Liputan6.com, Jakarta - Bulan Ramadan selalu menjadi momen istimewa bagi para pelaku usaha kuliner, terutama untuk hidangan berbuka puasa. Kolak, sebagai sajian tradisional Indonesia, selalu menjadi favorit saat bulan suci tiba. Bagi Anda yang ingin memulai bisnis dengan anggaran terbatas, ide jualan kolak simpel modal Rp 10.000 untuk bulan puasa 2026 bisa menjadi pilihan tepat untuk meraih keuntungan menjanjikan.
Memulai usaha kolak tidak memerlukan keahlian khusus atau investasi besar. Cukup dengan pemahaman dasar bahan lokal dan teknik memasak sederhana, Anda sudah bisa berkreasi. Oleh karena itu, ide jualan kolak simpel modal Rp 10.000 untuk bulan puasa 2026 sangat cocok untuk ibu rumah tangga, mahasiswa, atau siapa pun yang ingin menambah penghasilan selama Ramadan.
Dengan potensi keuntungan yang cukup baik, bisnis kolak dapat memberikan return on investment menarik dalam waktu relatif singkat. Berikut ini telah Liputan6 ulas, sepuluh ide jualan kolak simpel modal Rp 10.000 untuk bulan puasa 2026 yang telah terbukti diminati pasar, pada Senin (5/1).
10 Ide Jualan Kolak dengan Modal Terjangkau
Berikut adalah sepuluh ide jualan kolak yang bisa Anda coba dengan estimasi modal sekitar Rp 10.000 per porsi, menawarkan potensi keuntungan menarik selama Ramadan.
Kolak Pisang Kepok Klasik
Varian kolak paling populer ini menggunakan pisang kepok yang mudah didapat dan harganya stabil sepanjang tahun. Estimasi modal per porsi sekitar Rp 7.000, sudah termasuk pisang, santan, gula aren, dan kemasan. Kolak pisang kepok dapat dijual dengan harga Rp 12.000, memberikan potensi keuntungan bersih Rp 5.000 per porsi.
Pisang kepok dipilih karena teksturnya yang tidak mudah hancur saat direbus dan rasa manis alami yang pas. Keunggulan kolak pisang kepok terletak pada familiaritas rasa yang sudah melekat di ingatan konsumen Indonesia. Hampir semua orang pernah mencicipi kolak pisang, sehingga tidak ada hambatan untuk pembelian pertama.
Kolak Ubi Ungu dan Pisang Kombinasi
Inovasi dengan menambahkan ubi ungu memberikan nilai visual yang menarik karena warnanya yang kontras dengan kuah santan putih. Estimasi modal per porsi sekitar Rp 8.000 dan dapat dijual Rp 14.000, menghasilkan potensi margin Rp 6.000. Ubi ungu juga memberikan nilai gizi tambahan berupa antosianin dan serat yang baik untuk kesehatan.
Kombinasi dua bahan utama ini menyajikan variasi tekstur dan rasa yang lebih kompleks. Ubi ungu yang sedikit lebih padat memberikan sensasi kenyang yang lebih tahan lama dibandingkan kolak pisang biasa. Varian ini menargetkan konsumen yang mencari sesuatu yang sedikit berbeda dari kolak konvensional.
Kolak Candil Singkong Alternatif
Mengganti biji salak tradisional dengan candil dari singkong parut menawarkan alternatif yang lebih ekonomis namun tetap memberikan tekstur kenyal yang disukai. Estimasi modal hanya Rp 6.500 per porsi karena singkong jauh lebih murah dari tepung ketan. Harga jual Rp 11.000 masih memberikan potensi keuntungan Rp 4.500 yang lumayan.
Proses pembuatan candil singkong juga lebih mudah karena tidak memerlukan keahlian khusus dalam membentuk bola-bola candil. Singkong yang sudah diparut tinggal diberi sedikit tepung tapioka dan dibentuk bulatan kecil. Varian ini cocok untuk konsumen yang mencari tekstur kenyal dengan harga terjangkau.
Kolak Labu Kuning Tradisional
Labu kuning memberikan rasa manis alami yang mengurangi kebutuhan gula tambahan, sehingga lebih sehat dan menghemat biaya produksi. Estimasi modal Rp 7.500 dapat menghasilkan penjualan Rp 13.000 dengan potensi keuntungan Rp 5.500. Labu kuning juga cepat lunak saat direbus, menghemat waktu memasak dan biaya gas.
