Benteng Garuda Makin Kukuh! Trio Elkan Baggott, Jay Idzes, Rizky Ridho Bikin Lawan Frustrasi di FIFA Series 2026

8 hours ago 4

Bola.com, Jakarta - Lini belakang Timnas Indonesia tampil luar biasa saat melumat Saint Kitts and Nevis dengan skor telak 4-0 pada laga FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jumat (27/3/2026) malam WIB.

Tak hanya tajam di lini depan, performa solid juga diperlihatkan sektor pertahanan yang dihuni trio Elkan Baggott, Jay Idzes, dan Rizky Ridho. Ketiganya jadi fondasi kokoh, membuat gawang Garuda nyaris tanpa ancaman sepanjang laga.

Legenda PSM Makassar, Luciano Leandro, memberikan analisis positif terhadap kinerja tiga bek tengah tersebut. Menurutnya, kombinasi Baggott, Idzes, dan Ridho menghadirkan keseimbangan ideal dalam sistem pertahanan.

"Performa trio Baggott, Idzes, dan Ridho tampil sangat solid dan memberikan rasa aman yang luar biasa di sektor pertahanan Timnas Indonesia," ujar Luciano kepada Bola.com, Sabtu (28/3/2026).

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Skema Tiga Bek yang Efisien

Dalam pertandingan ini, Timnas Indonesia mengandalkan skema tiga bek tengah. Strategi tersebut terbukti berjalan efektif, baik dalam meredam serangan lawan maupun saat memulai build-up dari lini belakang.

"Skema tiga bek tengah pada pertandingan ini sangat efisien, membuat pertahanan Timnas Indonesia hampir tidak bisa ditembus," ulas Luciano.

Ketiga pemain yang untuk kali pertama main bersama mampu menjalankan tugasnya dengan disiplin tinggi. Mereka tidak hanya fokus bertahan, namun juga aktif membantu distribusi bola ke lini tengah dan depan.

Trio BIR dipercaya tampil sejak menit awal. Rizky Ridho bermain penuh selama 90 menit, sementara Elkan Baggott dan Jay Idzes ditarik keluar pada babak kedua.

Peran Vital Masing-Masing Pemain

Lebih jauh, Luciano mengulas peran spesifik dari masing-masing pemain dalam sistem tersebut. Jay Idzes berfungsi sebagai pemimpin lini belakang yang memastikan organisasi pertahanan tetap terjaga.

"Idzes menjadi dirigen lini belakang yang memastikan organisasi pertahanan tetap rapi," kata pelatih asal Brasil tersebut.

Sementara itu, Elkan Baggott menunjukkan kualitasnya sebagai bek modern. Selain tangguh dalam duel udara, pemain berpostur 196 cm itu juga berperan penting dalam distribusi bola dari belakang.

"Baggott sangat kuat dalam duel udara dan efektif dalam membangun serangan (ball-playing defender). Kalau Ridho tampil sangat tenang serta sigap meski berkali-kali berada di bawah tekanan lawan," imbuh Luciano.

Comeback Manis Elkan Baggott

Laga ini juga menjadi momen spesial bagi Elkan Baggott. Bek jangkung tersebut akhirnya kembali tampil bersama Timnas Indonesia, setelah sempat absen lebih dari dua tahun dari skuad Garuda.

Penampilan bek Ipswich Town di Championship 2025/2026 tersebut langsung memberi dampak positif, terutama dalam menjaga kedalaman lini pertahanan serta membantu transisi permainan.

Dengan performa menjanjikan trio Baggott, Idzes, dan Ridho, lini belakang Garuda kini terlihat kian solid. Kalau konsistensi tetap terjaga, bukan tidak mungkin sektor ini bisa jadi salah satu kekuatan utama di turnamen-turnamen mendatang.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|