:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346759/original/089827900_1789202495-cdb55bd1-dc43-4b84-a0f5-e7bb0a75cc9a.jpg)
Perbesar
Liputan6.com, Jakarta - Setiap hari, dapur rumah tangga menghasilkan sampah organik yang berakhir begitu saja di tempat sampah. Salah satunya kulit pisang, bahan yang sebenarnya bisa diolah menjadi nutrisi untuk tanaman. Banyak orang belum tahu cara membuat pupuk kulit pisang tanpa bau menyengat, padahal caranya sederhana dan bisa dipraktikkan di rumah tanpa alat khusus dan tanpa biaya tambahan.
Riset dari luar negeri menyebut kulit pisang mengandung kalium dan mineral yang dibutuhkan tanaman untuk tumbuh dengan baik. Mengutip dari situs PlantCareToday, kulit pisang menambah kandungan kalium, magnesium, fosfor, dan kalsium pada tanah tempat tanaman berada. Kandungan itu membantu akar tumbuh kuat dan bunga pada tanaman mekar lebih baik dibandingkan dengan tanaman tanpa tambahan nutrisi alami ini.
Sayangnya, proses mengolah kulit pisang sering menimbulkan bau tidak sedap jika dilakukan sembarangan, terutama lewat cara merendamnya dalam air tertutup rapat. Artikel ini akan membahas cara membuat pupuk kulit pisang tanpa bau menyengat, mulai dari persiapan bahan sampai cara memakainya pada tanaman di rumah dengan hasil yang tetap maksimal. Simak langkah lengkapnya berikut ini yang telah dilansir oleh Liputan6.com dari berbagai sumber, Sabtu (12/9/2026).
Siapkan dan Cuci Kulit Pisang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346760/original/094653600_1789202495-8260c9e4-0dcf-4511-89a7-6010bb885325.jpg)
Perbesar
Langkah pertama dimulai dari memilih kulit pisang yang masih segar, bukan yang sudah membusuk atau berjamur karena kualitasnya sudah menurun. Kulit pisang segar lebih mudah diolah dan hasil akhirnya lebih bersih dari kuman penyebab bau tidak sedap. Kumpulkan kulit pisang setiap kali habis makan buah ini dan simpan sementara di wadah terbuka agar tidak lembap.
Cuci kulit pisang dengan air bersih untuk menghilangkan getah dan sisa kotoran yang menempel di permukaannya. Getah pisang inilah yang sering jadi sumber bau apabila dibiarkan menempel lalu diproses dalam kondisi lembap dan tertutup. Pastikan kulit pisang benar-benar bersih dan kering permukaannya sebelum masuk ke tahap pemotongan dan pengeringan berikutnya.
Setelah dicuci dan ditiriskan, potong kulit pisang menjadi bagian-bagian kecil menggunakan pisau atau gunting dapur yang bersih. Potongan kecil membuat proses pengeringan berjalan lebih cepat dan hasilnya lebih merata di setiap bagian. Tahap pemotongan ini juga memudahkan proses penghalusan pada langkah selanjutnya sehingga tekstur bubuk yang dihasilkan menjadi lebih halus, seragam, dan mudah dicampur ke media tanam.
Keringkan Kulit Pisang agar Tidak Berbau
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346761/original/099259900_1789202495-ca372606-5ceb-4825-a322-98201bd57d9c.jpg)
Perbesar
Sumber bau menyengat pada pupuk kulit pisang biasanya muncul dari proses basah, seperti merendam kulit pisang dalam air yang tertutup rapat tanpa sirkulasi udara. Cara ini memicu pembusukan tanpa oksigen yang menghasilkan gas berbau tajam dan mengganggu. Mengeringkan kulit pisang lebih dulu menjadi cara paling ampuh untuk menghindari masalah bau tersebut sejak awal proses.
Jemur potongan kulit pisang di bawah sinar matahari langsung selama dua sampai tiga hari, dibolak-balik setiap beberapa jam agar kering merata di seluruh bagian. Kalau cuaca sedang mendung atau hujan, kulit pisang bisa dikeringkan memakai oven dengan suhu rendah selama beberapa jam sampai teksturnya benar-benar kering dan terasa renyah saat dipegang.
Kulit pisang yang sudah kering sempurna tidak lagi mengandung kelembapan tinggi, sehingga bakteri pembusuk sulit berkembang biak di dalamnya. Tahap pengeringan ini menjadi kunci utama dalam proses pembuatan pupuk kulit pisang tanpa bau menyengat, sekaligus membuat pupuk bisa disimpan lebih lama tanpa risiko berjamur atau berbau tidak sedap sama sekali kemudian.
