:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8623950/original/014809800_1782617189-pexels-tbd-tuyen-859104985-33157581.jpg)
Perbesar
Liputan6.com, Jakarta Istilah cosplay semakin sering muncul di berbagai platform media sosial, mulai dari TikTok, Instagram, hingga Twitter. Cosplay artinya adalah aktivitas dan seni pertunjukan di mana para peserta yang disebut cosplayer mengenakan kostum serta aksesori busana untuk mewakili karakter tertentu. Fenomena budaya pop yang satu ini telah mendunia dan menjadi salah satu bentuk ekspresi kreatif paling populer di kalangan generasi muda.
Secara sederhana, cosplay artinya adalah praktik berdandan menyerupai karakter dari karya fiksi yang sudah ada, dan kata ini merupakan lakuran bahasa Jepang dari kosuchuumu ("costume") dan pure ("play"). Bagi sebagian orang, cosplay mungkin terlihat sekadar mengenakan pakaian seperti tokoh favorit, namun aktivitas ini memiliki kedalaman makna yang jauh lebih besar.
Dilansir dari Britannica, cosplayer menciptakan kostum dengan berbagai cara, termasuk buatan tangan, dirakit dari item yang dibeli, atau dibuat khusus sesuai pesanan, dan material yang dipilih berdasarkan karakter meliputi kain, tanite liat, logam, dan lainnya. Cosplay telah berkembang menjadi fandom tersendiri, dengan majalah, konvensi, dan komunitas internet yang didedikasikan khusus. Memahami apa itu wibu dan budaya populer Jepang juga membantu memperdalam pemahaman tentang fenomena ini.
Pengertian dan Asal-Usul Istilah Cosplay
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8623951/original/032709300_1782617189-jose-rueda--i_tWB5UzjY-unsplash.jpg)
Perbesar
Sebelum membahas lebih jauh, penting untuk memahami secara menyeluruh cosplay artinya apa dan bagaimana istilah ini lahir. Berdasarkan data dari Encyclopedia Britannica, cosplay adalah praktik berdandan menyerupai karakter dari karya fiksi yang sudah ada, dan katanya merupakan lakuran bahasa Jepang dari kosuchuumu ("costume") dan pure ("play").
Istilah kosupure dalam bahasa Jepang yang kemudian diadaptasi menjadi "cosplay" ini sering dikaitkan dengan Nobuyuki Takahashi dari Studio Hard, yang menciptakan kata tersebut setelah menghadiri World Science Fiction Convention (Worldcon) 1984 di Los Angeles, California. Cosplay merupakan seni pertunjukan di mana peserta mengenakan kostum dan riasan untuk merepresentasikan karakter dari anime, video game, televisi, dan film.
Menurut Nina B. Huntemann dalam buku Gaming Representation: Race, Gender, and Sexuality in Video Games, dikutip dari Smithsonian Center for Folklife and Cultural Heritage, cosplay pertama di acara fandom kemungkinan terjadi pada konvensi fiksi ilmiah 1939 WorldCon, di mana orang-orang mengenakan "kostum futuristik" buatan tangan.
Cosplay adalah bentuk ekspresi artistik yang menggabungkan kata "costume" dan "play", di mana para peserta yang dikenal sebagai cosplayer merekonstruksi penampilan karakter dari anime, manga, komik, video game, dan film. Apa yang dimulai sebagai aktivitas hiburan di komunitas kecil kini telah berkembang menjadi fenomena global, dengan acara dan kompetisi di seluruh dunia. Lebih dari sekadar kostum, cosplay melibatkan penjiwaan terhadap karakter, yang mencakup tidak hanya mereplikasi pakaian tetapi juga meniru tingkah laku, kepribadian, dan cara berbicara karakter tersebut.
Baca juga: Apa Itu Fandom? Pahami Kultur Penggemar di Era Digital
Sejarah Perkembangan Cosplay dari Masa ke Masa
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8623953/original/049436900_1782617189-pexels-tbd-tuyen-859104985-34479608.jpg)
Perbesar
Sejarah cosplay memiliki akar yang lebih panjang dari yang banyak orang bayangkan. Mengacu pada laporan Grammarist, cosplay dapat ditelusuri hingga awal abad ke-15 ketika orang-orang berdandan sebagai tokoh sejarah terkenal, objek, konsep, dan karakter fiksi di karnaval, dan pada tahun 1877 Jules Verne mengirimkan sekitar 700 undangan untuk sebuah pesta kostum mewah.
