Liputan6.com, Jakarta - Teras rumah tidak selalu harus dipenuhi tanaman hias untuk terlihat hijau dan asri. Salah satu ide menanam gambas rambat di teras rumah bisa menjadi pilihan menarik karena tanaman oyong ini bukan hanya mempercantik area depan rumah, tetapi juga dapat menghasilkan sayuran untuk kebutuhan dapur. Dengan rambatan yang ditata rapi, sulurnya bahkan bisa membentuk kanopi hijau alami.
Gambas atau oyong merupakan tanaman merambat dari keluarga labu-labuan yang cocok tumbuh di wilayah tropis. Tanaman ini menyukai kondisi hangat, cukup cahaya, serta ketersediaan air yang baik. Karena pertumbuhannya menjalar, gambas dapat diarahkan ke atas sehingga pemanfaatan ruang di teras menjadi lebih efisien.
Menariknya, menanam gambas di teras tidak harus membutuhkan lahan luas. Pot atau polybag berukuran sekitar 30–40 cm dapat digunakan sebagai tempat tumbuh, sedangkan kawat, tali, jaring, atau bilah bambu bisa dijadikan rambatan. Dengan penataan yang tepat, tanaman sayur ini dapat sekaligus menjadi elemen peneduh dan dekorasi rumah. Berikut ulasan Liputan6.com, Senin (17/8/2026).
1. Membuat Kanopi Hijau dari Rambatan Gambas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6481792/original/082629600_1779341325-unnamed__1_.jpg)
Perbesar
Salah satu ide menanam gambas rambat di teras rumah yang paling menarik adalah membuat kanopi hijau alami. Konsep ini cocok diterapkan pada teras yang mendapatkan sinar matahari cukup terik, terutama pada siang hari.
Rangka kanopi dapat dibuat dari besi ringan, bambu, kayu, atau kombinasi beberapa material. Bagian atasnya kemudian diberi kawat atau tali yang membentuk kisi-kisi sehingga sulur gambas mempunyai tempat untuk berpegangan.
Saat tanaman mulai memanjang, sulur muda diarahkan menuju rangka tersebut. Dalam beberapa waktu, daun gambas akan memenuhi bagian atas rambatan dan membentuk lapisan hijau yang memberikan kesan teduh.
Selain membuat teras terasa lebih asri, kanopi gambas juga menghasilkan buah yang dapat dipanen. Namun, rangka harus dibuat cukup kuat karena tanaman yang sudah rimbun akan memiliki beban lebih berat, terutama setelah terkena hujan.
2. Rambatan Kisi-Kisi di Dinding Teras
Bagi pemilik teras sempit, rambatan vertikal merupakan pilihan yang lebih hemat ruang. Buat kisi-kisi atau grid dari bilah bambu, kayu, kawat, maupun besi yang dipasang beberapa sentimeter dari dinding.
Bibit gambas yang tumbuh dari pot di bagian bawah dapat diarahkan ke kisi-kisi tersebut. Sulur kemudian akan merambat ke atas dan memenuhi bidang vertikal tanpa mengambil banyak ruang lantai.
Model ini juga dapat menjadi alternatif dekorasi dinding yang lebih hidup. Dinding teras yang sebelumnya kosong akan tertutup sebagian oleh dedaunan hijau dan buah gambas yang menggantung.
Pastikan rambatan tidak menempel terlalu rapat pada dinding agar sirkulasi udara tetap baik. Jarak tersebut juga memudahkan pemilik rumah ketika memeriksa tanaman, memangkas bagian yang terlalu lebat, atau memanen buah.
3. Pot Gambas di Sudut Teras
Tidak semua teras membutuhkan konstruksi rambatan yang besar. Jika ingin memulai dari skala kecil, letakkan satu atau dua pot gambas di sudut teras, kemudian arahkan sulurnya ke tiang atau pagar.
Gunakan pot atau polybag berukuran minimal sekitar 30–40 cm agar ruang untuk perkembangan akar cukup. Media tanam dapat dibuat dari campuran tanah gembur, kompos, dan sekam bakar dengan perbandingan 2:1:1.
Pot sebaiknya memiliki lubang drainase yang memadai. Gambas menyukai tanah lembap, tetapi kondisi terlalu becek dapat mengganggu akar. Karena itu, air harus dapat mengalir keluar dengan baik setelah penyiraman.
