Liputan6.com, Jakarta - Banyak orang mulai merencanakan tempat tinggal yang lebih tenang untuk masa pensiun. Salah satu pilihan yang sering dipertimbangkan adalah membangun rumah di kampung, karena suasananya lebih nyaman dan biaya hidup biasanya lebih terjangkau dibandingkan di kota.
Rumah yang dibangun pun umumnya tidak terlalu besar. Banyak keluarga memilih rumah satu lantai dengan tata ruang sederhana agar mudah dirawat dan tetap nyaman ditempati dalam jangka panjang. Atap genteng juga masih menjadi pilihan karena mudah ditemukan dan cocok dengan kondisi rumah di desa.
Selain bentuk bangunan, perencanaan rumah di kampung juga berkaitan dengan cara memanfaatkan halaman, sirkulasi udara, serta ruang untuk aktivitas sehari-hari. Berikut beberapa model rumah minimalis dengan atap genteng yang bisa menjadi inspirasi bagi Anda yang sedang menyiapkan hunian untuk masa pensiun di kampung, dihadirkan Liputan6, Senin (16/3).
1. Rumah Minimalis Atap Genteng dengan Teras Depan Memanjang
Model rumah ini banyak ditemui di kampung karena bentuk bangunan mudah dirancang dan tidak memerlukan lahan luas. Bangunan dibuat memanjang dengan teras di bagian depan yang berfungsi sebagai ruang peralihan antara halaman dan ruang dalam rumah.
Teras depan dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan seperti menerima tamu, duduk santai, atau menaruh kursi kayu yang biasa digunakan pada sore hari. Atap genteng dipasang dengan kemiringan yang cukup agar air hujan mengalir ke bagian belakang rumah.
Daya tarik model ini terletak pada fungsi teras yang dapat dipakai setiap hari tanpa harus masuk ke ruang dalam. Bagi penghuni yang memasuki masa pensiun, ruang seperti ini membantu menjaga interaksi dengan tetangga dan kegiatan harian di sekitar rumah.
2. Rumah Minimalis Atap Genteng dengan Halaman Samping
Model kedua menggunakan konsep rumah satu lantai dengan halaman yang berada di sisi bangunan. Rumah dibangun tidak menutup seluruh lahan sehingga masih ada ruang terbuka di bagian samping.
Halaman samping sering digunakan untuk menanam sayur, menjemur pakaian, atau tempat duduk saat pagi hari. Atap genteng tetap menjadi pilihan karena bahan ini banyak tersedia di desa serta mudah dipasang oleh tukang bangunan setempat.
Keunggulan model rumah ini terletak pada pemanfaatan lahan yang tidak hanya berfungsi sebagai bangunan. Penghuni masih memiliki ruang untuk aktivitas luar ruangan tanpa harus meninggalkan area rumah.
3. Rumah Minimalis Atap Genteng dengan Dapur Terbuka
Pada model ini, dapur ditempatkan di bagian belakang rumah dengan area yang tidak sepenuhnya tertutup dinding. Tata ruang seperti ini sering dipakai di rumah kampung karena memudahkan sirkulasi udara saat memasak.
Bangunan utama tetap terdiri dari ruang tamu, kamar tidur, dan ruang keluarga. Sementara dapur berada di bagian belakang dengan atap genteng yang disambung dari bangunan utama.
Daya tarik desain ini terletak pada pembagian ruang yang memisahkan aktivitas memasak dari ruang utama. Cara ini membantu menjaga kenyamanan ruang dalam rumah serta memudahkan pengelolaan kegiatan harian.
4. Rumah Minimalis Atap Genteng dengan Dua Kamar Tidur
Model rumah ini sering dijadikan pilihan bagi pasangan yang ingin tinggal di desa setelah berhenti bekerja. Tata ruang dibuat sederhana dengan dua kamar tidur yang berada di sisi kiri dan kanan ruang tengah.
Ruang tengah berfungsi sebagai ruang tamu sekaligus tempat berkumpul. Sementara dapur ditempatkan di bagian belakang dengan akses langsung ke halaman.
Keunggulan desain ini terletak pada pembagian ruang yang jelas tanpa membuat bangunan menjadi besar. Dua kamar memungkinkan rumah tetap dapat digunakan saat anak atau keluarga datang berkunjung.
5. Rumah Minimalis Atap Genteng dengan Jendela Menghadap Halaman
Model ini memanfaatkan posisi jendela yang langsung menghadap halaman depan atau samping rumah. Jendela dibuat cukup lebar agar udara dapat masuk dengan mudah.
Atap genteng tetap menjadi penutup utama bangunan karena mampu menahan panas dan hujan dalam waktu lama. Struktur rumah dibuat sederhana agar perawatan tidak memerlukan biaya besar.
Daya tarik desain ini berada pada hubungan antara ruang dalam dan halaman. Penghuni dapat melihat aktivitas di sekitar rumah tanpa harus keluar dari ruangan.
6. Rumah Minimalis Atap Genteng dengan Ruang Tamu Terbuka
Beberapa rumah di kampung mulai menggunakan konsep ruang tamu yang menyatu dengan teras. Dinding bagian depan tidak sepenuhnya tertutup sehingga ruang tamu terasa terhubung dengan halaman.
Penggunaan atap genteng tetap dipertahankan karena bentuk rangka dan pemasangannya sudah dikenal oleh tukang bangunan desa. Selain itu, genteng juga mudah diganti jika ada bagian yang rusak.
Keunggulan model ini terletak pada kemudahan interaksi dengan tamu atau tetangga yang datang. Ruang tamu dapat digunakan tanpa harus membuka seluruh bagian rumah.
