Cara Mengusir Tikus Dengan Suara Frekuensi Tinggi, Efektif Tidak?

6 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Tikus seringkali menjadi hama yang mengganggu di lingkungan rumah maupun pertanian, memicu pencarian berbagai solusi. Salah satu metode yang banyak dipertimbangkan adalah cara mengusir tikus dengan suara frekuensi tinggi. Namun, pertanyaan besar yang muncul adalah, cara mengusir tikus dengan suara frekuensi tinggi, efektif tidak dalam jangka panjang?

Teknologi ini mengklaim dapat menciptakan lingkungan tidak nyaman bagi tikus menggunakan gelombang ultrasonik yang tak terdengar manusia. Memahami prinsip kerja serta bukti ilmiah di balik klaim ini sangat penting sebelum Anda memutuskan untuk menggunakannya.

Artikel ini akan mengupas tuntas efektivitas metode tersebut berdasarkan berbagai sumber terpercaya. Berikut Liputan6.coma ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Jumat (20/02/2026).

Prinsip Kerja Alat Pengusir Tikus Ultrasonik

Alat pengusir tikus ultrasonik beroperasi dengan memancarkan gelombang suara berfrekuensi sangat tinggi yang berada di luar jangkauan pendengaran manusia. Frekuensi ini umumnya berkisar di atas 20.000 Hertz (Hz), bahkan bisa mencapai 65.000 Hz tergantung kemampuan perangkatnya. Gelombang suara ultrasonik ini dirancang khusus untuk menciptakan kondisi tidak nyaman bagi tikus.

Tikus memiliki indra pendengaran yang sangat peka, mampu mendengar suara dalam rentang 5-60 kHz, bahkan bisa melebihi 100 kHz pada kondisi tertentu. Paparan gelombang ultrasonik ini menyebabkan tikus merasa bising, bingung, dan tidak nyaman, mirip dengan manusia yang mendekatkan telinga pada sirene yang sangat keras.

Respons ini mengindikasikan bahwa gelombang ultrasonik dapat memicu stres dan ketidaknyamanan pada tikus. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa frekuensi tertentu, seperti 50 kHz, memberikan dampak paling signifikan terhadap perubahan perilaku tikus. Frekuensi ini membuat tikus tidak nyaman, diam di tempat, atau kebingungan. Alat ini juga dapat menggunakan generator yang mengeluarkan suara ultrasonik yang lebih keras dan berubah-ubah untuk meningkatkan gangguan pada tikus.

Klaim Efektivitas dan Harapan Awal

Banyak produsen alat pengusir tikus ultrasonik mengklaim produk mereka sebagai solusi modern yang efisien dan ramah lingkungan. Alat ini dipromosikan sebagai alternatif non-toksik yang tidak meninggalkan racun, bau, atau kotoran. Selain itu, perangkat ini diklaim aman bagi manusia dan sebagian besar hewan peliharaan.

Keunggulan ini menjadikan pengusir tikus ultrasonik menarik bagi banyak orang yang mencari cara mengusir tikus tanpa menggunakan bahan kimia berbahaya. Perangkat ini juga diklaim dapat beroperasi secara berkelanjutan, menawarkan pencegahan hama tanpa perlu perawatan rumit atau pengisian ulang.

Beberapa pengguna awal melaporkan penurunan aktivitas tikus setelah pemasangan alat, yang memperkuat persepsi positif terhadap efektivitasnya. Metode ini dianggap cukup efisien karena tidak memerlukan bahan kimia berbahaya seperti racun tikus. Selain itu, alat ini sering dianggap higienis karena tikus tidak mati di dalam rumah, melainkan pergi mencari lingkungan baru. 

Faktor Penentu Keberhasilan dan Keterbatasan

Efektivitas alat pengusir tikus ultrasonik sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor lingkungan dan karakteristik gelombang suara itu sendiri. Gelombang ultrasonik tidak mampu menembus benda padat seperti dinding, furnitur, atau sekat ruangan. Hal ini dapat melemahkan atau memblokir penyebarannya secara signifikan.

