10 Ide Jualan Rumahan untuk Ibu Rumah Tangga Tanpa Modal Besar, Bisa Sambil Momong Anak

6 hours ago 2

Liputan6.com, Jakarta - Banyak ibu rumah tangga mulai mencari sumber penghasilan tambahan dari rumah karena kebutuhan harian terus berjalan, sementara waktu untuk bekerja di luar rumah sering terbatas akibat harus mengurus anak. Kondisi ini membuat usaha rumahan menjadi pilihan yang banyak diminati karena dapat dijalankan dengan waktu yang lebih fleksibel tanpa meninggalkan aktivitas mengasuh anak.

Perkembangan media sosial dan layanan pesan antar juga membuka peluang baru bagi ibu rumah tangga untuk memulai usaha dengan modal yang tidak besar. Berbagai jenis jualan kini bisa dimulai dari dapur rumah, teras rumah, bahkan hanya menggunakan telepon genggam dan koneksi internet tanpa harus menyewa tempat usaha atau merekrut karyawan.

Meski terlihat sederhana, usaha rumahan tetap membutuhkan perencanaan agar modal tidak habis tanpa hasil. Karena itu, memilih jenis jualan yang mudah dijalankan sembari momong anak menjadi upaya penting agar kegiatan usaha tetap berjalan tanpa mengganggu peran utama sebagai orang tua. Berikut 10 ide jualan rumahan dengan modal kecil yang dapat menjadi pilihan, dirangkum Liputan6, Kamis (7/5).

1. Jualan Makanan Beku Siap Masak

Model jualan makanan beku menjadi salah satu usaha yang banyak dipilih ibu rumah tangga karena proses produksinya dapat dilakukan secara bertahap di rumah. Produk seperti risol, nugget ayam, dimsum, pastel, atau bakso dapat dibuat dalam jumlah tertentu lalu disimpan di freezer untuk dijual kembali melalui media sosial, grup WhatsApp, atau tetangga sekitar rumah. Modal awal untuk membeli bahan dan kemasan bisa dimulai sekitar Rp300.000 hingga Rp450.000.

Usaha ini cocok dilakukan sambil momong anak karena proses pengerjaannya tidak harus dilakukan sekaligus dalam satu waktu. Ibu rumah tangga dapat membuat adonan saat anak tidur, kemudian melanjutkan pengemasan ketika ada waktu luang di rumah tanpa harus meninggalkan anak dalam waktu lama. Penjualan juga dapat dilakukan secara pre-order sehingga produksi bisa disesuaikan dengan jumlah pesanan.

Potensi keuntungan dari usaha makanan beku cukup terbuka karena satu jenis produk bisa dijual dengan margin Rp2.000 hingga Rp5.000 per kemasan. Jika dalam sehari berhasil menjual 30 hingga 50 kemasan, keuntungan bersih yang didapat bisa mencapai Rp150.000 hingga Rp300.000 per hari tergantung jenis produk dan jumlah pesanan.

2. Jualan Sarapan Pagi di Depan Rumah

Jualan sarapan seperti nasi uduk, bubur ayam, lontong sayur, atau nasi kuning dapat dimulai dengan modal kecil karena bahan yang digunakan mudah ditemukan di pasar sekitar rumah. Modal awal sekitar Rp400.000 sudah cukup untuk membeli bahan makanan, kemasan, dan perlengkapan sederhana seperti termos nasi atau meja kecil untuk berjualan.

Jenis usaha ini cocok dilakukan sambil mengurus anak karena waktu jualannya singkat, biasanya hanya berlangsung pada pagi hari sebelum pukul 09.00. Setelah waktu sarapan selesai, ibu rumah tangga dapat kembali fokus mengurus rumah dan anak tanpa harus menjaga toko sepanjang hari. Penjualan juga bisa dibantu dengan sistem pesan antar untuk tetangga sekitar.

Keuntungan dari jualan sarapan cukup stabil karena makanan menjadi kebutuhan harian masyarakat. Dari modal harian sekitar Rp150.000, penjual dapat memperoleh keuntungan bersih sekitar Rp80.000 hingga Rp200.000 per hari apabila dagangan habis terjual pada jam sarapan pagi.

3. Jualan Es dan Minuman Literan

Minuman literan seperti es teh, cokelat, kopi susu, atau minuman buah menjadi usaha yang dapat dijalankan dari rumah dengan modal kecil. Peralatan yang dibutuhkan hanya gelas ukur, botol kemasan, gula, bahan minuman, dan es batu dengan modal awal sekitar Rp250.000 hingga Rp400.000.

