Perbedaan Gerhana Matahari dan Gerhana Bulan: Penyebab, Jenis, dan Cara Terjadinya

1 week ago 12

Mengutip dari laman spaceplace.nasa.gov,  gerhana adalah peristiwa ketika sebuah planet atau satelit alami (bulan) menghalangi cahaya Matahari. Di Bumi, terdapat dua jenis gerhana yang dapat diamati, yaitu gerhana matahari dan gerhana bulan.

Kedua fenomena ini terjadi karena posisi Matahari, Bumi, dan Bulan berada pada susunan tertentu sehingga salah satu benda langit tertutup oleh bayangan benda lainnya.

Saat gerhana matahari, piringan Matahari tampak tertutup sebagian atau seluruhnya oleh Bulan. Pada gerhana total, langit bahkan dapat menjadi gelap seperti senja meskipun masih siang hari.

Pada gerhana bulan, Bulan tampak meredup dan dapat berubah warna menjadi merah kecokelatan atau blood moon akibat pembiasan cahaya Matahari oleh atmosfer Bumi.

Gerhana Matahari

Gerhana matahari terjadi ketika Bulan berada di antara Matahari dan Bumi sehingga cahaya Matahari terhalang dan bayangan Bulan jatuh ke permukaan Bumi. Akibatnya, pada siang hari Matahari tampak tertutup sebagian atau seluruhnya oleh Bulan, bahkan langit dapat menjadi gelap untuk sementara waktu.

Fenomena gerhana matahari total terjadi rata-rata sekitar setiap satu setengah tahun di suatu lokasi di Bumi. Sementara itu, gerhana matahari sebagian terjadi setidaknya dua kali dalam setahun di berbagai wilayah dunia.

Namun, tidak semua orang dapat menyaksikan setiap gerhana matahari. Kesempatan melihat gerhana matahari total tergolong langka karena bayangan Bulan yang jatuh ke Bumi memiliki jalur yang sempit. Hanya wilayah yang berada tepat di jalur bayangan Bulan yang dapat menyaksikan gerhana total. Selain itu, pengamat juga harus berada di sisi Bumi yang sedang mengalami siang hari saat peristiwa berlangsung.

Bahkan, rata-rata suatu lokasi yang sama di Bumi hanya dapat mengalami gerhana matahari total selama beberapa menit sekali dalam sekitar 375 tahun.

Gerhana Bulan

Gerhana bulan terjadi ketika Bumi berada di antara Matahari dan Bulan. Dalam kondisi ini, cahaya Matahari yang seharusnya menerangi Bulan terhalang oleh Bumi sehingga bayangan Bumi menutupi Bulan.

Akibatnya, Bulan yang biasanya terang saat fase purnama akan tampak meredup secara perlahan. Pada beberapa gerhana bulan total, Bulan bahkan dapat berubah warna menjadi merah atau jingga kemerahan.

Warna merah tersebut muncul karena atmosfer Bumi menyerap sebagian besar warna cahaya Matahari dan hanya membiaskan sebagian cahaya berwarna merah menuju Bulan. Fenomena yang sama juga menyebabkan langit tampak berwarna oranye atau merah saat matahari terbit dan terbenam.

Menariknya, saat gerhana bulan total terjadi, Bulan sebenarnya diterangi oleh cahaya dari seluruh matahari terbit dan matahari terbenam yang sedang berlangsung di berbagai wilayah Bumi.

Mengapa Gerhana Bulan Tidak Terjadi Setiap Bulan?

Banyak orang bertanya-tanya mengapa gerhana bulan tidak terjadi setiap kali Bulan mengelilingi Bumi. Meskipun Bulan memang mengorbit Bumi setiap bulan, jalurnya tidak sejajar sempurna dengan orbit Bumi mengelilingi Matahari.

Orbit Bulan memiliki kemiringan tertentu sehingga pada sebagian besar waktu Bulan tidak memasuki bayangan Bumi. Dalam banyak kesempatan, Bulan berada di belakang Bumi tetapi masih tetap menerima cahaya Matahari.

Karena itulah gerhana bulan tidak terjadi setiap bulan dan menjadi fenomena astronomi yang cukup istimewa.

Gerhana Bulan Lebih Mudah Disaksikan

Berbeda dengan gerhana matahari yang hanya dapat dilihat dari wilayah tertentu, gerhana bulan dapat diamati oleh lebih banyak orang. Selama seseorang berada di sisi Bumi yang sedang mengalami malam hari saat gerhana berlangsung, fenomena tersebut umumnya dapat disaksikan dengan mudah.

Inilah salah satu alasan mengapa gerhana bulan sering dinikmati oleh jutaan orang secara bersamaan di berbagai negara.

Bahaya Mengamati Gerhana Matahari

Mengamati gerhana matahari memerlukan perhatian khusus terhadap keselamatan mata. Kecuali saat fase totalitas yang berlangsung sangat singkat pada gerhana matahari total, melihat Matahari secara langsung tanpa perlindungan khusus sangat berbahaya.

Paparan cahaya Matahari secara langsung dapat menyebabkan kerusakan permanen pada retina mata. Oleh karena itu, pengamatan gerhana matahari harus menggunakan kacamata gerhana khusus atau alat pelindung yang memenuhi standar keamanan.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|