Cara Menanam Selada Hidoponik untuk Pemula di Rumah, dari Penyemaian sampai Panen

1 day ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Metode hidroponik semakin populer karena tidak memerlukan lahan yang luas, lebih higienis, dan hasil panen biasanya lebih cepat. Karena itulah, kini makin banyak orang mencari cara menanam selada hidroponik.

Selada juga termasuk tanaman yang relatif mudah dirawat sehingga cocok untuk pemula yang baru mencoba sistem hidroponik.

Dengan teknik yang tepat, Anda bisa menikmati selada segar untuk konsumsi harian tanpa harus selalu membeli di pasar.

Jika Anda tertarik mencoba menanam selada sendiri dengan sistem hidroponik, ikuti panduan dari Liputan6.com berikut, Rabu (7/1/2026).

Penyemaian Benih Selada

Langkah pertama yang perlu Anda lakukan adalah menyemai benih. Siapkan tray semai atau rockwool sebagai media tanam, lalu basahi hingga lembap tetapi tidak terlalu basah. Letakkan dua sampai tiga benih selada di setiap lubang semai. Tutup tipis dengan media tanam agar benih terlindungi, kemudian tekan perlahan supaya posisi benih tidak berpindah.

Selama proses ini, jaga kelembapan media dengan cara menyemprotkan air secara berkala. Benih biasanya mulai berkecambah dalam beberapa hari. Tidak semua benih akan tumbuh, jadi wajar jika hanya sebagian yang berhasil.

Setelah selada memiliki beberapa helai daun sejati dan akar mulai menonjol dari media (sekitar dua hingga tiga minggu atau tinggi kurang lebih lima sentimeter), bibit sudah siap dipindahkan ke sistem hidroponik utama.

Transplantasi ke Sistem Hidroponik

Saat memindahkan bibit dari tray semai ke instalasi hidroponik, lakukan secara hati-hati. Pegang bagian media tanam, bukan menarik batang secara keras karena batang muda sangat mudah patah. Longgarkan akar dengan jari, lalu tempatkan bibit ke net pot atau pot hidroponik kecil.

Menurut laman Tree Hugger, akar selada sebaiknya dibiarkan menjuntai melalui celah pot agar bisa menyentuh atau menggantung tepat di atas larutan nutrisi. Pastikan tanaman berdiri tegak sehingga pertumbuhan tidak terhambat. Setelah semua bibit dipindahkan, letakkan pot pada sistem hidroponik (seperti NFT atau wick system) sesuai jenis instalasi yang Anda gunakan.

Perawatan Selada Hidroponik

Tahap ini menentukan kualitas hasil panen. Anda perlu memastikan air dan nutrisi tersedia dengan konsentrasi yang tepat. Gunakan larutan nutrisi khusus hidroponik yang mengandung unsur makro dan mikro penting. Jaga kebersihan tangki air dan periksa ketinggian air secara rutin agar akar selalu mendapatkan suplai yang cukup.

Letakkan tanaman di area yang terkena cahaya matahari tidak langsung atau gunakan lampu grow light jika ditanam di dalam ruangan. Periksa pertumbuhan daun, warna, dan kondisi akar.

Jika air terlihat keruh, segera ganti untuk mencegah jamur dan bakteri. Jaga sirkulasi udara supaya tanaman tidak lembap berlebihan. Anda juga perlu memastikan pH larutan berada pada kisaran ideal (sekitar 5,5–6,5) agar nutrisi terserap maksimal.

Panen

Selada hidroponik umumnya bisa dipanen dalam waktu empat hingga enam minggu sejak penyemaian, tergantung varietas dan kondisi tumbuh. Tanda selada siap panen adalah daun sudah lebar, segar, dan mengembang dengan baik. Anda dapat memanen seluruh tanaman sekaligus atau hanya memotong beberapa daun luar untuk konsumsi harian.

Gunakan gunting bersih atau pisau tajam saat memanen agar tanaman tidak rusak. Selada yang dipanen sebaiknya langsung dicuci dan disimpan di lemari es agar tetap segar. Dengan perawatan yang konsisten, Anda bisa mendapatkan panen berulang dan menikmati selada hidroponik segar buatan sendiri di rumah.

Dengan mengikuti langkah-langkah di atas secara runtut, cara menanam selada hidroponik menjadi lebih mudah untuk dipraktikkan, bahkan bagi pemula.

Tips Sukses Panen Selada Hidroponik

Agar selada hidroponik Anda tidak mati di tengah jalan, coba perhatikan beberapa hal berikut.

  • Periksa kadar pH secara rutin menggunakan pH meter, lalu sesuaikan agar tetap berada pada kisaran ideal 6,0 hingga 6,5. 
  • Pantau suhu dan kelembapan area tanam agar tetap berada pada kisaran optimal bagi pertumbuhan selada. Sirkulasi udara yang baik membantu mencegah munculnya jamur.
  • Pastikan tanaman selada Anda mendapatkan cahaya yang cukup dengan menempatkan lampu tumbuh pada jarak yang sesuai serta mengatur durasi penyinaran.
  • Periksa sistem hidroponik secara berkala untuk mendeteksi hama, penyakit, atau ketidakseimbangan nutrisi.

People Also Ask

Apakah bibit selada hidroponik harus direndam dulu?

Benih selada tidak harus direndam dulu, tetapi pastikan Anda menyinarinya dengan matahari langsung hingga berkecambah.

Apakah selada harus terrkena sinar matahari langsung?

Pada musim panas, tempatkan selada hidropinik di tempat teduh atau gunakan penutup tanaman untuk menghindari matahari berlebih.

Kapan selada hidroponik panen?

Pada umumnya, selada hidroponik bisa dipaen setelah 30–50 HSS atau hari setelah semai.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|