Apakah Garam Bisa Mengusir Ular? Ini Fakta Ilmiah dan Cara Ampuh Mencegahnya

18 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta Pertanyaan apakah garam bisa mengusir ular kembali ramai setiap kali reptil melata menyelinap ke dalam rumah. Kebiasaan menaburkan garam di depan pintu pun sudah diwariskan turun-temurun sebagai penangkal.

Namun, benarkah cara itu berhasil? Faktanya, klaim bahwa garam bisa mengusir ular tidak memiliki dasar ilmiah dan tergolong mitos.

Sebagaimana dikutip dari laman Dubawa, garam tidak terbukti sebagai penangkal ular karena tidak memiliki kandungan kimia yang memengaruhi tubuh reptil ini. Berbeda dengan siput atau lintah yang berlendir, kulit ular yang kering dan bersisik membuatnya tak terpengaruh taburan garam.

Apakah Garam Bisa Mengusir Ular? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Secara ilmiah, jawaban atas pertanyaan apakah garam bisa mengusir ular adalah tidak. Garam dapur merupakan senyawa natrium klorida (NaCl) yang ampuh untuk keperluan memasak, tetapi tidak memiliki daya tolak terhadap ular. Anggapan sebaliknya diduga lahir dari mitos ular takut garam yang beredar di masyarakat.

Kekeliruan ini berakar dari cara kerja garam terhadap hewan berlendir. Pada siput, keong, dan lintah, kristal garam menarik air keluar dari tubuh melalui efek osmosis sehingga hewan-hewan itu mengalami dehidrasi dan mati dalam hitungan menit. Banyak orang lalu mengira efek yang sama berlaku pada ular karena sama-sama melata.

Padahal, tubuh ular sangat berbeda. Sebagaimana dilaporkan Oddly Cute Pets, ular kerap dikira berlendir, padahal kulitnya justru kering dan terasa sejuk saat disentuh, sehingga taburan garam tidak berpengaruh sama sekali. Bahkan sejumlah spesies ular diketahui hidup nyaman di dataran garam kawasan gurun.

Dengan kata lain, menaburkan garam di sekeliling rumah adalah upaya yang sia-sia. Alih-alih membuat ular kabur, garam berlebih justru dapat mengganggu kondisi tanah dan tanaman. Karena itu, pertanyaan apakah garam bisa mengusir ular sudah semestinya dijawab dengan pemahaman yang benar.

Baca juga: Reaksi tak terduga ular dalam lingkaran garam

Mengapa Muncul Anggapan Ular Takut Garam?

Kepercayaan bahwa ular takut garam termasuk salah satu mitos tentang ular yang paling melekat, khususnya di daerah pedesaan. Mitos ini kemungkinan besar berasal dari generalisasi keliru; karena garam mematikan bagi siput dan lintah, orang menyimpulkan ular pun demikian. Padahal keduanya berasal dari kelompok hewan yang sama sekali berbeda.

Para ahli ular menegaskan hal serupa. Aji Rachmat, Ketua Yayasan SIOUX Ular Indonesia, menerangkan alasan mengapa mitos ini terus hidup, "Karena efek garam memunculkan rasa panas. Kalau kena tubuh ular, dianggapnya akan sakit."

Anggapan itu runtuh ketika diuji. Seperti yang diberitakan Zyax, tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan ular tidak mampu melintasi garis garam, dan penggunaan garam berlebihan malah berisiko merusak tanah serta tanaman di sekitarnya. Alat pengusir ultrasonik yang banyak dijual pun disebut tidak efektif karena ular hanya menangkap getaran dari tanah, bukan gelombang suara di udara.

Selain itu, indra penciuman ular bekerja jauh berbeda dari manusia. Hidung ular tidak terasa perih saat terpapar bau menyengat sebagaimana yang kita rasakan. Itulah sebabnya bahan berbau tajam sekalipun belum tentu membuat ular pergi, apalagi garam yang praktis tidak beraroma.

