Liputan6.com, Jakarta Lebaran selalu menjadi momen yang penuh kehangatan dan kebahagiaan, di mana kebersamaan terasa begitu kental dan hidangan lezat menggoda selera. Sajian khas seperti opor ayam yang gurih, rendang yang kaya rempah, ketupat yang lembut, serta aneka kue kering yang renyah, semuanya seolah memanggil untuk dinikmati tanpa batas.
Namun, di balik kenikmatan tersebut, banyak di antara kita yang mendapati jarum timbangan bergerak naik setelah Lebaran. Kebiasaan makan yang kurang terkontrol dan aktivitas fisik yang berkurang selama libur panjang menjadi alasan utama dari fenomena ini.
Sebenarnya, kenaikan berat badan pasca-Lebaran bukanlah sesuatu yang tidak bisa dihindari. Dengan strategi yang tepat, Anda bisa tetap menikmati hidangan favorit tanpa harus khawatir timbangan melonjak drastis.
Ingin tahu bagaimana caranya? Simak informasi lengkap yang telah dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber untuk Anda pada Rabu (2/4/2025).
Buat kamu yang mau beribadah puasa sekaligus diet, kita punya beberapa tips supaya diet kamu berhasil. Tonton sampe abi videonya ya.
1. Membatasi Konsumsi Makanan Berlemak dan Bersantan
Salah satu penyebab utama kenaikan berat badan setelah Lebaran adalah tingginya konsumsi makanan yang mengandung lemak dan santan. Cobalah untuk mengontrol porsi makanan dan tidak berlebihan dalam mengonsumsi hidangan khas Lebaran. Sebagai alternatif, pilih makanan yang lebih sehat seperti sayuran, protein tanpa lemak, dan makanan yang diolah dengan cara dikukus atau direbus.
2. Perbanyak Konsumsi Sayur dan Buah-buahan
Sayuran dan buah-buahan kaya akan serat yang dapat membantu melancarkan pencernaan dan memberikan rasa kenyang lebih lama. Dengan mengonsumsi lebih banyak sayuran dan buah-buahan, Anda dapat mengurangi asupan makanan berkalori tinggi. Selain itu, nutrisi dalam sayur dan buah dapat membantu tubuh tetap sehat dan terhidrasi.
3. Kontrol Porsi Makan
Meskipun makanan Lebaran sangat menggoda, penting untuk tetap mengontrol porsi makan. Hindari makan dalam jumlah besar sekaligus, dan coba untuk makan dalam porsi kecil namun lebih sering. Menggunakan piring yang lebih kecil juga bisa membantu mengontrol jumlah makanan yang dikonsumsi agar tidak berlebihan.
4. Jangan Lupa Sarapan
Banyak orang berpikir bahwa melewatkan sarapan bisa membantu menurunkan berat badan. Padahal, sarapan adalah waktu makan yang penting untuk menjaga metabolisme tubuh tetap optimal. Pilih menu sarapan yang sehat seperti oatmeal, telur rebus, atau yogurt dengan potongan buah untuk memberi energi tanpa menambah berat badan.
5. Tetap Aktif dan Berolahraga
Setelah menikmati berbagai hidangan lezat saat Lebaran, jangan lupa untuk tetap bergerak aktif demi menjaga kesehatan tubuh. Anda bisa memulai dengan aktivitas olahraga ringan seperti jalan kaki santai, jogging, atau bersepeda. Jika waktu Anda terbatas, aktivitas sederhana seperti menaiki tangga atau membersihkan rumah pun bisa menjadi alternatif yang efektif untuk menjaga tubuh tetap aktif dan membakar kalori.
6. Penuhi Kebutuhan Air Putih
Air putih memegang peranan penting dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh dan mendukung proses metabolisme. Usahakan untuk menghindari minuman bersoda dan minuman manis yang tinggi kalori. Cobalah untuk meminum setidaknya 8 gelas air putih setiap hari untuk membantu mengeluarkan racun dari tubuh dan menjaga berat badan agar tetap stabil.
