Liputan6.com, Jakarta - Belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi) merupakan tanaman tropis yang dikenal karena buahnya yang sangat asam. Meski buahnya nyaris tidak bisa dinikmati, namun tanaman ini memiliki banyak manfaat dalam kuliner dan memiliki khasiat untuk kesehatan.
Menanam belimbing wuluh dalam pot menjadi pilihan menarik bagi mereka yang ingin memiliki tanaman produktif di lahan terbatas. Perawatannya pun terbilang sederhana dan belimbing wuluh bisa berbuah lebat sepanjang tahun. Saat dipanen buah ini bisa langsung dimanfaatkan, tanpa harus repot-repot mengolahnya secara khusus.
Memiliki belimbing wuluh di rumah bisa jadi salah satu cara untuk mempercantik lingkungan, sekaligus menyediakan bahan alami untuk kebutuhan dapur dan pengobatan tradisional. Bila tertarik, simak cara menanam, manfaat hingga fakta menarik lainnya seputar belimbing wuluh, dihadirkan Liputan6, Minggu (11/1).
Langkah-langkah Menanam Belimbing Wuluh di Pot dengan Mudah
Menanam belimbing wuluh dalam pot memerlukan beberapa langkah persiapan dan penanaman yang cermat agar tanaman dapat tumbuh optimal. Proses ini bisa Anda mulai dari:
1. Pemilihan Bibit hingga Penempatan di Media Tanam Harus Sesuai.
- Pemilihan bibit merupakan langkah awal yang menentukan keberhasilan penanaman belimbing wuluh. Bibit dapat diperoleh dari biji atau melalui metode stek batang. Jika menggunakan biji, biji perlu disemai terlebih dahulu hingga tumbuh menjadi bibit dengan tinggi sekitar 20-30 cm sebelum dipindahkan ke pot.
2. Metode Stek Batang
- Metode stek batang sering menjadi pilihan karena dapat mempercepat proses pembuahan. Pilih batang yang sudah tua, berdiameter 1-2 cm, dan memiliki 3-4 mata tunas. Media tanam yang baik adalah kunci pertumbuhan belimbing wuluh dalam pot. Tanaman ini menyukai tanah yang gembur, subur, dan kaya unsur hara. Campuran tanah taman, kompos, dan sedikit pasir dengan perbandingan 1:1:1 dapat digunakan untuk memastikan media tanam tidak terlalu padat dan memiliki drainase yang baik.
3. Proses Penanaman harus Hati-Hati
- Masukkan media tanam ke dalam pot, kemudian letakkan bibit belimbing wuluh dengan hati-hati, memastikan tanah tidak lepas dari akar bibit. Tancapkan batang stek ke dalam media tanam yang sudah disiapkan, lalu padatkan tanah di sekitarnya agar bibit berdiri tegak dan tidak goyah. Setelah penanaman, siram bibit dengan air secukupnya untuk menjaga kelembapan tanah.
Cara Merawat Pohon Belimbing Wuluh
Perawatan yang konsisten dan tepat merupakan faktor penting untuk memastikan pohon belimbing wuluh dalam pot dapat tumbuh sehat, berbuah lebat, dan berkesinambungan. Berikut panduan merawat pohon belimbing wuluh:
1. Wajib Disiram Satu sampai Dua Kali Sehari
- Penyiraman merupakan bagian penting dalam perawatan belimbing wuluh, terutama saat ditanam dalam pot. Lakukan penyiraman secara teratur, satu hingga dua kali sehari pada pagi dan sore hari, khususnya saat musim kemarau.
2. Pastikan Tanah Tetap Lembap
- Penting untuk menjaga kelembapan tanah, namun hindari genangan air karena dapat menyebabkan busuk akar. Hal ini bisa Anda kontrol saat proses penyiraman berlangsung dengan tidak menggelontorkan banyak air.