Baca juga: 10 trik menjaga halaman rumah agar tidak jadi sarang ular

Bukti Ilmiah dan Uji Coba Reaksi Ular Terhadap Garam

Sejumlah pengujian memperkuat kesimpulan bahwa garam tidak berpengaruh pada ular. Berdasarkan penelitian Universitas Gadjah Mada pada 2014, lima ekor ular sanca batik (Python reticulatus) diuji dengan dua metode, yaitu ditempatkan di dalam lingkaran garam dan ditaburi garam secara langsung. Hasilnya, ular di dalam lingkaran garam tetap bergerak menuju umpan tanpa menghiraukan garam, sementara ular yang ditaburi garam tidak menunjukkan reaksi menghindar sama sekali.

Temuan serupa muncul di luar negeri. Mengacu pada riset African Snakebite Institute, eksperimen terkontrol laboratorium herpetologi di Wits University menguji kapur barus, beragam tanaman, hingga penolak ular komersial, tetapi tidak satu pun terbukti mengusir ular. Kareem Yusuf, pengurus satwa di kebun binatang University of Ilorin, menuturkan, "Anda mungkin bisa membutakan ular dengan menuangkan garam ke matanya, tetapi tidak bisa menjauhkannya hanya dengan menaburkan garam di batas rumah."

Di Indonesia, pembuktian langsung juga dilakukan di taman reptil di Purbalingga, ketika seekor ular berbisa melintas leluasa melewati taburan garam yang mengelilinginya. Uji coba menaburkan garam untuk mengusir ular kobra pun memperlihatkan king kobra tetap tenang. Anggapan ular takut sama garam hanya mitos, faktanya ular tadi bisa melewati garam yang saya taburkan."

Yang menarik, bahan penolak bau justru bisa berbalik menarik ular. Percobaan pada ular garter menemukan bahwa ular yang lahir di dekat suatu zat penolak dapat menganggap aroma itu sebagai tanda tempat yang aman, sehingga malah mendekat. Bukti-bukti inilah yang membuat komunitas herpetologi sepakat bahwa belum ada bahan tunggal, termasuk garam, yang benar-benar ampuh mengusir ular.

Alasan Ular Masuk ke Rumah dan Pekarangan

Daripada bergantung pada garam, jauh lebih penting memahami kenapa ular bisa masuk rumah. Ular tidak datang tanpa alasan; kehadirannya hampir selalu dipicu faktor lingkungan yang menguntungkan bagi mereka.

Merujuk laporan InsectCop, ular tergolong "tamu musiman" yang menyelinap lewat celah yang sering luput dari perhatian, seperti ventilasi pengering, cerobong, sambungan fondasi, hingga celah di sekitar pipa. Berikut beberapa faktor utama yang mengundang ular:

  1. Ketersediaan mangsa. Tikus, katak, cicak, dan burung kecil adalah santapan favorit ular. Populasi tikus yang tinggi hampir pasti mengundang kehadiran ular.
  2. Tempat persembunyian. Tumpukan kayu, batu, daun kering, dan semak rimbun menjadi lokasi ideal ular untuk berlindung. Anda bisa mengenali tanda-tanda kehadiran ular dari kulit yang mengelupas atau kotorannya.
  3. Kelembapan dan sumber air. Ular menyukai area lembap dan sejuk. Genangan air serta saluran yang jarang dibersihkan menjadi daya tarik tersendiri.
  4. Suhu lingkungan. Sebagai hewan berdarah dingin, ular mencari tempat hangat saat dingin dan tempat teduh saat panas, termasuk sudut-sudut rumah.
  5. Celah dan lubang. Lubang seukuran dua jari saja sudah cukup bagi ular untuk masuk. Beberapa jenis ular kecil bahkan masuk lewat saluran air.
  6. Perubahan musim. Saat musim hujan atau banjir, habitat alami ular terganggu sehingga mereka mencari tempat kering dan aman di permukiman.

