Tips Agar Kopi Tidak Pahit Berlebihan ala Barista Kopi

7 hours ago 7

Liputan6.com, Jakarta - Tips agar kopi tidak pahit berlebihan menjadi pertanyaan yang paling sering diajukan pecinta kopi rumahan. Banyak orang mengeluhkan rasa kopi yang terlalu strong, getir, bahkan meninggalkan aftertaste yang kurang nyaman di lidah. Padahal, menurut praktisi kopi, rasa pahit berlebih biasanya bukan karena bijinya saja, tetapi karena teknik penyeduhan yang kurang tepat.

Dalam wawancara bersama Ana Himawari, barista sekaligus owner Kopi Gemolong Sragen, dijelaskan bahwa setiap metode seduh memiliki perlakuan berbeda. Mulai dari suhu air, ukuran gilingan, hingga teknik menuang air sangat memengaruhi hasil akhir di cangkir. Kesalahan kecil saja bisa membuat rasa kopi menjadi over-extracted dan terlalu pahit.

Melalui pengalaman praktik langsung di kedainya, Ana membagikan sejumlah tips agar kopi tidak pahit berlebihan yang bisa diterapkan di rumah. Baik untuk manual brew maupun menggunakan mesin espresso, semua ada tekniknya. Berikut Liputan6 memberikan penjelasan lengkapnya untuk Anda, Jumat (20/2/2026).

1. Perhatikan Suhu Air Saat Manual Brew

Menurut Ana Himawari, salah satu penyebab utama kopi terasa pahit adalah suhu air yang terlalu tinggi. Untuk metode manual brew yang umumnya menggunakan biji arabica, suhu ideal sebaiknya tidak lebih dari 90°C. Air yang terlalu panas bisa menarik senyawa pahit lebih banyak dari bubuk kopi.

Suhu yang terlalu tinggi mempercepat proses ekstraksi sehingga rasa pahit mendominasi. Padahal, kopi memiliki banyak karakter rasa seperti fruity, nutty, atau chocolate yang bisa hilang jika over-extracted. Karena itu, kontrol suhu menjadi kunci penting.

“Untuk manual brew yang rata-rata menggunakan kopi jenis arabica usahakan tidak menggunakan suhu terlalu tinggi (di atas 90°C),” jelas Ana. Ia menekankan bahwa detail kecil seperti ini sering diabaikan pemula.

2. Teknik Pouring Harus Perlahan dan Bertahap

Selain suhu, teknik menuang air juga menentukan hasil akhir seduhan. Ana menyarankan agar tidak langsung menuangkan seluruh air panas sekaligus ke dalam dripper. Proses pouring sebaiknya dilakukan perlahan dan bertahap.

Dengan menuang sedikit demi sedikit, kopi memiliki waktu untuk mekar dan terekstraksi secara merata. Teknik ini membantu menjaga keseimbangan rasa agar tidak dominan pahit. Proses blooming di awal juga penting untuk mengeluarkan gas dari bubuk kopi.

“Saat pouring usahakan pelan-pelan jangan langsung menuang semua air panas, biarkan kopi diseduh perlahan oleh air panas,” ujar Ana. Cara ini sederhana, tetapi sangat efektif untuk menghasilkan rasa yang lebih halus.

3. Atur Ukuran Gilingan Sesuai Metode Seduh

Bagi pengguna mesin atau grinder sendiri di rumah, ukuran gilingan menjadi faktor krusial. Gilingan yang terlalu halus bisa membuat ekstraksi berlebihan dan menghasilkan rasa pahit tajam. Sebaliknya, gilingan terlalu kasar bisa membuat kopi terasa hambar.

Ana menjelaskan bahwa setiap metode seduh memiliki standar ukuran gilingan berbeda. Espresso membutuhkan gilingan sangat halus, sementara pour over atau V60 memerlukan tingkat medium. Penyesuaian ini tidak bisa disamaratakan.

“Kuncinya ada di size gilingan atau grinder,” jelasnya. Dengan kalibrasi yang tepat, rasa kopi akan lebih seimbang dan kompleks.

4. Kenali Karakteristik Biji Kopi Sebelum Diseduh

Tips agar kopi tidak pahit berlebihan berikutnya adalah memahami karakter biji kopi yang digunakan. Setiap bean memiliki profil rasa berbeda tergantung asal dan prosesnya. Biasanya roastery sudah mencantumkan karakter rasa hasil cupping pada kemasan.

Jika biji memiliki karakter fruity atau floral, penyeduhan harus lebih hati-hati agar rasa aslinya tetap menonjol. Teknik seduh yang salah bisa membuat rasa khas tersebut tertutup pahit. Karena itu, membaca informasi pada kemasan sangat membantu.

“Kenali dulu karakter biji kopinya. Biasanya dari roastery sudah ada keterangan rasanya karena sudah lewat tahap cupping,” kata Ana. Dengan memahami profil rasa, barista bisa menyesuaikan teknik seduhnya.

5. Kualitas Mesin dan Skill Barista Sangat Berpengaruh

Untuk espresso, Ana menegaskan bahwa mesin memegang peranan penting. Tidak bisa dipungkiri, espresso yang kompleks membutuhkan mesin dengan tekanan dan stabilitas suhu yang baik. Selain mesin, skill barista juga menentukan hasil akhir.

Espresso disebut sebagai “nyawa” dari berbagai menu kopi. Jika ekstraksi espresso sudah pahit dari awal, maka minuman turunannya seperti latte atau cappuccino juga akan terpengaruh. Karena itu, proses kalibrasi sangat penting.

“Kalibrasi adalah proses mengeluarkan rasa yang ada dalam biji kopi,” jelas Ana. Dengan mesin yang baik dan teknik yang tepat, rasa pahit bisa dikontrol sehingga tetap balance dan nikmat.

People Also Ask

1. Kenapa kopi saya selalu terasa pahit?

Jawaban: Kemungkinan karena suhu air terlalu panas, gilingan terlalu halus, atau proses ekstraksi terlalu lama.

2. Berapa suhu ideal untuk manual brew?

Jawaban: Sebaiknya tidak lebih dari 90°C, terutama untuk biji arabica.

3. Apakah semua kopi pahit itu buruk?

Jawaban: Tidak. Pahit adalah bagian dari karakter kopi, tetapi harus seimbang dan tidak mendominasi.

4. Apakah grinder memengaruhi rasa kopi?

Jawaban: Ya, ukuran gilingan sangat berpengaruh pada proses ekstraksi dan rasa akhir.

5. Apakah mesin mahal menjamin kopi tidak pahit?

Jawaban: Tidak selalu, karena skill dan kalibrasi barista juga sangat menentukan.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|