Penempatan pot di sudut juga membuat area tengah teras tetap leluasa digunakan. Sulur tanaman tinggal diarahkan ke atas sehingga pertumbuhannya tidak mengganggu aktivitas penghuni rumah.
4. Menggunakan Pagar Teras sebagai Media Rambat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6481790/original/052676200_1779341325-unnamed.jpg)
Perbesar
Pagar teras dapat dimanfaatkan sebagai struktur rambatan yang praktis. Cara ini cocok bagi rumah yang memiliki pagar dengan jarak atau celah yang memungkinkan kawat tambahan dipasang.
Pot gambas diletakkan di dekat pagar, kemudian beberapa tali vertikal dipasang sebagai jalur rambatan. Ketika sulur tumbuh, arahkan secara perlahan ke tali tersebut.
Pagar yang tertutup daun gambas akan memberikan suasana lebih hijau sekaligus membuat area teras terasa lebih privat. Buah yang tumbuh menggantung di antara dedaunan juga dapat menjadi daya tarik visual tersendiri.
Agar hasilnya tetap rapi, jangan membiarkan semua sulur tumbuh tanpa arah. Pilih beberapa sulur utama dan pangkas bagian yang terlalu berdesakan.
5. Rambatan Bambu untuk Nuansa Rumah Tropis
Bambu merupakan material sederhana yang sangat cocok dipadukan dengan tanaman gambas. Warnanya yang natural dapat menciptakan kesan pedesaan sekaligus tropis pada teras.
Buat rangka berbentuk persegi panjang atau segitiga menggunakan bambu yang cukup kuat. Bagian atas dapat diberi bilah bambu secara melintang dengan jarak tertentu sebagai tempat sulur bergelantungan.
Konsep ini sangat cocok untuk rumah dengan furnitur kayu, kursi rotan, lantai terakota, atau elemen dekorasi bernuansa alami. Daun gambas yang hijau akan menyatu dengan warna bambu sehingga teras terlihat lebih hangat.
Selain estetis, bambu juga mudah ditemukan dan relatif mudah dikerjakan. Pastikan bambu yang digunakan cukup kokoh dan tidak mudah lapuk agar konstruksi dapat bertahan selama masa pertumbuhan tanaman.
6. Membuat Rambatan di Atas Area Duduk
Jika teras memiliki kursi atau bangku untuk bersantai, gambas dapat diarahkan ke atas area tersebut. Tujuannya bukan hanya mempercantik teras, tetapi juga menciptakan efek seperti ruang duduk di bawah naungan tanaman.
Rangka rambatan sebaiknya memiliki ketinggian yang cukup agar penghuni rumah tetap nyaman bergerak. Tiang sekitar 1,8–2 meter dapat menjadi acuan untuk membuat struktur rambatan yang tidak terlalu rendah.
Ketika daun mulai menutupi bagian atas, cahaya matahari yang masuk ke area duduk akan berkurang. Suasana pun menjadi lebih sejuk dan alami.
Namun, jangan membuat kanopi terlalu rapat. Sisakan ruang agar cahaya dan udara tetap dapat masuk. Pemangkasan secara berkala diperlukan apabila daun dan sulur sudah terlalu lebat.
7. Menggabungkan Gambas dengan Tanaman Hias
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6481799/original/097778000_1779341326-unnamed__5_.jpg)
Perbesar
Tanaman gambas tidak harus berdiri sendiri. Di bagian bawah pot atau sekitar area teras, Anda dapat mengombinasikannya dengan tanaman hias yang memiliki kebutuhan cahaya serupa.
Misalnya, area sekitar pot gambas dapat diberi tanaman berdaun hijau berukuran rendah sehingga terbentuk komposisi bertingkat. Gambas berfungsi sebagai tanaman rambat di bagian atas, sementara tanaman lain mengisi area bawah.
Konsep ini membuat teras terlihat seperti taman kecil yang produktif. Bedanya, salah satu tanaman yang digunakan dapat menghasilkan bahan pangan.
Tetap beri jarak antar tanaman agar sirkulasi udara tidak terlalu lembap. Kondisi terlalu padat dapat membuat daun lebih sulit kering setelah terkena air dan berpotensi meningkatkan masalah penyakit.
8. Membuat Kebun Gambas Gantung
Kebun gambas gantung dapat menjadi pilihan bagi teras yang lantainya sangat terbatas. Pot atau wadah tanam ditempatkan pada posisi yang aman, sementara sulurnya diarahkan ke rangka di atas.
