7 Cara Mengolah Ampas Singkong Jadi Pakan Ternak, Solusi Hemat Biaya

2 days ago 10

Liputan6.com, Jakarta - Ampas singkong, atau yang sering disebut onggok, merupakan limbah dari industri pengolahan singkong yang melimpah di Indonesia. Meskipun sering dianggap sebagai sisa produksi, limbah ini memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan sebagai pakan ternak alternatif yang sangat menjanjikan. Pemanfaatan ampas singkong ini tidak hanya dapat menekan biaya pakan yang menjadi salah satu komponen terbesar dalam usaha peternakan, tetapi juga berkontribusi pada pengelolaan limbah industri yang lebih baik.

Namun, ampas singkong tidak bisa langsung diberikan kepada ternak. Diperlukan proses pengolahan khusus untuk meningkatkan nilai gizi, mengurangi kandungan zat antinutrisi yang mungkin berbahaya, dan memperpanjang daya simpannya. Dengan pengolahan yang tepat, ampas singkong dapat menjadi sumber energi dan nutrisi yang berharga bagi berbagai jenis ternak, mulai dari sapi, kambing, hingga unggas.

Simak tujuh metode efektif untuk mengolah ampas singkong menjadi pakan ternak berkualitas. 

Fermentasi Ampas Singkong untuk Pakan Ternak

Fermentasi adalah salah satu metode utama dan paling efektif untuk meningkatkan nilai gizi ampas singkong, sekaligus mengurangi kadar antinutrisi dan meningkatkan daya cerna bagi ternak. Proses ini melibatkan aktivitas mikroorganisme yang memecah komponen kompleks dalam ampas singkong menjadi bentuk yang lebih sederhana dan mudah diserap oleh sistem pencernaan ternak.

Untuk memulai proses fermentasi, peternak dapat menggunakan berbagai jenis mikroorganisme atau starter. Contoh yang umum digunakan adalah jamur Aspergillus niger, yang terbukti dapat meningkatkan kandungan protein onggok singkong secara signifikan setelah fermentasi. Selain itu, starter fermentasi lain seperti EM4, ragi tempe, atau mikroorganisme lokal yang telah diisolasi juga sangat efektif untuk memulai proses ini.

Fermentasi dapat meningkatkan kadar protein ampas singkong secara drastis, dari sekitar 2,2% menjadi 18,6%. Proses ini biasanya berlangsung selama 3 hingga 7 hari dalam wadah tertutup pada suhu ruangan, memastikan kondisi anaerobik yang optimal untuk pertumbuhan mikroorganisme.

Pengeringan Ampas Singkong untuk Daya Simpan Optimal

Pengeringan ampas singkong merupakan langkah krusial untuk mengurangi kadar airnya, mencegah pembusukan, dan memungkinkan penyimpanan jangka panjang. Ampas singkong yang baru keluar dari pabrik pengolahan tapioka umumnya memiliki kadar air yang sangat tinggi, bahkan bisa mencapai 80%.

Kadar air yang tinggi ini membuat ampas singkong mudah rusak dan tidak tahan lama, sehingga perlu dikeringkan hingga kadar airnya rendah, idealnya maksimal 15%. Pengeringan dapat dilakukan dengan menjemur ampas singkong di bawah sinar matahari langsung, yang merupakan metode ekonomis dan mudah diterapkan oleh peternak.

Dengan kadar air yang rendah, ampas singkong yang sudah dikeringkan akan lebih stabil dan dapat disimpan dalam jangka waktu yang lebih lama. Ini sangat penting untuk memastikan ketersediaan pakan sepanjang tahun dan mengurangi risiko kerugian akibat pembusukan.

Formulasi Ransum dengan Pencampuran Bahan Pakan Lain

Ampas singkong memang kaya akan karbohidrat, menjadikannya sumber energi yang baik bagi ternak. Namun, kandungan proteinnya relatif rendah, sehingga tidak dapat menjadi pakan tunggal yang memenuhi semua kebutuhan nutrisi ternak. Oleh karena itu, untuk menciptakan pakan yang seimbang dan bergizi lengkap, ampas singkong perlu dicampur dengan bahan pakan lain.

Pencampuran ini bertujuan untuk melengkapi kekurangan nutrisi pada ampas singkong, terutama protein, vitamin, dan mineral. Dengan formulasi ransum yang tepat, peternak dapat memastikan ternaknya mendapatkan semua nutrisi esensial yang dibutuhkan untuk pertumbuhan optimal dan kesehatan yang prima.

Beberapa contoh bahan yang dapat dicampur dengan ampas singkong meliputi dedak padi, bungkil sawit, jagung, atau sumber protein lainnya seperti rumput hijau. Kombinasi ini tidak hanya meningkatkan nilai gizi pakan, tetapi juga dapat meningkatkan palatabilitas atau daya suka ternak terhadap pakan tersebut.

Pembuatan Tepung Onggok untuk Kemudahan Penggunaan

Mengolah ampas singkong menjadi bentuk tepung, yang dikenal sebagai tepung onggok, menawarkan berbagai keuntungan dalam hal penyimpanan, transportasi, dan kemudahan pencampuran. Tepung onggok adalah bahan baku turunan dari proses ekstraksi pati singkong, yang diperoleh dari residu ampas padat setelah pengendapan pati.

Setelah dikeringkan dan digiling, ampas ini menjadi tepung kasar hingga sedang dengan kandungan serat tinggi dan sedikit pati sisa. Bentuk tepung ini memudahkan peternak untuk mencampurkannya secara homogen ke dalam formulasi pakan komplit, memastikan setiap porsi pakan memiliki kandungan nutrisi yang konsisten.