7. Batasi Konsumsi Gula dan Karbohidrat Sederhana
Selama Lebaran, makanan manis seperti kue kering, sirup, dan minuman kemasan sering kali dikonsumsi secara berlebihan. Gula dan karbohidrat sederhana dapat menyebabkan lonjakan gula darah dan meningkatkan nafsu makan. Usahakan untuk mengurangi konsumsi makanan ini dan pilihlah sumber karbohidrat kompleks seperti nasi merah, ubi, atau roti gandum sebagai alternatif yang lebih sehat.
8. Pastikan Tidur Cukup
Kurang tidur dapat mengganggu metabolisme tubuh dan meningkatkan hormon yang merangsang nafsu makan. Pastikan Anda mendapatkan tidur yang cukup, yaitu sekitar 7-8 jam setiap malam, agar tubuh tetap sehat dan berat badan tetap terjaga dengan baik.
Penyakit yang Mengintai Selama Lebaran
Berikut adalah beberapa penyakit yang kerap muncul selama dan setelah perayaan Lebaran:
1. Kolesterol Tinggi
Makanan khas Lebaran seperti rendang, opor ayam, gulai, dan hidangan bersantan lainnya memang menggugah selera, namun juga sarat dengan lemak jenuh. Konsumsi berlebihan dari makanan ini dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah, yang berpotensi menyempitkan pembuluh darah, meningkatkan risiko penyakit jantung, serta memicu serangan jantung dan stroke. Oleh karena itu, penting untuk mengontrol porsi makanan dan menyertakan lebih banyak sayur dan buah dalam menu harian.
2. Diabetes
Lebaran sering kali identik dengan makanan dan minuman manis seperti kue kering, sirup, dan minuman bersoda yang sulit untuk dihindari. Lonjakan kadar gula darah akibat konsumsi gula yang tinggi dapat meningkatkan risiko diabetes bagi mereka yang belum memiliki riwayat penyakit ini. Bagi penderita diabetes, pola makan yang tidak terkendali dapat memperburuk kondisi kesehatan. Untuk mengurangi risiko ini, pilihlah makanan rendah gula, batasi konsumsi kue kering, dan perbanyak asupan serat dari sayuran dan buah-buahan.
3. Asam Urat
Hidangan seperti daging merah, jeroan, seafood, dan kacang-kacangan yang sering muncul saat Lebaran dapat meningkatkan kadar asam urat dalam tubuh. Kondisi ini bisa memicu serangan asam urat yang ditandai dengan nyeri sendi, bengkak, dan peradangan, terutama di area kaki. Untuk mencegahnya, sebaiknya batasi konsumsi makanan tinggi purin dan perbanyak minum air putih agar kadar asam urat tetap stabil.
4. Gangguan Pencernaan
Perubahan drastis dalam pola makan selama Lebaran, terutama dengan meningkatnya konsumsi makanan berlemak dan bersantan, sering kali menyebabkan gangguan pencernaan. Masalah yang kerap muncul meliputi diare, sembelit, kembung, serta naiknya asam lambung (maag). Untuk menghindari gangguan ini, penting untuk mengatur porsi makan, mengunyah makanan dengan baik, dan menghindari makan berlebihan dalam satu waktu.
5. Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi)
Makanan tinggi garam dan lemak seperti opor ayam, sambal goreng hati, serta makanan olahan lainnya dapat memicu peningkatan tekanan darah, terutama bagi penderita hipertensi. Jika tekanan darah tidak terkontrol, risiko penyakit jantung dan stroke akan meningkat. Oleh karena itu, penting untuk membatasi asupan garam, menghindari makanan yang terlalu asin, serta menjaga pola makan sehat dengan memperbanyak konsumsi sayuran dan buah.
6. Obesitas
Lebaran sering kali menjadi waktu di mana pola makan menjadi tidak terkontrol, sementara aktivitas fisik cenderung berkurang. Kebiasaan mengonsumsi makanan berkalori tinggi tanpa diimbangi dengan aktivitas fisik dapat menyebabkan penumpukan lemak dalam tubuh, yang berujung pada obesitas. Obesitas sendiri merupakan faktor risiko berbagai penyakit kronis seperti diabetes, penyakit jantung, serta gangguan pernapasan. Untuk menghindari hal ini, penting untuk tetap menjaga keseimbangan antara asupan makanan dan aktivitas fisik, misalnya dengan rutin berjalan kaki atau melakukan olahraga ringan setelah Lebaran.