Buah gambas nantinya dapat menggantung bebas dari rambatan. Penataan seperti ini juga membantu buah mendapatkan ruang tumbuh sehingga lebih mudah diamati dan dipanen.
Pastikan wadah gantung memiliki kapasitas dan konstruksi yang aman. Tanah yang basah memiliki bobot cukup berat sehingga gantungan, pengait, dan penyangga harus benar-benar kuat.
Untuk rumah dengan anak-anak atau hewan peliharaan, posisi pot dan rangka juga perlu diperhitungkan agar tidak mudah tersenggol.
9. Membuat Lorong Hijau Mini di Teras
Teras yang memanjang dapat dimanfaatkan untuk membuat lorong hijau mini. Beberapa tiang dipasang berjajar, kemudian bagian atasnya dihubungkan menggunakan kawat atau bambu.
Tanaman gambas dari beberapa pot ditempatkan di sepanjang sisi lorong. Sulur diarahkan menuju bagian atas sampai membentuk semacam terowongan tanaman.
Model ini membutuhkan ruang lebih luas dibandingkan rambatan dinding, tetapi hasil visualnya cukup menarik. Teras dapat terasa seperti taman kecil dengan tanaman produktif yang tumbuh membentuk atap hijau.
Agar tidak terlalu berat, jumlah tanaman perlu disesuaikan dengan ukuran rangka. Pemangkasan juga menjadi bagian penting untuk menjaga bentuk lorong tetap rapi.
Cara Merawat Gambas agar Subur di Teras
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5923828/original/082286200_1778821853-4c36b5e4-7600-416a-9f8a-cd79d15ecaad.jpg)
Perbesar
Selain menentukan desain, perawatan menjadi faktor penting dalam keberhasilan budidaya gambas. Tanaman ini membutuhkan cahaya yang cukup, sehingga pilih lokasi yang memperoleh sinar matahari sekitar 5–6 jam sehari atau sesuai kondisi tumbuh tanaman.
Penyiraman dilakukan secara rutin dengan memperhatikan kondisi media. Saat cuaca panas dan media cepat kering, kebutuhan air bisa meningkat. Sebaliknya, ketika hujan sering turun, penyiraman perlu disesuaikan agar media tidak terlalu basah.
Pemupukan juga perlu dilakukan secara berkala. Kompos atau pupuk organik dapat digunakan untuk membantu menjaga kesuburan media, sedangkan pupuk tambahan dapat diberikan sesuai kebutuhan dan petunjuk produk.
Ketika sulur masih muda, bantu arah pertumbuhannya menuju kawat, tali, atau kisi-kisi. Jangan menarik sulur secara kasar karena bagian tersebut masih mudah patah. Setelah menemukan jalur rambatan, tanaman biasanya akan terus mengikuti struktur yang tersedia.
Pemangkasan dapat dilakukan pada bagian yang rusak, terlalu rapat, atau tumbuh tidak sesuai arah. Beberapa teknik budidaya juga menggunakan pemangkasan tunas bawah agar pertumbuhan tanaman lebih terarah.
Perhatikan Posisi Buah dan Rambatan
Salah satu keuntungan menggunakan struktur rambatan adalah buah gambas dapat tumbuh dengan posisi lebih teratur. Buah yang menggantung memiliki ruang untuk berkembang dan lebih mudah terlihat ketika sudah mencapai ukuran panen.
Periksa tanaman secara rutin. Daun yang berubah warna, berlubang, atau menunjukkan tanda gangguan perlu segera diperhatikan. Pengendalian hama dan penyakit sebaiknya dilakukan secara selektif sesuai jenis gangguan yang ditemukan.
Gambas dapat dipanen ketika buah masih muda dan teksturnya belum berserat. Waktu panen bergantung pada varietas dan kondisi pertumbuhan, tetapi sejumlah panduan budidaya menyebut tanaman dapat mulai menghasilkan sekitar 60–90 hari setelah ditanam.
Dengan pemanenan rutin, tanaman dapat terus dirawat untuk menghasilkan buah berikutnya. Karena itu, teras tidak hanya menjadi tempat dekorasi, tetapi juga dapat berfungsi sebagai kebun sayur produktif.
Tanya Jawab Seputar Menanam Gambas
1. Apakah gambas bisa ditanam di pot?
Bisa. Gambas dapat ditanam dalam pot atau polybag berukuran sekitar 30–40 cm atau lebih, asalkan media tanam subur, drainasenya baik, dan tersedia rambatan yang kuat.
