Tips Suami Istri Bekerja Tetap Punya Bonding Kuat dengan Anak

5 hours ago 3
  • Apakah orang tua bekerja bisa tetap dekat dengan anak?
  • Apa yang dimaksud bonding antara orang tua dan anak?
  • Berapa lama waktu ideal bersama anak setiap hari?

Baca artikel ini 5x lebih cepat

Liputan6.com, Jakarta - Menjalani kehidupan sebagai suami istri bekerja sering kali membuat waktu bersama anak menjadi lebih terbatas. Rutinitas pekerjaan yang padat dapat membuat orang tua merasa khawatir hubungan emosional dengan anak menjadi kurang dekat. Padahal, bonding kuat dengan anak sangat penting untuk membangun rasa aman, kepercayaan, dan kedekatan dalam keluarga. Anak yang memiliki kedekatan emosional dengan orang tua biasanya tumbuh dengan rasa percaya diri yang lebih baik.

Meski sama-sama bekerja, sebenarnya ada banyak cara yang bisa dilakukan agar hubungan dengan anak tetap hangat. Kuncinya adalah mengatur waktu dengan baik serta memanfaatkan setiap momen kebersamaan secara maksimal. Dengan beberapa kebiasaan sederhana, suami istri bekerja tetap bisa memiliki bonding kuat dengan anak. Liputan6 merangkum beberapa tips yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari agar hubungan orang tua bekerja dengan anak tetap kuat.

1. Membuat Rutinitas Waktu Khusus Bersama Anak

Salah satu cara menjaga bonding kuat dengan anak adalah dengan membuat rutinitas waktu khusus setiap hari. Meski singkat, waktu tersebut bisa digunakan untuk berbincang, bermain, atau membaca buku bersama. Anak biasanya merasa lebih diperhatikan ketika orang tua meluangkan waktu khusus hanya untuk mereka.

Rutinitas ini bisa dilakukan pada pagi hari sebelum berangkat kerja atau malam sebelum tidur. Konsistensi menjadi hal yang penting agar anak merasa waktu tersebut memang miliknya. Bahkan 15–30 menit bersama anak setiap hari bisa memberikan dampak besar pada hubungan emosional. Dengan kebiasaan ini, suami istri bekerja tetap bisa menjaga kedekatan dengan anak.

2. Memanfaatkan Waktu Libur Secara Maksimal

Bagi suami istri bekerja, waktu libur menjadi kesempatan yang sangat berharga untuk mempererat hubungan dengan anak. Gunakan hari libur untuk melakukan aktivitas bersama seperti bermain di taman, memasak, atau sekadar berjalan-jalan. Kegiatan sederhana sering kali justru lebih berkesan bagi anak.

“Suamiku kerjanya kan shift-shift an, jadi liburnya enggak mesti pas weekend (akhir pekan, red). Minggu lalu liburnya pas Jumat, jadi hari itu dia full ngasuh anak, sementara aku kan baru libur Sabtu-Minggu. Pokoknya pas dia libur, anak enggak boleh dititipkan ke pengasuh, harus sama dia, gitu prinsipnya,” jelas Khumaizah (28), ibu satu anak yang baru mulai bekerja lagi usai melahirkan enam bulan lalu, Kamis (12/3/2026). 

Selain itu, hindari terlalu sibuk dengan pekerjaan saat hari libur. Fokuskan perhatian pada anak agar mereka merasa benar-benar dihargai. Momen kebersamaan seperti ini membantu menciptakan kenangan positif dalam keluarga. Dengan memanfaatkan waktu libur secara maksimal, bonding dengan anak akan semakin kuat.

3. Mengantar atau Menjemput Anak Saat Ada Kesempatan

Mengantar atau menjemput anak sekolah bisa menjadi momen sederhana yang memperkuat bonding kuat dengan anak. Di perjalanan, orang tua bisa mengobrol santai mengenai aktivitas anak di sekolah. Percakapan ringan ini membantu anak merasa lebih dekat dengan orang tuanya. Kegiatan mengantar jemput anak sekolah merupakan rutinitas Lia Devita (29), tenaga kesehatan di sebuah puskesmas di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. 

“Kalau libur atau shift siang aku pasti nganter anakku sekolah, ya biar kayak orang tua lain lah,” papar Lia kepada Liputan6, Kamis (5/3/2026).