Kandungan beta karoten dalam labu kuning memberikan nilai tambah kesehatan yang dapat dijadikan selling point, seperti antioksidan yang melindungi sel tubuh dari kerusakan. Warna kuning oranye yang cerah juga memberikan daya tarik visual yang bagus untuk foto produk di media sosial. Tekstur labu yang lembut sangat cocok untuk konsumen segala usia.
Kolak Jagung Manis Modern
Inovasi dengan jagung manis memberikan sentuhan gurih yang unik dan disukai anak muda. Estimasi modal Rp 8.500 per porsi dapat dijual Rp 15.000, memberikan potensi margin tertinggi Rp 6.500. Jagung manis mudah diolah dan memberikan tekstur yang berbeda dari kolak konvensional.
Target pasar kolak jagung adalah generasi milenial dan Gen Z yang mencari pengalaman rasa baru namun tetap dalam kemasan tradisional. Jagung juga memberikan rasa kenyang yang lebih tahan lama karena kandungan seratnya yang tinggi.
Kolak Pisang Cincau Hitam Segar
Penambahan cincau hitam memberikan sensasi dingin dan tekstur yang menarik saat kolak disajikan dalam kondisi hangat. Estimasi modal Rp 7.000 dapat dijual Rp 13.000 dengan potensi keuntungan Rp 6.000. Cincau memberikan kesan premium dan modern pada kolak tradisional.
Cincau hitam juga memberikan manfaat kesehatan tambahan sebagai detoksifikasi alami. Kontras warna hitam cincau dengan putihnya santan menciptakan presentasi yang menarik untuk dipotret dan dibagikan di media sosial.
Kolak Keladi Mini Eksklusif
Keladi atau talas memberikan rasa yang berbeda dengan tekstur yang creamy dan sedikit gurih. Estimasi modal Rp 8.000 dapat dijual Rp 14.000 karena keladi tergolong bahan yang agak eksotis. Potensi keuntungan Rp 6.000 per porsi cukup menarik untuk varian yang jarang ditemui di pasaran.
Keladi mini yang berukuran kecil memberikan presentasi yang lucu dan menarik. Rasa yang unik ini cocok untuk konsumen yang sudah bosan dengan kolak mainstream dan mencari sesuatu yang berbeda.
Kolak Tapai Singkong Asam Manis
Kombinasi tapai yang sedikit asam dengan manisnya kolak menciptakan keseimbangan rasa yang menyegarkan. Estimasi modal Rp 7.000 dapat dijual Rp 12.000 dengan potensi keuntungan Rp 5.000. Tapai juga memberikan kandungan probiotik yang baik untuk pencernaan.
Rasa tapai yang fermentasi memberikan kompleksitas rasa yang tidak ditemui di kolak biasa. Varian ini sangat cocok untuk konsumen dewasa yang menghargai keseimbangan rasa manis, asam, dan gurih.
Kolak Singkong Keju Premium
Inovasi dengan menambahkan keju parut memberikan sentuhan premium dan rasa gurih yang unik. Meskipun estimasi modal lebih tinggi Rp 9.000, varian ini dapat dijual Rp 17.000 sehingga memberikan potensi keuntungan terbesar Rp 8.000 per porsi. Keju memberikan kesan modern dan premium yang bisa menarik segmen pasar menengah ke atas.
Kombinasi singkong dan keju menciptakan fusion taste yang unik antara tradisional dan modern. Target pasar adalah konsumen yang bersedia membayar lebih untuk pengalaman rasa yang berbeda dan instagram-worthy.
Kolak Campur Komplit
Menggabungkan pisang, ubi, dan labu dalam satu porsi memberikan value for money yang tinggi bagi konsumen. Estimasi modal Rp 9.500 dapat dijual Rp 16.000 dengan potensi keuntungan Rp 6.500. Konsumen mendapatkan berbagai tekstur dan rasa dalam satu pembelian.
Varian campur ini cocok untuk konsumen yang kesulitan memilih atau yang ingin mencoba berbagai rasa sekaligus. Presentasi yang colorful juga memberikan daya tarik visual yang tinggi.
