Liputan6.com, Jakarta Perjalanan arus balik setelah Lebaran bisa menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi orang tua yang membawa balita. Kemacetan panjang, perubahan jadwal tidur, hingga kondisi cuaca yang tidak menentu bisa membuat anak mudah rewel dan lelah selama di perjalanan. Persiapan yang kurang matang dapat menyebabkan perjalanan menjadi tidak nyaman bagi si kecil maupun orang tua.
Orang tua disarankan untuk memperhatikan pola makan dan tidur anak sebelum perjalanan agar daya tahan tubuh tetap terjaga. Pasalnya, jam tidur yang kurang atau terganggu bisa menyebabkan imunitas anak menurun dan lebih mudah terserang penyakit.
Agar perjalanan arus balik tetap aman dan nyaman, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh orang tua. Dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber pada Selasa (1/4/2025), berikut ini adalah tips lengkap untuk memastikan anak tetap nyaman selama di perjalanan.
1. Pastikan Balita Sehat dan Kebutuhannya Terpenuhi
Sebelum berangkat, pastikan balita dalam kondisi sehat. Jika ada riwayat penyakit tertentu, sebaiknya konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu. Jika balita terlihat tidak sehat, jangan ragu untuk menunda perjalanan. Selain itu, siapkan perlengkapan medis seperti kotak P3K yang berisi obat-obatan dasar seperti paracetamol, obat diare, dan salep antiseptik.
Perlengkapan balita juga perlu disiapkan dengan baik. Bawa popok, baju ganti, selimut, handuk, tisu basah dan kering, serta makanan dan minuman yang cukup. Jangan lupa untuk memeriksa kendaraan sebelum berangkat. Pastikan semua berfungsi dengan baik, termasuk ban, oli, dan lampu. Jika menggunakan mobil pribadi, pastikan car seat terpasang dengan benar untuk keselamatan balita.
Sebaiknya barang bawaan anak dibagi menjadi dua tas:
- Tas kecil untuk barang yang sering digunakan, seperti popok, tisu basah, botol susu, makanan ringan, baju ganti, dan mainan favorit.
- Tas besar untuk barang cadangan, seperti pakaian tambahan, perlengkapan mandi, obat-obatan, dan selimut.
Pastikan juga untuk membawa kotak P3K yang berisi termometer, plester luka, obat demam, serta perlengkapan medis lainnya jika diperlukan.
2. Rencanakan Rute dan Titik Istirahat
Rencanakan rute perjalanan dan cari tahu titik istirahat yang nyaman untuk balita. Pilih rest area yang memiliki fasilitas toilet bersih dan ruang bermain anak. Ini penting agar balita bisa bergerak dan bermain sejenak. Perkirakan waktu tempuh perjalanan agar tidak terlalu melelahkan untuk semua anggota keluarga.
Selama perjalanan, jaga kenyamanan balita dengan memberikan ASI atau susu sesuai jadwal. Makanan ringan dan minuman sehat juga perlu disiapkan. Ajak balita bermain atau bernyanyi untuk mengurangi kebosanan. Jika balita mengantuk, biarkan ia tidur dengan nyaman di dalam kendaraan.
3. Pastikan Anak Mendapat Asupan Nutrisi yang Cukup
Perjalanan jauh bisa membuat anak lebih cepat lapar dan haus. Oleh karena itu, pastikan untuk membawa bekal makanan sehat dan camilan favorit anak. Menurut Kompas, buah-buahan yang tahan lama, roti, biskuit, serta makanan dengan kandungan protein tinggi sangat disarankan untuk menjaga energi anak selama perjalanan.
Jika anak masih menyusui, ibu disarankan untuk menyusui saat pesawat lepas landas atau mendarat guna mengurangi tekanan di telinga akibat perubahan ketinggian. Sementara untuk perjalanan darat, bawa termos kecil berisi air hangat agar memudahkan penyajian susu atau makanan bayi.
4. Berhenti Secara Berkala
Berhenti di titik istirahat secara berkala sangat penting. Ini memberikan kesempatan bagi balita untuk bergerak, buang air, dan makan. Jangan memaksakan perjalanan jika balita terlihat lelah atau rewel. Jaga kebersihan dengan mengganti popok secara teratur dan membersihkan tangan balita setelah makan.
5. Ciptakan Suasana Nyaman di Kendaraan
Rasa bosan selama perjalanan dapat membuat anak menjadi rewel. Oleh karena itu, penting untuk menciptakan suasana yang nyaman di dalam kendaraan. Beberapa cara yang bisa dilakukan meliputi:
- Membawa mainan favorit anak untuk mengalihkan perhatian saat mulai bosan.
- Memutar musik anak-anak atau cerita audio agar perjalanan terasa lebih menyenangkan.
- Menggunakan bantal dan selimut agar anak bisa tidur lebih nyaman.
Jika anak terbiasa menggunakan car seat, pastikan car seat dipasang dengan benar di kursi belakang untuk keamanan optimal.
6. Jaga Kebersihan dan Kesehatan Anak Selama Perjalanan
Perjalanan panjang bisa meningkatkan risiko anak terkena penyakit, terutama jika kebersihan tidak dijaga dengan baik. Berikut adalah beberapa tips dari Alodokter untuk memastikan anak tetap sehat selama arus balik:
- Rutin mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer sebelum makan.
- Menghindari makanan yang kurang higienis untuk mencegah gangguan pencernaan.
- Memastikan anak cukup minum air putih agar tetap terhidrasi dan tidak mudah lelah.
Jika anak menunjukkan tanda-tanda tidak enak badan, seperti demam atau muntah, segera cari fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.
Tips Tambahan untuk Perjalanan Arus Balik
Jika memungkinkan, usahakan untuk bepergian di luar jam-jam sibuk untuk menghindari kemacetan. Beri balita kesempatan untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitar saat berhenti di tempat istirahat. Bawa camilan sehat dan minuman yang cukup untuk balita. Jangan lupa untuk membawa baju ganti untuk orang tua juga, sebagai antisipasi jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Dengan persiapan yang matang dan mengikuti tips di atas, arus balik Lebaran bersama balita dapat menjadi pengalaman yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi seluruh keluarga. Ingat, keselamatan dan kenyamanan balita adalah prioritas utama dalam perjalanan ini.
Pertanyaan Umum
Apa yang harus dilakukan jika balita sakit sebelum perjalanan?
Jika balita sakit, sebaiknya tunda perjalanan dan konsultasikan dengan dokter.
Perlengkapan medis apa saja yang perlu dibawa saat perjalanan?
Bawa kotak P3K yang berisi paracetamol, obat diare, salep antiseptik, dan obat-obatan lain yang diperlukan.
Bagaimana cara menjaga kenyamanan balita selama perjalanan?
Berikan makanan dan minuman yang sehat, ajak bermain, dan biarkan tidur jika mengantuk.
Apakah perlu berhenti secara berkala selama perjalanan?
Ya, berhenti secara berkala penting untuk memberi kesempatan balita bergerak dan beristirahat.