Skoring TKA SMA 2026, Apa Bedanya dengan Sistem Nilai Tahun Sebelumnya?

1 hour ago 1

Liputan6.com, Jakarta - Skoring TKA SMA 2026 mengalami perubahan yang cukup mencolok dibandingkan pelaksanaan sebelumnya. Jika selama ini siswa lebih terbiasa melihat nilai dalam rentang 0 sampai 100, hasil Tes Kemampuan Akademik untuk jenjang SMA/MA/sederajat dan SMK/MAK pada 2026 akan dilaporkan menggunakan skala yang jauh berbeda. Perubahan ini membuat cara membaca hasil TKA juga perlu dipahami dengan lebih hati-hati agar angka yang muncul nantinya tidak salah ditafsirkan.

Skala baru ini bukan satu-satunya hal yang perlu dicermati. Hasil TKA juga akan dilengkapi kategori capaian kemampuan, sementara peserta dengan skor tertentu dapat memperoleh predikat Istimewa. Menariknya, perubahan rentang skor tersebut hanya berlaku untuk jenjang SMA dan sederajat. TKA jenjang SD dan SMP tetap menggunakan skala 0 sampai 100, sehingga sistem pelaporannya memang berbeda antartingkat pendidikan.

Perubahan Skoring TKA SMA 2026

Perubahan skoring TKA SMA 2026 tercantum dalam Keputusan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 56 Tahun 2026 tentang Pedoman Penyelenggaraan Tes Kemampuan Akademik dan Asesmen Nasional. Berdasarkan pedoman tersebut, hasil TKA untuk SMA/MA/sederajat serta SMK/MAK dilaporkan dalam rentang 200 hingga 800, dengan pembulatan sampai dua angka di belakang koma.

Artinya, peserta nantinya bisa mendapatkan hasil seperti 612,35 atau 734,20, bukan lagi angka dalam skala 0–100 seperti yang lebih familiar dalam penilaian sekolah. Skor terendah yang dilaporkan berada pada angka 200, sedangkan batas tertingginya adalah 800. Perubahan ini berlaku pada sistem pelaporan hasil TKA jenjang pendidikan menengah atas pada pelaksanaan 2026.

Karena skalanya berbeda, skor TKA 2026 juga tidak sebaiknya langsung dibaca seperti nilai ulangan sekolah. Sebagai contoh, skor 600 tidak otomatis bisa dianggap identik dengan nilai 75 pada skala 100. Pedoman menetapkan proses analisis respons, penilaian setiap mata uji, penggabungan hasil peserta, serta rentang pelaporan, tetapi tidak menyebut adanya rumus konversi linear sederhana dari skala 0–100 menuju 200–800 pada bagian penskoran tersebut.

Bagaimana Proses Penskoran Hasil TKA?

Pedoman penyelenggaraan TKA memberikan gambaran mengenai tahapan pengolahan hasil peserta. Proses dimulai dengan menganalisis respons atau jawaban peserta untuk seluruh mata uji. Setelah itu, dilakukan proses penilaian pada setiap mata uji yang dikerjakan oleh masing-masing peserta.

Nilai setiap mata uji kemudian diproses untuk peserta yang bersangkutan sebelum hasilnya dilaporkan menggunakan rentang sesuai jenjang pendidikan. Untuk peserta SMA/MA/sederajat dan SMK/MAK, hasil akhirnya berada pada skala 200–800 dan ditampilkan dengan pembulatan dua angka di belakang koma.

Yang perlu diperhatikan, pedoman tersebut tidak menyederhanakan penskoran menjadi sekadar jumlah jawaban benar lalu langsung diubah ke skala 200–800 melalui rumus yang bisa dihitung sendiri oleh peserta. Karena itu, siswa sebaiknya tidak buru-buru membuat simulasi konversi sendiri hanya berdasarkan jumlah soal benar tanpa mengetahui mekanisme pengolahan skor resmi yang digunakan.

Ada Tiga Kategori Capaian Hasil TKA

Angka bukan satu-satunya informasi yang perlu diperhatikan ketika membaca hasil TKA. Setelah hasil peserta diolah, capaian pada setiap mata uji juga dianalisis dan dikelompokkan ke dalam kategori kemampuan tertentu. Untuk TKA 2026, terdapat tiga kategori capaian yang digunakan, yakni Baik, Memadai, dan Kurang.

