Liputan6.com, Jakarta - Kegiatan favorit orang ber-IQ tinggi tidak selalu berupa aktivitas rumit. Membaca, bermain permainan strategi, mempelajari bahasa, atau menekuni alat musik juga dapat menjadi cara untuk melatih konsentrasi, rasa ingin tahu, dan kemampuan memecahkan masalah.
Pilihan aktivitas di waktu senggang dapat mencerminkan ketertarikan terhadap proses belajar dan eksplorasi. Kegiatan favorit orang ber-IQ tinggi biasanya memberi ruang untuk menghadapi tantangan, menemukan pola, serta mencoba cara baru dalam menyelesaikan sesuatu. Namun, menyukai aktivitas tertentu tidak otomatis menunjukkan tingkat IQ seseorang.
Berbagai kegiatan tersebut dapat menjadi cara menyenangkan untuk menjaga pikiran tetap aktif. Kegiatan favorit orang ber-IQ tinggi mencakup pilihan sederhana, seperti mengerjakan teka-teki, menulis, membuat proyek, hingga mengikuti pembelajaran mendalam sesuai minat.
Berikut Liputan6.com merangkum dari Cottonwood Psychology tentang kegiatan favorit orang ber-IQ tinggi, Rabu (23/9/2026).
1. Bermain Permainan Strategi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4686178/original/044654000_1702543875-benjir_empat.jpg)
Perbesar
Permainan strategi mengharuskan seseorang memikirkan beberapa hal dalam waktu bersamaan. Pemain perlu memperhatikan sumber daya, memperkirakan langkah lawan, menentukan prioritas, serta memikirkan konsekuensi dari keputusan yang diambil. Proses tersebut melibatkan kemampuan seperti memori kerja, perencanaan, dan pemecahan masalah.
Catur memang menjadi salah satu permainan yang paling dikenal dalam kategori ini, tetapi bukan satu-satunya pilihan. Permainan papan modern, permainan kartu yang membutuhkan perencanaan, hingga gim video berbasis taktik juga dapat melatih kemampuan serupa. Pemain bahkan perlu mempertimbangkan beberapa kemungkinan sebelum menentukan langkah berikutnya.
Hal menarik dari permainan strategi adalah adanya umpan balik yang cepat. Keputusan yang kurang tepat dapat langsung menghasilkan konsekuensi, sedangkan strategi yang berhasil memberikan pengalaman untuk dipelajari. Pola mencoba, mengevaluasi, lalu memperbaiki langkah tersebut dapat menjadi latihan berpikir yang menyenangkan.
2. Mengerjakan Permainan Kata dan Teka-Teki Angka
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5225176/original/093532400_1747655007-confident-happy-woman-glasses-trendy-jacket-holding-hands-crossed-chest-smiling-joyfully-enjoying-success-wealth.jpg)
Perbesar
Teka-teki kata dan angka membuat seseorang perlu mencari pola, memahami aturan, serta mencoba berbagai kemungkinan untuk menemukan jawaban. Aktivitas seperti teka-teki silang, anagram, Sudoku, permainan logika, dan teka-teki angka dapat melibatkan kemampuan mengenali pola dan berpikir secara sistematis.
Ketika menemui soal yang sulit, seseorang biasanya akan membaca kembali petunjuk, menguji pendekatan berbeda, kemudian memeriksa informasi yang sudah diketahui. Kebiasaan tersebut melibatkan fleksibilitas kognitif karena otak perlu berpindah dari satu cara berpikir ke cara lainnya.
Selain menjadi hiburan, teka-teki juga memberikan tantangan dengan tujuan yang jelas. Proses menemukan jawaban setelah beberapa kali mencoba dapat memberikan kepuasan tersendiri sekaligus mendorong seseorang untuk lebih teliti dan sabar.
3. Membaca Buku untuk Kesenangan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3154097/original/087220900_1592297644-collage-female-is-reading-book_1421-3697.jpg)
Perbesar
Membaca bukan hanya aktivitas untuk mengisi waktu luang. Ketika mengikuti sebuah cerita atau memahami buku nonfiksi, otak perlu menghubungkan informasi, mempertahankan perhatian, serta membangun gambaran berdasarkan apa yang dibaca.
