Punya Prospek Bagus, Begini Cara Pemasaran Minuman Tradisional Wedang Uwuh Khas Jogja

2 hours ago 1

Liputan6.com, Jakarta - Minuman tradisional khas Yogyakarta, wedang uwuh, semakin dilirik sebagai peluang usaha yang menjanjikan. Di tengah tren minuman modern yang terus berkembang, minuman berbahan rempah ini justru mampu bertahan dan memiliki pasar tersendiri, terutama bagi konsumen yang mencari minuman sehat dan alami.

Salah satu pelaku usaha yang menekuni bisnis ini adalah Agus Nuryanto (55), warga Dusun Dagen, Kelurahan Sidoarum, Godean, Sleman, Yogyakarta. Ia mengembangkan usaha wedang uwuh dengan merek Wedang Uwuh Djewery dan memasarkannya sebagai produk oleh-oleh khas Jogja yang praktis dan mudah disajikan.

Menurut Agus, perkembangan usaha wedang uwuh tidak terjadi secara instan. Ia memulai dari menjadi reseller hingga akhirnya memproduksi sendiri setelah melihat peluang pasar yang cukup besar.

“Setelah Covid permintaan wedang uwuh meningkat dan kita kepikiran untuk memproduksi sendiri,” ujar Agus Nuryanto saat ditemui Liputan6.com di rumah produksinya, Senin (9/3/2026).

Berawal dari Reseller hingga Memproduksi Sendiri

Usaha wedang uwuh yang dijalankan Agus bermula dari aktivitas sebagai reseller berbagai produk minuman dan makanan tradisional. Saat itu ia tidak hanya menjual wedang uwuh, tetapi juga kopi, bakpia, hingga gula jahe.

Dari pengalaman menjual berbagai produk tersebut, Agus mulai mempelajari potensi pasar dan melihat produk mana yang paling diminati konsumen. Dari situ ia menyadari bahwa wedang uwuh memiliki peluang bisnis yang cukup besar.

“Dulu kita reseller banyak produk, ada kopi, ada bakpia, ada gula jahe. Dalam perjalanan reseller itu kita melihat potensi mana yang bisa terserap pasar,” kata Agus.

Memilih Wedang Uwuh karena Peluang Pasarnya Lebih Besar

Setelah melihat minat pasar yang cukup tinggi terhadap wedang uwuh, Agus akhirnya memutuskan untuk fokus pada produk tersebut. Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan potensi pasar dan kemampuan produksi yang bisa ia lakukan.

Ia mengaku proses belajar memproduksi wedang uwuh dilakukan dengan metode amati, tiru, dan modifikasi dari produk yang sebelumnya ia jual sebagai reseller. Dari situ ia mulai mengembangkan resep sendiri.

“Dengan memproduksi ini sebenarnya kita masih ATM, amati, tiru, dan modifikasi dari produk yang kita resellerkan,” ujar Agus.

Mengembangkan Merek Produk untuk Perlindungan Bisnis

Dalam mengembangkan usaha, Agus juga menyadari pentingnya perlindungan merek dagang. Oleh karena itu, pada tahun 2022 ia mendaftarkan merek wedang uwuh miliknya ke Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

Langkah ini dilakukan untuk melindungi nama produk dari kemungkinan penggunaan oleh pihak lain apabila bisnis berkembang lebih besar di masa depan.

“Nama Djewery itu sudah kami daftarkan ke hak intelektual supaya kalau ada orang memakai nama itu, secara hukum kita sudah terlindungi,” jelasnya.

Racikan Rempah Menjadi Ciri Khas Produk

Wedang uwuh yang diproduksi Agus memiliki komposisi rempah yang cukup lengkap. Dalam satu kemasan terdapat berbagai bahan seperti jahe, serai, kapulaga, kayu manis, cengkeh, hingga daun pala.

Jumlah rempah yang digunakan bahkan lebih banyak dibandingkan produk sejenis di pasaran. Hal ini dilakukan untuk memperkuat cita rasa sekaligus memberikan manfaat kesehatan.

