Liputan6.com, Jakarta - Ternak ember yang belum banyak pesaing bisa menjadi pilihan masyarakat yang ingin fokus berwirausaha maupun menjalankan hobi. Hal ini karena kegiatannya bisa dijalankan di halaman rumah, teras, hingga sudut dapur tanpa membutuhkan lahan luas. Cara ini banyak dipilih karena biaya awal lebih ringan, pengelolaan tidak menyita waktu, dan hasilnya tetap bisa dijual setiap minggu maupun bulanan.
Tidak sedikit orang mengira usaha ternak harus menggunakan kandang besar dan modal tinggi. Padahal, beberapa jenis hewan air dan serangga justru dapat berkembang di ember dengan perawatan sederhana. Selain mudah dijalankan, sebagian hasil ternak memiliki pasar yang terus bergerak karena dibutuhkan pemancing, peternak ikan, penjual pakan, hingga rumah makan.
Peluang usaha dari ternak ember juga masih terbuka karena belum banyak pelaku yang serius menekuninya. Banyak jenis ternak masih jarang dijual di pasar umum sehingga persaingan belum terlalu padat. Sebagai referensi, berikut Liputan6 hadirkan 10 jenis ternak ember yang belum banyak pesaing, mudah dijalankan, dan memiliki peluang omzet yang terus bergerak, dirangkum, Selasa (26/5).
1. Budidaya Cacing Sutra
Cacing sutra menjadi kebutuhan utama untuk pakan benih ikan lele, nila, hingga cupang. Banyak pembudidaya ikan masih kesulitan mendapatkan stok rutin sehingga permintaan terus muncul setiap hari. Kondisi ini membuat budidaya cacing sutra di ember mulai dilirik sebagai peluang usaha rumahan yang dapat dijalankan tanpa lahan luas.
Media ternak cacing sutra cukup menggunakan ember, lumpur, dan aliran air ringan. Perawatannya tidak membutuhkan waktu panjang karena pakan dapat berasal dari bahan rumah tangga yang mudah ditemukan. Dalam waktu tertentu, cacing bisa dipanen bertahap tanpa harus mengganti seluruh isi ember.
Harga jual cacing sutra cenderung bergerak karena permintaan datang dari banyak pembeli. Penjualan biasanya dilakukan dalam bentuk gram hingga kilogram. Ternak ember yang belum banyak pesaing ini masih jarang dijalankan secara rutin sehingga peluang pasarnya masih terbuka untuk pemula.
2. Ternak Belut di Ember
Belut termasuk bahan pangan yang banyak dicari rumah makan dan pasar tradisional. Namun, tidak semua daerah memiliki peternak belut skala rumahan sehingga stok sering bergantung pada pasokan luar wilayah. Situasi ini membuat ternak belut dalam ember mulai diperhitungkan sebagai usaha tambahan dengan potensi hasil penjualan rutin.
Budidaya belut bisa dilakukan menggunakan ember besar yang diisi lumpur dan jerami. Perawatan hariannya cukup sederhana karena belut tidak membutuhkan perhatian sepanjang hari. Pemberian pakan juga dapat menggunakan bahan yang mudah diperoleh di lingkungan sekitar.
Dalam beberapa bulan, belut sudah dapat dijual ke pengepul maupun pasar lokal. Selain dijual hidup, sebagian peternak juga menawarkan hasil panen dalam bentuk siap konsumsi. Ternak ember yang belum banyak pesaing ini masih jarang dijalankan secara konsisten sehingga peluang penjualannya masih terbuka.
3. Budidaya Jangkrik dalam Ember
Jangkrik banyak dibutuhkan sebagai pakan burung, reptil, dan ikan hias. Permintaan pasar terus berjalan karena komunitas pecinta hewan membutuhkan pasokan setiap hari. Meski begitu, jumlah peternak jangkrik skala rumahan masih belum terlalu banyak dibanding kebutuhan pasar.
Ember dapat digunakan sebagai tempat budidaya jangkrik dengan tambahan penutup dan wadah telur. Pengelolaannya cukup mudah karena tidak membutuhkan lahan luas maupun alat rumit. Pakan jangkrik juga berasal dari sayuran dan bahan sisa dapur yang mudah ditemukan.
Masa panen jangkrik tergolong singkat sehingga perputaran penjualan dapat berlangsung cepat. Hasil panen biasanya dijual ke toko pakan maupun pembeli langsung. Ternak ember yang belum banyak pesaing ini masih memiliki peluang karena banyak wilayah belum memiliki pemasok tetap.
4. Ternak Udang Hias
Udang hias mulai diminati pecinta akuarium rumahan karena bentuk dan warnanya menarik perhatian. Jenis seperti udang cherry dan udang blue dream banyak dicari melalui pasar daring maupun komunitas ikan hias. Namun, jumlah peternaknya masih terbatas sehingga stok sering tidak stabil.
Budidaya udang hias bisa dilakukan di ember dengan air bersih dan tanaman air sederhana. Pengelolaannya tidak memerlukan tempat besar sehingga cocok untuk rumah dengan lahan terbatas. Proses perawatan juga tidak menyita waktu panjang setiap hari.