Bacaan fiksi dapat mengajak pembaca mengikuti karakter, memahami motivasi, serta memperhatikan hubungan sebab dan akibat dalam cerita. Sementara itu, buku nonfiksi mendorong pembaca menghubungkan fakta, gagasan, dan argumen. Kedua jenis bacaan tersebut sama-sama membutuhkan konsentrasi.
Kebiasaan membaca juga dapat memperkaya kosakata. Hal ini relevan karena sejumlah tes kemampuan kognitif melibatkan aspek bahasa. Namun, jenis buku bukan satu-satunya hal yang penting.
Keterlibatan aktif saat membaca, seperti mencoba memahami gagasan atau menghubungkannya dengan pengetahuan lain, juga membuat aktivitas tersebut lebih menantang bagi pikiran.
4. Mempelajari Bahasa Baru
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4730769/original/099358700_1706668843-english-book-with-glasses-table.jpg)
Perbesar
Belajar bahasa mengharuskan seseorang memahami sistem yang berbeda, mulai dari kosakata, tata bahasa, bunyi, hingga makna. Ketika mempelajari bahasa baru, seseorang perlu membandingkan berbagai pola dan menyesuaikan cara menggunakan kata sesuai konteks.
Aktivitas tersebut juga melatih perhatian terhadap detail. Perubahan kecil dalam susunan kata atau bentuk kalimat dapat menghasilkan makna yang berbeda. Proses mengingat, memahami, dan menggunakan aturan baru secara bertahap membutuhkan konsentrasi serta ketekunan.
Menariknya, belajar bahasa juga membuat seseorang terbiasa berada dalam posisi sebagai pemula. Kesediaan untuk terus mencoba meskipun belum langsung lancar merupakan bagian penting dari proses belajar dan dapat membantu membangun kebiasaan untuk menghadapi tantangan baru.
5. Memainkan Alat Musik
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4616520/original/064281300_1697703654-Ilustrasi_menyanyi__main_gitar.jpg)
Perbesar
Memainkan alat musik melibatkan perpaduan antara pendengaran, koordinasi gerak, ritme, perhatian, dan kemampuan mengenali pola. Saat mempelajari sebuah lagu, seseorang perlu membaca atau mengingat pola nada, memperkirakan bagian berikutnya, kemudian menyesuaikan gerakan dengan irama.
Latihan musik juga memiliki proses umpan balik yang jelas. Ketika terjadi kesalahan nada atau tempo, pemain dapat mendengarnya dan mencoba memperbaiki bagian tersebut. Pengulangan semacam ini membantu membangun kebiasaan untuk mengamati kesalahan dan melakukan penyesuaian.
Bermain musik bersama orang lain menghadirkan tantangan tambahan. Pemain harus tetap memperhatikan bagiannya sambil mendengarkan anggota kelompok lain. Bahkan bagi pemula, mempelajari beberapa akor atau memainkan lagu sederhana tetap membutuhkan fokus dan konsistensi.
6. Menulis, Membuat Jurnal, atau Menyusun Cerita
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4936370/original/030402900_1725438672-pexels-amina-filkins-5414320.jpg)
Perbesar
Menulis membantu mengubah gagasan yang masih berantakan menjadi rangkaian kalimat yang lebih terstruktur. Seseorang perlu menentukan informasi yang penting, menyusun urutan gagasan, dan memilih cara menyampaikannya agar mudah dipahami.
Menulis jurnal juga dapat menjadi cara untuk merapikan pikiran. Dengan mencatat pengalaman, perasaan, atau rencana, seseorang memiliki ruang untuk melihat kembali apa yang sedang dipikirkannya. Sementara itu, menulis cerita membutuhkan proses yang lebih kompleks karena penulis perlu menyusun karakter, latar, alur, serta hubungan sebab dan akibat.
Tidak semua bentuk tulisan harus berupa karya panjang. Membuat catatan, menulis puisi, atau mencatat ide yang muncul sehari-hari juga dapat menjadi aktivitas yang mendorong seseorang menemukan hubungan baru di antara berbagai gagasan.