“Kalau di tempat lain mungkin hanya lima bahan, tapi di tempat kami ada sekitar dua belas item rempah dalam satu minuman,” ungkap Agus.

Bahan Baku Dipasok Langsung dari Petani

Untuk menjaga kualitas bahan baku, Agus tidak hanya mengandalkan pasokan dari pasar. Dalam perkembangannya, ia mulai bekerja sama langsung dengan petani rempah untuk memenuhi kebutuhan produksi.

Sebagian besar bahan baku wedang uwuh miliknya berasal dari wilayah Kulon Progo. Sistem ini dinilai lebih stabil karena pasokan bahan dapat dipastikan tersedia.

“Sekarang sudah ada petani yang men-supply kebutuhan kami, sekitar 90 persen bahan dari Kulon Progo,” kata Agus.

Proses Produksi Mengutamakan Kebersihan dan Kualitas

Dalam proses produksi, setiap bahan rempah harus melalui beberapa tahapan sebelum dikemas menjadi produk siap jual. Bahan-bahan tersebut dicuci terlebih dahulu, kemudian dikeringkan dengan sinar matahari.

Setelah itu, bahan akan dimasukkan ke dalam oven agar benar-benar kering dan tahan lama. Proses ini penting untuk menjaga kualitas sekaligus menghindari jamur atau kerusakan bahan.

“Bahan-bahan kita cuci dulu, kemudian dijemur dan setelah itu dioven supaya benar-benar kering sebelum masuk proses pengepakan,” jelas Agus.

Pemasaran Mengandalkan Marketplace dan Toko Oleh-Oleh

Dalam memasarkan produknya, Agus memanfaatkan berbagai jalur distribusi. Selain menjual secara online melalui marketplace seperti Shopee, ia juga menitipkan produk di sejumlah toko oleh-oleh di Yogyakarta.

Saat ini wedang uwuh miliknya sudah masuk ke puluhan toko oleh-oleh dan sebagian besar penjualannya berasal dari sistem konsinyasi di toko-toko tersebut.

“Pemasaran kami sekitar 80 persen melalui konsinyasi di toko oleh-oleh di Jogja,” ujar Agus.

Pertanyaan dan Jawaban sepeutar Topik

1. Apa itu wedang uwuh khas Yogyakarta?

Wedang uwuh adalah minuman tradisional khas Yogyakarta yang terbuat dari berbagai campuran rempah seperti jahe, serai, kayu manis, cengkeh, dan daun pala. Minuman ini dikenal memiliki aroma kuat dan rasa hangat yang menyehatkan tubuh. Biasanya wedang uwuh disajikan dengan air panas sehingga rempah-rempahnya mengeluarkan warna kemerahan alami.

2. Mengapa wedang uwuh memiliki peluang bisnis yang bagus?

Wedang uwuh memiliki peluang bisnis yang baik karena termasuk minuman tradisional berbahan alami yang diminati oleh konsumen yang peduli kesehatan. Selain itu, Yogyakarta sebagai kota wisata membuat produk ini banyak dicari sebagai oleh-oleh khas daerah.

3. Bagaimana cara memasarkan wedang uwuh agar laku di pasaran?

Pemasaran wedang uwuh dapat dilakukan melalui berbagai cara, seperti menjualnya di marketplace online, menitipkan produk di toko oleh-oleh, serta membangun jaringan reseller. Strategi distribusi ke tempat wisata atau pusat oleh-oleh juga membantu memperluas jangkauan pasar.

4. Berapa lama masa simpan wedang uwuh kemasan?

Masa simpan wedang uwuh kemasan biasanya sekitar enam bulan jika disimpan dengan baik dalam kemasan tertutup. Proses pengeringan dan penyimpanan yang higienis membantu menjaga kualitas rempah agar tetap aman dikonsumsi.

5. Siapa target konsumen wedang uwuh?

Target konsumen wedang uwuh umumnya adalah orang dewasa hingga usia lanjut, terutama yang menyukai minuman herbal tradisional. Namun seiring tren gaya hidup sehat, minuman ini juga mulai diminati oleh generasi muda.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|