Harga jual udang hias cukup menarik karena penjualannya dihitung per ekor. Dalam satu ember, jumlah anakan bisa berkembang dalam waktu tertentu sehingga hasil penjualan dapat meningkat bertahap. Ternak ember yang belum banyak pesaing ini masih jarang dijalankan masyarakat umum.
5. Budidaya Keong Air Tawar
Keong air tawar banyak digunakan untuk pakan ikan predator dan kebutuhan usaha kuliner tertentu. Meski permintaannya terus ada, jumlah peternak keong masih belum terlalu banyak. Hal ini membuat peluang usaha dari budidaya keong dalam ember masih terbuka lebar.
Perawatan keong air tawar cukup sederhana karena pakannya berasal dari daun dan sisa sayuran rumah tangga. Ember dapat digunakan sebagai tempat pembesaran tanpa memerlukan peralatan tambahan yang rumit. Selain mudah dijalankan, keong juga dapat berkembang biak dalam jumlah banyak.
Penjualan keong biasanya dilakukan ke pemancing, peternak ikan, hingga penjual pakan. Dalam kondisi tertentu, hasil panen dapat dijual secara rutin setiap minggu. Ternak ember yang belum banyak pesaing ini masih jarang dilirik karena banyak orang belum mengetahui pasarnya.
6. Ternak Kutu Air
Kutu air menjadi pakan utama ikan hias seperti cupang dan guppy. Banyak penghobi ikan membutuhkan stok kutu air segar untuk menjaga pertumbuhan ikan tetap berjalan. Karena itu, permintaan kutu air terus muncul dari pasar ikan hias maupun penjual daring.
Budidaya kutu air dapat dilakukan menggunakan ember berisi air hijau dan bahan organik sederhana. Proses pengelolaannya cukup mudah karena tidak memerlukan alat mahal. Dalam beberapa hari, jumlah kutu air bisa berkembang dan mulai dipanen bertahap.
Penjualan kutu air biasanya dilakukan dalam kemasan plastik kecil. Harga per kemasan memang tidak terlalu besar, tetapi penjualannya dapat berlangsung setiap hari. Ternak ember yang belum banyak pesaing ini cocok dijalankan sebagai usaha sampingan dari rumah.
7. Budidaya Maggot BSF
Maggot BSF mulai banyak dicari sebagai pakan ikan dan unggas karena mudah digunakan. Permintaan meningkat seiring bertambahnya usaha budidaya lele dan ayam rumahan. Namun, jumlah pemasok maggot masih belum merata di banyak daerah.
Budidaya maggot dapat dilakukan di ember menggunakan sisa makanan rumah tangga. Cara ini juga membantu mengurangi limbah organik harian yang sering menumpuk di rumah. Pengelolaannya cukup sederhana dan tidak membutuhkan perhatian sepanjang waktu.
Maggot dapat dipanen dalam waktu singkat dan langsung dijual ke peternak sekitar. Selain dijual segar, sebagian pelaku usaha juga menawarkan maggot kering. Ternak ember yang belum banyak pesaing ini mulai dicari karena pasarnya terus berkembang.
8. Ternak Lele Skala Ember
Lele menjadi salah satu ikan konsumsi yang permintaannya terus berjalan setiap hari. Rumah makan, warung pecel lele, hingga pasar tradisional membutuhkan stok rutin dalam jumlah besar. Meski banyak pelaku usaha lele, budidaya skala ember masih belum terlalu padat.
Budidaya lele di ember dapat dilakukan di halaman rumah dengan jumlah bibit tertentu. Perawatannya cukup sederhana selama kualitas air tetap dijaga dan pakan diberikan secara rutin. Cara ini banyak dipilih masyarakat karena tidak memerlukan kolam permanen.
Masa panen lele tergolong cepat sehingga hasil penjualan dapat diputar kembali menjadi modal berikutnya. Selain dijual ke pasar, hasil panen juga bisa dipasarkan langsung ke tetangga sekitar. Ternak ember yang belum banyak pesaing ini cocok dijalankan sebagai usaha rumahan.
9. Budidaya Lobster Air Tawar
Lobster air tawar memiliki pasar tersendiri karena dibutuhkan restoran dan penghobi akuarium. Namun, jumlah peternak masih belum sebanyak budidaya ikan konsumsi biasa. Kondisi ini membuat peluang usaha lobster air tawar masih terbuka untuk pelaku baru.
Budidaya lobster dapat dilakukan menggunakan ember besar dengan tambahan pipa kecil sebagai tempat berlindung. Pengelolaannya cukup mudah selama air tetap bersih dan pakan diberikan sesuai kebutuhan. Selain itu, lobster juga dapat dipelihara di rumah tanpa memerlukan lahan luas.
Harga jual lobster air tawar cenderung lebih tinggi dibanding beberapa jenis ternak ember lain. Penjualan bisa dilakukan ke pembeli langsung maupun melalui media sosial. Ternak ember yang belum banyak pesaing ini mulai menarik perhatian karena nilai jualnya terus bergerak.