Cosplay tumbuh dari praktik penggunaan kostum penggemar di konvensi fiksi ilmiah, dimulai dengan "kostum futuristik" Morojo yang dibuat untuk Konvensi Fiksi Ilmiah Sedunia ke-1 yang diadakan di Kota New York, Amerika Serikat, pada tahun 1939. Pada masa itu, Forrest J. Ackerman dan Myrtle R. Douglas mengenakan jubah hijau dan pakaian futuristik yang terinspirasi dari karya seni majalah pulp dan film Things to Come tahun 1936.
Sebagaimana dilaporkan Smithsonian Center for Folklife and Cultural Heritage, meski istilah cosplay dimulai di Jepang dan menyebar melalui penggemar yang berdandan sebagai karakter manga dan anime di acara-acara seperti Comiket, tradisi kostum ini sebenarnya jauh lebih tua. Pada tahun 1990-an, antusiasme Jepang terhadap anime dan manga menyeberangi Pasifik, melahirkan konvensi anime di Amerika Serikat, dan kemungkinan besar penggemar Barat mempelajari istilah "cosplay" dari sesama penggemar di Jepang.
Berikut tonggak penting dalam sejarah cosplay:
- 1939 — Forrest J. Ackerman dan Myrtle R. Douglas mengenakan "kostum futuristik" di Worldcon pertama di New York
- 1978 — Pengostuman pertama yang terdokumentasi di acara penggemar Jepang terjadi di Ashinocon, Hakone
- 1984 — Nobuyuki Takahashi menciptakan istilah "cosplay" setelah menghadiri Worldcon di Los Angeles
- 1990-an — Cosplay menjadi pengetahuan umum di Jepang setelah terekspos di televisi dan majalah
- 2003 — World Cosplay Summit pertama diadakan di Nagoya, Jepang
- 2005 — World Cosplay Championship pertama dimulai dengan pemenang dari Italia
Di Indonesia, fenomena ini turut berkembang pesat seiring dengan popularitas komunitas fandom yang semakin besar di berbagai kota.
Jenis-Jenis Cosplay yang Populer
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8623955/original/066696800_1782617189-le-anh-mbNwyTU3YR4-unsplash.jpg)
Perbesar
Memahami cosplay artinya juga melibatkan pengenalan terhadap beragam jenisnya. Sumber favorit untuk cosplay meliputi anime, kartun, manga, buku komik, serial televisi, artis musik, video game, meme, dan dalam beberapa kasus karakter orisinal. Berikut klasifikasi jenis-jenis cosplay yang paling umum dijumpai di berbagai acara.
- Cosplay Anime dan Manga — Jenis paling populer secara global, di mana penggemar meniru karakter dari serial anime dan komik Jepang seperti Naruto, One Piece, dan Demon Slayer. Tingkat kedetailan biasanya sangat tinggi, mencakup wig, lensa kontak, dan aksesori spesifik.
- Cosplay Film dan Serial TV — Penggemar mengenakan kostum yang menyerupai karakter dari franchise besar seperti Star Wars, Marvel, DC Comics, dan Harry Potter. Dibandingkan dengan Jepang, cosplayer Barat lebih cenderung memperankan karakter yang berasal dari serial televisi dan film layar lebar.
- Cosplay Video Game — Karakter dari permainan populer seperti Mobile Legends, Genshin Impact, Final Fantasy, dan The Witcher menjadi inspirasi utama. Jenis ini kerap melibatkan pembuatan prop senjata dan aksesori rumit.
- Crossplay — Praktik berdandan sebagai karakter dengan gender berbeda atau mengubah kostum agar sesuai dengan tropes gender, yang juga disebut "crossplay" dan gender-bending, merupakan bagian populer dalam dunia cosplay.
- Cosplay Orisinal (OC) — Cosplayer menciptakan karakter sepenuhnya dari imajinasi mereka sendiri, tanpa mengacu pada karya fiksi yang sudah ada. Jenis ini menuntut tingkat kreativitas tertinggi.