Selain itu, area cakupan perangkat ultrasonik seringkali terbatas dan efektivitasnya menurun seiring bertambahnya jarak dari sumber suara. Untuk mencapai hasil optimal, alat perlu ditempatkan secara strategis di area yang sering dilalui tikus dan tanpa banyak penghalang. Konsistensi dalam pemutaran suara ultrasonik juga penting untuk meningkatkan keefektifan penggunaan suara dalam mengusir tikus dari rumah.

Keterbatasan lainnya adalah bahwa gelombang ultrasonik mungkin tidak bekerja dengan baik untuk semua spesies hama. Beberapa hama mungkin tidak terpengaruh oleh frekuensi yang dipancarkan. Bahkan untuk tikus, ada kemungkinan mereka beradaptasi dengan suara seiring berjalannya waktu, mengurangi efek jera yang diharapkan.

Adaptasi Tikus dan Tantangan Jangka Panjang

Salah satu tantangan terbesar dalam menggunakan pengusir tikus ultrasonik adalah kemampuan tikus untuk beradaptasi terhadap stimulus suara. Setelah terpapar suara frekuensi tinggi secara terus-menerus dalam jangka waktu tertentu, tikus cenderung menjadi terbiasa dengan kebisingan tersebut.

Adaptasi ini mengurangi rasa tidak nyaman yang awalnya ditimbulkan oleh gelombang ultrasonik, sehingga tikus mungkin kembali ke area yang sebelumnya mereka hindari. Fenomena adaptasi ini membuat alat ultrasonik seringkali tidak efektif sebagai solusi jangka panjang atau sebagai satu-satunya metode pengendalian hama.

Tikus, sebagai hewan yang cerdas dan oportunistik, akan kembali ke tempat yang menyediakan makanan dan tempat berlindung. Ini terjadi begitu mereka tidak lagi merasa terancam oleh suara tersebut. Oleh karena itu, penggunaan alat ini secara tunggal mungkin hanya memberikan efek sementara.

Para ahli pengendalian hama menyarankan bahwa alat ultrasonik sebaiknya digunakan sebagai pendukung, bukan solusi utama, dalam strategi pengendalian hama terpadu. Tanpa langkah-langkah pencegahan lain seperti menjaga kebersihan dan menutup akses masuk, tikus kemungkinan besar akan kembali.

FAQ

  1. Apa itu suara frekuensi tinggi untuk mengusir tikus? Suara frekuensi tinggi adalah gelombang suara ultrasonik yang memiliki frekuensi di atas jangkauan pendengaran manusia namun dapat didengar oleh tikus.
  2. Apakah alat pengusir tikus ultrasonik benar-benar efektif? Efektivitasnya masih diperdebatkan; beberapa penelitian menunjukkan efek jera sementara, tetapi banyak yang menyimpulkan bahwa tikus dapat beradaptasi dan alat ini kurang efektif sebagai solusi tunggal.
  3. Frekuensi berapa yang paling efektif untuk mengusir tikus? Beberapa penelitian menunjukkan frekuensi sekitar 50 kHz atau 40 kHz dengan bentuk gelombang pulsa paling efektif dalam membuat tikus tidak nyaman.
  4. Apakah suara ultrasonik aman untuk manusia dan hewan peliharaan? Umumnya dianggap aman bagi manusia dan sebagian besar hewan peliharaan karena frekuensinya di luar jangkauan pendengaran mereka.
  5. Bisakah tikus beradaptasi dengan suara ultrasonik? Ya, tikus dapat beradaptasi dengan suara ultrasonik seiring waktu, mengurangi efektivitas alat dalam jangka panjang.
  6. Apakah suara ultrasonik bisa menembus dinding? Tidak, gelombang ultrasonik tidak dapat menembus benda padat seperti dinding atau furnitur, sehingga jangkauannya terbatas.
  7. Apa saja metode alternatif untuk mengusir tikus? Metode alternatif meliputi perangkap mekanis, penggunaan predator alami, menjaga kebersihan, menutup akses masuk, dan penggunaan rodentisida secara bijak.
Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|