Persijap Legawa Dijatuhi Sanksi Berat oleh Komdis PSSI Buntut Kericuhan Suporter di Derby Jateng

8 hours ago 6

Bola.com, Jepara - Manajemen Persijap Jepara akhirnya angkat bicara menanggapi sanksi berat yang diberikan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI, buntut insiden kericuhan antarsuporter yang terjadi pada laga kontra Persis Solo dalam duel pekan ke-24 BRI Super League 2025/2026.

Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK), Jepara, Kamis (5/3/2026) malam WIB, suporter Persijap Jepara sempat terlibat insiden saling lempar dengan pendukung Persis Solo yang hadir langsung ke stadion.

Setidaknya, ada beberapa hukuman yang dijatuhkan Komdis PSSI. Menurut hasil sidang, Panitia Penyelenggara (Panpel) Persijap dianggap gagal mengantisipasi kehadiran suporter Persis. Akibatnya, mereka dijatuhi denda sebesar Rp25 juta.

Kedua, Persijap Jepara sebagai tuan rumah dinilai gagal menjalankan tanggung jawab menjaga ketertiban dan keamanan yang menyebabkan terganggunya keamanan dan kenyamanan perangkat pertandingan dan tim tamu.

Hal ini mengacu kepada terjadinya perusakan kendaraan perangkat pertandingan, serta tim Persis Solo yang harus tertahan di dalam stadion selama empat jam akibat kerusuhan yang tak mereda. Akibatnya, mereka didenda sebesar Rp40 juta.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Sanksi Berat Lainnya

Tidak hanya itu, Persijap Jepara juga menerima sanksi lainnya karena perilaku buruk suporter. Kali ini, bukan berkaitan dengan kericuhan antarsuporter, tetapi akibat lemparan terhadap perangkat pertandingan.

“Setelah pertandingan berakhir, terjadi pelemparan ke arah perangkat pertandingan yang sedang menuju tunnel yang dilakukan suporter Persijap Jepara dari Tribune Barat. Denda Rp30 juta,” tulis salinan keputusan Komdis PSSI itu.

Sementara itu, sanksi terberat yang dialami Persijap Jepara adalah insiden perusakan fasilitas stadion. Ini membuat Laskar Kalinyamat harus menanggung kerugian besar karena larangan menggelar laga dengan penonton.

“Terjadi kerusuhan saling ejek dan saling melakukan pelemparan antara suporter Persijap Jepara di Tribune VIP Barat (tengah) dengan suporter Persis Solo di Tribune VIP Barat (selatan),” tulis pernyataan resmi klub.

“Terjadi perusakan fasilitas stadion serta perusakan kendaraan perangkat pertandingan. Denda Rp100 juta, dan larangan menggelar laga dengan penonton saat menjadi tuan rumah sebanyak lima pertandingan,” imbuhnya.

Sikap Manajemen Persijap

Keputusan Komdis PSSI menjatuhkan sanksi larangan menggelar pertandingan kandang dengan penonton dalam lima partai home tentu menjadi kerugian besar bagi Laskar Kalinyamat yang mulai bangkit untuk lolos dari zona degradasi.

Sebab, dari empat laga kandang terakhir, Persijap bisa mengamankan tiga kemenangan dan satu imbang. Hasil inilah yang membantu mereka untuk sementara keluar dari zona merah klasemen BRI Super League 2025/2026.

Meskipun demikian, manajemen Persijap tetap menghormati keputusan PSSI sesuai regulasi yang berlaku. Mereka berharap, suporter bisa kembali menjalin hubungan baik karena Persijap dan Persis adalah wakil Jawa Tengah di kasta tertinggi.

“Persijap menghormati keputusan PSSI sesuai aturan yang berlaku. Kami berharap ini bisa menjadi pembelajaran bersama. Sejatinya, kedua tim bersaudara dan sama-sama saling mendukung kemajuan sepak bola daerah, khususnya Jawa Tengah. Mari kita dukung klub kebanggaan dengan dukungan yang positif dan bertanggung jawab,” tulis pernyataan resmi klub.

Simak Persaingan Musim Ini:

  • 0%suka
  • 0%lucu
  • 0%sedih
  • 0%marah
  • 0%kaget
  • 0%aneh
  • 0%takut
  • 0%takjub
  • Radifa Arsa
  • Rizki Hidayat
Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|