Usaha ini cocok untuk ibu rumah tangga karena proses pembuatannya mudah dilakukan sambil tetap mengawasi anak bermain di rumah. Pesanan dapat diterima melalui telepon genggam sehingga penjual tidak perlu meninggalkan rumah untuk mencari pembeli. Produk juga dapat dipasarkan melalui tetangga, media sosial, dan layanan pesan antar.

Potensi keuntungan dari usaha minuman cukup terbuka karena margin penjualan per botol dapat mencapai Rp4.000 hingga Rp8.000. Jika penjualan mencapai 20 hingga 40 botol per hari, keuntungan yang diperoleh dapat berada pada kisaran Rp100.000 hingga Rp250.000 setiap hari.

4. Jualan Gorengan Rumahan

Gorengan menjadi salah satu usaha yang masih memiliki pembeli setiap hari karena harga jualnya terjangkau dan mudah dijangkau masyarakat sekitar. Jenis gorengan seperti bakwan, tahu isi, tempe mendoan, dan pisang goreng bisa diproduksi dari rumah dengan modal sekitar Rp200.000 hingga Rp350.000.

Usaha ini cocok dilakukan sambil momong anak karena proses memasaknya dapat dilakukan secara bertahap dan tidak membutuhkan tempat usaha besar. Penjual cukup membuka lapak kecil di depan rumah atau menerima titipan jual di warung sekitar lingkungan tempat tinggal.

Keuntungan dari usaha gorengan berasal dari jumlah penjualan harian yang relatif cepat. Dengan harga jual Rp1.000 hingga Rp2.000 per buah dan penjualan sekitar 150 buah per hari, keuntungan bersih yang bisa diperoleh dapat mencapai Rp100.000 hingga Rp180.000 per hari.

5. Jualan Kue Basah dan Snack Box

Kue basah seperti lemper, bolu kukus, donat, dan pastel menjadi pilihan usaha rumahan yang dapat dimulai dengan modal kecil. Modal sekitar Rp300.000 hingga Rp450.000 dapat digunakan untuk membeli bahan baku, kotak kemasan, dan perlengkapan dasar produksi di rumah.

Usaha ini cocok bagi ibu rumah tangga karena produksi bisa dilakukan sesuai pesanan sehingga tidak perlu membuat stok dalam jumlah besar. Selain itu, pengerjaan dapat dibagi dalam beberapa tahap sambil tetap mengurus anak di rumah tanpa harus bekerja hingga malam hari.

Keuntungan dari jualan kue basah cukup menjanjikan terutama jika sudah mendapat pelanggan tetap untuk acara keluarga atau rapat. Dalam satu pesanan snack box berisi 30 hingga 50 kotak, keuntungan bersih dapat mencapai Rp150.000 hingga Rp400.000 tergantung isi dan jumlah pesanan.

6. Jualan Pulsa dan Token Listrik

Usaha pulsa dan token listrik dapat dimulai hanya dengan telepon genggam dan saldo awal sekitar Rp100.000 hingga Rp300.000. Jenis usaha ini tidak membutuhkan tempat khusus karena transaksi dapat dilakukan langsung dari rumah menggunakan aplikasi pembayaran digital.

Model usaha ini cocok dilakukan sambil momong anak karena proses transaksi hanya memerlukan waktu singkat. Penjual tetap bisa mengurus pekerjaan rumah sambil melayani pembelian dari tetangga atau pelanggan melalui pesan singkat tanpa harus keluar rumah.

Meski keuntungan per transaksi tidak terlalu besar, usaha ini dapat memberikan pemasukan harian yang stabil. Keuntungan dari setiap transaksi biasanya berkisar Rp1.000 hingga Rp3.000 dan dapat menghasilkan Rp50.000 hingga Rp150.000 per hari jika jumlah pelanggan terus bertambah.

7. Jualan Baju Anak Secara Online

Jualan baju anak secara online kini banyak dijalankan ibu rumah tangga karena bisa dimulai tanpa stok barang dalam jumlah besar. Modal sekitar Rp300.000 hingga Rp500.000 dapat digunakan untuk membeli beberapa contoh produk dan kebutuhan kemasan pengiriman.

Usaha ini cocok dilakukan sambil mengurus anak karena pemasaran dilakukan melalui media sosial dan marketplace dari rumah. Penjual hanya perlu mengunggah foto produk, membalas pesan pelanggan, dan menyiapkan pengiriman saat ada pesanan masuk.

Potensi keuntungan dari usaha pakaian anak cukup terbuka karena margin per produk bisa mencapai Rp10.000 hingga Rp30.000. Jika penjualan mencapai 5 hingga 10 produk per hari, keuntungan bersih yang diperoleh dapat berada pada kisaran Rp100.000 hingga Rp250.000 setiap hari.