2. Berapa lama gambas mulai bisa dipanen?
Gambas umumnya dapat mulai dipanen sekitar 60–90 hari setelah penanaman, tergantung varietas, kondisi lingkungan, dan perawatan. Buah sebaiknya dipanen ketika masih muda agar teksturnya cocok untuk dimasak.
3. Apakah gambas membutuhkan banyak sinar matahari?
Gambas menyukai kondisi hangat dan cahaya matahari yang cukup. Untuk penanaman di teras, usahakan tanaman memperoleh sekitar 5–6 jam cahaya matahari setiap hari atau setidaknya mendapat paparan cahaya yang memadai untuk pertumbuhan.
4. Apa media tanam terbaik untuk gambas dalam polybag?
Campuran tanah gembur, kompos, dan sekam bakar dengan perbandingan 2:1:1 dapat digunakan sebagai salah satu pilihan media. Yang paling penting, media memiliki unsur hara cukup, mampu menyimpan kelembapan, tetapi tidak mudah tergenang.
5. Bagaimana agar rambatan gambas tetap rapi?
Arahkan sulur muda secara perlahan ke kawat, tali, bambu, atau kisi-kisi yang sudah disiapkan. Lakukan pemeriksaan dan pemangkasan secara berkala terhadap sulur yang terlalu padat atau tumbuh ke arah yang tidak diinginkan. Dengan begitu, tanaman tetap rapi sekaligus mendapatkan sirkulasi udara yang lebih baik.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

2 hours ago
3
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9326143/original/043619300_1786958540-Roster_minimalis_untuk_ventilasi_kamar_yang_tetap_terang_dan_terjaga_privasinya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9326130/original/034284000_1786958525-Reframed_image__inspiration.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9326114/original/027880700_1786957808-Tempat_Wudhu_dengan_Batu_Alam.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7830087/original/003695700_1780650137-14373118360183252524.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9326085/original/079672300_1786955806-HL_ayam_broiler.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9324064/original/062227400_1786689067-gPztW0WRFlzQb5TJuZaI9QN2JGtzmfT0JnF5fbPr.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5385502/original/031597900_1760933913-unnamed_-_2025-10-20T110439.439.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9326056/original/046479800_1786954458-Model_kandang_ayam_broiler_sederhana_untuk_usaha_rumahan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9326049/original/020644900_1786953754-428432fb-7c98-49cd-ad2b-f5ea8f67f559.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5497639/original/049109900_1770643991-000_96LN2RG.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9325909/original/022191100_1786946101-5a0c2fea-7aad-487b-acce-7555be764235.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/9314797/original/086645600_1785781496-0L5A0213.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9315689/original/050845600_1785852548-IMG_2972.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5668870/original/065238100_1778407733-IMG_1393.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5571293/original/038873000_1777615039-2_kamar_tidur.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4778505/original/045263400_1710918139-20240320BL_Preskon_Prematch_Timnas_Indonesia_Vs_Vietnam_17.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9325976/original/062500700_1786947958-Model_hidroponik_wick_system_sederhana_dari_barang_bekas.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2289804/original/030262300_1532422235-20180724-Daging-Ayam-Naik-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/9317657/original/089080100_1786038134-20260806_Budy_Santoso_Persib_vs_Persebaya_Final_Piala_Presiden_05.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9324077/original/060144200_1786689094-ZjxLmhacx5W0YKRqBWGd5M9uxWNm75B5YdKzqOFc.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)




:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4863025/original/074446600_1718303638-3_083A3037.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6202765/original/030351500_1779081726-Screenshot_2026-05-18_122019.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5496109/original/090089100_1770471696-20260207BL_Timnas_Futsal_Indonesia_Vs_Iran_Final_AFC_Futsal_Asian_Cup_2026-02.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5557733/original/014515900_1776389960-20260416IQ_Timnas_Indonesia_U-17_vs_Malaysia_U-17-16.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5560818/original/099181300_1776690154-hengga.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5438385/original/064675900_1765286327-Sumardji.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5495753/original/010090000_1770427969-persib_vs_malut-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5391428/original/082726400_1761316877-bali_united.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5546976/original/084951300_1775398348-psj.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5486106/original/098172500_1769575214-unnamed__17_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5563444/original/076459000_1776870755-rakha.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5559675/original/052780800_1776606412-IMG_1609.JPG.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5563296/original/009087500_1776854384-IMG_4680.JPG.jpeg)