Tepung onggok dapat digunakan sebagai campuran pakan untuk berbagai jenis ternak, termasuk sapi, kambing, dan unggas. Fleksibilitas ini menjadikannya pilihan yang praktis dan efisien dalam manajemen pakan di peternakan.

Peningkatan Nutrisi Melalui Penambahan Enzim

Penambahan enzim ke dalam ampas singkong merupakan metode efektif lainnya untuk meningkatkan nilai nutrisinya. Enzim memiliki kemampuan untuk memecah karbohidrat kompleks dan serat kasar yang sulit dicerna oleh ternak. Proses ini akan meningkatkan ketersediaan nutrisi dan daya cerna pakan secara keseluruhan.

Metode ini dapat diterapkan baik dalam skala besar maupun rumahan, menjadikannya pilihan yang fleksibel bagi peternak. Dengan memecah komponen pakan yang sulit dicerna, ternak dapat menyerap lebih banyak nutrisi dari ampas singkong, yang pada akhirnya mendukung pertumbuhan dan kesehatan mereka.

Peningkatan ketersediaan nutrisi ini berkontribusi pada efisiensi pakan yang lebih baik, di mana ternak dapat memperoleh lebih banyak manfaat dari jumlah pakan yang sama. Penambahan enzim adalah strategi cerdas untuk memaksimalkan potensi gizi ampas singkong.

Pemanasan Sederhana untuk Mengurangi Zat Antinutrisi

Proses pemanasan sederhana juga dapat digunakan untuk meningkatkan kandungan nutrisi ampas singkong dan mengurangi zat-zat antinutrisi yang mungkin terkandung di dalamnya. Zat antinutrisi adalah senyawa yang dapat mengganggu penyerapan nutrisi atau bahkan bersifat toksik bagi ternak.

Pemanasan dapat membantu menonaktifkan beberapa zat antinutrisi tersebut, sehingga membuat ampas singkong lebih aman dan bergizi untuk dikonsumsi ternak. Selain itu, pemanasan juga dapat meningkatkan palatabilitas atau daya suka pakan bagi ternak, membuat mereka lebih lahap dalam mengonsumsi pakan.

Metode ini relatif mudah diterapkan dan tidak memerlukan peralatan yang rumit, sehingga cocok untuk peternak dengan berbagai skala usaha. Dengan pemanasan, ampas singkong menjadi lebih aman, lebih mudah dicerna, dan lebih disukai oleh ternak.

Penambahan Sumber Nitrogen Anorganik (Urea/Amonium Sulfat)

Selama proses fermentasi, penambahan sumber nitrogen anorganik seperti urea dan amonium sulfat dapat menjadi strategi yang efektif untuk meningkatkan nilai gizi ampas singkong. Urea, sebagai sumber nitrogen non-protein (NPN), dapat dimanfaatkan oleh mikroba rumen untuk membentuk protein mikroba.

Penambahan urea dan amonium sulfat akan meningkatkan kandungan energi dan protein dalam ampas singkong yang difermentasi, menjadikannya lebih bergizi untuk pakan ternak. Ini sangat penting untuk ternak ruminansia yang membutuhkan asupan nitrogen untuk sintesis protein dalam rumen mereka.

Dengan demikian, metode ini tidak hanya meningkatkan kandungan nutrisi ampas singkong tetapi juga mendukung kesehatan dan produktivitas ternak dengan menyediakan sumber nitrogen yang esensial. Namun, penggunaan urea harus dilakukan dengan hati-hati dan dosis yang tepat untuk menghindari efek negatif.

Pertanyaan dan Jawaban

1. Apakah ampas singkong aman digunakan sebagai pakan ternak?

Ampas singkong aman digunakan sebagai pakan ternak jika diolah terlebih dahulu. Pengolahan seperti fermentasi, pengeringan, atau pemanasan bertujuan mengurangi zat antinutrisi dan meningkatkan daya cerna. Tanpa proses ini, ampas singkong berisiko menimbulkan gangguan pencernaan pada ternak.

2. Apa manfaat fermentasi ampas singkong untuk pakan ternak?

Fermentasi meningkatkan kandungan protein, memperbaiki daya cerna, dan menurunkan zat antinutrisi dalam ampas singkong. Proses ini juga membuat pakan lebih disukai ternak dan membantu pertumbuhan mikroba baik, sehingga efisiensi pakan menjadi lebih optimal.

3. Ternak apa saja yang cocok diberi pakan dari ampas singkong?

Ampas singkong yang telah diolah cocok untuk berbagai jenis ternak, seperti sapi, kambing, domba, kerbau, serta unggas. Namun, formulasi dan porsinya perlu disesuaikan dengan jenis ternak agar kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi secara seimbang.

4. Berapa lama ampas singkong bisa disimpan setelah dikeringkan?

Ampas singkong yang telah dikeringkan hingga kadar air sekitar 12–15 persen dapat disimpan selama beberapa bulan jika ditempatkan di wadah kering dan tertutup. Penyimpanan yang baik akan mencegah jamur dan pembusukan, sehingga kualitas pakan tetap terjaga.

5. Apakah ampas singkong bisa menjadi pakan utama ternak?

Ampas singkong sebaiknya tidak digunakan sebagai pakan utama tunggal karena kandungan proteinnya relatif rendah. Penggunaannya lebih ideal sebagai pakan tambahan atau sumber energi yang dikombinasikan dengan bahan pakan lain seperti hijauan, dedak, atau sumber protein untuk menciptakan ransum seimbang.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|