Liputan6.com, Jakarta - Kotoran bebek sering kali menjadi masalah bagi peternak, terutama terkait bau yang menyengat dan dampaknya terhadap kesehatan lingkungan. Jika tidak dikelola dengan baik, kotoran ini dapat menimbulkan masalah serius, baik bagi ternak maupun manusia. Namun, dengan pengelolaan yang tepat, kotoran bebek tidak hanya dapat diolah menjadi pupuk organik yang bermanfaat, tetapi juga dapat mengurangi bau yang mengganggu.
Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang cara mengelola kotoran bebek agar tidak bau dan bisa dimanfaatkan sebagai pupuk. Dengan langkah-langkah yang tepat, peternak dapat menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, sekaligus memanfaatkan limbah menjadi sesuatu yang bernilai.
1. Perhatikan Jenis Pakan Bebek
Pakan yang diberikan kepada bebek sangat berpengaruh terhadap kualitas kotoran yang dihasilkan. Pakan yang mengandung protein tinggi atau jamur mikotoksin dapat menyebabkan kotoran bebek menjadi encer dan berbau menyengat. Oleh karena itu, penting untuk memilih pakan yang tepat agar proses pencernaan bebek berjalan optimal dan menghasilkan kotoran yang tidak berbau.
Untuk meminimalkan bau, mencampurkan daun pepaya ke dalam pakan bebek bisa menjadi solusi yang efektif. Daun pepaya diketahui memiliki enzim yang dapat membantu pencernaan, sehingga mengurangi jumlah kotoran yang berbau menyengat. Selain itu, memperbaiki kondisi pakan juga dapat mengurangi bau yang muncul, sehingga lingkungan kandang tetap bersih dan nyaman.
Pengelolaan pakan yang baik tidak hanya membantu mengurangi bau, tetapi juga meningkatkan kesehatan bebek secara keseluruhan. Dengan pakan yang berkualitas, bebek akan lebih sehat, produktivitas telur meningkat, dan lingkungan kandang menjadi lebih bersih.
2. Pilih Sistem Kandang Kering
Sistem kandang kering merupakan metode paling efektif untuk mengurangi bau pada ternak bebek. Metode ini memisahkan kotoran dari air sejak awal, sehingga mengurangi kemungkinan terjadinya pembusukan yang menghasilkan gas amonia. Dengan menggunakan alas penyerap seperti sekam padi, serbuk gergaji, atau jerami kering, kelembapan di dalam kandang dapat dikontrol dengan baik.
Kondisi alas yang kering memperlambat proses pembusukan kotoran, sehingga gas amonia sebagai sumber bau menyengat dapat ditekan secara alami. Selain itu, sistem kandang kering juga memudahkan peternak dalam melakukan pembersihan rutin, karena kotoran tidak melekat pada lantai dan tidak menyebar ke seluruh area kandang.
Keuntungan lain dari sistem kandang kering adalah menciptakan lingkungan yang lebih hangat dan nyaman bagi bebek. Kandang yang bersih dan kering akan membuat bebek merasa lebih nyaman, sehingga kesehatan dan produktivitasnya tetap terjaga, terutama saat musim hujan.
3. Pembersihan Kotoran Secara Rutin
Pembersihan kotoran secara rutin sangat penting untuk menjaga kebersihan kandang dan mencegah bau menyengat. Bau tidak sedap di kandang sering disebabkan oleh kotoran bebek yang menumpuk, sehingga kotoran yang menumpuk harus segera disingkirkan ke tempat penampungan limbah. Dengan melakukan pembersihan secara teratur, kandang akan selalu berada dalam kondisi bersih dan nyaman.
Idealnya, pembersihan kotoran dilakukan setiap dua hingga tiga hari sekali, tergantung pada kepadatan bebek dan kondisi alas kandang. Jika jumlah bebek cukup padat, pembersihan bisa dilakukan lebih sering agar kotoran tidak menumpuk berlebihan. Konsistensi dalam pembersihan jauh lebih penting daripada pembersihan besar-besaran yang jarang dilakukan.
Dengan jadwal pembersihan yang teratur, bau tidak sempat berkembang, dan lalat tidak mendapatkan media untuk bertelur. Kandang yang bersih juga akan mendukung kesehatan bebek, sehingga produktivitas telur tetap terjaga.
