Liputan6.com, Jakarta - Jenis ikan yang banyak dicari rumah makan umumnya memiliki permintaan tinggi karena menjadi menu favorit di warung makan, restoran seafood, hingga tempat makan kaki lima. Bagi pembudidaya maupun nelayan, memahami jenis ikan yang paling dibutuhkan pasar kuliner dapat menjadi peluang untuk mendapatkan keuntungan lebih stabil.
Rumah makan biasanya memilih ikan dengan daging tebal, tekstur tidak mudah hancur saat diolah, serta pasokan yang konsisten dengan harga kompetitif. Menyasar pasar ini dinilai menjanjikan karena pembelian dilakukan rutin dalam jumlah besar. Berikut beberapa jenis ikan air tawar dan laut yang paling banyak dicari rumah makan, dirangkum dari berbagai sumber pada Selasa (16/6/2026).
1. Ikan Gurame
Ikan gurame dapat dikatakan sebagai "raja" menu di rumah makan sunda, jawa, maupun restoran keluarga besar. Permintaan terhadap ikan air tawar ini sangat tinggi karena cita rasanya yang gurih, tekstur dagingnya yang padat, empuk, dan memiliki duri-duri besar yang sangat mudah dihindari oleh konsumen saat menyantapnya.
Rumah makan menyukai gurame karena ikan ini sangat fleksibel untuk diolah menjadi menu-menu premium berharga jual tinggi. Beberapa menu ikonik seperti gurame terbang, gurame asam manis, hingga gurame bakar madu selalu menjadi menu termahal dan paling laku. Ukuran yang paling dicari rumah makan berkisar antara 400 gram hingga 700 gram per ekor, yang pas untuk porsi satu keluarga.
Bagi peternak, memasok ikan gurame ke rumah makan memberikan keuntungan yang sangat stabil karena harga jual gurame cenderung bertahan tinggi di pasaran dan jarang mengalami anjlok yang drastis. Konsistensi rasa daging ikan gurame yang tidak berbau lumpur menjadi standar utama yang harus dijaga agar kerja sama dengan pihak rumah makan bisa berjalan jangka panjang.
2. Ikan Nila
Jika gurame menguasai pasar restoran kelas menengah ke atas, maka ikan nila adalah penguasa mutlak di segmen warung makan skala menengah, penyetan, hingga katering. Ikan nila menjadi buruan utama pemilik usaha kuliner karena harganya yang jauh lebih ekonomis namun memiliki kualitas daging yang tidak kalah padat dan gurih dari ikan premium.
Keunggulan utama ikan nila di mata pengusaha rumah makan adalah kemudahannya untuk digoreng hingga sangat kering (crispy) tanpa membuat dagingnya kehilangan tekstur kelembutannya. Selain itu, nila merah sering kali dipilih untuk menu-menu bakaran atau bumbu kuning karena penampilannya yang menarik saat disajikan di atas piring datar bersanding dengan sambal dan lalapan segar.
Ukuran ideal ikan nila yang dicari oleh rumah makan biasanya berkisar antara 3 hingga 5 ekor per kilogram (sekitar 200-300 gram per ekor). Ukuran ini dinilai paling pas untuk porsi perorangan (single portion), sehingga memudahkan pemilik warung dalam menghitung harga pokok penjualan (HPP) per porsi makanan secara presisi.
3. Ikan Lele
Tidak ada yang bisa meragukan popularitas ikan lele dalam industri kuliner tanah air. Dari kota besar hingga pelosok desa, keberadaan warung "Pecel Lele" atau "Penyetan" selalu menjamur dan membutuhkan pasokan lele segar dalam jumlah yang luar biasa besar setiap harinya, menjadikannya salah satu komoditas perikanan dengan perputaran uang tercepat.
Rumah makan atau warung tenda sangat menyukai lele karena proses memasaknya yang sangat cepat dan tidak memakan banyak bahan bakar. Daging lele yang gurih dan berlemak berpadu sempurna dengan bumbu marinasi ketumbar dan kunyit, menghasilkan hidangan yang sangat digemari oleh semua kalangan masyarakat karena harganya yang sangat merakyat.
Pemilik warung makan biasanya sangat selektif mengenai ukuran lele yang mereka beli, yaitu ukuran berkisar antara 8 hingga 10 ekor per kilogram. Ukuran lele yang terlalu besar justru dihindari karena dagingnya cenderung lebih keras dan tampilannya kurang menarik saat digoreng melingkar di dalam wajan penggorengan standar.
4. Ikan Patin
Ikan patin merupakan komoditas yang sangat dicari oleh rumah makan spesialis menu kuah, seperti rumah makan khas Sumatra yang terkenal dengan menu pindang patin, gulai asam pedas, atau sop ikan. Karakteristik daging ikan patin yang sangat lembut, berlemak, dan tidak memiliki banyak duri halus menjadikannya bahan baku terbaik untuk masakan berkuah segar.