Bagi suami istri bekerja, momen ini juga bisa menjadi cara untuk tetap terlibat dalam kehidupan anak. Meski tidak dilakukan setiap hari, kesempatan seperti ini sangat berarti bagi anak. Mereka akan merasa bahwa orang tuanya tetap hadir dalam keseharian mereka. Hal kecil seperti ini sering kali memberikan dampak besar pada kedekatan keluarga.

4. Memiliki Support System yang Kuat

Tips penting bagi suami istri bekerja tetap punya bonding kuat dengan anak adalah memiliki support system yang baik. Support system bisa berupa orang tua, keluarga dekat, atau pengasuh anak yang sudah dikenal dengan baik. Dengan bantuan orang yang dipercaya, orang tua bisa bekerja dengan lebih tenang.

“Sempet galau banget waktu mau balik kerja, aku survei beberapa daycare tapi harganya terlalu mahal, kan percuma juga aku kerja istilahnya cuma buat bayar daycare. Akhirnya dengan segala pertimbangan, aku memutuskan menitipkan anakku (usia enam bulan, red) pada saudara yang kupercayai. Itu pun jadwal kegiatan, makanan, minuman, udah aku siapkan dari rumah, jadi pengasuh tinggal memberikan saja,” ungkap Khumaizah yang bekerja sebagai staf akuntansi di sebuah hotel ternama di Bojonegoro.

Penting juga memastikan bahwa orang yang membantu mengasuh anak memiliki nilai dan cara pengasuhan yang sejalan. Komunikasi dengan pengasuh atau keluarga juga perlu dilakukan secara rutin. Dengan support system yang kuat, anak tetap mendapatkan perhatian yang baik. Hal ini membantu menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan keluarga.

5. Mengurangi Distraksi saat Bersama Anak

Ketika memiliki waktu bersama anak, usahakan untuk mengurangi distraksi seperti ponsel atau pekerjaan. Anak akan merasa lebih dihargai ketika orang tua benar-benar fokus pada mereka. Hal ini sangat penting untuk membangun bonding kuat dengan anak.

Bagi suami istri bekerja, kualitas waktu sering kali lebih penting dibandingkan jumlah waktu. Meskipun hanya sebentar, perhatian penuh dapat membuat anak merasa sangat bahagia. Cobalah mendengarkan cerita anak dengan penuh perhatian. Kebiasaan ini membantu membangun hubungan emosional yang lebih kuat.

6. Melibatkan Anak dalam Aktivitas Sehari-hari

Melibatkan anak dalam aktivitas sederhana di rumah juga bisa memperkuat hubungan keluarga. Misalnya mengajak anak memasak, merapikan rumah, atau berkebun bersama. Kegiatan seperti ini membantu anak merasa menjadi bagian penting dari keluarga.

“Kalau menurutku ya anak perempuan itu perkembangannya (kognitif dan psikologis, red) agak lebih cepat dibanding cowok. Anakku (perempuan, red) sejak sekitar tiga tahun udah istilahnya pakai baju sendiri, siap-siap sendiri kalau mau pergi, menurutku lebih mandiri ya,” imbuh Lia.

Selain itu, aktivitas bersama juga menjadi kesempatan untuk berbicara dan saling memahami. Anak biasanya lebih terbuka saat melakukan kegiatan santai bersama orang tua. Dengan cara ini, suami istri bekerja tetap bisa menjaga bonding kuat dengan anak. Kedekatan emosional pun akan terbentuk secara alami.

Pertanyaan Seputar Bonding Orang Tua dan Anak

1. Apakah orang tua bekerja bisa tetap dekat dengan anak?

Tentu bisa. Kuncinya adalah meluangkan waktu berkualitas secara konsisten dan memanfaatkan setiap kesempatan bersama anak.

2. Apa yang dimaksud bonding antara orang tua dan anak?

Bonding adalah hubungan emosional yang kuat antara orang tua dan anak yang dibangun melalui perhatian, komunikasi, dan kebersamaan.

3. Berapa lama waktu ideal bersama anak setiap hari?

Tidak ada aturan pasti, tetapi meluangkan sekitar 15–30 menit waktu berkualitas setiap hari sudah cukup membantu memperkuat hubungan dengan anak.

4. Apakah pengasuh anak bisa memengaruhi bonding orang tua?

Pengasuh yang baik justru bisa membantu menjaga keseharian anak saat orang tua bekerja. Namun, orang tua tetap perlu meluangkan waktu khusus agar bonding tetap kuat.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|