Cara Berkembang Biak Wortel secara Generatif dan Vegetatif Beserta Prosesnya

1 hour ago 1

Liputan6.com, Jakarta Cara berkembang biak wortel terbagi menjadi dua, yaitu secara generatif dan secara vegetatif. Pada jalur generatif, wortel menghasilkan biji melalui penyerbukan bunga, sedangkan jalur vegetatif memanfaatkan umbi akar.

Wortel tergolong tanaman dua musim yang baru berbunga dan menghasilkan biji pada tahun kedua. Memahami cara berkembang biak wortel sangat berguna bagi siapa pun yang ingin mulai menanam wortel dan menyemai benihnya sendiri di rumah.

Dilansir dari Organic Seed Alliance, wortel adalah tanaman dua musim atau biennial sehingga produksi benihnya mengikuti siklus reproduksi selama dua tahun. Sifat inilah yang membuat wortel jarang terlihat berbunga saat dibudidayakan untuk konsumsi.

Cara Berkembang Biak Wortel secara Generatif Melalui Biji

Cara berkembang biak wortel secara generatif berlangsung melalui perkawinan yang diawali penyerbukan bunga dan diakhiri dengan terbentuknya biji. Sama seperti cara tumbuhan berbunga berkembang biak pada umumnya, proses ini baru terjadi ketika wortel memasuki fase reproduksi di tahun kedua pertumbuhannya.

  1. Membesarkan Umbi di Tahun Pertama: Pada musim tanam pertama, wortel fokus menumbuhkan daun serta menyimpan cadangan makanan dalam umbi akar, dan belum ada bunga yang muncul sama sekali.

  2. Melewati Masa Dingin (Vernalisasi): Wortel membutuhkan periode suhu dingin untuk memicu pembungaan; tanpa isyarat dingin ini, tanaman akan tetap berada pada fase vegetatif.

  3. Muncul Tangkai Bunga (Bolting): Memasuki tahun kedua, tanaman menjulurkan tangkai tinggi yang berisi kumpulan bunga kecil berbentuk payung, dikenal dengan istilah umbel.

  4. Penyerbukan: Serbuk sari jatuh ke kepala putik dengan bantuan angin, air, manusia, dan terutama serangga seperti lebah dan lalat. Penyerbukan dapat berlangsung sendiri (dalam satu bunga) maupun silang antarbunga.

  5. Pembuahan dan Pembentukan Biji: Setelah penyerbukan, sperma dan sel telur melebur di dalam bakal buah sehingga terbentuk biji berukuran sangat kecil dengan permukaan berduri halus.

  6. Pematangan dan Penyemaian Biji: Biji dibiarkan matang hingga berwarna cokelat, lalu dikumpulkan dan disemai untuk menghasilkan tanaman wortel baru pada musim berikutnya.

Setiap bunga wortel memiliki kapasitas menghasilkan dua biji, dan penyerbukannya dapat terjadi sendiri maupun silang antarindividu, bahkan dengan spesies wortel lain. Mengacu pada riset yang dipublikasikan National Center for Biotechnology Information (NCBI), wortel memerlukan sejumlah jam dingin atau vernalisasi sebelum masuk ke tahap reproduksi, dan kebutuhan ini bergantung pada genotipe tanaman.

Cara Berkembang Biak Wortel secara Vegetatif dengan Umbi Akar

Selain lewat biji, cara berkembang biak wortel juga dapat berlangsung secara vegetatif alami melalui umbi akarnya tanpa proses perkawinan. Metode ini mengandalkan cadangan makanan yang tersimpan di dalam akar untuk memunculkan tunas baru.

  1. Memilih Umbi Akar yang Sehat: Pilih umbi wortel yang padat, segar, dan bebas dari tanda pembusukan sebagai sumber perbanyakan yang baik.

  2. Memahami Fungsi Umbi: Umbi akar adalah tempat penyimpanan cadangan makanan yang menjadi modal energi bagi tanaman untuk menumbuhkan tunas dan daun.

