Cara Memilih Ayam Kampung Petelur yang Rajin Bertelur, Kenali Ciri Fisik dan Kualitas Bibitnya

3 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Memilih ayam kampung petelur yang rajin bertelur menjadi langkah penting sebelum memulai usaha ternak berorientasi telur. Cara memilih ayam kampung petelur yang rajin bertelur tidak cukup hanya melihat ukuran tubuh atau warna bulunya, tetapi juga perlu memperhatikan kondisi jengger, mata, lubang dubur, tulang pulbis, kulit, hingga rongga perut.

Bagi peternak pemula, membeli ayam dara atau ayam betina yang mendekati masa produksi memang terasa lebih praktis dibandingkan memelihara ayam sejak DOC. Namun, tidak semua ayam dara mempunyai kemampuan produksi telur yang sama. Seleksi sejak awal dapat membantu peternak memperoleh calon induk dengan performa yang lebih sesuai untuk tujuan produksi.

Hal lain yang tidak kalah penting adalah memahami karakter ayam kampung itu sendiri. Ayam kampung secara umum merupakan ayam tipe dwiguna sehingga kemampuan menghasilkan telur tidak selalu setinggi ayam ras petelur. Karena itu, pemilihan bibit, asal-usul genetik, kesehatan, dan pola pemeliharaan perlu diperhatikan secara bersamaan agar potensi produksi telur dapat dimaksimalkan. Berikut ulasan Liputan6.com, Senin (17/8/2026).

Mengapa Pemilihan Ayam Kampung Petelur Perlu Dilakukan dengan Teliti?

Ayam kampung memiliki karakter produksi yang cukup beragam. Ada ayam betina yang mampu menghasilkan telur lebih sering, tetapi ada pula yang lebih kuat menunjukkan naluri mengeram dan mengasuh anak. Perbedaan tersebut membuat peternak tidak sebaiknya membeli ayam betina hanya berdasarkan penampilan sekilas.

Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung melalui artikel Panduan Umum Cara Ternak Ayam Kampung menjelaskan bahwa ayam kampung secara tradisional memang memiliki produktivitas telur relatif rendah, sekitar 115 butir per tahun. Namun, pemeliharaan ayam kampung kini berkembang ke arah semi-intensif dan intensif dengan orientasi produksi telur.

Artinya, apabila tujuan utama peternak adalah menghasilkan telur, seleksi ayam menjadi semakin penting. Peternak juga perlu memahami bahwa ayam kampung tidak sama dengan semua ayam buras. Ayam Arab, ayam Pocin, ayam Kedu, ayam Nunukan, maupun ayam kampung hasil persilangan memiliki karakter dan potensi produksi yang berbeda.

1. Pilih Ayam Dara dari Sumber yang Jelas

Salah satu pilihan praktis bagi peternak adalah membeli ayam dara, yaitu ayam betina muda yang mendekati masa produksi. Menurut BBPP Kupang, memulai usaha dengan ayam dara dapat menjadi pilihan karena peternak tidak perlu melewati fase pemeliharaan DOC yang panjang. Meski demikian, jumlah ayam dara berkualitas di pasaran terbatas sehingga seleksi tetap diperlukan.

Sebelum membeli, tanyakan kepada penjual mengenai umur ayam, asal bibit, riwayat pemeliharaan, jenis atau strain, vaksinasi, serta kondisi kesehatannya. Jika tersedia catatan produksi induk atau kelompok asal, informasi tersebut akan lebih membantu daripada hanya mengandalkan penampilan fisik.

Ayam yang berasal dari indukan dengan performa produksi telur baik secara umum lebih menarik untuk dipertimbangkan. Namun, faktor genetik bukan satu-satunya penentu karena pakan, kesehatan, lingkungan, stres, dan manajemen kandang juga berpengaruh terhadap produksi.

2. Perhatikan Jengger Ayam

Jengger merupakan salah satu bagian tubuh yang dapat diamati saat melakukan seleksi ayam dara. BBPP Kupang menyebutkan bahwa calon ayam petelur dengan daya produksi tinggi umumnya mempunyai jengger yang besar, kokoh, merah, dan mengilap. Sebaliknya, jengger yang kecil, mengerut, kering, atau pucat patut menjadi pertimbangan sebelum ayam dibeli.

Pengamatan jengger tentu tidak boleh digunakan sebagai satu-satunya patokan. Jengger perlu dilihat bersama kondisi tubuh secara keseluruhan. Ayam dengan jengger bagus tetapi tampak lemah, kurus ekstrem, mengalami gangguan kesehatan, atau mempunyai cacat fisik tetap tidak ideal untuk dipilih.

Karena itu, jadikan jengger sebagai salah satu indikator dalam proses seleksi, bukan sebagai jaminan bahwa ayam pasti menghasilkan telur dalam jumlah tertentu.