Keberadaan kategori tersebut membuat hasil TKA tidak berhenti pada deretan angka dalam skala 200–800. Skor numerik menunjukkan nilai yang diperoleh peserta, sedangkan kategori capaian memberikan informasi tambahan mengenai capaian kemampuan pada mata pelajaran yang diujikan. Karena penilaiannya dilakukan pada setiap mata uji, seorang peserta juga perlu memperhatikan hasil tiap mata pelajaran secara terpisah, bukan hanya berfokus pada satu angka tertentu.

Tiga kategori yang terdapat dalam hasil TKA adalah:

  1. Baik

    Baik merupakan salah satu kategori capaian yang digunakan dalam pelaporan hasil TKA. Ketika membaca sertifikat atau hasil TKA, kategori ini perlu dilihat bersama dengan skor mata uji yang bersangkutan agar gambaran hasil peserta tidak hanya didasarkan pada angka.

  2. Memadai

    Memadai menjadi kategori lain dalam pelaporan capaian TKA. Kategori tersebut menunjukkan bahwa sistem hasil TKA memang memberikan informasi berbentuk klasifikasi kemampuan selain skor numerik, sehingga peserta dapat melihat hasil setiap mata pelajaran dari dua informasi yang saling melengkapi.

  3. Kurang

    Kurang merupakan kategori capaian lainnya dalam hasil TKA. Sama seperti dua kategori sebelumnya, penyebutan kategori ini berkaitan dengan capaian pada mata uji tertentu dan sebaiknya dibaca bersama dengan skor yang tercantum pada hasil peserta.

Hal yang perlu diperhatikan adalah belum tepat jika siswa membuat sendiri patokan angka untuk ketiga kategori tersebut, misalnya menganggap skor tertentu otomatis masuk kategori Baik atau rentang tertentu pasti termasuk Memadai. Dalam ketentuan penskoran yang menjadi dasar perubahan TKA 2026, kategori Baik, Memadai, dan Kurang disebutkan, tetapi tidak disertai tabel sederhana yang menetapkan rentang 200–800 ke dalam tiga kelompok tersebut seperti pembagian nilai rapor.

Karena itu, contoh seperti “skor 600 berarti Memadai” atau “skor 700 pasti Baik” sebaiknya tidak digunakan apabila tidak merujuk pada ketentuan resmi yang secara spesifik menetapkan batas tersebut. Cara membaca seperti ini berpotensi menimbulkan salah pengertian karena sistem penskoran TKA tidak dijelaskan sebagai konversi langsung dari rentang angka ke kategori menggunakan pembagian sederhana.

Ada pula istilah predikat Istimewa yang perlu dibedakan dari tiga kategori capaian di atas. Pada jenjang SMA/MA/sederajat dan SMK/MAK, batas yang disebutkan secara tegas adalah skor minimal 725,00 pada masing-masing mata uji untuk memperoleh predikat Istimewa. Jadi, Baik, Memadai, dan Kurang merupakan kategori capaian, sedangkan Istimewa adalah predikat yang memiliki ketentuan skor tersendiri.

Saat hasil TKA diterima, siswa dapat membacanya dengan urutan sederhana berikut:

  • Periksa skor setiap mata uji, bukan hanya mencari satu angka yang dianggap mewakili seluruh hasil TKA.
  • Perhatikan kategori capaian yang menyertai hasil masing-masing mata pelajaran.
  • Jangan mengonversi sendiri skor 200–800 ke skala 0–100, karena keduanya menggunakan sistem pelaporan yang berbeda.
  • Periksa pencapaian skor 725,00 pada setiap mata uji apabila ingin mengetahui pemenuhan ketentuan predikat Istimewa.
  • Jangan menyamakan standar SMA dengan SD dan SMP, sebab kedua jenjang tersebut menggunakan skala nilai yang berbeda.

Dengan cara tersebut, hasil TKA bisa dibaca secara lebih utuh. Skor tetap menjadi informasi penting, tetapi angka tersebut bukan satu-satunya bagian yang diperhatikan dalam pelaporan. Kategori capaian dan ketentuan mengenai predikat Istimewa juga menjadi bagian yang perlu dibaca secara terpisah agar siswa maupun orang tua tidak keliru menafsirkan hasil tes.