Baca juga: Ciri-ciri ular sawah yang sering masuk rumah

Cara Efektif Mengusir dan Mencegah Ular Tanpa Garam

Setelah memahami bahwa garam tidak berguna, langkah berikutnya adalah menerapkan metode yang benar-benar teruji. Prinsipnya sederhana, yaitu menghilangkan daya tarik sekaligus menutup akses masuk ular.

Dilansir dari House Digest, sebagian pemilik rumah memilih garam epsom (magnesium sulfat) karena aromanya yang menyengat diklaim mengganggu penciuman ular, meski klaim ini pun belum didukung bukti ilmiah yang kuat. Alih-alih mengandalkan satu bahan, kombinasikan langkah-langkah berikut:

  1. Rapikan halaman. Pangkas rumput secara rutin dan singkirkan tumpukan kayu maupun barang bekas. Simak cara praktis menghalau ular tanpa racun dengan menjaga kebersihan lingkungan.
  2. Tutup celah dan lubang. Gunakan busa pengembang, semen, atau kawat kasa untuk menutup retakan di dinding, pintu, dan ventilasi.
  3. Kendalikan populasi tikus. Dengan menghilangkan sumber makanan, ular kehilangan alasan untuk datang. Ini juga menjadi inti dari cara mengusir ular tanpa membunuh.
  4. Kelola area lembap. Perbaiki saluran air, hindari genangan, dan pastikan sirkulasi udara baik agar rumah tidak lembap.
  5. Pasang pagar anti ular. Kawat halus atau jaring logam yang ditanam ke dalam tanah efektif menghalangi ular masuk dari bagian bawah.
  6. Manfaatkan aroma yang teruji. Sebagaimana disampaikan USDA APHIS, minyak kayu manis, minyak cengkeh, dan eugenol termasuk bahan yang terbukti mampu mengusir ular. Anda juga bisa mencoba mengusir ular dengan bawang putih yang beraroma tajam.
  7. Tanam tumbuhan pengusir.Tanaman seperti serai wangi (lemongrass) lebih efektif karena aromanya, sementara Lidah Mertua lebih bersifat dekoratif dan sebaiknya tidak dibiarkan tumbuh terlalu rimbun agar tidak menjadi sarang
  8. Hubungi profesional. Jika ular berbisa atau berjumlah banyak, hubungi pemadam kebakaran atau jasa penanganan hama. Terapkan pula langkah agar ular tidak kembali lagi ke rumah.

Baca juga: Cara mencegah ular sawah masuk kandang ayam

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Garam Pengusir Ular

Apakah garam benar-benar bisa mengusir ular?

Tidak. Garam tidak memiliki efek mengusir maupun menyakiti ular karena tubuh ular bersisik dan kering, bukan berlendir seperti siput atau lintah. Menaburkan garam di sekitar rumah tidak akan mencegah ular masuk, sehingga pencegahan sebaiknya difokuskan pada kebersihan lingkungan dan penutupan celah.

Bau atau bahan apa yang tidak disukai ular?

Ular cenderung menghindari aroma tajam seperti minyak kayu manis, minyak cengkeh, eugenol, bawang putih, dan cuka. Meski begitu, efektivitasnya bersifat sementara dan perlu diulang, terutama setelah hujan. Beberapa bumbu dapur yang tidak disukai ular bisa dijadikan alternatif alami di rumah.

Apakah ular takut kapur barus?

Kapur barus atau naftalena kerap dianggap pengusir ular karena baunya menyengat, tetapi efektivitasnya masih diperdebatkan dan belum terbukti secara ilmiah. Uji coba terkontrol bahkan menunjukkan kapur barus gagal mengusir ular. Selain itu, penggunaannya perlu hati-hati karena berpotensi beracun bagi manusia dan hewan peliharaan.

Jadi, alih-alih menaruh harapan pada mitos lama, kunci utama mengatasi ular adalah menjaga kebersihan, menutup jalur masuk, dan mengendalikan populasi mangsanya. Dengan begitu, rumah tetap aman tanpa perlu bergantung pada garam yang terbukti tidak berpengaruh.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|