7. Coding, Bereksperimen, atau Membuat Proyek Teknologi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3426744/original/054718600_1618227899-pexels-photo-4458554__1_.jpeg)
Perbesar
Coding dapat terasa seperti memecahkan teka-teki yang memiliki aturan tertentu. Seseorang perlu membuat rencana, mencoba kode, menemukan kesalahan, lalu mencari penyebab dan memperbaikinya. Proses tersebut membutuhkan pemikiran sistematis dan kemampuan memecah persoalan menjadi bagian-bagian yang lebih kecil.
Aktivitas mengutak-atik teknologi juga tidak harus selalu berupa pemrograman. Merakit komputer, membuat sistem rumah pintar sederhana, mengembangkan spreadsheet, atau membuat situs web kecil termasuk kegiatan yang membutuhkan proses berpikir bertahap.
Kesalahan dalam proyek teknologi juga dapat menjadi bagian dari proses belajar. Ketika sesuatu tidak berjalan sesuai rencana, seseorang perlu memeriksa kembali asumsi dan mencari perubahan yang menyebabkan masalah. Kebiasaan mencoba, mengevaluasi, dan memperbaiki ini dapat diterapkan dalam berbagai bidang.
8. Melakukan Kerajinan yang Membutuhkan Ketelitian
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4686177/original/040802900_1702543875-enjoy.jpg)
Perbesar
Berbagai kerajinan tangan membutuhkan perhatian terhadap detail dan ketepatan dalam mengikuti tahapan. Merajut, menyulam, menjahit, membuat keramik, membuat miniatur, pertukangan, kaligrafi, hingga membuat kue dengan resep yang mendetail termasuk aktivitas yang memerlukan ketelitian.
Saat mengerjakannya, seseorang perlu mengukur, mengikuti urutan, memperhatikan kesalahan kecil, dan melakukan koreksi sebelum hasil akhirnya selesai. Proses tersebut membuat aktivitas yang terlihat sederhana dari luar sebenarnya membutuhkan konsentrasi cukup tinggi.
Kerajinan juga memberikan umpan balik secara langsung melalui apa yang dilihat dan dirasakan. Jahitan yang tidak tepat, potongan yang tidak rata, atau bentuk yang kurang sesuai dapat segera terlihat sehingga seseorang dapat memperbaikinya.
9. Mengikuti Kelas, Kuliah, Podcast, atau Video Mendalam
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5225160/original/038412200_1747654128-beautiful-working-women-show-their-emotions-with-facial-expressions-gestures.jpg)
Perbesar
Rasa ingin tahu dapat membuat seseorang menikmati kegiatan yang memungkinkan mereka mempelajari suatu topik secara lebih mendalam. Kelas, kuliah umum, podcast, dokumenter, hingga video yang membahas suatu tema secara detail dapat menjadi pilihan untuk mengisi waktu luang sekaligus menambah wawasan.
Menariknya, pengetahuan dari satu bidang terkadang dapat membantu seseorang memahami bidang lain. Gagasan dari sejarah, psikologi, sains, teknologi, atau budaya dapat saling terhubung ketika seseorang terus mengeksplorasi berbagai topik. Kemampuan melihat hubungan antargagasan tersebut berkaitan dengan proses berpikir dan penalaran.
Tidak perlu memilih topik yang selalu bersifat akademis. Seseorang dapat mempelajari apa pun yang benar-benar membuatnya penasaran, seperti astronomi, sejarah, ilmu memasak, keuangan, desain, atau cara kerja sebuah kota. Ketertarikan yang kuat dapat membuat proses belajar terasa seperti hiburan, bukan kewajiban.
Pertanyaan Seputar Kegiatan Favorit Orang Ber-IQ Tinggi
Apa saja kegiatan favorit orang ber-IQ tinggi?
Beberapa di antaranya adalah bermain strategi, mengerjakan teka-teki, membaca, belajar bahasa, bermain alat musik, menulis, membuat proyek teknologi, dan melakukan kerajinan presisi.
Bagaimana permainan strategi dapat meningkatkan IQ?
Catur dan permainan taktis melatih memori kerja, perencanaan, pengambilan keputusan, serta kemampuan memecahkan masalah.
