Liputan6.com, Jakarta - Bunga hias teras yang tidak mudah mati menjadi pilihan banyak pemilik rumah yang ingin menjaga tampilan teras tetap asri meski menghadapi cuaca panas dan musim kemarau. Paparan sinar matahari yang intens serta keterbatasan penyiraman sering membuat tanaman cepat layu, sehingga diperlukan jenis bunga yang memiliki daya tahan lebih baik terhadap kondisi lingkungan terbuka.
Memilih tanaman yang sesuai menjadi langkah penting agar teras tetap hijau tanpa membutuhkan perawatan yang rumit. Sejumlah bunga hias dikenal mampu beradaptasi dengan suhu tinggi, memiliki ketahanan dalam kurun 10 tahun, serta tetap tumbuh dengan baik meskipun tidak disiram setiap hari. Karakter tersebut menjadikannya cocok ditempatkan di area depan rumah yang menerima sinar matahari langsung.
Untuk membantu menentukan pilihan, Liputan6 akan mengulas 11 jenis bunga hias teras yang tidak mudah mati beserta karakteristik, kebutuhan perawatan, dan alasan mengapa tanaman tersebut cocok ditanam di area luar rumah. Simak informasi selengkapnya, dirangkum Sabtu (20/6).
1. Kembang Sepatu (Hibiscus)
![[Bintang] 5 Jenis Bunga yang Ternyata Enak Dimakan](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/d3M47f1AKavkYez2VX4zkYOr-U0=/640x360/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1591911/original/000684300_1494578255-Hibiscus-Flower-Free-Download-HD-Wallpaper-03.jpg)
Perbesar
Kembang Sepatu menjadi pilihan utama untuk menghiasi area depan rumah karena memiliki daya tahan yang tinggi terhadap paparan sinar matahari langsung. Karakteristik perakaran yang kuat memungkinkan tanaman ini menyerap air dari bagian tanah terdalam saat lapisan atas mulai mengering. Keunggulan tersebut membuat vegetasi ini menjadi solusi bagi penghuni rumah yang menginginkan efisiensi waktu dalam perawatan tanaman harian.
Daya adaptasi tanaman ini saat musim kemarau terletak pada struktur daunnya yang mampu meminimalkan proses penguapan air. Batang kayu yang keras juga berfungsi sebagai pelindung jaringan internal tanaman dari suhu udara yang menyengat di luar ruangan. Kemampuan luar biasa ini memastikan pertumbuhan tetap berjalan secara konsisten dan mampu bertahan hidup hingga usia lima belas tahun di lokasi yang sama.
Untuk menjaga agar bunga hias teras yang tidak mudah mati ini dapat bertahan lama, pemangkasan batang yang tua harus dilakukan secara berkala. Pemberian pupuk organik pada awal musim penghujan akan membantu menyimpan cadangan nutrisi yang dibutuhkan tanaman saat memasuki masa kekeringan. Penyiraman cukup dilakukan dua hari sekali secara merata pada area tanah sekitar batang utama.
2. Pohon Kamboja (Plumeria)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4217552/original/085430600_1667812666-Kamboja_pixabay.jpg)
Perbesar
Pohon Kamboja memiliki reputasi yang sangat baik dalam menghadapi kondisi tanah yang kering dan miskin unsur hara di area terbuka. Batang tanaman yang berukuran besar dan berdaging berfungsi sebagai tempat penyimpanan cadangan air utama untuk kebutuhan selama berbulan-bulan. Hal ini membuat vegetasi tersebut tetap mampu memproduksi kelopak baru meskipun pasokan air dari luar sangat terbatas.
Ketahanan tanaman ini di musim kemarau didukung oleh kemampuannya melakukan efisiensi mandiri melalui pengguguran daun secara alami. Proses tersebut mengurangi beban penguapan sehingga seluruh energi difokuskan untuk menjaga kelembapan pada bagian batang dan akar tanaman. Pola pertahanan fisik seperti ini yang mendasari mengapa tanaman mampu mencapai usia belasan tahun di halaman rumah.