Haluskan Kulit Pisang yang Sudah Kering
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346762/original/003820900_1789202496-96b67984-ebfe-4e7e-9630-cfee5725db4f.jpg)
Perbesar
Kulit pisang kering selanjutnya dihaluskan menjadi bubuk menggunakan blender kering atau ditumbuk secara manual sampai teksturnya benar-benar lembut. Bentuk bubuk membuat pupuk lebih mudah diserap tanah dan lebih praktis disimpan dibanding kulit pisang yang masih utuh. Proses penghalusan ini juga mempercepat penguraian nutrisi saat pupuk masuk ke media tanam nantinya.
Ayak hasil tumbukan atau blenderan tersebut untuk memisahkan bagian yang masih terasa kasar di dalamnya. Bagian kasar bisa dihaluskan ulang supaya hasil akhirnya seragam dan tidak menggumpal saat disimpan. Bubuk kulit pisang yang halus lebih cepat larut dan lebih mudah bercampur dengan tanah atau media tanam lainnya, terutama pada tanaman pot yang media tanamnya terbatas.
Simpan bubuk kulit pisang di wadah kering sebelum benar-benar digunakan pada tanaman di rumah. Pastikan tidak ada sisa kelembapan saat proses penghalusan berlangsung, karena kelembapan yang tersisa berpotensi memunculkan bau tidak sedap setelah beberapa hari masa penyimpanan berjalan. Periksa juga wadah penyimpanan secara berkala agar bubuk tetap kering dan siap dipakai kapan saja.
Simpan dalam Wadah Tertutup Rapat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346763/original/008404100_1789202496-5347a49e-181a-4f9a-aeb9-b764cbc13d0d.jpg)
Perbesar
Setelah menjadi bubuk, pupuk kulit pisang perlu disimpan di wadah kedap udara seperti toples kaca atau plastik yang bertutup rapat. Wadah tertutup mencegah bubuk menyerap kelembapan dari udara di sekitarnya yang bisa memicu munculnya jamur dan bau tidak sedap kembali setelah beberapa waktu penyimpanan, terutama di daerah dengan kelembapan udara tinggi.
Simpan wadah di tempat yang kering dan sejuk, jauh dari sinar matahari langsung serta area lembap seperti dekat wastafel dapur. Beri label tanggal pembuatan pada wadah supaya lebih mudah memantau masa pemakaian pupuk ke depannya. Cara ini juga membantu mengingatkan kapan waktunya membuat stok bubuk kulit pisang yang baru lagi.
Dengan penyimpanan yang tepat, pupuk kulit pisang bubuk bisa bertahan beberapa bulan tanpa kehilangan manfaat dan tanpa menimbulkan bau menyengat sedikit pun. Pupuk ini siap dipakai kapan saja tanaman membutuhkan tambahan nutrisi alami, baik untuk tanaman di pot maupun tanaman yang ditanam langsung di halaman rumah, sehingga tanaman tumbuh lebih subur secara alami.
Cara Menggunakan Pupuk Kulit Pisang di Tanaman
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346764/original/013170100_1789202496-a3959e83-79e7-4b8d-b97e-35c153e4161c.jpg)
Perbesar
Taburkan bubuk kulit pisang tipis-tipis di sekitar area akar tanaman, lalu tutup dengan sedikit tanah agar tidak terbawa angin atau air hujan. Cara ini cocok dipakai untuk tanaman dalam pot maupun tanaman yang ditanam langsung di halaman rumah, tanpa perlu alat tambahan apa pun selain tangan dan sedikit ketelatenan saja.
Selain ditabur langsung, bubuk kulit pisang juga bisa dicampur ke media tanam baru sebelum bibit dipindahkan ke pot atau lahan. Campuran ini membantu tanah lebih subur sejak awal masa tanam berlangsung. Aduk rata bubuk dengan tanah supaya nutrisi tersebar merata ke seluruh bagian media tanam yang dipakai, sehingga akar tanaman muda cepat mendapat asupan nutrisi tambahan.
Berikan pupuk kulit pisang setiap dua sampai empat minggu sekali, tidak perlu setiap hari agar tanah tidak jenuh. Pemberian yang terlalu sering justru membuat tanah kelebihan nutrisi tertentu dan bisa mengganggu pertumbuhan akar. Perhatikan respons tanaman setelah pemupukan agar takarannya bisa disesuaikan dengan kebutuhan tanaman itu sendiri, terutama saat musim kemarau atau musim hujan yang berbeda kondisinya.