3. Teknik Pemupukan
- Pemberian nutrisi melalui pemupukan sangat dibutuhkan oleh belimbing wuluh agar dapat berbuah lebat. Pemupukan pertama dapat dilakukan sekitar tiga minggu setelah penanaman. Gunakan pupuk organik atau pupuk kandang secara rutin untuk menjaga kesuburan tanah. Untuk merangsang pembungaan dan pembuahan, berikan pupuk yang kaya unsur fosfor (P). Pemupukan NPK sekitar 5 gram setiap tiga bulan sekali juga dapat diberikan dengan menaburkannya di sekitar batang pohon, lalu disiram dengan air bersih.
4. Dipangkas Secara Berkala
- Pemangkasan cabang secara berkala diperlukan untuk membentuk tajuk tanaman, merangsang pembungaan, dan mempermudah panen. Pangkas tunas air, daun yang tidak produktif, serta ranting yang sakit atau terlalu rapat agar sirkulasi udara dan paparan sinar matahari optimal.
5. Jangan Abai Terhadap Hama
- Meskipun belimbing wuluh relatif tahan hama, pengawasan tetap diperlukan untuk mencegah serangan kutu daun dan ulat. Pengendalian hama dapat dilakukan secara alami, misalnya dengan memangkas bagian yang terserang atau menggunakan pestisida nabati dari perasan daun belimbing wuluh itu sendiri.
Berapa Lama Belimbing Wuluh Bisa Panen Setelah Ditanam?
Waktu panen belimbing wuluh setelah penanaman dapat bervariasi, tergantung pada metode pembibitan dan kondisi lingkungan. Umumnya, tanaman belimbing wuluh yang ditanam dari biji akan membutuhkan waktu lebih lama untuk berbuah dibandingkan dengan bibit hasil stek atau cangkok. Bibit belimbing wuluh hasil cangkok atau stek cenderung lebih cepat berbuah, seringkali dalam waktu yang relatif singkat setelah penanaman.
Dengan perawatan yang baik, tanaman belimbing wuluh dapat berbuah sepanjang tahun. Secara umum, buah belimbing wuluh dapat dipanen sekitar 60-75 hari setelah bunga mekar.
Pada dataran rendah dengan iklim basah, waktu memetik buah bisa sekitar 35 hingga 60 hari setelah pembungkusan buah, atau 65 hingga 90 hari setelah bunga mekar. Tingkat keberhasilan panen juga sangat dipengaruhi oleh cara budidaya dan pemeliharaan yang tepat, serta kondisi lingkungan sekitar tanaman.
Ciri Belimbing Wuluh yang Sudah Matang
Mengenali ciri-ciri buah belimbing wuluh yang siap panen adalah penting untuk mendapatkan kualitas buah yang optimal. Ketika belimbing wuluh siap dipetik dari pohon, ada beberapa tanda yang dapat diperhatikan:
1. Warnanya Tidak Lagi Hijau
- Terjadi perubahan warna pada kulit buah. Saat masih muda, buah belimbing wuluh berwarna hijau, namun ketika matang, warnanya akan berubah menjadi kuning pucat atau kuning cerah.
2. Ukuran Belimbing Wuluh Mulai Membesar
- Selain perubahan warna, ukuran buah juga menjadi indikator kesiapan panen. Buah yang sudah matang akan mencapai ukuran penuhnya, biasanya sekitar 4-10 cm panjangnya.
3. Terdapat Banyak Air saat Ditekan
- Kulit buah akan terlihat mengkilap dan daging buahnya terasa berair. Pemanenan dilakukan dengan memotong tangkai buah menggunakan alat yang bersih untuk menghindari kerusakan pada buah dan tanaman.
Cocok untuk Bumbu Masakan
Belimbing wuluh memiliki rasa asam yang khas, menjadikannya bahan serbaguna dalam dunia kuliner Indonesia. Buah ini tidak hanya memberikan sentuhan rasa segar pada hidangan, tetapi juga dapat meningkatkan cita rasa masakan secara keseluruhan. Dalam masakan tradisional, belimbing wuluh sering dimanfaatkan sebagai penyedap alami.