  3. Pertumbuhan Tunas Baru: Dari cadangan makanan tersebut, tumbuh tunas serta daun hijau baru di bagian pangkal atau mahkota umbi.

  4. Menanam Kembali: Bagian berumbi ditanam pada media yang gembur dan subur agar akar serta tunas berkembang optimal.

  5. Tanaman Induk Melemah: Setelah tunas baru tumbuh dan tanaman menyelesaikan proses berbiji, induknya akan layu, karena wortel tergolong tanaman semusim yang hanya berproduksi sekali.

Sebagaimana dilaporkan Kemdikbud, wortel termasuk tumbuhan yang berkembang biak dengan umbi akar, yaitu akar yang beralih fungsi menjadi tempat menyimpan cadangan makanan. Jenis perkembangbiakan ini serupa dengan perkembangbiakan vegetatif alami pada tanaman lain, meski jalurnya berbeda-beda, seperti singkong yang juga memakai umbi akar, pohon pisang dengan tunas, hingga jahe yang tumbuh dari rimpang.

Sebagaimana diungkapkan Michigan State University, reproduksi dan perbanyakan wortel pada dasarnya berlangsung melalui biji. Karena itu, jalur umbi akar lebih berperan untuk meregenerasi tunas dan tangkai bunga ketimbang membentuk umbi baru yang siap dikonsumsi, sehingga potongan wortel yang sudah dipanen tidak akan menumbuhkan umbi baru. Meski demikian, wortel tetap menjadi salah satu contoh tumbuhan yang bisa memunculkan tunas dari bagian tubuhnya sendiri.

Cara Memanen dan Menyimpan Benih Wortel agar Bisa Berkembang Biak

Bagi pekebun rumahan, cara berkembang biak wortel yang paling praktis untuk dilanjutkan adalah dengan memanen serta menyimpan benihnya sendiri dari tanaman tahun kedua. Cara ini memastikan pasokan benih tetap tersedia tanpa harus membeli berulang kali.

  1. Pilih Varietas Bersari Bebas: Gunakan varietas bersari bebas (open-pollinated) atau pusaka (heirloom), bukan hibrida F1, agar benih tumbuh sesuai dengan sifat induknya.

  2. Biarkan Melewati Musim Dingin: Sisakan beberapa umbi di tanah atau simpan lalu tanam ulang, sehingga tanaman mengalami vernalisasi dan mampu berbunga di musim berikutnya.

  3. Jaga Isolasi Tanaman: Jauhkan tanaman dari varietas wortel lain dan kerabat liarnya, Queen Anne's lace, agar tidak terjadi penyerbukan silang yang mengacaukan sifat benih.

  4. Tunggu Bunga Menjadi Kepala Biji: Biarkan umbel berbunga, diserbuki serangga, lalu perlahan mengering dan berubah warna menjadi cokelat.

  5. Panen dan Keringkan Biji: Potong kepala biji yang sudah kering, masukkan ke kantong kertas, lalu gosok atau remas untuk melepaskan biji dari tangkainya.

  6. Simpan dengan Benar: Keringkan biji selama satu hingga dua minggu, kemudian simpan di tempat sejuk, gelap, dan kering; daya kecambah benih wortel umumnya bertahan sekitar tiga tahun.

Merujuk Mother Earth News, wortel diserbuki serangga sehingga jarak isolasi antarvarietas yang dianjurkan berkisar 244 hingga 805 meter untuk menjaga kemurnian benih. Berdasarkan laporan Homes and Gardens, saat dibiarkan melewati musim dingin, tanaman wortel memasuki masa dorman lalu mengalami bolting pada musim semi dan memunculkan bunga yang akhirnya menjadi polong biji.

Jika ingin fokus memperbanyak tanaman untuk konsumsi, Anda tetap bisa menyemai benih ini dengan berbagai media, mulai dari menanam wortel dalam pot, memakai polybag, sampai trik sederhana dengan gulungan tisu toilet. Untuk yang penasaran memanfaatkan sisa dapur, ada pula cara menanam wortel dari bagian atasnya yang biasanya dibuang, meski hanya menghasilkan daun hijau, serta pilihan menanam wortel mini untuk panen lebih cepat.

