1 Ramadhan 2026 Jatuh pada Tanggal Berapa? Ini Penjelasan Lengkapnya

6 days ago 10

Liputan6.com, Jakarta - Menjelang datangnya bulan suci, pertanyaan tentang 1 Ramadhan 2026 jatuh pada tanggal berapa mulai ramai diperbincangkan oleh umat Islam. Ramadhan bukan sekadar pergantian bulan dalam kalender Hijriah, melainkan momentum spiritual yang sangat dinanti setiap tahunnya. Persiapan ibadah, tradisi keluarga, hingga penyesuaian aktivitas sosial semuanya berpangkal pada kepastian awal puasa.

Di Indonesia, penentuan awal Ramadhan memiliki karakteristik tersendiri karena melibatkan peran pemerintah, organisasi Islam, serta pendekatan ilmiah dan syar’i. Tak jarang, perbedaan metode penetapan memunculkan potensi perbedaan awal puasa di tengah masyarakat.

Lalu, sebenarnya 1 Ramadhan 2026 jatuh pada tanggal berapa menurut penanggalan Hijriah, dan apakah berpeluang terjadi perbedaan penetapan di Indonesia? Berikut ulasan Liputan6.com, Jumat (6/2/2028).

1 Ramadhan 2026 dalam Penanggalan Hijriah

Bulan Ramadhan 2026 Masehi bertepatan dengan Ramadhan 1447 Hijriah. Penanggalan Hijriah sendiri menggunakan sistem lunar (qamariyah) yang berbasis peredaran bulan. Oleh karena itu, awal bulan ditentukan melalui pengamatan hilal atau perhitungan astronomi (hisab).

Berdasarkan dokumen resmi Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/1.0/E/2025, telah ditetapkan bahwa 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada hari Rabu, 18 Februari 2026 M. Penetapan ini didasarkan pada metode hisab hakiki wujudul hilal yang menjadi pedoman Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah.

Dalam maklumat tersebut dijelaskan bahwa ijtimak (konjungsi bulan dan matahari) terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026. Menurut kriteria Kalender Hijriah Global Tunggal yang diadopsi Muhammadiyah, bulan baru dimulai saat matahari terbenam setelah ijtimak, sehingga awal Ramadhan ditetapkan pada keesokan harinya.

Dengan demikian, menurut Muhammadiyah, 1 Ramadhan 2026 jatuh pada tanggal 18 Februari 2026 dan umat Islam dapat mulai melaksanakan ibadah puasa sejak hari tersebut.

Jadwal Sidang Isbat Pemerintah untuk Ramadhan 2026

Sementara itu, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama Republik Indonesia menjadwalkan Sidang Isbat penentuan awal Ramadhan 1447 H pada Selasa, 17 Februari 2026. Informasi ini dirilis melalui laman resmi dan juga dipublikasikan oleh BAZNAS DIY.

Sidang Isbat akan dipimpin langsung oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar dan dilaksanakan di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama RI, Jakarta. Sidang ini merupakan mekanisme resmi negara untuk menetapkan awal Ramadhan, Syawal, dan Zulhijjah.

Terdapat tiga tahapan utama dalam Sidang Isbat, yaitu:

  1. Pemaparan data hisab oleh tim ahli falak Kementerian Agama.
  2. Verifikasi hasil rukyatul hilal dari 37 titik pengamatan di seluruh Indonesia.
  3. Musyawarah dan pengambilan keputusan, yang hasilnya diumumkan secara resmi kepada publik.

Pemerintah menggunakan pendekatan integrasi hisab dan rukyat sebagai upaya menjaga keseimbangan antara perhitungan astronomi dan pengamatan langsung, sekaligus menjaga persatuan umat Islam di Indonesia.

Metode Penetapan Awal Ramadhan di Indonesia

Perbedaan penetapan awal Ramadhan di Indonesia tidak terlepas dari perbedaan metode yang digunakan. Pemerintah mengacu pada hasil Sidang Isbat yang berlandaskan:

  • Hisab astronomi
  • Rukyat hilal
  • Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI)
  • Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 1 Tahun 2026

PMA tersebut memperkuat aspek transparansi dan kepastian hukum dalam penetapan awal bulan Hijriah. Sidang Isbat juga melibatkan berbagai pihak, mulai dari ormas Islam, BMKG, ahli falak, MUI, DPR, hingga Mahkamah Agung.

Di sisi lain, Muhammadiyah secara konsisten menggunakan hisab hakiki wujudul hilal tanpa menunggu hasil rukyat. Karena itulah, keputusan Muhammadiyah biasanya diumumkan jauh hari sebelum Sidang Isbat pemerintah.

Mungkinkah Terjadi Perbedaan Penetapan 1 Ramadhan 2026?

Pertanyaan penting berikutnya adalah: mungkinkah terjadi perbedaan penetapan 1 Ramadhan 2026 di Indonesia?

Jawabannya, ya, sangat mungkin. Hal ini terlihat dari fakta bahwa Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadhan 1447 H pada 18 Februari 2026, sementara pemerintah baru akan memutuskan setelah Sidang Isbat pada 17 Februari 2026.

Jika hasil rukyatul hilal pemerintah menyatakan hilal belum terlihat atau belum memenuhi kriteria imkanur rukyat, maka awal Ramadhan versi pemerintah bisa saja mundur satu hari. Inilah yang berpotensi memunculkan perbedaan awal puasa antara warga Muhammadiyah dan umat Islam yang mengikuti keputusan pemerintah.

Namun demikian, pemerintah selalu mengimbau masyarakat untuk saling menghormati perbedaan dan menunggu pengumuman resmi Sidang Isbat sebagai acuan nasional. Prinsip toleransi dan ukhuwah Islamiyah menjadi kunci dalam menyikapi perbedaan tersebut.

Gambaran Global Ramadhan 2026

Menurut rujukan internasional seperti Muslim Aid, awal Ramadhan 2026 secara global diperkirakan jatuh antara 19 atau 20 Februari 2026, tergantung hasil pengamatan bulan di masing-masing negara. Perbedaan zona waktu dan kriteria rukyat menjadi faktor utama variasi ini.

Hal ini menunjukkan bahwa perbedaan awal Ramadhan bukan hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga merupakan fenomena global yang wajar dalam sistem kalender Hijriah.

FAQ Seputar Ramadhan

1. Mengapa awal Ramadhan bisa berbeda-beda?

Karena penanggalan Hijriah berbasis peredaran bulan, dan setiap negara atau organisasi dapat menggunakan metode penetapan yang berbeda.

2. Apakah puasa tetap sah jika berbeda awal Ramadhan?

Ya, puasa tetap sah selama mengikuti keputusan otoritas atau keyakinan yang dipegang masing-masing.

3. Kapan Idul Fitri 2026 diperkirakan?

Diperkirakan sekitar 20–21 Maret 2026, tergantung jumlah hari puasa dan penetapan awal Syawal.

4. Apakah Sidang Isbat wajib diikuti semua umat Islam?

Sidang Isbat merupakan acuan resmi pemerintah, tetapi ormas Islam memiliki kewenangan ijtihad masing-masing.

5. Apa yang sebaiknya dilakukan jika terjadi perbedaan?

Tetap saling menghormati, menjaga persatuan, dan fokus pada esensi ibadah Ramadhan.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|