Cara Membuat Pot Galon Anti Becek untuk Alpukat, Akar Sehat dan Cepat Tumbuh

8 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Membuat pot galon anti becek untuk alpukat bisa menjadi solusi hemat dan praktis di rumah. Galon bekas 19 liter cukup kuat dijadikan wadah tanam, cocok untuk lahan sempit, dan membantu menjaga akar tetap sehat karena air tidak mudah menggenang.

Alpukat membutuhkan media tanam yang gembur dan memiliki drainase baik agar akar mendapat cukup oksigen. Lubang pada bagian samping bawah galon membantu air keluar lebih cepat, sehingga media tetap lembap tanpa menjadi terlalu basah atau memicu busuk akar.

Selain ramah lingkungan karena memanfaatkan barang bekas, pot galon anti becek juga mudah dipindahkan sesuai kebutuhan cahaya matahari. Dengan penyiraman teratur, media yang tepat, dan pemangkasan ringan, bibit alpukat dapat tumbuh subur di teras rumah. Berikut ini cara mudah membuatnya, oleh Liputan6.com, Jumat (31/7/2026).

Bahan Menanam Alpukat di Galon Bekas

Bahan

  • 1 galon bekas 19 liter
  • Solder/paku panas/bor kecil
  • Kerikil atau pecahan genteng
  • Tanah, sekam, dan kompos

1. Pilih dan siapkan galon bekas

Gunakan galon bekas 19 liter yang masih tebal dan tidak retak agar dapat dipakai dalam waktu lama. Cuci galon hingga bersih untuk menghilangkan sisa air atau kotoran yang menempel. Potong bagian atas sekitar 8–10 cm supaya mulut pot menjadi lebih lebar dan memudahkan saat memasukkan media tanam, menanam bibit, serta melakukan penyiraman dan pemupukan.

Galon yang sudah dipotong juga membuat sirkulasi udara di bagian atas media menjadi lebih baik. Jika ingin tampil lebih menarik, bagian luar galon bisa dicat atau dibungkus tali rami agar terlihat rapi saat diletakkan di teras rumah.

2. Buat sistem drainase anti becek

Kunci utama pot anti becek adalah drainase yang baik. Buat 6–8 lubang pada bagian samping bawah galon dengan diameter sekitar 1 cm, lalu tambahkan 3–4 lubang kecil di bagian dasar. Lubang samping membantu air keluar lebih cepat sehingga tidak menggenang terlalu lama di sekitar akar alpukat.

Setelah itu, letakkan galon di atas dua bata atau penyangga kayu setinggi kurang lebih 5 cm agar air dapat mengalir dengan lancar. Cara sederhana ini juga membantu mencegah bagian bawah pot terus-menerus lembap, mengurangi risiko tumbuh lumut, dan membuat akar mendapatkan oksigen yang cukup.

3. Susun lapisan dasar dan media tanam

Sebelum media dimasukkan, isi dasar galon dengan kerikil, batu kecil, atau pecahan genteng setebal sekitar 5 cm. Lapisan ini membantu memperlancar aliran air dan mencegah media menutup lubang drainase. Setelah itu, masukkan campuran tanah, sekam bakar atau sekam mentah, dan kompos dengan perbandingan 1:1:1.

Media seperti ini cukup gembur, ringan, dan mampu menahan kelembapan tanpa menjadi becek. Kompos memberikan unsur hara alami, sedangkan sekam membantu menjaga porositas media. Sisakan sekitar 5 cm dari bibir galon agar penyiraman tidak mudah meluap dan permukaan media tetap rapi.

4. Tanam bibit alpukat yang tepat

Pilih bibit alpukat sambung pucuk atau okulasi dengan tinggi sekitar 50–80 cm karena umumnya tumbuh lebih cepat dan lebih cepat berbuah dibandingkan bibit dari biji. Buat lubang tanam di tengah media, lalu masukkan bibit secara tegak dan padatkan media di sekeliling akar secara perlahan. Hindari menanam terlalu dalam karena dapat membuat pangkal batang mudah lembap.

Setelah penanaman selesai, siram hingga air keluar dari lubang samping sebagai tanda bahwa sistem drainase bekerja dengan baik. Letakkan tanaman di tempat yang mendapat sinar matahari pagi agar bibit dapat beradaptasi tanpa stres berlebihan.

5. Atur penyiraman agar akar tetap sehat

Penyiraman yang tepat sangat penting untuk alpukat dalam pot. Jangan menyiram setiap hari jika media masih terasa lembap. Cara mudah mengeceknya adalah dengan memasukkan jari sekitar 3 cm ke dalam media; jika masih dingin dan lembap, penyiraman bisa ditunda.

Pada musim kemarau, biasanya cukup disiram dua atau tiga hari sekali tergantung cuaca dan ukuran tanaman. Siram perlahan hingga air keluar dari lubang drainase, lalu hentikan. Hindari genangan air di bawah pot karena dapat meningkatkan kelembapan berlebih. Dengan pola penyiraman seperti ini, akar alpukat akan tumbuh lebih kuat dan tidak mudah busuk.

6. Beri pupuk secara rutin dan seimbang

Sekitar satu bulan setelah tanam, berikan pupuk NPK sebanyak satu sendok makan yang ditaburkan melingkar dengan jarak beberapa sentimeter dari batang utama. Selain pupuk kimia, tambahkan kompos atau pupuk kandang matang setiap dua hingga tiga bulan untuk menjaga kesuburan media.

Unsur hara organik membantu memperbaiki struktur media sehingga tetap gembur dan tidak mudah memadat. Jika daun terlihat pucat, tambahkan pupuk organik cair sesuai dosis anjuran. Pemupukan rutin akan mendukung pertumbuhan akar, batang, dan daun secara seimbang sehingga bibit alpukat lebih cepat besar meski ditanam dalam galon bekas.

7. Lakukan pemangkasan dan perawatan lanjutan

Saat tinggi tanaman mencapai sekitar satu meter, pangkas pucuk utama untuk merangsang pertumbuhan cabang samping. Cabang yang terlalu rapat, kering, atau tumbuh ke arah dalam sebaiknya dipotong agar sirkulasi udara lebih baik dan tanaman tidak mudah terserang penyakit.

Bersihkan gulma atau lumut yang muncul di permukaan media secara berkala. Karena akar akan terus berkembang, periksa kondisi galon setiap beberapa bulan. Jika akar mulai memenuhi wadah dan pertumbuhan melambat, tanaman dapat dipindahkan ke pot yang lebih besar. Perawatan sederhana namun rutin akan membuat alpukat tetap sehat, rapi, dan berpotensi tumbuh produktif di rumah.

Pertanyaan Seputar Membuat Pot Galon Anti Becek untuk Alpukat

Apakah galon bekas 19 liter cocok untuk menanam alpukat?

Cocok untuk pembesaran bibit alpukat, terutama jenis sambung pucuk, sebelum dipindah ke pot lebih besar.

Mengapa pot galon perlu dibuat anti becek?

Agar air tidak menggenang terlalu lama dan akar alpukat tidak mudah membusuk karena kekurangan oksigen.

Di mana posisi lubang drainase yang paling baik?

Buat lubang pada bagian samping bawah galon dan tambahkan beberapa lubang kecil di dasar pot.

Seberapa sering alpukat dalam galon perlu disiram?

Siram saat media mulai mengering; umumnya dua hingga tiga hari sekali tergantung cuaca dan kelembapan.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|