10 Cara Membersihkan Ubin Putih agar Kembali Kinclong, Praktis Tanpa Merusak Nat

7 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Memiliki hunian yang nyaman berawal dari lantai yang bersih, sehingga sangat penting untuk mengetahui cara membersihkan ubin putih dengan tepat. Perawatan lantai yang benar tidak hanya menjaga keindahan estetika ruangan, tetapi juga mencegah penumpukan kuman penyebab penyakit di lingkungan keluarga.

Melansir dari situs gaya hidup Southern Living, ubin berwarna terang sangat rentan menguning, namun kilaunya dapat dikembalikan melalui teknik pembersihan rutin yang aman. Hal ini sejalan dengan buku Sanitasi dan Kesehatan Lingkungan Rumah Tinggal (Rahmadyanti & Refnitasari, 2023) yang menegaskan bahwa metode sterilisasi lantai yang tepat sangat krusial untuk menekan pertumbuhan bakteri patogen domestik.

Melalui pemilihan bahan pembersih rumah tangga yang rasional, Anda tidak perlu lagi bergantung pada cairan kimia keras yang berisiko merusak struktur nat keramik. Berikut adalah cara membersihkan ubin putih dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Senin (14/9/2026).

1. Membersihkan Debu dengan Sapu atau Vakum

Langkah paling fundamental dalam cara membersihkan ubin putih adalah menyingkirkan seluruh kotoran kering sebelum lantai terkena air. Jadikan kegiatan menyapu atau menggunakan alat penyedot debu (vacuum cleaner) sebagai rutinitas wajib setiap hari.

Jika Anda langsung mengepel lantai yang masih dipenuhi pasir atau kerikil halus, partikel-partikel tajam tersebut akan bergesekan dan bertindak seperti amplas yang menciptakan goresan-goresan permanen pada lapisan keramik. Pastikan Anda menggunakan sapu berbulu lembut atau memasang ujung sikat khusus lantai keras pada vakum Anda agar permukaan ubin tetap terlindungi.

2. Mengepel Menggunakan Air Hangat

Setelah debu dan kotoran kering hilang, tahap selanjutnya adalah proses pengepelan. Kunci rahasia dari lantai yang kesat adalah menggunakan air hangat, bukan air bersuhu ruangan biasa. Air bersuhu hangat memiliki kemampuan yang jauh lebih superior dalam melunakkan noda lengket, bekas minyak, dan jejak kaki yang mengering.

Selain itu, Anda harus disiplin untuk rutin mengganti air di dalam ember ketika warnanya sudah mulai keruh. Terus memaksakan mengepel dengan air kotor hanya akan meratakan kuman ke seluruh sudut ruangan dan membuat ubin putih Anda tampak kusam saat sudah kering.

3. Pakai Larutan Cuka Putih

Cuka putih adalah bahan dapur serbaguna yang sangat diandalkan dalam dunia pembersihan rumah tangga. Sifat asam ringan pada cuka sangat efektif untuk memecah residu mineral, kerak air, dan noda kusam tanpa merusak permukaan ubin.

Cara membersihkan ubin putih dengan cuka cukup mudah, campurkan setengah cangkir cuka putih suling ke dalam satu galon air hangat, lalu gunakan campuran ini untuk mengepel. Aroma asam dari cuka memang akan tercium pekat pada awalnya, namun bau tersebut akan menguap dan hilang sepenuhnya segera setelah lantai mengering, meninggalkan keramik yang bersih dan bebas bakteri.

4. Taburkan Soda Kue untuk Noda Membandel

Terkadang ada noda membandel yang tidak bisa hilang hanya dengan sapuan alat pel biasa, seperti bekas tetesan saus atau lumpur yang mengering. Untuk mengatasi hal ini, Anda bisa mengandalkan soda kue (baking soda).

Soda kue memiliki tekstur abrasif yang sangat halus sehingga mampu mengangkat noda kerak tanpa menimbulkan baret pada pelapis lantai. Buatlah pasta kental dengan mencampurkan sedikit air dan soda kue, lalu oleskan tepat di atas noda. Biarkan selama sekitar sepuluh hingga lima belas menit agar kotoran terangkat, kemudian gosok perlahan dengan spons basah dan bilas hingga tuntas.