Perawatan agar vegetasi ini dapat bertahan lama berpusat pada pemilihan media tanam yang memiliki drainase baik di dalam pot. Pastikan tanaman mendapatkan akses cahaya matahari penuh selama minimal enam jam sehari untuk merangsang pertumbuhan yang optimal. Hindari pemberian air yang terlalu sering karena justru dapat memicu pembusukan pada area sistem perakaran terbawah.
3. Bugenvil (Bunga Kertas)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5483819/original/030958000_1769404041-Jenis_Pohon_Kecil_untuk_Teras_Rumah_yang_Sejuk_dan_Tidak_Mengganggu_Fondasi_Bunga_Kertas.jpg)
Perbesar
Bugenvil dikenal luas sebagai vegetasi yang justru menampilkan keindahan kelopaknya secara maksimal saat kondisi cuaca sedang panas. Struktur batang yang dilengkapi dengan duri-duri kecil membantu tanaman ini melindungi diri sekaligus mengatur sirkulasi udara di sekitar jaringan daun. Kemampuan adaptasi lingkungan yang tinggi menjadikannya pilihan favorit untuk memperindah pagar maupun dinding luar hunian.
Saat musim kemarau tiba, bunga hias teras yang tidak mudah mati ini menghentikan pertumbuhan daun dan beralih memproduksi kelopak berwarna cerah. Mekanisme internal ini menjadi bentuk pertahanan alami terhadap cuaca panas sekaligus menghemat penggunaan air di dalam tanah. Sifat tangguh ini yang membuat masa hidup vegetasi ini dapat berlangsung dari satu dekade hingga belasan tahun.
Tips utama untuk memastikan tanaman ini awet adalah dengan membatasi frekuensi penyiraman secara ketat ketika cuaca sedang terik. Penggunaan media tanam yang dicampur dengan pasir akan membantu mengalirkan air sisa penyiraman dengan cepat tanpa mengendap. Pemangkasan ujung-ujung cabang secara rutin akan merangsang kemunculan tunas-tunas baru yang lebih kuat dan tahan cuaca.
4. Bunga Soka (Ixora)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5380696/original/004854000_1760429814-Bunga_Soka.jpg)
Perbesar
Bunga Soka merupakan jenis vegetasi semak yang memiliki kepadatan daun tinggi sehingga mampu melindungi permukaan tanah di bawahnya dari penguapan. Sistem perakaran serabut yang rapat menyebar secara luas di dalam pot untuk mencari sumber kelembapan yang tersisa. Karakter fisik ini membuatnya sangat stabil menghadapi fluktuasi suhu udara yang terjadi antara siang dan malam hari.
Kemampuan bertahan di musim kering didukung oleh lapisan lilin alami yang terdapat pada permukaan atas setiap helai daunnya. Lapisan tersebut berfungsi sebagai tameng yang menahan air di dalam jaringan agar tidak mudah menguap akibat sengatan matahari. Melalui perlindungan mandiri tersebut, tanaman ini terbukti dapat hidup mendiami teras rumah hingga usia belasan tahun.
Agar vegetasi ini tetap berumur panjang, letakkan pot di area yang menerima sinar matahari pagi secara langsung. Penggantian sebagian media tanah di dalam pot perlu dilakukan setiap dua tahun sekali untuk memperbarui ketersediaan zat hara. Lakukan penyiraman hanya pada saat kondisi permukaan tanah teratas sudah terlihat memutih dan kering.
5. Tapak Dara (Vinca)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5454929/original/089802900_1766582157-Tanaman_Gantung_untuk_Teras_Sempit_yang_Awet_Meski_Jarang_Disiram_Jenis_Vinca__Tapak_Dara_.jpg)
Perbesar
Tapak Dara menjadi opsi vegetasi herba yang memiliki tingkat kelangsungan hidup sangat tinggi di wilayah beriklim tropis. Struktur batang yang fleksibel namun liat membuat tanaman ini tidak mudah patah saat menghadapi angin kencang di musim kemarau. Tanaman ini juga memiliki toleransi yang tinggi terhadap kondisi tanah dengan kadar keasaman yang bervariasi.