4. Penggunaan Alas Kandang (Litter)
Pemberian alas kandang yang tepat dapat membantu mengurangi bau kotoran bebek. Sekam padi yang ditaburkan secara merata di kandang dapat menyatu dengan kotoran bebek dan mengalami fermentasi alami. Proses fermentasi ini dapat mengurangi bau yang dihasilkan oleh kotoran bebek.
Selain sekam padi, penggunaan bahan lain seperti serbuk gergaji atau jerami kering juga dapat menjadi alternatif yang baik. Alas kandang yang baik akan menyerap kelembapan dan menjaga agar kondisi kandang tetap kering, sehingga mengurangi kemungkinan terjadinya pembusukan kotoran.
Penggunaan alas kandang yang tepat juga akan memudahkan peternak dalam melakukan pembersihan. Kotoran yang tidak melekat pada lantai akan lebih mudah dibersihkan, sehingga kandang tetap bersih dan bebas bau.
5. Pemberian Probiotik atau EM4
Pemberian probiotik atau EM4 di sekitar area kandang dapat menjadi solusi efektif untuk mengurangi bau kotoran bebek. Probiotik bekerja dengan cara menyeimbangkan mikroorganisme di dalam kotoran, sehingga bakteri pembusuk penyebab bau dapat ditekan. Larutan probiotik biasanya disemprotkan langsung ke alas kandang, area kotoran, atau dicampurkan ke dalam air minum dengan dosis tertentu.
Penggunaan EM4 secara rutin sangat efektif menekan bau kandang dan mempercepat proses pengomposan kotoran bebek. Dengan menyeimbangkan mikroorganisme dalam kotoran, proses fermentasi kotoran berlangsung lebih cepat tanpa menghasilkan bau menyengat. Hal ini akan sangat membantu dalam menjaga kebersihan dan kesehatan kandang.
Selain itu, probiotik juga dapat memperbaiki fungsi saluran pencernaan bebek, sehingga mengurangi nutrisi yang terbuang dan bau menyengat. Dengan cara ini, peternak dapat memanfaatkan kotoran bebek sebagai pupuk organik yang berkualitas tinggi.
6. Penggunaan Kapur Halus dan Pasir Kering
Menaburkan kapur halus yang dipadukan dengan pasir kering di kandang dapat menyerap air pada kotoran dan menghilangkan baunya. Kapur halus memiliki sifat alkali yang dapat membantu mengurangi keasaman kotoran, sehingga bau yang dihasilkan dapat diminimalisir. Penggantian campuran ini dapat dilakukan setiap dua bulan sekali atau disesuaikan dengan kondisi tumpukan kotoran.
Penggunaan kapur halus dan pasir kering juga dapat membantu menjaga kebersihan kandang. Dengan menyerap kelembapan, campuran ini akan mencegah pertumbuhan bakteri pembusuk yang dapat menyebabkan bau tidak sedap. Kandang yang bersih dan kering akan menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi bebek.
Selain itu, penggunaan kapur halus dan pasir kering juga dapat meningkatkan kualitas kompos yang dihasilkan dari kotoran bebek. Dengan mengurangi bau dan menjaga kebersihan, kotoran bebek dapat diolah menjadi pupuk organik yang berkualitas tinggi.
7. Mengubah Kotoran Menjadi Pupuk (Kompos)
Mengubah kotoran bebek menjadi kompos adalah cara efektif untuk memanfaatkan limbah peternakan menjadi pupuk organik yang kaya nutrisi. Pengomposan melibatkan dekomposisi bahan organik oleh mikroorganisme seperti bakteri dan jamur, yang menguraikan kotoran bebek menjadi unsur hara yang mudah diserap tanaman. Faktor penting dalam pengomposan meliputi kadar air, aerasi yang cukup, rasio karbon dan nitrogen yang seimbang, serta suhu optimal.
Untuk memulai proses pengomposan, kumpulkan kotoran bebek yang sudah kering dan campurkan dengan bahan organik lain seperti sisa tanaman, sekam padi, atau jerami. Pastikan kadar air kotoran tidak terlalu tinggi, agar proses dekomposisi berjalan lancar. Aduk campuran secara merata dan letakkan di tempat teduh untuk menjaga kelembaban dan suhu optimal.