3. Pilih Ayam dengan Mata Cerah

Cara sederhana berikutnya adalah melihat kondisi muka dan mata. Ayam dara yang sehat dan mempunyai performa baik umumnya terlihat aktif dengan muka cerah serta mata yang tampak bercahaya.

BBPP Kupang menyarankan menghindari ayam dengan muka pucat kekuningan, mata cekung, atau mata yang tampak tidak bercahaya.

Saat membeli, jangan hanya melihat ayam ketika sedang diam. Perhatikan responsnya ketika didekati atau dipegang. Ayam yang sehat biasanya menunjukkan respons yang baik dan tidak tampak lesu. Bulu yang bersih dan tidak kusam juga dapat menjadi bagian dari pemeriksaan awal.

Jika ditemukan ayam yang terlihat lemas, terlalu diam, mengalami kotoran menempel di sekitar kloaka, bersin, atau menunjukkan kelainan lain, sebaiknya jangan dipilih meskipun ciri jenggernya terlihat bagus.

4. Periksa Lubang Dubur atau Kloaka

Bagian yang sering luput diperhatikan calon peternak adalah lubang dubur atau kloaka. Padahal, menurut BBPP Kupang, kondisi bagian ini dapat menjadi salah satu petunjuk dalam menyeleksi ayam dara petelur. Ayam dengan potensi produksi tinggi disebut memiliki lubang dubur yang besar, lebar, berbentuk oval memanjang, serta permukaannya licin dan basah.

Sebaliknya, lubang dubur yang kecil, bulat, mengerut, dan kering dinilai kurang sesuai berdasarkan panduan seleksi tersebut.

Pemeriksaan sebaiknya dilakukan secara hati-hati dan tidak membuat ayam stres. Hindari tindakan kasar atau menarik bagian tubuh ayam. Pemeriksaan fisik cukup dilakukan sebagai bagian dari seleksi bersama indikator lainnya.

5. Cek Lebar Tulang Pulbis

Tulang pulbis merupakan salah satu bagian penting dalam cara memilih ayam kampung petelur yang rajin bertelur. Tulang ini berada di bagian bawah tubuh dekat pangkal paha dan dapat diperiksa dengan meraba secara perlahan.

BBPP Kupang menjelaskan bahwa ayam dara dengan daya bertelur tinggi mempunyai tulang pulbis yang tipis, tajam, dan relatif lembut. Jarak antarujung tulang pulbis juga dapat digunakan sebagai indikator; pada panduan BBPP Kupang, ayam dengan jarak sekitar empat jari orang dewasa atau lebih dinilai lebih potensial dibandingkan ayam dengan jarak kurang dari dua jari.

Ketika melakukan pemeriksaan, peternak perlu berhati-hati. Jangan menekan tubuh ayam terlalu keras karena pemeriksaan yang kasar dapat menyebabkan stres atau cedera.

Selain jaraknya, perhatikan teksturnya. Hindari ayam yang memiliki ujung tulang pulbis tebal, keras, kasar, dan sulit direnggangkan.

6. Rasakan Kondisi Kulit Badan

Kulit tubuh juga dapat menjadi bagian dari seleksi fisik. Menurut BBPP Kupang, ayam dara yang bagus mempunyai kulit yang lembut, halus, dan longgar. Sementara itu, kulit yang terasa keras, tebal, dan ketat dapat menjadi tanda bahwa tubuh ayam memiliki lapisan lemak yang lebih banyak.

Pemeriksaan ini harus dilakukan dengan sentuhan ringan. Jangan menjadikan satu ciri sebagai keputusan final. Ayam yang memiliki kulit sesuai indikator tetapi kondisi kesehatan atau struktur tubuhnya kurang baik tetap sebaiknya tidak dipilih.

Peternak idealnya melihat ayam secara menyeluruh, mulai dari kepala, mata, jengger, dada, kaki, bulu, hingga bagian perut.

7. Perhatikan Rongga Perut

Rongga perut merupakan indikator lain yang disebut dalam panduan BBPP Kupang. Ayam dara dengan kondisi yang baik untuk produksi telur memiliki rongga perut yang terasa lembut. Sebaliknya, rongga perut yang keras, kecil, sempit, atau terasa penuh lemak dinilai kurang ideal.

Pemeriksaan bagian ini juga harus dilakukan secara perlahan. Tujuannya bukan menekan perut ayam, melainkan mengetahui karakteristik fisiknya secara umum.

Bagi peternak pemula, pemeriksaan tulang pulbis dan rongga perut mungkin terasa sulit pada awalnya. Karena itu, tidak ada salahnya meminta bantuan peternak berpengalaman atau tenaga teknis peternakan ketika membeli dalam jumlah banyak.