Keunggulan utama vegetasi ini saat kemarau adalah kemampuannya menutup pori daun secara otomatis saat mendeteksi suhu udara yang terlalu tinggi. Langkah pertahanan tersebut menjaga cairan internal tetap stabil sehingga tanaman tidak mengalami kelayuan permanen meskipun tidak disiram beberapa hari. Kemampuan regenerasi yang cepat melalui biji yang jatuh juga membuat keberadaannya di teras rumah seolah tidak pernah mati.
Supaya bunga hias teras yang tidak mudah mati ini bertahan lama, hindari menyiram air langsung mengenai bagian kelopak dan daun. Kelembapan yang berlebihan pada bagian atas tanaman dapat mengundang kehadiran jamur yang merusak struktur batang. Penempatan di area terbuka dengan sirkulasi udara yang lancar akan menjaga kesehatan tanaman secara jangka panjang.
6. Bunga Lantana
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5454930/original/029071800_1766582158-Tanaman_Gantung_untuk_Teras_Sempit_yang_Awet_Meski_Jarang_Disiram_Jenis_Lantana.jpg)
Perbesar
Bunga Lantana merupakan jenis tanaman liar yang telah diadopsi menjadi vegetasi hias karena kekuatan fisiknya yang luar biasa. Tanaman ini memiliki bulu-bulu halus pada permukaan batang dan daun yang berfungsi memecah panas matahari sebelum mengenai jaringan utama. Sifat dasarnya yang mandiri membuat tanaman ini tidak membutuhkan perhatian khusus dari pemilik rumah untuk dapat tumbuh.
Pada musim kemarau, tanaman ini beradaptasi dengan cara memperlambat laju pertumbuhan vegetatif namun tetap menjaga kekuatan sistem perakaran. Jaringan akar yang dalam mampu mengikat butiran air di dalam tanah dengan sangat kuat sehingga pasokan cairan tetap terpenuhi. Karakteristik inilah yang menjamin kelangsungan hidup tanaman hingga mencapai jangka waktu lima belas tahun.
Langkah perawatan agar tanaman ini awet adalah dengan melakukan pemotongan ranting secara berkala setelah masa pembungaan selesai. Hal ini bertujuan untuk meremajakan sel-sel tanaman dan mencegah cabang menjadi terlalu kering dan rapuh. Pastikan tanah tempat tumbuh memiliki porositas yang baik agar tidak terjadi genangan air saat penyiraman.
7. Anggrek (Terestrial)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4769720/original/016707600_1710229575-Ilustrasi_bunga_anggrek_Phalaenopsis.jpg)
Perbesar
Anggrek Terestrial atau anggrek tanah memiliki perbedaan besar dengan jenis anggrek pohon dalam hal ketahanan terhadap cuaca panas. Jaringan akar yang tertanam di dalam tanah membuat tanaman ini mendapatkan perlindungan suhu yang lebih stabil daripada jenis epifit. Struktur daun yang tebal dan kaku bertindak sebagai wadah penyimpanan air internal yang sangat efektif.
Ketika musim kemarau melanda, tanaman ini mengandalkan umbi semu yang berada di pangkal batang untuk menjaga pasokan energi. Mekanisme ini memastikan tanaman tetap mendapatkan asupan nutrisi yang cukup meskipun kondisi lingkungan sekitar sedang gersang. Daya tahan yang tinggi terhadap panas membuat jenis anggrek ini mampu menghuni halaman rumah dalam waktu belasan tahun.
Tips menjaga kelangsungan hidup bunga hias teras yang tidak mudah mati ini adalah dengan menambahkan sabut kelapa pada media tanam. Sabut kelapa berfungsi mempertahankan kelembapan mikro di sekitar akar tanpa membuat kondisi tanah menjadi terlalu basah. Penempatan di bawah naungan atap teras yang tipis akan menjaga intensitas cahaya matahari tetap seimbang.