10. Budidaya Artemia Rumahan
Artemia dikenal sebagai pakan benih ikan dan udang yang banyak digunakan pembudidaya. Namun, tidak semua daerah memiliki penjual artemia segar sehingga pasarnya masih terbuka. Hal ini membuat budidaya artemia dalam ember mulai dicoba pelaku usaha rumahan.
Perawatan artemia cukup sederhana karena hanya membutuhkan air dan pakan tertentu dalam jumlah kecil. Ember dapat digunakan sebagai media utama tanpa membutuhkan tempat luas. Dalam waktu singkat, artemia bisa berkembang dan mulai dipanen.
Hasil panen artemia biasanya dijual ke peternak ikan hias dan penjual bibit ikan. Penjualannya dapat dilakukan dalam bentuk hidup maupun kering. Ternak ember yang belum banyak pesaing ini masih jarang dijalankan sehingga peluang pasarnya masih cukup besar.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik Ternak Ember yang Belum Banyak Pesaing
Apa ternak ember yang paling mudah untuk pemula?
Ternak lele, kutu air, dan maggot BSF sering dipilih pemula karena perawatannya sederhana dan tidak membutuhkan lahan luas.
Berapa modal awal ternak ember rumahan?
Modal awal tergantung jenis ternak, tetapi banyak usaha ternak ember dapat dimulai dari ratusan ribu rupiah untuk ember, bibit, dan pakan.
Apakah ternak ember bisa dijalankan di rumah kecil?
Bisa. Ember dapat ditempatkan di teras, halaman, samping rumah, atau area dapur yang masih mendapat sirkulasi udara.
Ternak ember yang belum banyak pesaing apa saja?
Beberapa yang masih jarang dijalankan antara lain cacing sutra, artemia, udang hias, dan lobster air tawar.
Bagaimana cara menjual hasil ternak ember?
Hasil ternak dapat dijual melalui media sosial, komunitas penghobi, pasar tradisional, hingga langsung ke peternak dan rumah makan.

3 hours ago
4
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7002899/original/094112300_1779773782-Untitled7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5564702/original/043252400_1776996812-unnamed__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7002946/original/001075600_1779773995-pagar_hidup.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7004476/original/057782800_1779775618-10529662545425360208.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6997060/original/015032300_1779767266-depan_rumah_tanpa_merubah_garasi_4.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5383035/original/026127200_1760613961-Rumah_dengan_Kolam_Ikan_Mini_di_Taman_Depan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7003224/original/038662700_1779774210-Desain_Rumah_Kampung_Sederhana_dengan_Teras_Kecil_yang_Nyaman_untuk_Momong_Anak.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7000869/original/017507000_1779771646-ternak_cacing.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7002939/original/007931300_1779773836-Model_Rumah_Nenek_Moyang_yang_Tradisional_Tapi_Cocok_untuk_Zaman_Sekarang_7.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6999796/original/042809100_1779770282-bangku_cor_1.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7001305/original/062815000_1779772189-2745392986722682573.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4683765/original/059692800_1702385114-Ternak_10.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6999172/original/091409200_1779769553-keliling2.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6998364/original/092990000_1779768714-15648120424214115465.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6997485/original/047345900_1779767682-HL_rumah_di_desa.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/6718602/original/081755600_1779534644-BL1_1011.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6997456/original/032170200_1779767667-16669468215843913525.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6997057/original/095340200_1779767265-depan_rumah_tanpa_merubah_garasi_2.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5567943/original/042629500_1777346190-unnamed__15_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4489871/original/023179100_1688442281-ed-us-JvS_AaDbzzw-unsplash.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3642128/original/083822000_1637681616-2_000_Hkg660630.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526511/original/001005500_1773124578-Gemini_Generated_Image_hoaciqhoaciqhoac.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4860548/original/008900400_1718119829-11_WhatsApp_Image_2024-06-11_at_20.29.54.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4897279/original/047157000_1721544216-IMG_20240721_131658.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5482943/original/058250300_1769302357-54cb0e1a-9b5f-43ac-b9d3-4f7a7bd14f4c.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3954503/original/001981300_1646633420-20220307-Panen_Sayuran_Hidroponik_di_Depan_Rumah-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500419/original/020749000_1770864866-Model_Ruang_Tamu_Open_Space.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500495/original/078901900_1770867904-photo-collage.png__15_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5486588/original/012358000_1769591525-Tips_Mengatasi_Kucing_Garuk_Sofa_Terus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531279/original/042155400_1773556323-000_JO9EV.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5244828/original/086195900_1749256325-20250606BL_Topshots_Timnas_Indonesia_Vs_China_8.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4813325/original/021386600_1714086538-GMCOq2zXQAAUCGw.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485935/original/098401900_1769570166-kambing.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467303/original/064555300_1767869802-fl.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490835/original/086889800_1770026577-1000761221.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5311585/original/019819800_1754888475-SnapInsta.to_529962176_18519690463037072_163690177429814441_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5495693/original/051356400_1770394579-WhatsApp_Image_2026-02-06_at_10.19.48_PM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5207890/original/044419100_1746284199-Ilustrasi_-_Maarten_Paes_copy.jpg)