Pertanyaan Seputar Cara Membuat Pupuk Kulit Pisang Tanpa Bau Menyengat
Kenapa pupuk kulit pisang bisa berbau menyengat?
Bau menyengat muncul saat kulit pisang direndam air dalam kondisi basah dan tertutup rapat, sehingga proses pembusukan berjalan tanpa udara yang cukup.
Berapa lama kulit pisang kering bisa disimpan?
Kulit pisang yang sudah kering sempurna dan disimpan di wadah tertutup bisa bertahan beberapa bulan tanpa berbau atau berjamur.
Apakah pupuk kulit pisang cocok untuk semua tanaman?
Pupuk ini paling cocok untuk tanaman berbunga dan berbuah karena kandungan kaliumnya, seperti cabai, tomat, dan mawar.
Apakah kulit pisang perlu dicuci sebelum diolah?
Ya, kulit pisang perlu dicuci untuk menghilangkan getah dan sisa kotoran sebelum masuk tahap pengeringan.
Berapa kali pupuk kulit pisang diberikan ke tanaman?
Pupuk kulit pisang cukup diberikan dua sampai empat minggu sekali agar tanah tidak kelebihan nutrisi.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

5 hours ago
3
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9346810/original/003884700_1789206379-rambutan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5858395/original/025445100_1778759366-IMG-20260514-WA0042.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9346789/original/070184300_1789203645-WhatsApp_Image_2026-09-12_at_3.49.42_PM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4045221/original/061689600_1654591605-Karyawan_Outsourcing.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/9346670/original/005935500_1789192496-WhatsApp_Image_2026-09-12_at_12.47.21.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5091614/original/088071700_1736698567-f6d64492-5fbd-4817-9c7d-b0d28fef0d1d.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3240588/original/091170900_1600318536-20200917-Warga-Curug-Terima-Bantuan-Langsung-Tunai-Dana-Desa-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9346697/original/096049500_1789194008-1000988829.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5275549/original/013357600_1751882333-pexels-niranjan-t-g-56677497-7906305.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453590/original/051736500_1766482161-Ide_Usaha_di_Depan_Rumah_untuk_Bapak-bapak_Tanpa_Modal_Yakni_Jualan_Barang_Bekas_Online.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9324525/original/042101700_1786715432-psim_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3225375/original/009280500_1598957875-Bhayangkara_FC_-_Ilustrasi_Logo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9339351/original/008069800_1788413015-jeppe-vadgaard-PnFgNgCkBXY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5520906/original/099504000_1772664978-burung_puy.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9346617/original/057018000_1789185843-2x3_3a.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9346604/original/067300500_1789184967-ce678fab-a7fc-49fc-b3c0-d80076a83212.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5553920/original/028604900_1776054532-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9346593/original/014922000_1789183781-HL_Rumah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9346548/original/015807200_1789180093-Indonesian_Village_Kitchen.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336541/original/057810300_1788165256-2150700358.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9325772/original/012824000_1786935429-WhatsApp_Image_2026-08-17_at_09.51.49__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336339/original/036670800_1788155727-11bf7afb-d0ee-47d2-a46c-72a1c9954b40.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336360/original/068351100_1788156938-Gemini_Generated_Image_vgh6gmvgh6gmvgh6__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9340881/original/091999400_1788528140-borneo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336388/original/070866500_1788159552-051f86cb-0545-4991-a7f1-c5730be5aaaf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4242270/original/090051000_1669625532-043199800_1645433192-kevin-wolf-LgZfYaH6OAU-unsplash_Fotor.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336595/original/083266200_1788167124-f7575cef-c1ce-4105-bb37-74f1cfe3b27c.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5193002/original/077128400_1745210638-Dean_Zandbergen_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9335997/original/062436600_1788086219-persib.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5495753/original/010090000_1770427969-persib_vs_malut-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336566/original/005951400_1788166224-pexels-anntarazevich-5629138.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6202765/original/030351500_1779081726-Screenshot_2026-05-18_122019.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9340694/original/096958400_1788514411-rotan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9337890/original/028721700_1788261978-edfxzx.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9326731/original/044655800_1787034649-01M09H5EZC0CJF22ZHH9BPEA9C.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4922986/original/030767500_1724131220-WhatsApp_Image_2024-08-19_at_11.21.08_af746275.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8263241/original/026820600_1781870752-Budidaya_Azolla_sebagai_Pakan_Alternatif.jpeg)