Fakta Unik Seputar Perkembangbiakan Wortel

Di balik prosesnya yang tampak sederhana, perkembangbiakan wortel menyimpan sejumlah fakta menarik yang jarang diketahui. Berikut beberapa poin penting yang membedakan wortel dari sayuran lain.

  • Tanaman dua musim: Wortel bukan tanaman semusim murni maupun tahunan, melainkan biennial yang menuntaskan siklus hidupnya dalam dua musim tanam.

  • Butuh masa dingin: Bunga baru muncul setelah tanaman melewati periode dingin, sehingga di iklim hangat wortel sering dipanen sebelum sempat berbunga.

  • Bolting akibat stres: Cuaca panas, kekeringan, atau penanaman terlalu rapat dapat memicu wortel berbunga dini, yang membuat umbinya menjadi keras, berkayu, dan pahit.

  • Bunga berbentuk payung: Bunga wortel tersusun dalam kumpulan padat berbentuk payung yang disebut umbel, mirip dengan bunga adas dan seledri.

  • Buah tipe schizocarp: Buah wortel berupa schizocarp kering yang pecah menjadi dua bagian bermuatan satu biji, sehingga setiap bunga menghasilkan dua biji.

  • Diserbuki serangga: Wortel bergantung pada serangga seperti lebah dan lalat untuk memindahkan serbuk sari antarbunga.

  • Rentan menyilang: Wortel budidaya mudah menyilang dengan kerabat liarnya, Queen Anne's lace, yang secara ilmiah termasuk spesies yang sama.

  • Mati setelah berbiji: Setelah menyebarkan bijinya, tanaman wortel akan mati dan menyerahkan kelanjutan spesies kepada biji-biji tersebut. Satu tanaman saja bisa menghasilkan ratusan hingga sekitar seribu biji.

Di luar urusan reproduksi, wortel juga dikenal luas karena nilai gizinya. Dalam buku Buku Pintar Wortel (2015) karya Mira Lesmana disebutkan bahwa wortel kaya serat, antioksidan alami, dan beta-karoten. Kandungan inilah yang membuat manfaat wortel bagi kesehatan mata begitu populer, sekaligus membantu menurunkan kolesterol dan berat badan. Dengan memahami cara berkembang biak wortel sekaligus khasiatnya, Anda bisa lebih menghargai sayuran oranye ini, baik saat membudidayakan maupun menyantapnya sebagai bagian dari panen segar dari rumah.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Berkembang Biak Wortel

Wortel berkembang biak dengan cara apa?

Wortel berkembang biak dengan dua cara, yaitu generatif dan vegetatif. Secara generatif, wortel menghasilkan biji setelah bunganya mengalami penyerbukan dan pembuahan, sedangkan secara vegetatif alami wortel memanfaatkan umbi akar sebagai penyimpan cadangan makanan yang dapat menumbuhkan tunas baru.

Apakah wortel termasuk perkembangbiakan vegetatif atau generatif?

Keduanya. Dalam pelajaran sekolah di Indonesia, wortel kerap disebut berkembang biak vegetatif alami melalui umbi akar, tetapi secara botani wortel juga berkembang biak generatif melalui biji yang terbentuk dari bunga di tahun kedua. Jadi, wortel dapat digolongkan pada kedua jenis perkembangbiakan tersebut.

Apakah wortel bisa ditanam dari potongan wortel di dapur?

Potongan pangkal atau bagian atas wortel bisa ditanam kembali, tetapi umumnya hanya akan menumbuhkan daun hijau dan berpotensi berbunga, bukan membentuk umbi baru. Untuk mendapatkan umbi wortel utuh yang bisa dikonsumsi, cara paling andal tetaplah menanam dari biji atau benih.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|