5. Gunakan Hidrogen Peroksida pada Bagian Nat

Garis nat atau semen pengisi celah antar ubin adalah bagian yang paling rentan menyerap kotoran karena permukaannya yang berpori terbuka. Saat nat ubin menghitam, secemerlang apa pun permukaan keramiknya, lantai tetap akan terlihat kotor.

Hidrogen peroksida merupakan alternatif pencerah noda yang jauh lebih aman dibandingkan klorin karena tidak memicu gas beracun. Tuangkan cairan hidrogen peroksida tiga persen langsung pada alur nat yang menghitam, biarkan cairan tersebut bekerja memecah kotoran dan jamur selama beberapa saat, lalu gosok dengan sikat dan bilas hingga bersih.

6. Memakai Sabun Cuci Piring Cair untuk Mengangkat Sisa Minyak

Bagi Anda yang memiliki ubin putih di area dapur atau ruang makan, cipratan minyak goreng adalah musuh terbesar sehari-hari. Cara membersihkan ubin putih yang terpapar minyak paling efektif adalah menggunakan sabun cuci piring cair.

Sabun ini dirancang khusus oleh produsen dengan formula pengangkat lemak yang sangat kuat. Cukup larutkan dua hingga tiga tetes sabun cuci piring ke dalam seember air hangat. Hindari menuangkan terlalu banyak sabun karena busa yang berlebih akan sangat sulit dibilas dan justru membuat lantai terasa lengket serta mudah menangkap debu baru.

7. Menyikat Detail Celah Keramik

Untuk menjangkau kotoran yang terselip di sudut-sudut ruangan, area bawah lemari, atau pada jalur nat yang sempit, alat pel konvensional sering kali tidak cukup maksimal. Jangan buang sikat gigi bekas Anda, karena ukuran kepalanya yang kecil sangat ideal untuk tugas pembersihan presisi ini.

Celupkan sikat gigi bekas ke dalam larutan pembersih alami seperti campuran soda kue dan cuka, lalu gosokkan pada area yang berkerak. Bulu sikat gigi cukup kokoh untuk mencongkel kotoran, namun tetap aman dan tidak akan menggores pinggiran keramik rumah Anda.

8. Membilas Lantai Secara Menyeluruh dengan Air Murni

Salah satu kesalahan paling umum yang sering dilakukan banyak orang adalah melewatkan tahap pembilasan akhir. Setelah Anda mengepel lantai menggunakan sabun pencuci piring, larutan cuka, maupun cairan pembersih komersial, sangat wajib untuk mengepel ulang lantai tersebut menggunakan air murni tanpa campuran apa pun.

Residu sabun yang tertinggal di atas ubin akan membentuk lapisan tipis yang bersifat seperti magnet debu. Jika tidak dibilas bersih, dalam hitungan jam saja lantai putih Anda akan kembali dipenuhi jejak kaki dan noda kotoran yang menempel kuat.

9. Menghindari Pemakaian Cairan Pemutih Kimia

Sebagai tindakan pencegahan yang krusial, jauhkan ubin putih Anda dari paparan cairan pemutih kimia korosif secara rutin. Pemutih pakaian (bleach) mungkin memberikan efek kinclong yang instan, namun efek samping jangka panjangnya sangat destruktif.

Sifat korosif pada pemutih akan memecah ikatan semen pada nat, membuatnya keropos, retak, dan terlepas sedikit demi sedikit. Saat nat rusak, air rembesan pel dapat masuk ke bagian bawah keramik dan menyebabkan ubin rentan lepas atau menggelembung (popping). Gunakanlah selalu pembersih dengan pH seimbang demi keawetan struktur lantai.