8. Jangan Hanya Terpaku pada Ukuran Tubuh

Ayam yang besar belum tentu menjadi ayam petelur yang paling produktif. Ukuran tubuh memang penting untuk menilai kondisi fisik, tetapi bukan satu-satunya indikator.

Penelitian mengenai pembentukan strain ayam kampung petelur super UMMChick di Universitas Muhammadiyah Malang menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan produksi telur dapat dilakukan melalui program breeding dan seleksi yang ketat. Seleksi dalam penelitian tersebut tidak hanya memperhatikan karakteristik fisik, tetapi juga menggunakan produksi telur atau hen-day production (HDP) dan nilai pemuliaan sebagai bagian dari evaluasi.

Hasil penelitian tersebut menarik karena final stock UMMChick Petelur dilaporkan mempunyai rata-rata HDP lebih dari 58 persen, bahkan pada pengukuran tertentu mencapai lebih dari 76 persen. Angka tersebut menunjukkan bahwa faktor genetik dan program seleksi dapat berperan besar dalam menghasilkan ayam kampung dengan kemampuan produksi telur lebih tinggi.

Karena itu, jika tersedia pilihan ayam kampung unggul atau hasil breeding yang memang ditujukan untuk produksi telur, informasi strain dan performa induknya layak dipertimbangkan.

9. Pastikan Ayam Tidak Memiliki Cacat Fisik

Selain indikator petelur, perhatikan kesehatan dan kondisi fisik ayam. Kaki harus mampu menopang tubuh dengan baik, tidak pincang, dan tidak menunjukkan pembengkakan. Paruh sebaiknya normal, bulu relatif bersih, dan tidak terdapat tanda luka serius.

Panduan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung juga menekankan pentingnya memilih bibit yang tidak cacat. Untuk DOC, beberapa ciri yang disebut antara lain berdiri tegap, mata bersinar, pusar terserap sempurna, dan bulu bersih.

Pada ayam dara, prinsip pemeriksaan kesehatan tersebut tetap relevan. Ayam yang terlihat sehat akan lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan kandang baru dibandingkan ayam yang sejak awal menunjukkan masalah kesehatan.

10. Tanyakan Riwayat Produksi Jika Ayam Sudah Pernah Bertelur

Jika membeli ayam betina yang sudah masuk masa produksi, tanyakan apakah ayam tersebut sudah bertelur dan berapa rata-rata produksinya. Data aktual dari peternakan asal tentu lebih berguna daripada klaim bahwa ayam tersebut “pasti rajin bertelur”.

Bila memungkinkan, mintalah informasi mengenai umur pertama bertelur, jumlah telur dalam periode tertentu, kondisi kesehatan, serta riwayat pemberian pakan. Peternak juga dapat menanyakan apakah ayam pernah mengalami periode mengeram panjang.

Hal ini penting karena ayam kampung mempunyai naluri mengeram yang relatif tinggi. Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung mencatat bahwa betina ayam kampung memiliki naluri mengeram dan mengasuh anak yang kuat.

Jika target usaha adalah telur konsumsi, ayam yang terlalu sering memasuki fase mengeram dapat membuat produksi telur terhenti sementara. Karena itu, karakter individu ayam perlu diperhitungkan.

11. Bedakan Ayam Kampung Biasa dan Ayam Kampung Hasil Seleksi

Peternak juga perlu memahami bahwa istilah ayam kampung petelur dapat digunakan secara cukup luas di lapangan. Ada ayam kampung lokal dengan produktivitas relatif rendah, tetapi ada pula ayam kampung unggul atau hasil persilangan yang dikembangkan secara khusus untuk meningkatkan produksi telur.

Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung menyebut produktivitas ayam kampung sekitar 115 butir per tahun dalam panduannya, sementara jenis ayam buras tertentu seperti ayam Arab dapat mempunyai produktivitas lebih tinggi.

Sementara itu, penelitian UMM menunjukkan bahwa proses seleksi dan breeding dapat menghasilkan final stock ayam kampung petelur dengan performa HDP yang jauh lebih tinggi daripada gambaran ayam kampung tradisional.

Jadi, sebelum membeli, tentukan terlebih dahulu apakah yang dicari adalah ayam kampung lokal murni, ayam kampung hasil seleksi, atau ayam buras unggul dengan karakteristik telur yang menyerupai ayam kampung.

12. Jangan Lupakan Faktor Pakan dan Pemeliharaan

Bibit berkualitas tidak otomatis menghasilkan telur banyak jika pemeliharaannya buruk. Diperpa Badung menjelaskan bahwa ayam kampung dapat dipelihara secara umbaran maupun semi-intensif. Sistem pemeliharaan turut menentukan lingkungan, pola pemberian pakan, serta produktivitas ayam.

