7 Strategi Memilih Ternak Berdasarkan Kecepatan Masa Panen, Cuan dan Tak Ganggu Warga

12 hours ago 6
  • Jenis ternak apa yang paling cepat panen dan menguntungkan?
  • Bagaimana cara beternak di lahan sempit agar tidak mengganggu warga?
  • Teknologi apa yang dapat membantu efisiensi peternakan?

Baca artikel ini 5x lebih cepat

Liputan6.com, Jakarta - Sektor peternakan dapat menjadi pilihan usaha untuk menambah penghasilan, termasuk bagi yang memiliki lahan terbatas. Meski demikian, persoalan bau, limbah, serta kedekatan dengan permukiman sering menjadi pertimbangan sebelum memulai usaha ternak.

Karena itu, memilih jenis ternak yang mudah dirawat, cepat panen, dan tidak menimbulkan gangguan lingkungan menjadi langkah awal yang penting. Perencanaan yang tepat dari awal, masa perawatan sampai strategi menjual pasca panen dapat membantu memperoleh potensi cuan yang berlimpah.

Lantas bagaimana caranya? Untuk mengetahuinya, berikut Liputan6 berikan 7 strateginya dalam memilih ternak dengan masa panen singkat dan potensi keuntungan yang menjanjikan. Simak informasi selengkapnya berikut, kami rangkum, Jumat (27/2).

Pilih Jenis Ternak dengan Siklus Hidup Pendek

Memilih jenis ternak dengan siklus hidup pendek adalah langkah awal untuk memastikan perputaran modal yang cepat. Jenis ternak seperti ayam pedaging dan ikan lele dikenal memiliki masa panen yang singkat, memungkinkan peternak segera mendapatkan hasil dari investasi mereka. Ayam pedaging dapat dipanen dalam waktu 30 hingga 35 hari dengan bobot sekitar 1,5 hingga 2 kilogram per ekor.

Ikan lele juga merupakan pilihan yang baik karena mudah dipelihara dan tumbuh cepat. Dengan teknik budidaya yang tepat, ikan lele dapat dipanen dalam waktu dua hingga tiga bulan. Selain itu, burung puyuh menawarkan siklus produksi yang cepat, mulai bertelur pada usia 38 hingga 45 hari dan dapat berproduksi selama 18 bulan.

Jangkrik dan maggot juga termasuk jenis ternak dengan siklus panen yang sangat singkat. Jangkrik dapat dipanen dalam waktu sekitar dua minggu, sedangkan maggot dari lalat tentara hitam mampu tumbuh cepat hanya dalam waktu 10 hingga 14 hari. Jenis-jenis ternak ini cocok untuk usaha skala rumahan dengan modal terbatas.

Analisis Pasar dan Potensi Keuntungan

Melakukan analisis pasar adalah langkah penting sebelum memulai usaha ternak. Produk dari ternak cepat panen seperti daging ayam, telur puyuh, atau ikan lele memiliki permintaan pasar yang stabil. Permintaan yang tinggi untuk daging ayam menjadikan budidaya ayam broiler sebagai usaha yang menjanjikan.

Potensi keuntungan dari ternak ayam broiler cukup menarik. Meskipun biaya produksi dapat mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah untuk skala besar, peternak dapat memperoleh keuntungan yang signifikan. Untuk ikan lele, modal awal sekitar Rp1,4 juta cukup untuk membeli 1.000 ekor bibit dan pakan hingga panen, dengan potensi omzet sekitar Rp2,2 juta setelah dua bulan.

Memahami karakter hewan dan menjaga kebersihan kandang adalah kunci sukses agar usaha ternak kecil berkembang menjadi sumber rezeki besar. Dengan pemasaran yang tepat, hasil panen akan selalu dicari pembeli, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun pedagang kuliner.

Pertimbangkan Skala Usaha dan Ketersediaan Lahan

Pertimbangan skala usaha dan ketersediaan lahan merupakan faktor penentu dalam memilih jenis ternak. Memelihara hewan ternak di daerah perkotaan memiliki aturan yang ketat, sehingga pemilihan hewan ternak kecil yang tidak menimbulkan kebisingan menjadi penting. Unggas seperti ayam petelur, puyuh, atau bebek, serta ikan air tawar seperti lele, nila, dan gurame, adalah pilihan populer.

Konsep urban farming memungkinkan kegiatan bercocok tanam dan beternak di wilayah perkotaan dengan memanfaatkan ruang terbatas. Ini termasuk penggunaan sistem vertikal atau wadah bertingkat di ruang sempit. Budidaya maggot dan jangkrik juga cocok untuk lahan terbatas karena wadah budidaya bisa dibuat menggunakan baki plastik bertingkat.

Penting untuk memahami peraturan memelihara hewan ternak di kota setempat. Melapor kepada RT/RW setempat untuk meminta izin dan menyiapkan lokasi yang layak agar tidak menimbulkan kebisingan bagi orang lain juga merupakan langkah yang perlu dilakukan.