10. Mengeringkan Ubin Menggunakan Kain Mikrofiber

Langkah pamungkas dalam penerapan cara membersihkan ubin putih adalah proses pengeringan yang paripurna. Membiarkan lantai basah mengering dengan sendirinya oleh embusan angin sering kali meninggalkan pola bercak-bercak air (water spots) karena kandungan mineral di dalam air pel yang mengendap.

Untuk mendapatkan hasil kilap yang sempurna menyerupai cermin, luangkan waktu untuk mengelap permukaan ubin yang baru dipel menggunakan kain mikrofiber kering yang bersih. Serat halus pada mikrofiber efektif menyerap kelembapan seketika sekaligus memoles lantai hingga benar-benar bersih berkilau.

Pilihan Bahan Pembersih Alami untuk Lantai Rumah

Agar memudahkan Anda dalam melakukan perawatan rutin, berikut adalah ringkasan bahan pembersih alami yang aman digunakan beserta fungsinya:

Jenis Bahan Pembersih Fungsi dan Kegunaan Utama Keunggulan Pemakaian
Air Hangat Meluruhkan noda lengket dan jejak kaki secara optimal. Aman untuk semua jenis keramik, tidak merusak lapisan glasir pelindung.
Cuka Putih Suling Memecah residu kerak mineral dan noda kusam membandel. Bersifat antibakteri alami, ramah lingkungan, dan tidak memicu residu lengket.
Soda Kue (Baking Soda) Mengangkat kerak kotoran tanpa menimbulkan goresan tajam. Efektif menyerap bau tidak sedap, tekstur abrasif sangat ringan dan aman.
Hidrogen Peroksida Memutihkan garis nat ubin yang menghitam atau berjamur. Pengganti pemutih kimia yang tidak mengeluarkan uap gas beracun bagi paru-paru.
Sabun Cuci Piring Memecah ikatan lemak dan tumpahan minyak di lantai dapur. Mengangkat kotoran organik dengan sangat cepat hanya dengan beberapa tetes.

Tips Tambahan Merawat Lantai agar Tidak Mudah Kotor

Selain mempraktikkan sepuluh langkah utama di atas, tindakan preventif sangat diperlukan untuk menjaga kualitas lantai putih. Letakkan keset berbahan tebal dan menyerap air di setiap pintu masuk rumah. Keset ini berfungsi sebagai penyaring pertama untuk menangkap pasir, kerikil, dan lumpur dari alas kaki sebelum masuk ke area dalam rumah. Biasakan juga seluruh anggota keluarga untuk melepaskan sepatu saat berada di dalam rumah dan segera mengelap setiap tumpahan cairan saat itu juga agar noda tidak memiliki kesempatan untuk mengendap dan mengering.

Dengan dedikasi dan metode perawatan yang tepat sasaran, ubin bernuansa putih di rumah Anda akan senantiasa memancarkan kilau bersih dan elegan yang tahan lama, menjadikan rumah sebagai tempat berlindung yang paling menenangkan bagi seluruh anggota keluarga.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Perawatan Ubin Putih

1. Apakah mengepel menggunakan pemutih klorin diperbolehkan untuk lantai putih?

Penggunaan cairan pemutih klorin sebaiknya dihindari untuk perawatan rutin. Meskipun dapat memutihkan secara instan, zat korosif di dalamnya perlahan akan mengikis lapisan pelindung keramik dan merusak struktur nat hingga menjadi rapuh dan keropos.

2. Mengapa ubin putih saya justru terasa lengket dan berjejak setelah selesai dipel?

Lantai yang lengket umumnya disebabkan oleh penggunaan cairan pembersih atau sabun yang terlalu berlebihan. Selain itu, melewatkan tahap pembilasan akhir dengan air bersih murni akan menyisakan residu sabun yang justru mudah menangkap debu.

3. Seberapa sering idealnya saya harus mengepel ubin keramik berwarna putih?

Idealnya, lantai keramik putih dipel secara menyeluruh satu hingga dua kali dalam sepekan. Namun, aktivitas menyapu atau menyedot debu menggunakan vakum wajib dilakukan setiap hari guna mencegah partikel pasir menggores permukaan ubin.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|