7afb-d0ee-47d2-a46c-72a1c9954b40.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336360/original/068351100_1788156938-Gemini_Generated_Image_vgh6gmvgh6gmvgh6__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9340881/original/091999400_1788528140-borneo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336388/original/070866500_1788159552-051f86cb-0545-4991-a7f1-c5730be5aaaf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4242270/original/090051000_1669625532-043199800_1645433192-kevin-wolf-LgZfYaH6OAU-unsplash_Fotor.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5193002/original/077128400_1745210638-Dean_Zandbergen_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336595/original/083266200_1788167124-f7575cef-c1ce-4105-bb37-74f1cfe3b27c.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9335997/original/062436600_1788086219-persib.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336566/original/005951400_1788166224-pexels-anntarazevich-5629138.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9340694/original/096958400_1788514411-rotan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9337890/original/028721700_1788261978-edfxzx.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9326731/original/044655800_1787034649-01M09H5EZC0CJF22ZHH9BPEA9C.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8263241/original/026820600_1781870752-Budidaya_Azolla_sebagai_Pakan_Alternatif.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9335142/original/082058400_1787912714-ASDFGHGFDDFCDX.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336522/original/062149400_1788164466-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4894943/original/055013900_1721287232-top-view-globe-world-map.jpg)