Buah ini menjadi bahan penting dalam berbagai hidangan seperti sayur asem, garang asem, pepes, sambal, dan gulai ikan. Rasa asamnya dapat menggantikan asam jawa atau tomat dalam beberapa resep, memberikan profil rasa yang unik dan menyegarkan. Selain sebagai bumbu masakan, belimbing wuluh juga cocok sebagai tambahan dalam rujak atau diolah menjadi minuman menyegarkan seperti jus.
Meskipun jarang dimakan mentah secara langsung karena rasa asamnya yang kuat, pengolahan yang tepat dapat mengubahnya menjadi hidangan atau minuman yang nikmat. Belimbing wuluh menawarkan banyak manfaat dalam dunia kuliner dan kesehatan.
Bisa Jadi Apotek Hidup di Rumah
Mengutip situs Pustaka Bppsdmp Kementerian Pertanian RI, belimbing wuluh tidak hanya berguna di dapur, tetapi juga memiliki beragam khasiat kesehatan yang menjadikannya bagian penting dari apotek hidup di rumah. Kandungan nutrisi dan senyawa aktif di dalamnya memberikan manfaat untuk menjaga kesehatan tubuh. Buah belimbing wuluh mengandung vitamin C, vitamin A, vitamin B, protein, kalsium, fosfor, dan serat.
Selain itu, belimbing wuluh juga kaya akan antioksidan seperti flavonoid, saponin, dan tanin. Kandungan-kandungan ini berperan dalam meningkatkan daya tahan tubuh dan telah digunakan dalam pengobatan tradisional untuk mengatasi berbagai keluhan seperti batuk, sariawan hingga kencing manis. Daunnya mengandung flavonoid yang berfungsi sebagai antioksidan dan antidiabetes, sementara bunganya berpotensi sebagai obat demam tifoid. Ekstrak etanol dari kulit batangnya juga memiliki aktivitas antibakteri.
Selain itu, dalam JDHT Journal of Dental Hygiene and Therapy berjudul "Pengaruh Rebusan Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa Bilimbilinn) Terhadap pH Saliva" disebutkan bahwa khasiatnya bisa untuk menghilangkan dan mencegah penumpukan plak penyebab karies gigi.
Senyawa flavonoid dan tanin merupakan antioksidan yang bisa mengendalikan aktivitas gyikolysis dan glucosyltransferase pada bakteri sehingga pembentukan plak terhambat di gigi. Caranya adalah dengan berkumur dengan menggunakan air rebusan belimbing wuluh secara teratur.
Di Mana Sebaiknya Menanam Belimbing Wuluh?
Penentuan lokasi penanaman belimbing wuluh di sekitar rumah memiliki peran penting dalam memastikan pertumbuhan tanaman yang optimal. Belimbing wuluh merupakan tanaman tropis yang membutuhkan paparan sinar matahari penuh. Oleh karena itu, pilihlah lokasi yang mendapatkan sinar matahari setidaknya 6-8 jam sehari.
Penempatan di area terbuka yang tidak terhalang bangunan atau pohon lain akan memastikan tanaman menerima cahaya yang cukup untuk fotosintesis. Selain sinar matahari, kondisi tanah juga perlu diperhatikan. Belimbing wuluh tumbuh baik di tanah yang gembur, kaya bahan organik, dan memiliki drainase yang baik.
Jika ditanam di pekarangan, pastikan tanah digemburkan dan ditambahkan kompos atau pupuk kandang. Jika menanam dalam pot, pastikan pot memiliki lubang drainase yang memadai untuk mencegah genangan air. Memanfaatkan lahan kosong di pekarangan rumah untuk menanam belimbing wuluh juga merupakan langkah penghijauan yang memberikan manfaat ganda.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik
Q: Apakah belimbing wuluh bisa ditanam dalam pot?