Mengapa Kolak Menjadi Peluang Bisnis Ramadan yang Menjanjikan
Kolak memegang posisi istimewa dalam tradisi berbuka puasa masyarakat Indonesia. Kombinasi rasa manis dan tekstur yang lembut mampu memberikan energi instan setelah seharian berpuasa. Hidangan manis dengan kuah santan kental ini tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga memberikan sensasi comfort food yang sangat dicari saat berbuka.
Selain itu, bahan-bahan dasar pembuatan kolak umumnya mudah ditemukan di pasar tradisional dengan harga yang relatif stabil. Dari segi bisnis, kolak memiliki keunggulan dalam daya tahan dan kemudahan transportasi, mampu bertahan 6-8 jam di suhu ruang tanpa penurunan kualitas signifikan. Ini memudahkan penjual untuk menyiapkan stok dalam jumlah banyak.
Tren konsumen yang semakin sadar akan makanan tradisional dan sehat juga mendukung prospek bisnis kolak. Dibandingkan takjil modern yang mungkin mengandung pengawet, kolak dengan bahan alami lebih dipercaya dan disukai keluarga, termasuk untuk anak-anak dan orang tua.
Strategi Penghematan Modal dan Maksimalisasi Keuntungan
Optimalisasi Pembelian Bahan Baku
Kunci utama menjaga modal tetap rendah adalah membeli bahan baku dalam jumlah grosir. Untuk santan, gula, dan gas, sebaiknya dibeli dalam kemasan besar atau paket bulanan. Ini dapat menghemat biaya hingga 15-20% dibandingkan membeli eceran. Jalin hubungan baik dengan supplier tetap untuk mendapatkan harga khusus dan prioritas saat bahan langka.
Pilih bahan utama seperti pisang, ubi, atau labu yang sedang masa panen raya di daerah Anda. Harga akan turun drastis saat musim panen dan kualitas justru lebih baik. Manfaatkan informasi dari pedagang pasar tentang jadwal panen untuk perencanaan pembelian bahan baku.
Kontrol Porsi dan Kemasan Efisien
Standardisasi porsi sangat penting untuk menjaga konsistensi modal dan keuntungan. Gunakan takaran yang tetap untuk setiap bahan, misalnya 3 potong pisang dan 150ml kuah santan per porsi. Kemasan sebaiknya dipilih yang ekonomis namun tetap menarik, seperti cup plastik transparan 240ml dengan tutup yang rapat.
Investasi dalam timbangan digital kecil akan sangat membantu untuk menjaga konsistensi porsi dan menghindari pemborosan bahan. Hitung ulang resep secara berkala untuk memastikan modal per porsi tidak melebihi target.
Efisiensi Proses Produksi
Siapkan semua bahan di malam hari untuk menghemat waktu keesokan harinya. Potong-potong bahan utama dan simpan dalam wadah tertutup di kulkas. Gunakan teknik batch cooking untuk membuat kuah santan dalam jumlah besar sekaligus, kemudian bagi-bagi untuk beberapa varian kolak.
Investasi dalam peralatan yang tepat seperti panci besar, kompor dengan api yang stabil, dan wadah penyimpanan berkualitas akan menghemat waktu dan biaya operasional jangka panjang.
Tips Sukses Jualan Kolak Ramadan
Lokasi dan Waktu Strategis
Pilih lokasi penjualan yang strategis seperti dekat masjid, perkantoran, atau kompleks perumahan. Waktu optimal adalah 2 jam sebelum berbuka puasa ketika orang mulai bersiap membeli takjil. Pertimbangkan juga berjualan di area car free day atau pasar takjil yang diadakan khusus Ramadan.
Manfaatkan sistem pre-order melalui grup WhatsApp atau media sosial untuk memastikan stok dan mengurangi risiko sisa. Tawarkan paket keluarga atau diskon untuk pembelian dalam jumlah banyak.
Branding dan Presentasi
Ciptakan nama dagang yang mudah diingat dan buat logo sederhana untuk kemasan. Investasi kecil untuk stiker atau label custom akan membuat produk terlihat lebih profesional. Pastikan kebersihan dan penampilan yang menarik saat berjualan.
Manfaatkan media sosial untuk membangun awareness dan loyalitas pelanggan. Posting foto produk yang menarik dengan lighting yang baik dan caption yang engaging. Berikan testimonial pelanggan dan update menu harian.
