Laga Amal Persik Legends Vs Persebaya Legends Dibanjiri Penonton, Donasi untuk Almarhum Kuncoro Tembus Rp11 Juta

6 hours ago 2

Bola.com, Kediri - Publik Kediri sangat antusias menyaksikan partai persahabatan antara Persik Legends versus Persebaya Legends di Stadion Brawijaya Kota Kediri, Minggu (1/2/2026) sore WIB.

Pertandingan bertajuk Laga Amal untuk Almarhum Kuncoro itu menarik minat pencinta sepak bola untuk menikmati aksi pemain bintang yang pernah tenar di era 2000-an lalu. Skor akhir 4-2 untuk kemenangan Persik Legends.

Dari kubu Persik diperkuat para mantan pemain yang pernah mengantar Tim Macan Putih meraih gelar juara Indonesia 2003 dan 2006. Ada kiper Wahyudi, Suswanto, Khusnul Yuli, Siswantoro, Berta Yuwana, Patwawi 'Grandong', hingga trisula Johan Prasetyo, Musikan, dan Solekan.

Dari pihak Persebaya Legends didukung kiper Basuni Alwi, Mursyid Efendi, Ucok Batubara, Nugroho Mardianto, Miftahul Huda, Andri 'Gepeng' Budianto, Anang Ma'ruf, Jatmiko, Yusuf Ekodono, termasuk striker Basuki, Supaham, Agus Salim, dan Sutaji.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Dipimpin Wasit Legend

Karena berstatus pertandingan para legenda, wasit yang memimpin laga pun sosok sangat terkenal yakni Purwanto. Pria yang kini menjabat kepala desa di Kabupaten Kediri itu adalah wasit terbaik era Divisi Utama.

Purwanto dijuluki Mr Clean, karena keteguhannya menolak uang suap untuk mengatur sebuah pertandingan. Inisiator dan Ketua Laga Amal, Indus Al Fatoni Rukasy, menyatakan pertandingan ini didasari kedekatan Persikmania dengan almarhum Kuncoro yang berjasa memberi gelar juara Liga Indonesia 2003 silam.

"Di era tahun 2000-an, hubungan pemain dengan suporter sangat dekat. Saya pribadi punya hutang budi dari kedekatan itu. Kuncoro sosok yang ramah dan royal. Jika Persik menang dan dia dapat bonus, kami diajak makan bersama. Meski itu hanya nasi goreng," ungkap Indus Al Fatoni.

Mengenang Para Legenda

Dedengkot Persikmania lawas dari komunitas Garis Keras tersebut merupakan asli warga Kediri yang tinggal di Kowak, sebelah utara Stadion Brawijaya. Indus tak bisa melupakan mantan pemain Persik yang pernah mengharumkan tanah kelahirannya.

"Sebagai orang asli Kota Kediri, kami akan terus mengenang para legenda Persik. Dari jasa mereka lah tempat kelahiran saya ini dikenal di seluruh Indonesia. Bahkan di Asia karena Persik dua kali tampil di Liga Champions," tuturnya.

Laga amal ini gratis. Namun panpel mengedarkan kotak kardus untuk menggalang donasi sukarela dari penonton. Dari aksi ini panpel mengumpulkan donasi total Rp11.085.000.

Diserahkan kepada Keluarga

Hasil donasi dititipkan kepada Siswantoro yang tinggal di Malang dan rekan Kuncoro sebagai asisten pelatih Arema FC untuk diserahkan kepada keluarga almarhum.

"Saya sangat terharu dengan kepedulian teman-teman Persikmania kepada almarhum Kuncoro. Semoga ini jadi amal baik teman-teman dan membantu keluarga Kuncoro," ucapnya.

Siswantoro tak bisa melupakan kenangan dengan almarhum Kuncoro. Dia lah yang memberikan pertolongan pertama dengan memompa jantung Kuncoro ketika kolaps di bangku cadangan saat pertandingan Perayaan Satu Abad Stadion Gajayana, 18 Januari lalu.

"Saya telah berusaha menyelamatkan sahabatku, Kuncoro. Tapi saya tak mampu melawan takdir yang telah ditetapkan Allah SWT untuk Kuncoro. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi-Nya," ujarnya.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|