Pada fase bertelur, kebutuhan nutrisi harus diperhatikan agar ayam memiliki cukup energi dan protein untuk mempertahankan produksi. Air minum bersih juga harus selalu tersedia.

Kondisi kandang perlu dijaga agar tidak terlalu lembap, terlalu padat, atau membuat ayam terus-menerus mengalami stres. Kebersihan tempat pakan dan minum juga penting untuk membantu menjaga kesehatan ternak.

Dengan demikian, cara memilih ayam kampung petelur yang rajin bertelur sebenarnya merupakan proses yang menggabungkan seleksi bibit, pemeriksaan kesehatan, pengamatan ciri fisik, informasi genetik, dan pertimbangan riwayat produksi.

Checklist Singkat Saat Membeli Ayam Kampung Petelur

Sebelum membayar ayam, peternak dapat melakukan pemeriksaan sederhana berikut:

  • Pilih ayam betina yang aktif dan tidak tampak lesu.
  • Periksa mata, pastikan terlihat cerah dan tidak cekung.
  • Perhatikan jengger, pilih yang merah, kokoh, dan tampak sehat.
  • Periksa kondisi bulu dan kulit tubuh.
  • Amati kaki dan pastikan tidak pincang.
  • Periksa kloaka secara hati-hati.
  • Rasakan tulang pulbis dengan lembut.
  • Perhatikan lebar rongga perut.
  • Hindari ayam dengan cacat fisik atau tanda penyakit.
  • Tanyakan umur dan asal-usul ayam.
  • Jika sudah pernah bertelur, tanyakan catatan produksinya.
  • Jika membeli ayam kampung unggul, tanyakan strain serta performa induknya.
  • Jangan membeli hanya berdasarkan ukuran tubuh atau harga murah.

Pada akhirnya, ayam kampung petelur yang rajin bertelur tidak bisa dikenali hanya dari satu tanda fisik. Ciri seperti jengger merah, mata cerah, kloaka yang sesuai, tulang pulbis, kulit, dan rongga perut memang dapat membantu proses seleksi, sebagaimana dijelaskan BBPP Kupang. Namun, performa produksi juga dipengaruhi oleh faktor genetik dan manajemen pemeliharaan. Penelitian UMM tentang UMMChick bahkan menunjukkan pentingnya seleksi dan breeding untuk menghasilkan ayam kampung dengan kemampuan produksi telur lebih tinggi.

Karena itu, semakin teliti peternak memilih bibit dan mencocokkannya dengan sistem pemeliharaan yang tepat, semakin besar peluang mendapatkan kelompok ayam yang produktif dan menguntungkan.

Tanya Jawab Seputar Ayam Kampung Petelur

1. Ayam kampung mulai bertelur pada umur berapa?

Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung menyebut ayam kampung dapat mulai bertelur sekitar umur enam bulan. Namun, umur mulai produksi dapat berbeda bergantung pada genetik, pakan, kesehatan, dan manajemen pemeliharaan.

2. Apakah ayam kampung betina harus dikawini pejantan agar bisa bertelur?

Tidak. Ayam betina tetap dapat menghasilkan telur tanpa dikawini pejantan. Namun, telur tersebut tidak fertil sehingga tidak dapat ditetaskan menjadi anak ayam. Pejantan diperlukan jika tujuan pemeliharaan adalah menghasilkan telur tetas.

3. Apa ciri utama ayam kampung petelur yang bagus?

Beberapa ciri yang dapat diperiksa antara lain jengger besar, kokoh, merah dan mengilap; mata cerah; kloaka yang besar dan lembap; tulang pulbis tipis dan relatif lunak; serta kulit dan rongga perut yang sesuai dengan karakteristik ayam petelur. Ciri-ciri tersebut sebaiknya dinilai secara keseluruhan, bukan satu per satu.

4. Apakah ayam kampung biasa bisa menghasilkan telur dalam jumlah banyak?

Potensinya dapat berbeda-beda. Ayam kampung tradisional mempunyai produktivitas lebih rendah dibandingkan ayam buras tertentu atau ayam kampung hasil seleksi. Penelitian UMM menunjukkan bahwa program breeding dan seleksi dapat menghasilkan final stock ayam kampung petelur dengan performa produksi yang lebih tinggi.

5. Lebih baik membeli DOC atau ayam dara untuk usaha ayam kampung petelur?

Keduanya memiliki kelebihan. DOC membutuhkan waktu pemeliharaan lebih panjang, tetapi peternak dapat mengontrol proses pemeliharaan sejak awal. Ayam dara lebih praktis karena sudah mendekati masa produksi, tetapi peternak harus lebih teliti dalam memilih kualitas dan asal-usul ayam. BBPP Kupang mencatat bahwa pembelian ayam dara sering dipilih karena lebih praktis untuk peternak skala tertentu.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|