A: Ya, belimbing wuluh dapat ditanam dalam pot dengan diameter minimal 40 cm.
Q: Berapa kali sehari belimbing wuluh harus disiram?
A: Belimbing wuluh yang ditanam dalam pot perlu disiram satu hingga dua kali sehari.
Q: Pupuk apa yang bagus untuk belimbing wuluh agar cepat berbuah?
A: Pupuk yang kaya unsur fosfor dan pupuk organik baik untuk belimbing wuluh.
Q: Apa saja manfaat belimbing wuluh untuk kesehatan?
A: Belimbing wuluh membantu mengatasi kolesterol, asam urat, dan diabetes melitus.
Q: Bagaimana cara mengatasi hama pada belimbing wuluh?
A: Pengendalian hama dapat dilakukan dengan memangkas bagian yang terserang atau menggunakan pestisida nabati.

8 hours ago
4
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469376/original/030336900_1768114724-desain_akuaponik_untuk_lahan_sempit.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469391/original/094098600_1768115504-kacang_panjang__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469506/original/015105800_1768124481-liga_ts_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469364/original/017262000_1768114044-desain_kandang_ayam_umbaran.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5451241/original/086350500_1766245286-j6mp2khd.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469342/original/053666500_1768110776-model_rambut.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468921/original/051794100_1768033526-WhatsApp_Image_2026-01-10_at_14.58.42.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5344665/original/065683900_1757490422-unnamed_-_2025-09-10T142534.077.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469105/original/094287300_1768059538-WhatsApp_Image_2026-01-10_at_22.29.36.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5312156/original/028552100_1754906320-1000195600.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469343/original/033984700_1768110777-pexels-roman-odintsov-5847238.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469395/original/006062700_1768115539-kursi_sudut_kayu_minimalis_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5469415/original/036544400_1768116014-WhatsApp_Image_2026-01-11_at_1.58.13_PM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469353/original/083176100_1768113103-Ide_Kandang_Ayam_Semi_Terbuka_dengan_Ventilasi_Maksimal_di_Samping_Rumah_Anti_Bau.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5442146/original/005239100_1765528615-pexels-mart-production-7879922.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469109/original/040554100_1768059599-InShot_20260110_145713718.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5447508/original/022689800_1765957589-model_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469236/original/041610300_1768099822-ide_jualan_takjill.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2797741/original/011422900_1557138527-20190506-Takjil-Benhil-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466793/original/042230000_1767855278-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_BIG_MATCH__5_.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5304794/original/092866600_1754286031-gaya_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363741/original/074425700_1758961497-Gemini_Generated_Image_5iwydt5iwydt5iwy.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5352448/original/090606500_1758098726-Gemini_Generated_Image_zhur86zhur86zhur.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363626/original/003041100_1758954707-unnamed__32_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5362760/original/090638300_1758873977-Gemini_Generated_Image_cqeijycqeijycqei.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5348384/original/003877900_1757825996-b7f6d9ca-e00f-4e00-9787-25786983c949.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363066/original/023100900_1758880541-Gemini_Generated_Image_eomtuqeomtuqeomt.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5371410/original/006483300_1759653431-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5352977/original/026381200_1758162791-FOTO_ASLI__8_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5342863/original/048679300_1757402585-Andrew_Patrick_Jung.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5358973/original/097683800_1758617071-Gemini_Generated_Image_182xmm182xmm182x.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5362363/original/078170300_1758861319-unnamed__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5340227/original/012749100_1757156252-20250904AA_Timnas_Indonessia_Vs_China_Taipei-159.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5375917/original/060600500_1759986432-Gemini_Generated_Image_leln9hleln9hleln.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364963/original/048608700_1759132273-Gemini_Generated_Image_agi6ncagi6ncagi6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5277122/original/013250500_1751983379-WhatsApp_Image_2025-07-01_at_19.23.14.jpeg)