Suami Istri Bekerja tapi Tetap Punya Side Hustle sebagai Petani, Begini Caranya

5 hours ago 3
  • Apakah orang yang bekerja kantoran bisa punya usaha sawah?
  • Bagaimana sistem kerja petani penggarap sawah?
  • Apakah usaha sawah tetap menguntungkan jika tidak dikelola langsung?

Baca artikel ini 5x lebih cepat

Liputan6.com, Jakarta - Saat ini semakin banyak pasangan suami istri yang sama-sama bekerja namun tetap ingin memiliki sumber penghasilan tambahan. Salah satu pilihan yang mernarik adalah memiliki usaha pertanian atau mengelola sawah sebagai side hustle. Meski terdengar membutuhkan banyak waktu, kenyataannya usaha ini tetap bisa dijalankan oleh pasangan yang memiliki pekerjaan utama. Kuncinya adalah pengelolaan yang tepat dan sistem kerja yang efisien.

Menariknya, suami istri bekerja tetap bisa memiliki side hustle sebagai petani tanpa harus selalu turun langsung ke sawah setiap hari. Banyak petani pemilik lahan yang tetap mendapatkan keuntungan dengan mempekerjakan orang lain untuk mengelola sawah. Selama sistem pengelolaannya jelas dan hasil panennya terpantau, usaha ini tetap bisa menghasilkan keuntungan. Liputan6 mewawancarai Lia Devita (29) dan Makrus (30), suami istri bekerja asal Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, yang punya side hustle sebagai petani.

1. Punya atau Menyewa Lahan Sawah yang Produktif

Langkah pertama agar suami istri bekerja tetap punya side hustle sebagai petani adalah memiliki akses ke lahan sawah yang produktif. Lahan ini bisa berupa sawah milik sendiri, sawah warisan keluarga, atau menyewa lahan dari orang lain. Hal terpenting adalah memastikan kondisi tanah subur dan memiliki akses air yang baik.

“Ini bengkok (lahan yang didapatkan selama seseorang menjabat sebagai perangkat desa, red). Sebelumnya lahan ini disewa untuk tebu, terus pas suamiku jadi modin (perangkat desa, red), kami sepakat mengubahnya jadi sawah. Kalau sawah hasilnya lebih menguntungkan. Ini setahun tanam padi dua kali, pas musim hujan gini (hasil panennya, red) rata-rata 8 ton lebih,” ungkap Lia Devita (29) saat ditemui Liputan6 di area persawahannya di Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, pada Jumat (6/3/2026)

Sawah yang produktif akan memudahkan proses budidaya padi atau tanaman lain. Selain itu, hasil panen juga cenderung lebih stabil sehingga keuntungan lebih terjamin. Dengan memilih lahan yang tepat, usaha pertanian tetap bisa berjalan meskipun suami istri memiliki pekerjaan utama di luar sektor pertanian.

2. Mempekerjakan Petani atau Buruh Tani yang Berpengalaman

Agar side hustle sebagai petani tetap berjalan meski sibuk bekerja, pasangan suami istri bisa mempekerjakan buruh tani atau petani yang berpengalaman. Mereka bisa membantu mengurus berbagai pekerjaan seperti menanam, merawat tanaman, hingga memanen padi. Sistem kerja seperti ini sudah sangat umum di banyak daerah pertanian.

“Hitungannya semua dikerjakan orang, soalnya kan sawahnya luas (satu hektare lebih, red). Selain itu, suamiku juga enggak biasa tani sendiri,” imbuh Lia.

Dengan adanya tenaga kerja yang mengelola sawah, pemilik lahan hanya perlu melakukan pengawasan secara berkala. Hal ini membuat usaha pertanian tetap berjalan tanpa harus meninggalkan pekerjaan utama. Selama pembagian hasil dan sistem kerja jelas, model ini tetap bisa menghasilkan keuntungan yang stabil.

3. Gunakan Sistem Bagi Hasil agar Lebih Praktis

Salah satu cara yang sering digunakan dalam side hustle sebagai petani adalah sistem bagi hasil. Dalam sistem ini, pemilik lahan bekerja sama dengan petani penggarap yang mengelola sawah. Hasil panen kemudian dibagi sesuai kesepakatan, misalnya setengah untuk pemilik lahan dan setengah untuk penggarap.