8. Bunga Alamanda
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5491114/original/014340400_1770084765-alamanda.jpg)
Perbesar
Bunga Alamanda tumbuh sebagai tanaman merambat dengan struktur kayu yang memberikan kekuatan penuh untuk menopang percabangan yang luas. Batang yang liat dan kuat mengalirkan air dari akar menuju ujung daun dengan efisiensi tinggi melalui jaringan pembuluh yang matang. Kemampuan merambat ini juga membantu tanaman mencari posisi terbaik untuk mendapatkan cahaya matahari tanpa mengorbankan kelembapan akar.
Adaptasi tanaman ini di musim kering terlihat dari kemampuannya mengatur volume daun yang tumbuh agar sesuai dengan ketersediaan air. Tanaman akan membatasi pembentukan daun baru jika mendeteksi pasokan air di dalam tanah mulai menipis secara signifikan. Melalui sistem kendali internal yang teratur ini, tanaman mampu bertahan hidup mendampingi pemilik rumah hingga belasan tahun.
Agar tanaman merambat ini berumur panjang, penyediaan media rambat yang kokoh berupa bilah besi atau kayu sangat diperlukan. Pemupukan dengan bahan organik matang di sekitar perakaran akan memberikan kekuatan tambahan bagi tanaman menghadapi cuaca ekstrem. Penyiraman secara menyeluruh dilakukan hanya pada sore hari untuk mengurangi penguapan air yang instan.
9. Bunga Oleander (Juwita)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2370404/original/040876500_1538209999-Nerium_oleander_flowers_leaves.jpg)
Perbesar
Bunga Oleander terkenal sebagai salah satu vegetasi paling tangguh yang sering digunakan untuk penghijauan di area tepi jalan raya. Struktur daun yang menyerupai bentuk mata tombak memiliki lapisan epidermis yang tebal untuk mencegah kehilangan air akibat penguapan. Kemampuan tanaman ini menghadapi polusi udara dan suhu tinggi menjadikannya pilihan tepat untuk area teras rumah perkotaan.
Di tengah musim kemarau, tanaman ini mengaktifkan sistem efisiensi air yang membuat seluruh bagian tanaman tetap segar meski tanpa penyiraman teratur. Sistem perakaran yang meluas secara horizontal dan vertikal memungkinkannya menjangkau sisa kelembapan di area sekitarnya dengan cepat. Ketangguhan ekstrem ini memastikan tanaman dapat tumbuh tegak di halaman rumah hingga usia lima belas tahun.
Supaya bunga hias teras yang tidak mudah mati ini tahan lama, lakukan pemangkasan bentuk pada awal musim kemarau untuk mengurangi beban tanaman. Media tanam tidak perlu sering digemburkan agar kelembapan di bagian dalam tanah tetap terjaga dengan baik. Jauhkan tanaman dari area yang sering terkena limpahan air pembuangan rumah tangga yang mengandung detergen.
10. Bunga Rosemary
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5460794/original/087785000_1767316763-Tanaman_Rosemary_dan_Lavender.jpg)
Perbesar
Bunga Rosemary merupakan jenis tanaman herba berkayu asal wilayah Mediterania yang memiliki adaptasi alami terhadap lingkungan kering. Daunnya yang berbentuk menyerupai jarum kecil meminimalkan luas permukaan yang terpapar panas matahari secara langsung. Karakter fisik ini secara otomatis menurunkan tingkat penguapan air dari tubuh tanaman hingga ke tingkat paling rendah.
Saat musim kemarau, tanaman ini justru mengeluarkan aroma minyak esensial yang lebih kuat sebagai bentuk proteksi diri dari suhu panas. Kandungan minyak tersebut berfungsi menjaga elastisitas dinding sel tanaman agar tidak rusak akibat dehidrasi lingkungan. Sifat adaptif inilah yang membuat tanaman herba ini mampu bertahan hidup di pot teras rumah selama belasan tahun.