8. Jualan Keripik dan Camilan Kering

Keripik singkong, makaroni, kerupuk seblak, dan camilan kering menjadi usaha rumahan yang dapat dijalankan dengan modal kecil karena bahan bakunya mudah ditemukan. Modal awal sekitar Rp250.000 hingga Rp400.000 sudah cukup untuk membeli bahan, minyak goreng, dan kemasan sederhana.

Usaha ini cocok untuk ibu rumah tangga karena produk memiliki daya simpan lebih lama sehingga tidak harus dijual habis dalam satu hari. Proses pengemasan juga dapat dilakukan sambil menjaga anak bermain atau saat waktu senggang di rumah.

Keuntungan usaha camilan berasal dari penjualan dalam jumlah banyak dengan biaya produksi yang relatif rendah. Dari penjualan 30 hingga 50 bungkus per hari, keuntungan bersih yang diperoleh dapat mencapai Rp120.000 hingga Rp250.000 per hari.

9. Jualan Lauk Matang Harian

Lauk matang seperti ayam ungkep, sambal, ikan goreng, atau sayur rumahan menjadi usaha yang mulai banyak dicari karena tidak semua orang sempat memasak setiap hari. Modal awal sekitar Rp350.000 hingga Rp500.000 dapat digunakan untuk membeli bahan makanan dan kemasan.

Usaha ini cocok dijalankan sambil momong anak karena proses memasak dilakukan dari rumah dengan jumlah yang dapat disesuaikan berdasarkan pesanan pelanggan. Penjualan juga bisa menggunakan sistem pre-order sehingga bahan yang dibeli tidak terbuang.

Keuntungan dari jualan lauk matang cukup stabil karena kebutuhan makan berlangsung setiap hari. Jika dalam sehari berhasil menjual 20 hingga 30 paket lauk, keuntungan bersih yang didapat dapat mencapai Rp150.000 hingga Rp350.000 tergantung jenis menu.

10. Jualan Hampers dan Parcel Sederhana

Hampers makanan, perlengkapan bayi, atau parcel sederhana menjadi usaha rumahan yang bisa dimulai dengan modal kecil terutama menjelang hari besar atau acara keluarga. Modal sekitar Rp300.000 hingga Rp500.000 dapat digunakan untuk membeli keranjang, pita, kemasan, dan isi parcel.

Usaha ini cocok dilakukan ibu rumah tangga karena pengerjaannya fleksibel dan dapat dilakukan di rumah sambil mengawasi anak. Penjual juga bisa menerima pesanan sesuai permintaan pelanggan sehingga tidak perlu menyiapkan banyak stok barang setiap hari.

Potensi keuntungan dari usaha hampers cukup terbuka karena margin penjualan per paket dapat mencapai Rp20.000 hingga Rp75.000. Jika dalam satu minggu berhasil menjual 20 paket, keuntungan yang diperoleh bisa mencapai Rp400.000 hingga Rp1 juta tergantung isi parcel dan jumlah pesanan.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Ide Jualan Rumahan untuk Ibu Rumah Tangga Tanpa Modal Besar

1. Usaha apa yang cocok untuk ibu rumah tangga di rumah?

Usaha yang cocok untuk ibu rumah tangga di rumah antara lain jualan makanan, minuman, camilan, pakaian anak, pulsa, dan frozen food karena dapat dijalankan dengan waktu yang fleksibel sambil mengurus anak.

2. Apakah usaha rumahan bisa dimulai dengan modal kecil?

Banyak usaha rumahan dapat dimulai dengan modal di bawah Rp500.000 karena sebagian besar menggunakan peralatan rumah yang sudah tersedia dan bahan yang mudah ditemukan.

3. Bagaimana cara memulai usaha rumahan untuk pemula?

Langkah awal yang bisa dilakukan adalah memilih produk yang mudah dijalankan, menentukan modal, menawarkan produk ke lingkungan sekitar, lalu memanfaatkan media sosial untuk memperluas penjualan.

4. Apa usaha rumahan yang cepat menghasilkan?

Usaha makanan harian seperti gorengan, sarapan pagi, lauk matang, dan minuman menjadi jenis usaha yang sering menghasilkan pemasukan lebih cepat karena dibutuhkan setiap hari.

5. Bagaimana membagi waktu usaha dan mengurus anak?

Ibu rumah tangga dapat memilih usaha dengan sistem pre-order, produksi bertahap, dan jam jualan singkat agar kegiatan usaha tetap berjalan tanpa mengganggu aktivitas mengurus anak di rumah.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|