- Closet Cosplay — Metode paling sederhana dan terjangkau, di mana seseorang memanfaatkan pakaian yang sudah ada di lemarinya untuk menyerupai karakter tertentu tanpa perlu membeli atau membuat kostum baru.
- Cosplay Grup — Sekelompok cosplayer tampil bersama sebagai kumpulan karakter dari satu seri yang sama, menciptakan visual yang lebih dramatis dan menyeluruh.
Baca juga: Cosplay Low Budget yang Unik dan Kreatif
Proses Pembuatan Kostum dan Keterampilan yang Dibutuhkan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8623956/original/088144900_1782617189-pexels-kimmi-jun-201206578-16677791.jpg)
Perbesar
Salah satu aspek paling menakjubkan dari cosplay artinya juga terletak pada proses kreatif di balik layar. Cosplayer menciptakan kostum melalui pembuatan tangan, merakit item buatan tangan dan item beli, atau memesan kostum khusus, dengan pilihan material tergantung pada kostum dan karakter, termasuk kain, tanah liat, papier-mâché, karton, lateks, dan silikon, bahkan ada yang mencetak plester atau menempa logam. Cosplayer juga mengembangkan keterampilan dalam praktik seperti pembuatan sepatu, tata busana, fabric draping, dan penataan wig untuk mereplikasi penampilan fiksi.
Cosplay memungkinkan para pelakunya mendemonstrasikan keterampilan dalam desain kostum, tata rias, patung, dan kerajinan tangan, sementara yang lain menemukan kepuasan dalam aspek pertunjukan, menikmati kesempatan untuk menghidupkan karakter favorit dan menyelami dunia mereka.
Beberapa keterampilan utama yang dikembangkan cosplayer meliputi:
- Menjahit dan tata busana — Kemampuan dasar untuk membuat pakaian dari berbagai jenis kain
- Armor crafting — Pembuatan baju zirah dari bahan seperti EVA foam, Sintra (PVC), atau fiberglass
- Prop making — Pembuatan senjata dan aksesori menggunakan 3D printing, resin, atau bahan lainnya
- Makeup dan body paint — Teknik riasan wajah dan tubuh profesional untuk transformasi karakter
- Wig styling — Penataan wig agar sesuai dengan gaya rambut karakter yang seringkali tidak alami
Manfaat Cosplay bagi Kesehatan Mental dan Pengembangan Diri
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8623957/original/012107700_1782617190-pexels-tbd-tuyen-859104985-37235831.jpg)
Perbesar
Cosplay artinya bukan sekadar hobi berpakaian, tetapi juga aktivitas yang terbukti membawa dampak positif bagi kesejahteraan psikologis. Sebagaimana dikutip dari Psychology Today, psikolog Drea Letamendi yang berspesialisasi dalam persimpangan antara sains psikologis dan heroisme fiksi menyatakan, "Ekspresi visual atau eksternal dari fandom — biasanya melalui kostum, pakaian, topeng, riasan, baju zirah, atau properti — yang disertai dengan transformasi psikologis internal terkait kepribadian, kekuatan, kemampuan, gender, dan/atau orientasi seksual."
Dr. Selin Santos, seorang profesional kesehatan mental, dikutip dari KCENTV menyatakan, "Bermain kostum bisa sangat bermanfaat bagi kesehatan mental karena orang-orang menjadi sangat kreatif dan imajinatif. Proses itu sesungguhnya sangat, sangat membantu dalam hal kesehatan mental."
Santos juga menambahkan bahwa cosplay dapat membantu orang mengatasi masalah seperti depresi, kecemasan, isolasi sosial, dan bahkan mengatasi trauma.
Berdasarkan riset yang diterbitkan di ResearchGate, cosplay secara positif mempengaruhi kesejahteraan emosional, psikologis, dan sosial, mendorong regulasi emosi, pereda stres, pertumbuhan pribadi, dan kepercayaan diri, serta memupuk rasa memiliki dan koneksi dalam komunitas yang suportif.
Berikut manfaat utama cosplay bagi kesehatan mental:
- Membangun kepercayaan diri — Proses mewujudkan kostum dari konsep menjadi kenyataan memberikan rasa pencapaian yang mendalam, dan melihat kerja keras Anda menjadi nyata serta menerima tanggapan positif dari orang lain dapat secara signifikan meningkatkan harga diri.