Kunci utama agar vegetasi ini awet adalah dengan memastikan media tanam benar-benar kering sebelum melakukan penyiraman berikutnya. Penggunaan pot berbahan tanah liat sangat disarankan karena membantu membuang kelebihan kelembapan melalui pori-pori pot. Letakkan tanaman di sudut teras yang mendapatkan hembusan angin bebas dan paparan cahaya matahari penuh.
11. Bunga Tasbih (Canna)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3912632/original/063010900_1642998782-yellow-5985872_1280.jpg)
Perbesar
Bunga Tasbih memiliki keunggulan berupa sistem umbi atau rimpang yang tertanam kuat di bawah permukaan tanah teras rumah. Rimpang ini bertindak sebagai bank air dan nutrisi utama yang siap digunakan ketika kondisi lingkungan di atas tanah mengalami kekeringan. Karakteristik ini membuat bagian atas tanaman dapat tumbuh kembali dengan cepat meskipun sempat mengering akibat cuaca panas.
Adaptasi tanaman ini saat kemarau didukung oleh struktur daun berukuran besar yang memiliki kemampuan menggulung saat siang hari. Gerakan menggulung ini meminimalkan area daun yang terkena sinar matahari sehingga penguapan air dapat ditekan secara signifikan. Melalui siklus hidup yang bertumpu pada rimpang bawah tanah, tanaman ini mampu bertahan di lokasi yang sama hingga lima belas tahun.
Agar vegetasi ini dapat bertahan lama, pilihlah ukuran pot yang cukup besar untuk memberi ruang bagi perkembangan rimpang di dalam tanah. Pembersihan daun-daun tua yang telah mengering harus dilakukan secara rutin untuk menjaga kebersihan dan kesehatan area rumpun tanaman. Penyiraman yang merata seminggu dua kali sudah cukup untuk menjaga kelembapan rimpang di dalam media tanam.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Bunga Hias Teras yang Tidak Mudah Mati saat Musim Kemarau
1. Apa saja bunga hias teras yang tidak mudah mati saat musim kemarau?
Beberapa jenis bunga hias teras yang memiliki daya tahan tinggi terhadap musim kemarau antara lain Kembang Sepatu, Pohon Kamboja, Bugenvil, Bunga Soka, Tapak Dara, dan Bunga Lantana. Tanaman-tanaman tersebut memiliki struktur batang berkayu atau sistem perakaran kuat yang mampu menyimpan cadangan air dalam jangka waktu lama.
2. Mengapa tanaman hias berkayu lebih tahan lama saat cuaca panas?
Tanaman berkayu memiliki jaringan pembuluh yang lebih matang dan kulit batang yang tebal untuk melindungi bagian dalam tanaman dari suhu ekstrem. Selain itu, tanaman berkayu umumnya memiliki sistem perakaran yang lebih dalam sehingga mampu menjangkau sumber air di lapisan tanah bagian bawah saat permukaan mengering.
3. Bagaimana cara merawat bunga hias di teras agar tidak mudah mati?
Perawatan utama meliputi penyiraman secara berkala hanya saat media tanam mulai mengering, melakukan pemangkasan cabang tua secara rutin, dan menggunakan media tanam yang memiliki drainase baik. Pemberian pelindung tanah seperti mulsa atau kerikil di atas pot juga sangat membantu menahan penguapan air akibat terik matahari.
4. Apakah semua tanaman hias yang tahan kemarau bisa ditanam di dalam pot?
Sebagian besar tanaman hias tahan kemarau seperti Bugenvil, Tapak Dara, dan Bunga Rosemary dapat tumbuh dengan baik di dalam pot asalkan ukuran wadah sesuai dengan perkembangan akar. Pastikan pot memiliki lubang pembuangan air yang cukup agar sisa air siraman tidak mengendap dan menyebabkan pembusukan akar.