Tekstur daging patin yang kaya akan lemak alami memberikan kaldu yang gurih dan kental pada masakan tanpa perlu menambahkan banyak minyak tambahan. Beberapa rumah makan modern juga mulai memanfaatkan daging fillet ikan patin (dikenal sebagai dori lokal) untuk bahan baku camilan fish and chips karena harganya yang jauh lebih ramah di kantong daripada ikan impor.
Untuk memenuhi kebutuhan restoran masakan berkuah, ikan patin berukuran besar (di atas 800 gram hingga 1,5 kilogram per ekor) adalah yang paling sering dicari. Daging patin ukuran besar lebih mudah dipotong-potong menjadi bagian kepala, badan, dan ekor secara proporsional untuk disajikan sebagai menu per porsi mangkuk.
5. Ikan Kakap (Merah dan Putih)
Beralih ke sektor laut, ikan kakap—baik varietas kakap merah maupun kakap putih (barramundi)—adalah komoditas wajib yang harus ada di dalam daftar menu restoran seafood dan rumah makan Padang. Kepala ikan kakap merah berukuran besar adalah bahan utama untuk menu gulai kepala kakap yang legendaris dan selalu dijual dengan harga premium.
Sementara itu, bagian daging badan kakap putih sangat disukai oleh restoran Chinese food untuk diolah menjadi hidangan kakap asam manis atau ditim dengan kecap asin dan jahe. Daging kakap memiliki struktur serat yang kokoh namun lembut saat dikunyah, serta memberikan impresi mewah yang menaikkan kelas dari rumah makan yang menyajikannya.
Pasokan ikan kakap yang segar (masih memiliki mata jernih dan insang merah) selalu dihargai tinggi oleh para koki restoran. Pemilik rumah makan rela menjalin kontrak eksklusif dengan supplier atau nelayan lokal demi mendapatkan jaminan pasokan kakap berkualitas tinggi yang konsisten sepanjang minggu.
6. Ikan Kerapu
Ikan kerapu adalah simbol kemewahan di restoran-restoran seafood besar, khususnya yang mengusung konsep live seafood (menyajikan ikan yang baru ditangkap hidup-hidup dari akuarium restoran). Jenis kerapu yang paling sering dicari antara lain kerapu macan, kerapu lumpur, hingga kerapu tikus yang berharga sangat mahal.
Koki profesional sangat mengagumi ikan kerapu karena rasa dagingnya yang memiliki rasa manis alami laut yang khas dan tekstur yang sangat kenyal namun lembut. Cara terbaik untuk menikmati kerapu di restoran adalah dengan teknik pengukusan (steaming) minimalis agar keaslian rasa dagingnya yang mewah tidak tertutup oleh bumbu yang terlalu pekat.
Rumah makan kelas premium biasanya mencari kerapu dengan berat ideal antara 500 gram hingga 800 gram per ekor untuk disajikan secara utuh di atas steamboat pan. Keuntungan bisnis dari memasok ikan kerapu sangatlah besar, asalkan pembudidaya memiliki fasilitas transportasi air yang baik untuk memastikan ikan sampai ke akuarium restoran dalam kondisi hidup dan bugar.
7. Ikan Bawal (Air Tawar dan Laut)
Ikan bawal memiliki dua varietas yang sama-sama menjadi incaran rumah makan, yaitu bawal air tawar dan bawal laut (bawal putih/hitam). Bawal air tawar banyak dicari oleh warung makan sunda dan penyetan sebagai alternatif ekonomis dari ikan gurame karena memiliki kemiripan bentuk tubuh yang pipih lebar dan daging yang cukup tebal.
Di sisi lain, bawal laut (terutama bawal putih) adalah komoditas elit yang banyak diburu oleh restoran Chinese food tingkat atas. Hidangan bawal putih bakar atau tim bawang putih memiliki nilai jual yang sangat tinggi karena kelangkaan ikannya di alam dan rasa gurihnya yang sangat halus di lidah tanpa ada bau amis yang tajam.
Bentuk tubuh ikan bawal yang lebar dan pipih menjadikannya sangat estetik saat disajikan dengan bumbu bakar yang meresap hingga ke bagian dalam daging. Rumah makan biasanya mencari bawal dengan ukuran berkisar antara 300 gram hingga 500 gram per ekor, yang sangat ideal untuk sajian menu tengah meja (sharing menu) untuk dua hingga tiga orang.
Pertanyaan dan Jawaban seputar Jenis Ikan yang Banyak Dicari Rumah Makan
Mengapa sebagian besar rumah makan lebih menyukai ikan dalam kondisi segar/hidup daripada beku (frozen)?
