9 Cara Ternak Lele di Kolam Terpal Sambil Menanam Sayuran, Hemat Tempat dan Praktis

2 hours ago 2

Liputan6.com, Jakarta - Cara ternak lele di kolam terpal sambil menanam sayuran bisa menjadi solusi bagi yang ingin memanfaatkan lahan terbatas. Metode ini menggabungkan budidaya lele dan sayuran dalam satu sistem, sehingga satu area dapat menghasilkan dua jenis panen.

Penerapan cara ternak lele di kolam terpal sambil menanam sayuran juga cocok untuk lingkungan perkotaan. Sistem akuaponik memungkinkan air kolam dimanfaatkan kembali untuk tanaman sehingga penggunaan air menjadi lebih efisien.

Selain menghemat tempat, cara ternak lele di kolam terpal sambil menanam sayuran memanfaatkan limbah alami ikan sebagai nutrisi tanaman. Dengan pengelolaan yang tepat, metode ini dapat menghasilkan lele dan sayuran sekaligus secara lebih hemat sumber daya.

Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber tentang cara ternak lele di kolam terpal sambil menanam sayuran, Kamis (20/8/2026).

1. Siapkan Kolam Terpal Sesuai Luas Lahan

Langkah awal dalam cara ternak lele di kolam terpal sambil menanam sayuran adalah menyiapkan kolam yang ukurannya disesuaikan dengan ketersediaan lahan. Kolam dapat dibuat menggunakan rangka bambu, kayu, besi, maupun susunan bata yang kemudian dilapisi terpal agar air tidak merembes ke tanah. Pastikan terpal dalam kondisi baik dan tidak mudah bocor agar dapat digunakan dalam jangka waktu cukup lama.

Pilih lokasi yang mudah dijangkau untuk memberi pakan dan melakukan pemeriksaan harian. Area kolam sebaiknya juga mendapatkan sinar matahari yang cukup, tetapi tidak terlalu terbuka hingga membuat suhu air berubah secara ekstrem. Sisakan ruang di sekitar kolam untuk menempatkan wadah, rak, atau instalasi sederhana untuk menanam sayuran.

2. Kondisikan Air Sebelum Bibit Dimasukkan

Kolam yang sudah siap tidak sebaiknya langsung digunakan untuk menebarkan bibit lele. Isi kolam dengan air dan biarkan terlebih dahulu agar kondisi air lebih stabil. Langkah ini membantu menciptakan lingkungan yang lebih sesuai bagi ikan sebelum proses pemeliharaan dimulai.

Kondisi air juga perlu diperhatikan selama masa budidaya. Air yang terlalu keruh, berbau menyengat, atau dipenuhi sisa pakan dapat mengganggu kenyamanan lele. Oleh karena itu, pemeriksaan secara rutin diperlukan agar perubahan kualitas air dapat segera diketahui dan ditangani.

3. Pilih Bibit Lele yang Sehat dan Seragam

Gunakan bibit lele yang terlihat aktif, lincah, memiliki bentuk tubuh normal, dan tidak menunjukkan tanda-tanda penyakit. Sebaiknya pilih bibit dengan ukuran yang relatif seragam agar pertumbuhannya lebih merata dan mengurangi persaingan berlebihan saat mendapatkan pakan.

Sebelum ditebar, bibit juga perlu dibiasakan dengan kondisi air kolam secara perlahan. Jangan langsung memasukkan bibit dalam jumlah terlalu banyak tanpa mempertimbangkan ukuran kolam. Kepadatan ikan yang sesuai akan membantu menjaga kondisi kolam sekaligus memudahkan proses perawatan.

4. Buat Sirkulasi Air untuk Kolam dan Tanaman

Jika ingin memelihara lele sekaligus menanam sayuran, area kolam dapat dilengkapi dengan sistem sirkulasi air sederhana. Air dari kolam dapat dialirkan menuju media tanam sehingga tanaman memperoleh nutrisi dari air tersebut. Setelah melewati area tanaman, air kemudian dapat dikembalikan ke kolam.

Sistem seperti ini dapat dibuat secara sederhana sesuai kondisi lahan dan kemampuan masing-masing. Tidak harus menggunakan instalasi yang rumit, asalkan aliran air dapat berjalan dengan baik dan tidak menyebabkan genangan. Dengan sirkulasi yang teratur, pemanfaatan air untuk ikan dan tanaman bisa dilakukan secara lebih efisien.

5. Pilih Sayuran yang Mudah Tumbuh

Jenis tanaman juga perlu disesuaikan dengan sistem yang digunakan. Sayuran daun seperti kangkung, pakcoy, selada, sawi, dan bayam dapat menjadi pilihan karena relatif mudah dirawat serta tidak membutuhkan ruang yang terlalu besar.

