Waspadai Kekuatan Persib di BRI Super League, Pelatih PSIM Soroti Kualitas Individu Pemain Maung Bandung

14 hours ago 5

Bola.com, Bandung - PSIM Yogyakarta menghadapi tantangan berat saat bertandang ke markas Persib Bandung pada pekan ke-31 BRI Super League di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Senin (4/5/2026) sore WIB.

Pelatih PSIM, Jean-Paul van Gastel, memastikan timnya tetap menjalani persiapan seperti biasa meski memiliki waktu istirahat yang cukup singkat usai pertandingan sebelumnya.

"Persiapannya bagus. Kami hanya punya waktu jeda beberapa hari, jadi setelah pertandingan sebelumnya kami hampir langsung berangkat ke Bandung," ujar Van Gastel saat sesi konferensi pers jelang laga, Minggu (3/5/2026).

"Namun itu tidak menjadi masalah. Kami selalu mempersiapkan tim dengan cara yang sama untuk setiap pertandingan, dan laga ini bukan pengecualian," sambungnya.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Soroti Kualitas Individu Persib

Pelatih asal Belanda itu menilai Persib layak berada di papan atas. Menurut Jean-Paul van Gastel, kekuatan utama Maung Bandung terletak pada kualitas individu para pemainnya.

"Saya pikir ada alasan mengapa Bandung berada di papan atas klasemen. Menurut saya, kualitas individu para pemainnya adalah yang terbaik di Indonesia. Itulah salah satu alasan mereka memenangkan pertandingan," katanya.

"Di sini saya rasa lebih mudah bagi mereka karena faktor dukungan tuan rumah. Tapi seperti yang saya katakan, saya selalu melihat senjata dan kelemahan lawan."

"Dan menurut saya salah satu senjata Bandung adalah kualitas individu dari semua pemain yang ada di lapangan," lanjut mantan asiaten pelatih Besiktas tersebut.

Skuad Persib Berbahaya

Saat ditanya mengenai pemain Persib yang paling berbahaya, Jean-Paul van Gastel enggan menyebut nama secara spesifik. Ia lebih melihat kekuatan Persib sebagai kolektivitas tim.

"Sepak bola lebih dari sekadar kualitas individu. Ada juga permainan taktis dan rencana permainan dari pelatih yang harus mereka jalankan. Di dalam rencana permainan itulah kualitas individu akan muncul," ucapnya.

"Saya bisa menyebutkan beberapa pemain, tapi semua pemain Bandung yang bermain adalah pemain yang sangat bagus. Mereka tidak butuh banyak peluang untuk mencetak gol dan itu sangat menguntungkan bagi tim yang sedang mengejar gelar juara," ulas dia.

Dari sisi lain, Laskar Mataram dipastikan tampil dengan kekuatan nyaris penuh. Tidak ada pemain yang terkena akumulasi kartu. Hanya Anton Fase dan Rakhmatsho Rakhmatzoda masih absen karena menjalani pemulihan cedera.

Laga Impian Tanpa Perlu Motivasi Tambahan

PSIM datang ke Bandung dengan kondisi mental yang cukup baik setelah memastikan diri bertahan di kasta tertinggi musim depan. Saat ini, Laskar Mataram menempati peringkat ke-11 klasemen sementara dengan koleksi 39 poin.

"Tidak perlu memotivasi pemain untuk laga seperti ini. Sejak awal musim kami memulai dengan sangat baik. Target awal kami adalah tidak terdegradasi dan karena hasil laga Solo kemarin, kami secara resmi bertahan di kasta tertinggi," sebut Van Gastel.

"Soal motivasi jika Anda bermain di stadion seperti ini, sama seperti saat melawan Persija di hadapan 55 ribu orang dan sekarang di sini 30 ribu jika saya masih harus memotivasi mereka lebih baik saya berhenti dari pekerjaan saya atau pemain saya yang harus berhenti bermain. Ini adalah laga impian dengan banyak penonton," tambahnya.

Sementara itu, bek PSIM, Yusaku Yamadera, mengakui pertandingan melawan Maung Bandung akan berjalan sulit. Namun, ia menegaskan timnya sudah melakukan persiapan maksimal.

"Lawan besok adalah Persib, salah satu klub terbesar di Indonesia dan besok akan menjadi laga yang sangat sulit bagi kedua tim. Saya rasa atmosfernya akan luar biasa tapi kami telah melakukan persiapan matang dan kami mencoba mendapatkan tiga poin," tuturnya.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|