Prioritaskan Ternak yang Minim Bau dan Limbah

Mengelola bau dan kotoran hewan adalah tantangan utama dalam beternak, terutama di area padat penduduk. Kotoran hewan yang tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan bau menyengat. Oleh karena itu, memprioritaskan ternak yang minim bau dan limbah menjadi strategi penting.

Salah satu solusi inovatif adalah budidaya maggot yang mampu mengurai limbah organik. Maggot tidak hanya membantu mengurangi volume sampah rumah tangga, tetapi juga dapat menjadi pakan ternak berprotein tinggi. Penggunaan maggot sebagai pakan ternak mampu mengurangi biaya produksi.

Pengomposan adalah solusi terbaik untuk mengelola kotoran hewan. Limbah kotoran dicampurkan dengan bahan organik untuk mengurangi penyebaran bau. Pembersihan rutin dan penyemprotan disinfektan menjadi kunci untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan.

Manfaatkan Teknologi dan Inovasi Budidaya

Pemanfaatan teknologi dan inovasi budidaya dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas usaha ternak. Teknologi peternakan modern terus berkembang untuk meningkatkan kesejahteraan hewan dan keberlanjutan industri peternakan. Salah satu inovasi adalah sistem bioflok dalam budidaya perikanan.

Sistem bioflok mampu menurunkan konsentrasi amonia dan meningkatkan tingkat kelangsungan hidup ikan. Teknologi ini juga menekan biaya produksi dengan efisiensi pakan dan air. Selain bioflok, teknologi lain seperti sistem pemberian pakan otomatis dapat membantu peternak mengelola pakan secara lebih efisien.

Penggunaan sensor dan teknologi pemantauan memungkinkan peternak untuk mengawasi kondisi lingkungan dan kesehatan hewan. Sensor suhu, kelembaban, dan kualitas udara dapat membantu meningkatkan kenyamanan hewan dan mengurangi risiko penyakit.

Jalin Kemitraan dan Saluran Distribusi

Menjalin kemitraan dan membangun saluran distribusi yang efektif adalah strategi penting untuk memastikan produk ternak terserap pasar. Beternak ayam broiler secara kemitraan merupakan pilihan populer, terutama bagi peternak pemula. Dalam model kemitraan, harga jual ayam sudah disepakati dari awal.

Kemitraan membantu dalam pembagian risiko dan menyediakan pendampingan teknis bagi peternak. Program kemitraan seringkali menawarkan skema bonus dan subsidi biaya produksi. Membangun saluran distribusi yang beragam dapat memperluas jangkauan pasar.

Memanfaatkan platform daring atau menjalin kerja sama dengan pengepul juga dapat menjadi strategi distribusi yang efektif. Dengan adanya kemitraan yang kuat dan saluran distribusi yang luas, peternak dapat fokus pada produksi tanpa terlalu khawatir tentang pemasaran hasil panen.

Penerapan Manajemen Kesehatan dan Pakan Efisien

Penerapan manajemen kesehatan dan pakan yang efisien merupakan fondasi utama untuk mencapai produktivitas ternak yang optimal. Pakan berkualitas tinggi lebih mudah dicerna dan diserap oleh ternak. Efisiensi pakan merupakan salah satu faktor kunci dalam menekan biaya produksi.

Strategi efisiensi pakan mencakup pemanfaatan bahan pakan lokal dan alternatif yang tersedia. Bahan-bahan ini umumnya lebih murah dan dapat mengurangi ketergantungan pada pakan komersial. Formulasi pakan yang seimbang dan tepat guna juga penting untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ternak.

Manajemen kesehatan ternak yang baik meliputi pemilihan bibit yang sehat dan menjaga kebersihan kandang. Kualitas air juga merupakan faktor penting dalam budidaya ikan. Pergantian air secara rutin diperlukan untuk menjaga kestabilan kualitas air.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik

Q: Jenis ternak apa yang paling cepat panen dan menguntungkan?

A: Jenis ternak yang paling cepat panen dan menguntungkan meliputi ayam pedaging, ikan lele, dan burung puyuh.

Q: Bagaimana cara beternak di lahan sempit agar tidak mengganggu warga?

A: Pilih hewan ternak kecil yang tidak menimbulkan kebisingan dan terapkan manajemen limbah yang baik.

Q: Teknologi apa yang dapat membantu efisiensi peternakan?

A: Teknologi seperti sistem bioflok dan sensor pemantauan dapat meningkatkan efisiensi peternakan.

Q: Apakah kemitraan dalam beternak ayam broiler menguntungkan?

A: Ya, kemitraan dalam beternak ayam broiler menawarkan akses modal dan kepastian harga jual.

Q: Bagaimana cara mengelola limbah peternakan agar ramah lingkungan?

A: Mengelola limbah dengan pengomposan dan budidaya maggot dapat mengurangi dampak lingkungan.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|