Sistem bagi hasil membuat pemilik lahan tidak perlu mengurus operasional secara detail setiap hari. Petani penggarap biasanya lebih memahami kondisi sawah dan proses budidaya. Dengan sistem ini, suami istri bekerja tetap bisa memiliki side hustle sebagai petani tanpa harus terlibat penuh di lapangan.

4. Pantau Sawah Secara Berkala Meski Tidak Setiap Hari

Meski ada tenaga kerja yang mengelola sawah, pemilik tetap perlu melakukan pemantauan secara berkala. Cara ini penting agar side hustle sebagai petani tetap berjalan sesuai rencana. Pemantauan bisa dilakukan saat akhir pekan atau ketika memiliki waktu luang.

“Kalau ke sawah ya enggak tiap hari, cuma selalu tahu perkembangan padi di sawah. Jadi beberapa hari aku atau suamiku tilik (melihat, red) sawah,” papar ibu satu anak itu.

Kunjungan berkala juga membantu memastikan kondisi tanaman tetap baik. Selain itu, komunikasi dengan petani penggarap juga menjadi lebih lancar. Dengan pengawasan yang cukup, usaha pertanian tetap bisa memberikan hasil yang optimal.

5. Kelola Modal dan Biaya Produksi dengan Baik

Agar side hustle sebagai petani tetap menghasilkan keuntungan, pengelolaan modal sangat penting. Biaya seperti bibit, pupuk, tenaga kerja, dan perawatan sawah perlu dihitung dengan baik. Dengan perencanaan yang matang, keuntungan dari hasil panen bisa lebih maksimal.

“Biaya produksi bisa diprediksi, ada hitungannya lah yang pasti. Kan misalnya musim tanam ya, upah tanam berapa, upah ngolah tanah berapa, upah menyebar pupuk, itu ada standarnya semua. Terus kalau panen juga gitu, bisa diprediksi pas musim hujan berapa dapatnya, pas musim kemarau berapa. Masih tetap untung itung-itungannya walaupun semuanya dikerjakan orang lain,” jelas Makrus, suami Lia, Jumat (6/3/2026).

Pencatatan biaya dan hasil panen juga membantu pemilik sawah mengetahui apakah usaha pertanian tersebut benar-benar menguntungkan. Meski dijalankan sebagai usaha sampingan, pengelolaan keuangan tetap harus dilakukan secara serius.

6. Manfaatkan Hasil Panen sebagai Sumber Penghasilan Tambahan

Hasil panen dari sawah dapat menjadi sumber pendapatan tambahan yang cukup stabil. Padi, misalnya, memiliki permintaan pasar yang terus ada sepanjang tahun. Dengan demikian, suami istri bekerja tetap bisa memiliki side hustle sebagai petani yang menghasilkan pemasukan rutin.

Selain dijual langsung, hasil panen juga bisa diolah atau disimpan sebagai cadangan pangan keluarga. Hal ini membuat usaha pertanian tidak hanya memberikan keuntungan finansial tetapi juga manfaat bagi kebutuhan rumah tangga. Jika dikelola dengan baik, usaha sawah tetap bisa cuan meski pemiliknya bekerja di sektor lain.

Pertanyaan Seputar Side Hustle Sawah untuk Suami Istri Bekerja

1. Apakah orang yang bekerja kantoran bisa punya usaha sawah?

Bisa. Banyak orang yang memiliki sawah sebagai investasi atau usaha sampingan dengan mempekerjakan petani penggarap.

2. Bagaimana sistem kerja petani penggarap sawah?

Umumnya menggunakan sistem bagi hasil, di mana hasil panen dibagi antara pemilik lahan dan petani yang mengelola sawah.

3. Apakah usaha sawah tetap menguntungkan jika tidak dikelola langsung?

Ya, selama ada petani penggarap yang berpengalaman dan pengelolaan biaya dilakukan dengan baik.

4. Berapa kali panen padi dalam setahun?

Biasanya padi dapat dipanen sekitar dua hingga tiga kali dalam setahun tergantung jenis varietas dan kondisi lahan.

5. Apa keuntungan memiliki sawah sebagai side hustle?

Sawah dapat menjadi sumber penghasilan tambahan, nilai investasinya cenderung stabil, dan hasil panennya selalu memiliki pasar.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|