Kulit Buah dan Sayur yang Aman Dimakan, Ada yang Justru Kaya Nutrisi

4 days ago 16

Apel dan Pir

Kulit apel dan pir mengandung serat serta antioksidan dalam jumlah cukup tinggi, terutama quercetin. Senyawa polifenol ini memiliki sifat anti-inflamasi dan dapat membantu mengurangi peradangan serta mendukung kesehatan jantung dan otak.

Jika apel atau pir akan dimakan bersama kulitnya, pastikan buah sudah dicuci terlebih dahulu.

Persik, Nektarin, dan Plum

Kulit buah berbiji seperti persik, nektarin, dan plum, baik yang berbulu maupun halus, sebenarnya dapat dimakan. Kulitnya juga mengandung serat dan antioksidan.

Sama seperti apel dan pir, buah-buahan tersebut perlu dibilas dengan baik sebelum dikonsumsi bersama kulitnya.

Kentang dan Ubi Jalar

Kulit kentang merupakan sumber serat dan kalium yang baik. Kentang dapat digosok hingga bersih di bawah air mengalir, kemudian dimasak bersama kulitnya, misalnya dengan cara dipanggang atau dibakar. Ubi jalar juga dapat dimasak tanpa perlu dikupas terlebih dahulu.

Namun, pastikan kentang yang digunakan belum mengalami kerusakan. Kentang yang sudah banyak berubah warna menjadi hijau atau terlalu banyak bertunas dapat mengandung glikoalkaloid dalam konsentrasi tinggi, terutama pada bagian kulit, tunas, dan area yang berwarna hijau.

Kandungan glikoalkaloid yang tinggi dapat menyebabkan gejala pada saluran pencernaan dan sistem saraf. Kondisi tersebut merupakan persoalan keamanan pangan, bukan sekadar masalah rasa.

Wortel

Wortel umumnya cukup dibersihkan dengan menyikat permukaannya sebentar. Mengupas wortel lebih berkaitan dengan pilihan tekstur daripada kebutuhan atau keamanan pangan.

Mentimun

Kulit mentimun dapat menambah serat dan asupan vitamin K. Jika permukaannya terasa seperti dilapisi lilin, mentimun tetap dapat dikonsumsi setelah dicuci dan digosok hingga bersih.

Terong

Kulit terong dapat dimakan dan mengandung sebagian besar antioksidan yang terdapat pada sayuran ini, termasuk nasunin.

Namun, terong yang berukuran sangat besar atau sudah tua bisa memiliki kulit yang lebih keras sehingga mengupasnya dapat menjadi pilihan.

Zucchini dan Labu Kuning

Zucchini dan labu kuning memiliki kulit yang tipis dan empuk sehingga tidak perlu dikupas sebelum dimasak atau dikonsumsi.

Labu Musim Dingin

Beberapa jenis labu musim dingin memiliki kulit yang dapat dimakan setelah dimasak. Kulit labu acorn, delicata, honeynut, dan sweet dumpling biasanya akan melunak saat dipanggang sehingga dapat ikut dimakan.

Jika setelah dimasak kulitnya masih terasa keras dan berserat, sebaiknya bagian tersebut dibuang. Sementara itu, beberapa varietas lain seperti kabocha dan Hubbard memiliki kulit yang terlalu tebal sehingga kurang menarik untuk dimakan.

Labu spaghetti memiliki kulit yang paling keras dan paling tidak menarik di antara jenis-jenis tersebut. Adapun kulit labu butternut berada di tengah-tengah. Sebagian orang mungkin menyukai teksturnya setelah dipanggang, tetapi sebagian lainnya tidak.

Kiwi

Meski memiliki permukaan berbulu, kulit kiwi sebenarnya dapat dimakan. Bagian tersebut juga memberikan tambahan serat dan vitamin C.

Namun, banyak orang memilih menggosok bulu pada permukaan kiwi terlebih dahulu, mengupas kulitnya, atau mengolah buah bersama kulitnya ke dalam smoothie.

Pada orang yang alergi terhadap kiwi atau memiliki riwayat sindrom lateks-buah maupun sindrom alergi oral, kulit kiwi dapat memicu rasa gatal, kesemutan, atau reaksi yang menyerupai alergi.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|