- Mengurangi stres — Secara keseluruhan, tindakan bermain kostum adalah hobi menghibur yang dapat menjadi aktivitas perawatan diri dan memberikan banyak manfaat kesehatan mental.
- Membangun koneksi sosial — Berpartisipasi dalam cosplay dapat membantu membangun koneksi sosial yang bermakna karena konvensi, grup daring, dan komunitas cosplay menawarkan ruang di mana orang-orang dengan minat yang sama berkumpul, yang memupuk rasa memiliki dan membantu meringankan perasaan terisolasi.
- Menjadi sarana eksplorasi identitas — Letamendi menjelaskan bahwa cosplay dapat memberikan rasa pemberdayaan, memungkinkan seseorang mengalami dan mengeksplorasi perasaan memegang kendali, mengaktualisasikan kebebasan, menjadi heroik, atau merasakan diri sebagai kuat secara fisik, dihormati, dan disegani.
- Melatih keterampilan baru — Dari menjahit hingga sculpting, cosplay mengajarkan berbagai keterampilan praktis yang meningkatkan kemampuan kognitif dan motorik
Inklusivitas dan Keragaman dalam Komunitas Cosplay
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8623958/original/028953900_1782617190-pexels-tbd-tuyen-859104985-33861764.jpg)
Perbesar
Salah satu aspek paling kuat dari cosplay artinya juga terletak pada sifat inklusifnya yang terus berkembang. Salah satu aspek paling indah dari budaya cosplay adalah kemampuannya merangkul keragaman, karena cosplayer berasal dari berbagai latar belakang dan kalangan kehidupan yang bersatu oleh kecintaan mereka dalam menghidupkan karakter. Tanpa memandang ras, gender, atau usia, siapa pun dapat berpartisipasi dalam cosplay.
Gerakan "Cosplay Is Not Consent" yang dimulai pada tahun 2013 juga membawa perhatian penting pada isu pelecehan seksual di komunitas cosplay. Pelecehan terhadap cosplayer mencakup pengambilan foto tanpa izin, pelecehan verbal, sentuhan, dan meraba, dan pelecehan ini tidak terbatas pada perempuan dengan pakaian provokatif karena cosplayer pria juga berbicara tentang perundungan karena tidak sesuai dengan kostum dan karakter tertentu.
Kebangkitan body positivity dalam cosplay merupakan revolusi tersendiri, karena di seluruh platform seperti Instagram, TikTok, dan YouTube, cosplayer yang beragam tampil di bawah sorotan, menggunakan seni mereka untuk mempromosikan cinta diri, inklusivitas, dan kegembiraan. Kehadiran Wonder Woman bertubuh plus, Tanjiro yang lebih berisi, atau Sailor Moon berpostur lebar membuktikan bahwa permainan kostum adalah milik semua orang.
Cosplay umum dilakukan di banyak negara Asia Timur dan menjadi bagian utama dari konvensi Comic World yang rutin diadakan di Korea Selatan, Hong Kong, dan Taiwan. Di Indonesia sendiri, komunitas cosplay terus tumbuh dengan berbagai acara dan festival yang semakin ramai peserta.
Baca juga: Cosplay Selebriti Indonesia yang Mencuri Perhatian
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cosplay
Apa perbedaan cosplay dengan kostum Halloween biasa?
Cosplay artinya lebih spesifik dibandingkan kostum Halloween biasa. Dalam cosplay, tujuan utama adalah meniru tokoh fiksi tertentu secara detail, mulai dari pakaian, aksesori, riasan wajah, hingga tingkah laku karakter tersebut. Sementara kostum Halloween lebih bersifat umum dan tidak selalu mengacu pada karakter spesifik dari sebuah karya fiksi.
Apakah cosplay membutuhkan biaya yang besar?
Tidak selalu. Biaya cosplay sangat bervariasi tergantung pada tingkat kedetailan yang diinginkan. Ada metode closet cosplay yang memanfaatkan pakaian sehari-hari dari lemari untuk menyerupai karakter tertentu tanpa biaya tambahan. Di sisi lain, cosplay low budget juga membuktikan bahwa kreativitas jauh lebih penting daripada anggaran besar.
Apakah siapa saja bisa melakukan cosplay?
