Jadwal Pemberian Pakan Ayam Kampung Agar Pertumbuhan Lebih Merata dan Optimal

2 weeks ago 7

Liputan6.com, Jakarta - Ayam kampung dikenal memiliki daya tahan tubuh yang baik serta memiliki nilai jual tinggi baik untuk daging maupun telurnya. Namun, keberhasilan pemeliharaan tidak hanya ditentukan oleh kualitas bibit dan kandang, melainkan juga oleh jadwal pemberian pakan ayam kampung agar pertumbuhan lebih merata sejak usia dini.

Banyak peternak mengalami masalah ukuran ayam yang tidak seragam dalam satu kandang. Sebagian ayam tumbuh cepat, sementara sebagian lainnya tertinggal. Kondisi ini umumnya berkaitan dengan manajemen pemberian pakan, kualitas nutrisi, dan frekuensi pemberian pakan yang kurang tepat.

Dengan menerapkan jadwal pakan yang teratur serta menyesuaikannya dengan fase pertumbuhan ayam, peternak dapat meningkatkan keseragaman bobot badan, menekan angka kematian, dan mempercepat pencapaian target produksi. Berikut anjuran jadwal pemberian pakan ayam kampung yang sudah dirangkum Liputan6.com, Selasa (2/6/2026).

1. Fase DOC (0–7 Hari)

Minggu pertama merupakan masa paling kritis dalam kehidupan ayam kampung. Sistem pencernaan masih beradaptasi sehingga membutuhkan perhatian khusus.

Pada hari pertama, DOC dapat diberikan pakan berbentuk pasta yang dibuat dari campuran buah seperti melon dan pepaya dengan perbandingan 1:1. Pakan ini membantu melancarkan sistem pencernaan dan mempercepat adaptasi anak ayam terhadap lingkungan baru.

Pakan diberikan sedikit demi sedikit tetapi sering, yaitu:

  • Pukul 06.00
  • Pukul 09.00
  • Pukul 12.00
  • Pukul 15.00
  • Pukul 18.00

Berdasarkan panduan pemeliharaan ayam KUB, periode starter umur 1–30 hari memerlukan pemberian pakan sebanyak 4–5 kali per hari. Pada umur 1–4 hari, pakan sebaiknya ditebar di atas koran atau nampan kecil agar mudah dijangkau oleh DOC.

Pada fase ini, peternak juga perlu memeriksa kondisi tembolok secara rutin. Tembolok yang terisi campuran pakan dan air menandakan konsumsi pakan berjalan baik. Sebaliknya, tembolok kosong atau hanya berisi air dapat menyebabkan pertumbuhan terhambat dan meningkatkan risiko kematian.

2. Fase Starter (1–4 Minggu)

Setelah melewati minggu pertama, ayam mulai memiliki kemampuan makan yang lebih baik. Namun frekuensi pemberian pakan tetap harus tinggi agar semua ayam mendapatkan kesempatan makan yang sama.

Jadwal yang dianjurkan:

  • 06.00 pagi
  • 10.00 pagi
  • 14.00 siang
  • 18.00 sore

Pada fase starter, ayam KUB membutuhkan pakan dengan kandungan protein sekitar 20% dan energi metabolis 3.000 kkal/kg.

Frekuensi empat kali sehari membantu mengurangi persaingan antarayam sehingga anak ayam yang lebih kecil tetap memperoleh asupan nutrisi yang cukup.

3. Fase Grower (1–3 Bulan)

Memasuki umur lebih dari satu bulan, ayam dipindahkan ke kandang pembesaran (grower). Pada fase ini pertumbuhan rangka dan otot berlangsung sangat cepat.

Jadwal pemberian pakan yang disarankan:

  • 06.00 pagi
  • 12.00 siang
  • 17.00 sore

Menurut BPSIP Jawa Tengah, pakan grower ideal mengandung protein sekitar 17%–17,5% dengan energi metabolis sekitar 2.800 kkal/kg. Pakan dapat diberikan dalam bentuk mash, crumble, maupun pellet.

Pada fase ini, jadwal pemberian pakan ayam kampung agar pertumbuhan lebih merata sangat penting karena perbedaan ukuran tubuh mulai terlihat. Peternak dianjurkan menyediakan tempat pakan yang cukup panjang sehingga semua ayam dapat makan secara bersamaan.

4. Fase Remaja (3–6 Bulan)

Ayam kampung mulai memasuki masa remaja dan mempersiapkan diri menuju fase produksi.

Jadwal pemberian pakan:

  • 06.00 pagi
  • 13.00 siang
  • 17.00 sore

Pakan dapat berupa campuran pakan komersial, dedak, jagung giling, serta hijauan. Pada ayam kampung semi intensif, hijauan dan pakan alami dari lingkungan kandang dapat membantu menekan biaya produksi sekaligus melengkapi kebutuhan nutrisi.