Proses pengomposan biasanya membutuhkan waktu 1-2 bulan, tergantung pada kondisi dan bahan yang digunakan. Kompos yang matang akan memiliki warna coklat tua menyerupai tanah dan tidak berbau menyengat. Dengan cara ini, kotoran bebek dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik berkualitas tinggi yang dapat meningkatkan kesuburan tanah dan mendukung pertumbuhan tanaman.
Pertanyaan dan Jawaban
Apa penyebab bau pada kotoran bebek?
Bau pada kotoran bebek disebabkan oleh pembusukan yang menghasilkan gas amonia.
Bagaimana cara mengurangi bau kotoran bebek?
Menggunakan sistem kandang kering, pembersihan rutin, dan probiotik dapat mengurangi bau.
Apa manfaat mengubah kotoran bebek menjadi pupuk?
Mengubah kotoran bebek menjadi pupuk organik dapat meningkatkan kesuburan tanah dan mengurangi pencemaran.
Seberapa sering kotoran bebek harus dibersihkan?
Kotoran bebek sebaiknya dibersihkan setiap dua hingga tiga hari sekali.

1 day ago
4
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467005/original/088071500_1767859792-unnamed__11_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467428/original/057339400_1767882325-point3d-commercial-imaging-ltd-bUXRoIaz6wE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2288445/original/030995400_1532331567-Harga-Telur-Ayam3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5377722/original/059855800_1760151759-unnamed__36_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5463867/original/002935700_1767672789-unnamed.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5467178/original/041524500_1767865044-BRI_Super_League.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465255/original/026376000_1767762515-ChatGPT_Image_7_Jan_2026__12.06.09.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465426/original/011938200_1767768264-Desain_Rumah_Type_36__6_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466517/original/086557300_1767847037-keran_kamar_mandi_berkeran_dan_kotor.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5454293/original/050430700_1766556442-1000101929.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467150/original/047586500_1767864513-pexels-valentinantonucci-1275393.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4330608/original/069854700_1676890385-budi_daya_pepaya_california-HERMAN_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5348129/original/034457200_1757768953-Johnny_Jansen_2.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466984/original/079700100_1767859635-Gemini_Generated_Image_10xlpu10xlpu10xl.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5307153/original/098770300_1754459746-1000192530.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467001/original/063611500_1767859775-Gemini_Generated_Image_wzwfhrwzwfhrwzwf_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5464918/original/014018600_1767754250-Gemini_Generated_Image_8jddjo8jddjo8jdd.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466953/original/067837300_1767858923-Teras_Sejuk_dengan_Tanaman.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5278403/original/024385100_1752071571-1000599536.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466925/original/073586200_1767858112-ikan_nila_di_ember_1.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5304794/original/092866600_1754286031-gaya_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5346547/original/050266700_1757611715-1000212638.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347915/original/009314600_1757745786-ChatGPT_Image_Sep_13__2025__01_41_07_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363741/original/074425700_1758961497-Gemini_Generated_Image_5iwydt5iwydt5iwy.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5352448/original/090606500_1758098726-Gemini_Generated_Image_zhur86zhur86zhur.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5345226/original/041083400_1757522822-WhatsApp_Image_2025-09-10_at_21.04.13.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5339676/original/014879200_1757081736-20250904AA_Timnas_Indonesia_vs_China_Taipei-07.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363626/original/003041100_1758954707-unnamed__32_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5362760/original/090638300_1758873977-Gemini_Generated_Image_cqeijycqeijycqei.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4958566/original/092051000_1727865780-Mees.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5348384/original/003877900_1757825996-b7f6d9ca-e00f-4e00-9787-25786983c949.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363066/original/023100900_1758880541-Gemini_Generated_Image_eomtuqeomtuqeomt.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5352977/original/026381200_1758162791-FOTO_ASLI__8_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5342863/original/048679300_1757402585-Andrew_Patrick_Jung.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5371410/original/006483300_1759653431-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5358973/original/097683800_1758617071-Gemini_Generated_Image_182xmm182xmm182x.jpg)