Tentu saja. Cosplay adalah aktivitas yang terbuka untuk semua orang tanpa memandang usia, gender, bentuk tubuh, atau latar belakang. Prinsip utama dalam komunitas cosplay adalah bahwa siapa pun bisa menjadi karakter apa pun. Baik pemula maupun profesional, setiap orang memiliki ruang untuk mengekspresikan kreativitas dan kecintaan mereka terhadap budaya populer melalui cosplay.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

3 hours ago
5
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8578198/original/054566800_1782536500-A9qC94dgSvQbni191ecUKXEaVVzmFTHVK0CPyu66.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5278625/original/058751700_1752116095-20250707_135157.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8578154/original/067625600_1782536454-3q7ejuC9XzXP9dmRwINgXWoCRsASRJ72qkpW05SJ.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8633679/original/091208900_1782633292-noah-silliman-gzhyKEo_cbU-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4351250/original/038746400_1678277391-20230308-Persib-Bandung-Vs-Persik-Kediri-Iqbal-Bola-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8578158/original/004335500_1782536458-4wweLHP0QWe79dQwj3jGteSmhS3V43kok8wdRqsM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8578149/original/060462400_1782536450-RwhAZTworvYUdXjIV7fvmjhgn4AF5QWSUGZH6Uv2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4499850/original/074071300_1689153177-man-checking-stock-market-data-tablet.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8578264/original/076010800_1782536572-wgyXmZBewIAQXBLjf7hrmPSa8pWYtgd14ggBFd8a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8578170/original/041557400_1782536483-d3o9xH49dfVa0GhNz4lStUk8Kgfn0SalUFExHKQw.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/7850682/original/021382300_1780673642-20260605BL_Timnas_Indonesia_Vs_Oman_FIFA_Matchday_2026-11.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8578262/original/037938300_1782536570-Xu2bZVx1lDSpKqCz9kQ8n9C1ekywZQDK5heihgzL.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8578270/original/028613200_1782536578-tX9l0H40oXOIIIH8svmqyDf3gXoguYg6LVBwXTD2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8578289/original/084521300_1782536607-lsuYQudBVC1NDSDrQhC1P892fD9YExKa4Ugpq9j0.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8578292/original/089902900_1782536609-3JravQbeXfFIi8ZnQ1GROJtgbnQ4EBPWJeABdawb.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8578296/original/028590900_1782536614-cwfdHCVIHqSGnLfyL3pOF1ruaeig5TKhDoLghbE3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8578298/original/013314400_1782536616-VAowCEKOE5RXsPAYYIbUf47gHU6djbvi2gJxx5FO.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8620515/original/032638400_1782610963-IMG_2451.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8056738/original/005373100_1780900510-IMG_20260608_131405_910.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5566672/original/070275200_1777212489-Foto_1__19_.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3642128/original/083822000_1637681616-2_000_Hkg660630.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4860548/original/008900400_1718119829-11_WhatsApp_Image_2024-06-11_at_20.29.54.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526511/original/001005500_1773124578-Gemini_Generated_Image_hoaciqhoaciqhoac.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3954503/original/001981300_1646633420-20220307-Panen_Sayuran_Hidroponik_di_Depan_Rumah-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500495/original/078901900_1770867904-photo-collage.png__15_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531279/original/042155400_1773556323-000_JO9EV.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5244828/original/086195900_1749256325-20250606BL_Topshots_Timnas_Indonesia_Vs_China_8.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4813325/original/021386600_1714086538-GMCOq2zXQAAUCGw.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5311585/original/019819800_1754888475-SnapInsta.to_529962176_18519690463037072_163690177429814441_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4415431/original/078901700_1683198942-20230504AA_SEA_Games_2023_Timnas_Indonesia_Vs_Myanmar-21.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5529373/original/019567300_1773329437-Persis_vs_Bali_United.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4174719/original/068939000_1664411162-42.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527338/original/066171500_1773200879-__________________________________1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5525042/original/051351000_1773029160-cropped-2a244f90-7934-47c9-a587-b33c1a79edbd.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5146073/original/099969400_1740749107-20250228-Mantau_Hilal-MER_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496194/original/006665600_1770489949-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5315665/original/049375700_1755165938-20250808AA_BRI_Super_League_Persebaya_Surabaya_Vs_PSIM_Yogyakarta__2_of_75_.jpg)