Sistem semi intensif dengan lahan berpagar dan ditumbuhi rumput juga memungkinkan ayam memperoleh tambahan protein alami dari serangga dan cacing tanah, sebagaimana dianjurkan dalam panduan peternakan ayam kampung.

5. Fase Dewasa dan Petelur (Lebih dari 6 Bulan)

Ayam yang memasuki masa bertelur membutuhkan nutrisi berbeda dibanding fase pertumbuhan.

Jadwal pemberian pakan:

  • 06.00 pagi
  • 12.00 siang
  • 17.00 sore

Pakan petelur ideal mengandung protein sekitar 16,5%, energi metabolis 2.800 kkal/kg, dan kalsium sekitar 3,25% untuk mendukung pembentukan cangkang telur yang kuat.

Pada fase ini, pemberian pakan secara teratur membantu menjaga produksi telur tetap stabil serta mempertahankan kondisi tubuh induk.

Mengapa Jadwal Pemberian Pakan Sangat Penting?

Pakan merupakan komponen biaya terbesar dalam usaha ternak ayam kampung, bahkan dapat mencapai 60–70% dari total biaya produksi. Oleh karena itu, pakan harus diberikan dengan kualitas dan kuantitas yang cukup agar ayam dapat tumbuh optimal. Pada ayam yang dipelihara secara intensif atau semi intensif, seluruh kebutuhan nutrisi sangat bergantung pada peternak.

Menurut materi Budidaya Ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB) dari BPSIP Jawa Tengah, pemberian pakan yang tepat sesuai fase pertumbuhan sangat berpengaruh terhadap performa ayam, keseragaman bobot badan (uniformity), dan produktivitas ternak. Pencatatan bobot badan serta tingkat keseragaman pertumbuhan juga menjadi bagian penting dalam manajemen pemeliharaan ayam kampung unggul.

Selain itu, BBPP Kupang menjelaskan bahwa pemberian pakan sedikit demi sedikit tetapi lebih sering terbukti lebih efektif terutama pada DOC (Day Old Chick). Metode ini membantu meningkatkan konsumsi pakan, menjaga kesegaran pakan, serta mendukung pertumbuhan yang lebih cepat dan merata.

Tips Agar Pertumbuhan Ayam Lebih Seragam

Selain menyusun jadwal yang baik, terdapat beberapa langkah pendukung yang sangat dianjurkan:

Berikan Pakan Sedikit Demi Sedikit

Menurut BBPP Kupang, pemberian pakan sedikit tetapi sering lebih efektif dibandingkan memberikan pakan dalam jumlah besar sekaligus. Cara ini membuat semua ayam memperoleh kesempatan makan yang sama dan menjaga kualitas pakan tetap segar.

Pastikan Air Minum Selalu Tersedia

Air minum harus tersedia sepanjang hari. Kekurangan air akan menyebabkan konsumsi pakan menurun sehingga pertumbuhan ayam menjadi tidak merata.

Pisahkan Ayam yang Terlalu Kecil

Jika terdapat ayam yang jauh lebih kecil dibanding kelompoknya, lakukan pemisahan sementara agar ayam tersebut dapat memperoleh akses pakan lebih baik tanpa kalah bersaing.

Gunakan Tempat Pakan yang Memadai

Kepadatan tempat pakan yang terlalu tinggi menyebabkan ayam dominan menguasai pakan. Akibatnya sebagian ayam mengalami pertumbuhan lambat.

Lakukan Penimbangan Berkala

Penimbangan mingguan sangat membantu mengetahui tingkat keseragaman pertumbuhan. Dalam manajemen ayam KUB, pencatatan bobot badan dan uniformity menjadi indikator penting keberhasilan pemeliharaan.

Tanya Jawab Seputar Pakan Ayam

1. Berapa kali pakan ayam kampung sebaiknya diberikan setiap hari?

DOC dan ayam umur hingga satu bulan sebaiknya diberi pakan 4–5 kali sehari. Setelah umur lebih dari satu bulan, pakan dapat diberikan 2–3 kali sehari.

2. Mengapa pertumbuhan ayam kampung dalam satu kandang sering tidak seragam?

Penyebabnya antara lain persaingan mendapatkan pakan, kualitas pakan yang tidak merata, kepadatan kandang terlalu tinggi, serta jadwal pemberian pakan yang tidak teratur.

3. Apakah ayam kampung boleh diberi pakan alternatif?

Boleh. Dedak, jagung giling, hijauan, ampas tahu, talas, dan sumber pakan lokal lainnya dapat digunakan sebagai pakan tambahan selama kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi.

4. Kapan waktu terbaik memberikan pakan ayam kampung?

Waktu terbaik adalah pagi hari sekitar pukul 06.00, siang hari, dan sore menjelang ayam beristirahat. Jadwal yang konsisten membantu meningkatkan konsumsi pakan.

5. Apakah air minum memengaruhi pertumbuhan ayam?

Ya. Air minum berperan penting dalam metabolisme dan pencernaan. Kekurangan air dapat menurunkan konsumsi pakan dan memperlambat pertumbuhan ayam.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|