Customer Service dan Inovasi
Berikan pelayanan yang ramah dan konsisten untuk membangun repeat customer. Catat preferensi pelanggan reguler dan berikan kejutan kecil seperti extra topping atau diskon khusus. Minta feedback secara aktif untuk perbaikan produk.
Lakukan inovasi kecil secara berkala seperti menambah topping atau mengubah presentasi. Uji pasar untuk varian baru dengan porsi kecil sebelum peluncuran penuh. Pantau tren takjil lain dan adaptasi untuk kolak Anda.
Tanya Jawab (Q&A)
Q: Berapa lama kolak bisa bertahan dan bagaimana cara penyimpanannya?
A: Kolak dapat bertahan 6-8 jam di suhu ruang dan 1-2 hari di kulkas. Simpan dalam wadah tertutup dan pisahkan kuah dari bahan padat jika memungkinkan. Panaskan kembali sebelum disajikan untuk rasa optimal.
Q: Bagaimana cara menghitung harga jual yang kompetitif?
A: Hitung total modal per porsi, tambahkan biaya operasional (gas, tenaga, transportasi), lalu kalikan 1.5-2x untuk mendapatkan harga jual. Riset harga kompetitor di area Anda dan sesuaikan positioning produk.
Q: Bahan apa yang paling sering naik harga dan bagaimana mengantisipasinya?
A: Santan kelapa dan gula aren paling fluktuatif harganya. Antisipasi dengan stocking saat harga turun atau mencari supplier alternatif. Pertimbangkan substitusi dengan santan instan atau gula aren artifisial untuk menjaga margin.

1 day ago
7
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465623/original/068657700_1767772650-ilustrasi1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460479/original/070294400_1767252745-gambar5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4856857/original/046820500_1717773693-20240606_125556.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465613/original/047853100_1767772190-cincin_hadian_pernikahan_3a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460826/original/050398800_1767322846-Ide_jualan_camilan_di_bulan_Ramadhan__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465586/original/014027200_1767771314-Bebek_Petelur.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465865/original/093041000_1767778449-wastafel_dapur.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5462698/original/093279900_1767587100-Membersihkan_Lantai_Dapur_Berminyak.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465573/original/054464800_1767771271-Tanaman_Bonsai_Depan_Rumah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5464384/original/043336100_1767687892-Kebun_Bawang_Daun4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5464320/original/020239200_1767685381-018150900_1767254365-unnamed_-_2026-01-01T145523.910.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465553/original/004246400_1767770625-roaster_bata_ekspose_3a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465475/original/015175200_1767769370-Gemini_Generated_Image_eojypzeojypzeojy_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465820/original/014413600_1767777287-Gemini_Generated_Image_r4ufurr4ufurr4uf_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465422/original/002834700_1767768263-Desain_Rumah_Type_36__10_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465366/original/092588100_1767766551-Happycall_Wok_Pan__dok._Happycall_Indonesia_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465364/original/041023700_1767766488-unnamed__5_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5464943/original/048760100_1767754973-Kulkas_1_pintu.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5463858/original/064277700_1767672194-unnamed-15.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465835/original/053103800_1767777346-sayur.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5304794/original/092866600_1754286031-gaya_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5346547/original/050266700_1757611715-1000212638.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347915/original/009314600_1757745786-ChatGPT_Image_Sep_13__2025__01_41_07_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363741/original/074425700_1758961497-Gemini_Generated_Image_5iwydt5iwydt5iwy.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5352448/original/090606500_1758098726-Gemini_Generated_Image_zhur86zhur86zhur.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5345226/original/041083400_1757522822-WhatsApp_Image_2025-09-10_at_21.04.13.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5339676/original/014879200_1757081736-20250904AA_Timnas_Indonesia_vs_China_Taipei-07.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363626/original/003041100_1758954707-unnamed__32_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5362760/original/090638300_1758873977-Gemini_Generated_Image_cqeijycqeijycqei.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4958566/original/092051000_1727865780-Mees.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5348384/original/003877900_1757825996-b7f6d9ca-e00f-4e00-9787-25786983c949.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363066/original/023100900_1758880541-Gemini_Generated_Image_eomtuqeomtuqeomt.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5371410/original/006483300_1759653431-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5342863/original/048679300_1757402585-Andrew_Patrick_Jung.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5352977/original/026381200_1758162791-FOTO_ASLI__8_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5358973/original/097683800_1758617071-Gemini_Generated_Image_182xmm182xmm182x.jpg)