Ikan yang segar atau hidup memiliki tekstur daging yang jauh lebih kenyal, tidak hancur saat dimasak, dan mempertahankan rasa manis alami daging ikan. Ikan beku yang tidak ditangani dengan benar (frozenthaw process) cenderung mengeluarkan banyak air, membuat dagingnya menjadi hambar dan bertekstur hancur saat digoreng atau dibakar.
Bagaimana cara pembudidaya pemula agar bisa menembus pasar pasokan ke rumah makan?
Langkah awal adalah membawa sampel ikan hasil panen Anda langsung ke pemilik atau koki utama rumah makan untuk diuji kualitas rasa dagingnya (pastikan bebas bau lumpur). Tawarkan sistem pembayaran yang fleksibel namun aman, serta jaminan ketepatan waktu pengiriman sesuai dengan jadwal operasional dapur mereka.
Apakah tren permintaan jenis ikan di rumah makan bisa berubah-ubah?
Secara umum, menu utama seperti gurame, nila, dan lele memiliki permintaan yang abadi dan sangat stabil sepanjang tahun. Perubahan tren biasanya hanya terjadi pada variasi saus atau teknik penyajiannya saja, seperti tren saus telur asin (salted egg) atau bumbu bakar madu pedas.
Berapa standar toleransi kematian ikan saat pengiriman ke rumah makan?
Untuk segmen live seafood (ikan hidup), toleransi kematian biasanya adalah 0%, artinya semua ikan mati saat perjalanan akan ditolak atau dipotong harganya menjadi harga ikan segar biasa. Oleh karena itu, gunakan sistem pengiriman beroksigen yang baik dan lakukan pengiriman pada waktu subuh saat suhu udara masih dingin.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

3 hours ago
3
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8259308/original/076544500_1781495543-Untitlede.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8260244/original/074157300_1781583797-yuhu.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8260201/original/017352600_1781581531-70491ed4-fefb-47cb-a3a1-57f42445f5b2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8260319/original/006652300_1781586210-pagar_pot2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8260217/original/087124100_1781582228-kebun_dan_ternak5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8260158/original/050789300_1781579393-15258999093303887370.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7587911/original/001813900_1780369836-Cara_Ternak_Belut_di_Drum_Plastik_Tanpa_Lumpur_3.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5341967/original/083323700_1757343670-Timnas_Indonesia_vs_Lebanon_-17.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8259730/original/095539900_1781511055-Gemini_Generated_Image_v7z98rv7z98rv7z9.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4151234/original/005692300_1662627488-pexels-pixabay-267326.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7591053/original/027682300_1780373467-Media_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6578834/original/084195200_1779421747-durian.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378235/original/045250500_1760228879-mil-amirian-sYpNq-EBCvg-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5319153/original/007607300_1755506626-bansos.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8259748/original/075728700_1781511545-Kolam_Ikan_dengan_Tanaman_Air_sebagai_Dekorasi.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8259210/original/093812700_1781491958-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5547926/original/046840100_1775477434-Pagar_Kayu_Berundak__Tingkat____Kawat_di_Bagian_Atas.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8257341/original/088478800_1781236394-a59a2d35-381d-4776-8fb3-7027fc676a94.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8259837/original/054474500_1781515018-ChatGPT_Image_Jun_15__2026__04_14_32_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5537137/original/083829000_1774412015-8.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3642128/original/083822000_1637681616-2_000_Hkg660630.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4860548/original/008900400_1718119829-11_WhatsApp_Image_2024-06-11_at_20.29.54.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526511/original/001005500_1773124578-Gemini_Generated_Image_hoaciqhoaciqhoac.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3954503/original/001981300_1646633420-20220307-Panen_Sayuran_Hidroponik_di_Depan_Rumah-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500495/original/078901900_1770867904-photo-collage.png__15_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531279/original/042155400_1773556323-000_JO9EV.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5244828/original/086195900_1749256325-20250606BL_Topshots_Timnas_Indonesia_Vs_China_8.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4813325/original/021386600_1714086538-GMCOq2zXQAAUCGw.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5311585/original/019819800_1754888475-SnapInsta.to_529962176_18519690463037072_163690177429814441_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5401010/original/034236800_1762154457-Bocoran_warna_iPhone_18_Pro_01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4415431/original/078901700_1683198942-20230504AA_SEA_Games_2023_Timnas_Indonesia_Vs_Myanmar-21.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5529373/original/019567300_1773329437-Persis_vs_Bali_United.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514118/original/045495100_1772081240-kandang_Ayam_Rooftop.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465586/original/014027200_1767771314-Bebek_Petelur.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4261962/original/044473000_1671083484-harga_telur_ayam_di_tingkat_peternak_mencapai_29_ribu-ARBAS_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4174719/original/068939000_1664411162-42.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527338/original/066171500_1773200879-__________________________________1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5505789/original/024305000_1771396732-unnamed-10.jpg)