Mengapa membaca penting bagi individu ber-IQ tinggi?
Membaca membantu melatih konsentrasi, memperluas kosakata, menghubungkan ide, serta memahami informasi dan argumen.
Apa manfaat belajar bahasa bagi orang ber-IQ tinggi?
Belajar bahasa baru dapat melatih fleksibilitas kognitif, perhatian terhadap detail, serta kemampuan berpindah antarbahasa.
Apakah hobi tertentu membuktikan seseorang memiliki IQ tinggi?
Tidak. Hobi dapat melatih kemampuan kognitif tertentu, tetapi tidak dapat menentukan tingkat IQ seseorang.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

7 hours ago
3
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9355913/original/016096700_1790147321-meja_2a.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9355743/original/061199500_1790141748-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9355902/original/030503500_1790146463-c04bc17d-8684-43f2-9068-07999fe85942.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9302078/original/068798600_1784532273-pexels-cottonbro-7118205.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9355652/original/083388200_1790139248-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5339710/original/014822400_1757090479-SEPUR.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9353390/original/066519200_1789962692-01M2T6XPC1ECJ61CTFQXC63WJN.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9355818/original/038120300_1790142530-_____Jelajahi_Pesona_Banyuwangi___Jember_dengan_Kereta_Api_Pandanwangi______Nikmati_perjalanan_seru.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9355557/original/006534700_1790136150-c3b0acf7-675b-45db-93f3-957197138e68.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9355828/original/058762800_1790142923-Gemini_Generated_Image_hkhqxjhkhqxjhkhq__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9355666/original/001652400_1790139276-Tanaman_Pembawa_Energi_Positif.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9355504/original/073683000_1790134555-Screenshot_2026-09-23_103239.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9355472/original/035499200_1790133297-568be47c-5a43-4646-a272-910ecbeeeab0.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/7852301/original/006512900_1780675769-20260605AA_Timnas_Indonesia_vs_Oman-4.JPG.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5343288/original/051917700_1757412250-2025098AA_Timnas_Indonesia_Vs_Lebanon-081.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9340402/original/080764800_1788504653-0c3qggdOoewNpSPm7QNljLtRzh2CyM8DnejohSVK.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9355453/original/049634400_1790132209-Desain_area_belakang_rumah_kecil_agar_multifungsi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2963260/original/047713400_1573374816-sys-39c8960fc371b16aaf7b335a8dcf9abb.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9355419/original/066099100_1790130705-Gemini_Generated_Image_x87mgax87mgax87m.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/9308715/original/025386000_1785170912-20260727BS_Timnas_Indonesia_vs_Kamboja_01.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336541/original/057810300_1788165256-2150700358.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9325772/original/012824000_1786935429-WhatsApp_Image_2026-08-17_at_09.51.49__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336339/original/036670800_1788155727-11bf7afb-d0ee-47d2-a46c-72a1c9954b40.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336360/original/068351100_1788156938-Gemini_Generated_Image_vgh6gmvgh6gmvgh6__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9340881/original/091999400_1788528140-borneo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336388/original/070866500_1788159552-051f86cb-0545-4991-a7f1-c5730be5aaaf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4242270/original/090051000_1669625532-043199800_1645433192-kevin-wolf-LgZfYaH6OAU-unsplash_Fotor.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5193002/original/077128400_1745210638-Dean_Zandbergen_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336595/original/083266200_1788167124-f7575cef-c1ce-4105-bb37-74f1cfe3b27c.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9335997/original/062436600_1788086219-persib.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336566/original/005951400_1788166224-pexels-anntarazevich-5629138.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9340694/original/096958400_1788514411-rotan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9337890/original/028721700_1788261978-edfxzx.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9326731/original/044655800_1787034649-01M09H5EZC0CJF22ZHH9BPEA9C.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8263241/original/026820600_1781870752-Budidaya_Azolla_sebagai_Pakan_Alternatif.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9335142/original/082058400_1787912714-ASDFGHGFDDFCDX.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336522/original/062149400_1788164466-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4894943/original/055013900_1721287232-top-view-globe-world-map.jpg)