Selain mempertimbangkan kemudahan perawatan, pilih tanaman berdasarkan kebutuhan rumah tangga agar hasil panen bisa langsung dimanfaatkan. Anda juga dapat menanam beberapa jenis sayuran sekaligus selama jumlahnya disesuaikan dengan kapasitas kolam dan sistem yang tersedia.

6. Manfaatkan Ruang dengan Rak atau Susunan Vertikal

Lahan terbatas bukan berarti jumlah tanaman harus sedikit. Area di sekitar kolam dapat dimanfaatkan dengan menggunakan rak bertingkat, pot gantung, atau instalasi vertikal. Cara ini memungkinkan beberapa tanaman ditempatkan secara bertingkat sehingga penggunaan ruang menjadi lebih maksimal.

Penempatan tanaman sebaiknya tetap memperhatikan kebutuhan cahaya matahari dan kemudahan akses. Jangan membuat susunan terlalu rapat karena dapat menyulitkan saat memberikan perawatan atau melakukan panen. Berikan jarak yang cukup agar tanaman tetap dapat tumbuh dengan baik.

7. Berikan Pakan Lele Secara Teratur

Pemberian pakan menjadi bagian penting dalam pemeliharaan lele. Gunakan pakan yang sesuai dengan ukuran ikan dan berikan dalam jumlah yang tidak berlebihan. Pakan yang tersisa dan mengendap di dasar kolam dapat memengaruhi kualitas air sehingga sebaiknya dihindari.

Amati juga perilaku lele saat diberi makan. Perubahan nafsu makan atau ikan yang terlihat kurang aktif dapat menjadi tanda bahwa kondisi ikan maupun air perlu diperiksa. Perawatan yang dilakukan secara rutin akan membantu menjaga ikan tetap sehat hingga mencapai ukuran panen.

8. Rawat Tanaman dan Pantau Kondisi Kolam

Perawatan tidak hanya dilakukan pada ikan, tetapi juga pada sayuran yang ditanam. Pastikan tanaman memperoleh cahaya yang cukup dan pertumbuhannya tidak terganggu oleh hama maupun kondisi media tanam. Daun atau bagian tanaman yang rusak dapat segera dipangkas agar tidak mengganggu pertumbuhan bagian lainnya.

Pada kolam, perhatikan warna, bau, dan kondisi air secara berkala. Jika menggunakan sistem sirkulasi, pastikan pompa, pipa, atau saluran air tidak tersumbat. Akar tanaman yang tumbuh terlalu lebat juga perlu dirapikan supaya aliran air tetap lancar dan tidak mengganggu sistem secara keseluruhan.

9. Panen Lele dan Sayuran Secara Bertahap

Salah satu keuntungan menerapkan cara ternak lele di kolam terpal sambil menanam sayuran adalah dapat memanfaatkan satu area untuk menghasilkan ikan sekaligus tanaman. Sayuran dapat dipanen sesuai jenis dan tingkat kematangannya, sedangkan lele dipanen setelah ukurannya dianggap cukup untuk dikonsumsi atau dijual.

Panen sayuran dapat dilakukan secara bertahap agar tanaman tertentu tetap bisa tumbuh kembali. Setelah lele dipanen, kolam juga sebaiknya diperiksa dan dibersihkan sebelum digunakan kembali. Dengan perawatan yang konsisten, lahan terbatas tetap dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan bahan pangan secara lebih produktif.

Pertanyaan Seputar Cara Ternak Lele di Kolam Terpal Sambil Menanam Sayuran

Apa itu sistem akuaponik?

Akuaponik adalah sistem budidaya terintegrasi yang menggabungkan pemeliharaan ikan (akuakultur) dengan penanaman sayuran atau tanaman (hidroponik) dalam satu sistem yang saling menguntungkan. Sistem ini dikenal hemat air dan cocok untuk lahan terbatas.

Jenis ikan dan sayuran apa yang cocok untuk akuaponik kolam terpal?

Untuk ikan, lele dumbo atau lele sangkuriang direkomendasikan karena tahan terhadap kondisi air bervariasi dan cepat tumbuh. Untuk sayuran, jenis daun seperti kangkung, bayam, selada, sawi, dan pakcoy sangat cocok karena cepat panen dan efektif menyerap nutrisi.

Bagaimana cara kerja sirkulasi air dalam sistem akuaponik?

Air dari kolam ikan yang kaya nutrisi dipompa ke media tanam sayuran. Akar tanaman kemudian menyerap nutrisi dan memfilter air, lalu air bersih dikembalikan ke kolam ikan.

Berapa lama waktu panen sayuran dalam sistem akuaponik?

Waktu panen sayuran bervariasi tergantung jenisnya. Contohnya, bayam hijau dapat dipanen dalam 14 hari, caisim 12 hari, kangkung 14 hari, dan pakcoy green 19 hari.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|