Mata Pelajaran yang Masuk dalam TKA SMA

Peserta TKA jenjang SMA/MA/sederajat dan SMK/MAK tidak hanya mengerjakan satu mata pelajaran. Struktur TKA terdiri atas mata uji wajib dan mata uji pilihan. Mata pelajaran wajib dikerjakan seluruh peserta, sedangkan peserta juga mengikuti dua mata pelajaran pilihan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Secara sederhana, struktur mata uji TKA SMA dan sederajat dapat dilihat sebagai berikut:

  1. Bahasa Indonesia

    Bahasa Indonesia menjadi salah satu dari tiga mata pelajaran wajib dalam TKA. Artinya, mata uji ini harus diikuti peserta jenjang SMA/MA/sederajat maupun SMK/MAK yang mengikuti TKA.

  2. Matematika

    Matematika juga masuk kelompok mata pelajaran wajib. Nilainya akan menjadi salah satu hasil mata uji yang dilaporkan dalam sistem skoring TKA 2026.

  3. Bahasa Inggris

    Mata pelajaran wajib berikutnya adalah Bahasa Inggris. Dengan demikian, ketiga mata uji yang sama-sama wajib adalah Bahasa Indonesia, Matematika, dan Bahasa Inggris.

  4. Mata Pelajaran Pilihan Pertama

    Selain ketiga mata pelajaran wajib tersebut, peserta mengerjakan satu mata pelajaran pilihan sesuai ketentuan pemilihan mata uji TKA.

  5. Mata Pelajaran Pilihan Kedua

    Peserta kemudian mengikuti satu mata pelajaran pilihan lainnya sehingga secara keseluruhan terdapat dua mata uji pilihan yang dikerjakan selain tiga mata pelajaran wajib.

Dengan struktur tersebut, seorang peserta pada dasarnya perlu memperhatikan hasil dari lima mata uji, yang terdiri atas tiga mata pelajaran wajib dan dua mata pelajaran pilihan. Hasilnya tidak sebaiknya dipahami sebagai satu nilai tunggal yang menggambarkan keseluruhan kemampuan akademik karena skor dan capaian dilihat berdasarkan mata uji yang dikerjakan.

Kapan Hasil TKA SMA 2026 Diumumkan?

Pelaksanaan utama TKA dan Asesmen Nasional jenjang SMA/sederajat dijadwalkan berlangsung bertahap pada 26 Oktober hingga 8 November 2026. Sementara pelaksanaan susulannya berlangsung pada 16 hingga 29 November 2026. Jadwal tersebut didahului pendaftaran peserta pada 27 Juli–27 September serta simulasi pada 21–27 September 2026.

Hasil TKA SMA/SMK 2026 dijadwalkan diumumkan pada 23 Desember 2026. Pada pelaksanaan tahun ini, peserta juga disebut dapat mengakses hasilnya secara individu sehingga tidak hanya bergantung pada pengumuman yang diberikan pihak sekolah.

Saat hasil sudah tersedia, hal pertama yang sebaiknya diperhatikan adalah skor setiap mata uji dan kategori capaian yang menyertainya. Bila seluruh mata uji menunjukkan skor sedikitnya 725,00, peserta dapat mencermati apakah hasilnya memenuhi ketentuan predikat Istimewa.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Skoring TKA SMA 2026

1. Berapa skor tertinggi TKA SMA 2026?

Skor tertinggi yang dapat dilaporkan untuk TKA SMA/MA/sederajat dan SMK/MAK 2026 adalah 800.

2. Apakah skor 725 merupakan nilai tertinggi TKA?

Tidak. Skor 725,00 merupakan batas minimal untuk memperoleh predikat Istimewa pada masing-masing mata uji, sedangkan skor maksimal adalah 800.

3. Berapa rentang nilai TKA SMA 2026?

Hasil TKA SMA/MA/sederajat dan SMK/MAK dilaporkan dalam rentang 200 sampai 800 dengan pembulatan dua angka di belakang koma.

4. Apakah nilai TKA SMA masih menggunakan skala 0–100?

Tidak untuk jenjang SMA/MA dan SMK/MAK pada 2026. Skala 0–100 tetap digunakan untuk TKA jenjang SD/MI dan SMP/MTs.

5. Apakah nilai TKA menentukan kelulusan SMA?

Tidak. TKA bukan penentu kelulusan sekolah karena keputusan kelulusan tetap berada pada satuan pendidikan.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|