5. Berapa lama rata-rata umur tanaman hias teras yang tangguh jika dirawat dengan benar?
Dengan perawatan yang tepat dan konsisten, varietas tanaman hias teras yang tangguh seperti Kembang Sepatu, Kamboja, dan Asoka dapat bertahan hidup antara sepuluh hingga lima belas tahun. Kekuatan hidup yang panjang ini dipengaruhi oleh kemampuan adaptasi lingkungan dan sistem penyimpanan cadangan makanan yang baik pada tubuh tanaman.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

5 hours ago
3
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8263383/original/085957000_1781924042-15272682376038541932.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8263514/original/090483700_1781934941-Gemini_Generated_Image_xwd87vxwd87vxwd8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8263525/original/006436100_1781936710-Bisnis_Rumahan_yang_Ramai_Tanpa_Promosi_Online.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5542341/original/033210600_1774940604-Usaha_Rumahan_untuk_IRT_di_Daerah_Perkotaan_yang_Minim_Risiko_dan_Banyak_Peluang_Model_Jualan_Sayuran_Siap_Masak.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8262247/original/007182100_1781776499-Pilih_Tanaman_dengan_Masa_Panen_Cepat.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8263464/original/005552400_1781930533-perpisahan.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473074/original/010547500_1768386055-Banner_Infografis_BPJS_H.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8055770/original/088500500_1780899522-ChatGPT_Image_Jun_8__2026__01_15_55_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8263436/original/058112400_1781929411-Cara_Menata_Dapur_Belakang_Rumah_Sempit_agar_Tidak_Becek_Saat_Hujan_Deras.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8263399/original/053656700_1781925475-HL_dapur.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8263421/original/051367600_1781927709-Tipe_Rumah_untuk_Gen_Z_yang_Estetik_dan_Ramah_Lingkungan.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523924/original/053469600_1772875193-Cabut_Semua_Steker_dari_Stop_Kontak.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/7903638/original/073021500_1780733997-20260605BL_Timnas_Indonesia_Vs_Oman_FIFA_Matchday_2026_34.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5437736/original/056483100_1765261425-Ide_Usaha_Depan_Rumah_Khusus_Ibu_Rumah_Tangga_yang_Bisa_Sambil_Awasi_Anak_Usaha_Toko_Kelontong_Mini.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8263391/original/052172000_1781924549-Perpisahan_Sekolah.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491308/original/035126500_1770090891-Gemini_Generated_Image_3ra3163ra3163ra3.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4324159/original/035256000_1676394128-IMG_7359-1024x819.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8261089/original/081184900_1781679456-HL_galon.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8263328/original/010998600_1781883632-40d61759-e5b4-4164-b814-01ba8afee642.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8262746/original/072151200_1781845990-11476408821038241741.jpeg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3642128/original/083822000_1637681616-2_000_Hkg660630.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4860548/original/008900400_1718119829-11_WhatsApp_Image_2024-06-11_at_20.29.54.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526511/original/001005500_1773124578-Gemini_Generated_Image_hoaciqhoaciqhoac.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3954503/original/001981300_1646633420-20220307-Panen_Sayuran_Hidroponik_di_Depan_Rumah-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500495/original/078901900_1770867904-photo-collage.png__15_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531279/original/042155400_1773556323-000_JO9EV.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5244828/original/086195900_1749256325-20250606BL_Topshots_Timnas_Indonesia_Vs_China_8.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4813325/original/021386600_1714086538-GMCOq2zXQAAUCGw.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5311585/original/019819800_1754888475-SnapInsta.to_529962176_18519690463037072_163690177429814441_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5401010/original/034236800_1762154457-Bocoran_warna_iPhone_18_Pro_01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4415431/original/078901700_1683198942-20230504AA_SEA_Games_2023_Timnas_Indonesia_Vs_Myanmar-21.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514118/original/045495100_1772081240-kandang_Ayam_Rooftop.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5529373/original/019567300_1773329437-Persis_vs_Bali_United.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465586/original/014027200_1767771314-Bebek_Petelur.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4261962/original/044473000_1671083484-harga_telur_ayam_di_tingkat_peternak_mencapai_29_ribu-ARBAS_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4174719/original/068939000_1664411162-42.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527338/original/066171500_1773200879-__________________________________1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5513604/original/091062600_1772031776-What_a_goal_from_Gali_Freitas______Persebaya__PersebayaUntukSemua.jpg)