7. Rumah Minimalis Atap Genteng dengan Halaman Belakang
Model rumah ini mengatur bangunan berada di bagian depan lahan sehingga masih ada halaman di belakang rumah. Area tersebut sering digunakan untuk kegiatan rumah tangga seperti mencuci atau menanam tanaman pangan.
Bangunan tetap dibuat satu lantai dengan ruang yang tidak terlalu banyak. Atap genteng dipasang dengan bentuk pelana yang umum ditemukan di rumah desa.
Daya tarik model ini terletak pada fungsi halaman belakang yang dapat dimanfaatkan setiap hari. Bagi penghuni masa pensiun, ruang ini bisa dipakai untuk kegiatan berkebun atau aktivitas luar ruangan.
8. Rumah Minimalis Atap Genteng dengan Koridor Samping
Model terakhir menggunakan koridor di sisi rumah sebagai jalur sirkulasi antara halaman depan dan belakang. Koridor ini biasanya berada di samping bangunan dengan lantai semen atau paving.
Atap genteng menutup bangunan utama, sementara koridor bisa menggunakan penutup tambahan atau dibiarkan terbuka. Jalur ini membantu penghuni bergerak di sekitar rumah tanpa harus melewati ruang dalam.
Keunggulan desain ini terletak pada akses yang lebih mudah ke berbagai bagian rumah. Tata ruang seperti ini memudahkan aktivitas harian, terutama bagi penghuni yang menghabiskan waktu lebih banyak di rumah setelah pensiun.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik
1. Mengapa rumah atap genteng masih banyak dipakai di desa?
Genteng mudah ditemukan di toko bangunan desa, pemasangannya sudah dikenal oleh tukang, dan perawatannya tidak memerlukan cara khusus.
2. Berapa ukuran rumah minimalis yang sering dibangun di kampung?
Banyak rumah dibangun dengan ukuran sekitar 36 hingga 60 meter persegi dengan satu lantai dan dua kamar tidur.
3. Apakah rumah minimalis cocok untuk masa pensiun?
Rumah dengan ukuran tidak besar memudahkan perawatan, biaya listrik lebih ringan, dan ruang dapat diatur sesuai kebutuhan harian.
4. Mengapa rumah satu lantai sering dipilih di desa?
Bangunan satu lantai memudahkan akses ke seluruh ruang dan tidak memerlukan tangga sehingga lebih aman untuk penghuni usia lanjut.
5. Apa keuntungan memiliki halaman di rumah kampung?
Halaman dapat digunakan untuk berkebun, menjemur pakaian, atau tempat duduk saat pagi dan sore hari.

2 days ago
10
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4797307/original/069657600_1712502054-Ilustrasi_Idulfitri__Idul_Fitri__Lebaran.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5529707/original/028123400_1773377180-dekorasi_islami_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5528242/original/032994000_1773267692-coq.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5458414/original/095279200_1767078866-milomir.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5530744/original/023326900_1773474014-Kandang_ayam_Model_Kabinet_Vertikal_Bertingkat__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5528228/original/088334900_1773264319-unnamed__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5534341/original/015564600_1773819373-unnamed__63_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4174719/original/068939000_1664411162-42.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4363433/original/047827100_1679158154-6604581.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5534429/original/001959000_1773823202-Pagar_Kayu_Klasik_dengan_Kawat_Anyam_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516872/original/038397300_1772357707-Silaturahmi_Idulfitri.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472766/original/082116700_1768375313-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518666/original/055224900_1772515356-ternak_lele.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5534248/original/055398800_1773815898-unnamed__61_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5534058/original/015956800_1773808027-unnamed__47_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517070/original/014834200_1772388024-1000292775.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5533906/original/047540800_1773795487-unnamed_-_2026-03-18T075716.432.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5533917/original/079906100_1773796631-unnamed_-_2026-03-18T081013.589.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453294/original/050897400_1766474273-3b763600-b9ea-4b9e-bedd-17ed90a573e4.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453091/original/043931500_1766468139-Model_Dress_A_Line_untuk_Perayaan_Libur_Akhir_Tahun_yang_Elegan_dan_Stylish_Detail_Wrap.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453102/original/079572900_1766468512-dapur_cantik_minimalis_terbaru_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453276/original/089690800_1766473880-desain_teras_samping_memanjang__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453266/original/028409900_1766473688-Gemini_Generated_Image_3hozdt3hozdt3hoz_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407718/original/020057100_1762751958-Zamenis_longissimus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453126/original/093428100_1766470604-unnamed_-_2025-12-23T131456.592.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453003/original/051206800_1766464788-Anting_emas_yang_tidak_membuat_telinga_pegal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5419331/original/064204700_1763689880-unnamed__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3308345/original/083500600_1606419043-man-beige-coat-frozen-food-section-large-supermarket-opens-refrigerator-vegetables-close-up_120897-1920__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5452923/original/061535600_1766463159-Gelang_serut.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5452950/original/038809600_1766463357-natal8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5138272/original/076888800_1740023227-allec-gomes-5-rU7F9bj9A-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453046/original/024157300_1766466396-Kebun_Bebas_Hama_dan_Pestisida.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3293682/original/072535700_1605093228-circular-white-pills-spilling-from-glass-bottle-yellow-background_23-2147867015.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5482943/original/058250300_1769302357-54cb0e1a-9b5f-43ac-b9d3-4f7a7bd14f4c.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4897279/original/047157000_1721544216-IMG_20240721_131658.jpg)