Liputan6.com, Jakarta - Tren hunian ramah lingkungan semakin mengemuka di tengah meningkatnya kesadaran akan pentingnya keberlanjutan dan gaya hidup sehat. Masyarakat perkotaan, khususnya, kini aktif mencari solusi inovatif untuk mengintegrasikan elemen alam ke dalam ruang hidup mereka yang seringkali terbatas. Konsep desain rumah modern tidak lagi hanya berfokus pada estetika dan kenyamanan semata, melainkan juga pada efisiensi energi dan kemandirian pangan.
Integrasi kebun sayur dalam desain rumah menawarkan manfaat ganda yang signifikan bagi penghuninya. Selain menjamin pasokan sayuran segar dan organik setiap hari, keberadaan kebun sayur juga berkontribusi pada penghematan energi serta upaya mengurangi jejak karbon. Lebih dari itu, kebun sayur dapat meningkatkan nilai estetika hunian secara keseluruhan.
Artikel ini akan menyajikan 11 inspirasi desain rumah ramah lingkungan dengan kebun sayur yang dapat Anda terapkan, mulai dari konsep arsitektur canggih hingga pemanfaatan lahan sempit dan barang bekas. Tujuannya adalah memberikan panduan praktis dan memicu kreativitas dalam menciptakan hunian impian yang sehat, produktif, dan berkelanjutan.
Ini adalah investasi cerdas yang memberikan kepuasan psikologis serta ketenangan tersendiri bagi setiap individu. Jadi simak inspirasi desain rumah ramah lingkungan berikut ini, sebagaimana telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Jumat (9/1/2026).
Rumah Bioclimatic dengan Cerobong Udara dan Kebun Vertikal
Desain rumah bioclimatic berfokus pada pemanfaatan potensi alam seperti angin dan cahaya untuk menekan beban energi bangunan secara signifikan. Salah satu fitur uniknya adalah penggunaan cerobong udara (chimney effect) yang dirancang untuk menarik udara panas keluar dan mengalirkan udara sejuk ke dalam rumah secara alami. Cerobong ini dapat mencapai ketinggian 9 meter atau lebih, tergantung volume ruangan, demi menciptakan efek stacking effect yang kuat, di mana udara bergerak dari tekanan tinggi ke rendah atau dari suhu rendah ke tinggi.
Fitur menarik lainnya adalah integrasi kebun vertikal pada dinding dalam (inner court) atau area terbuka yang menyatu dengan ruang keluarga. Kehadiran kebun vertikal ini tidak hanya menambah estetika dan kesejukan, tetapi juga memungkinkan penanaman sayuran yang dapat diakses langsung oleh penghuni.
Contoh penerapan konsep desain rumah ramah lingkungan dengan kebun sayur ini terlihat pada Bioh House Jagakarsa, di mana roster pada fasad membantu suplai angin dari arah selatan, dan area terbuka di dalam rumah langsung terhubung dengan taman yang ditanami sayuran.
Desain ini memastikan sirkulasi udara alami yang optimal, secara efektif mengurangi kebutuhan akan pendingin ruangan. Selain itu, desain ini juga menyediakan sumber pangan segar langsung dari dalam rumah. Bahkan, jendela di dalam kamar dapat dibuka untuk membantu aliran angin menuju cerobong, menjaga seluruh ruangan tetap sejuk dan segar sepanjang hari.
Rumah dengan Konsep Biofilic dan Edible Landscape
Konsep biofilic dalam desain rumah bertujuan untuk menyatukan penghuni dengan alam, menciptakan lingkungan yang tidak hanya fungsional tetapi juga menenangkan jiwa. Hal ini diwujudkan melalui penyatuan ruang dalam dan taman produktif, di mana batas antara interior dan eksterior menjadi kabur. Rumah dengan konsep ini seringkali memiliki area terbuka yang luas, bahkan tanpa sekat pintu permanen antara ruang keluarga dan taman, menciptakan harmoni alami.
Edible landscape adalah pendekatan inovatif di mana tanaman sayur tidak hanya berfungsi sebagai sumber pangan, tetapi juga sebagai elemen dekoratif yang mempercantik area tanam. Misalnya, selada hijau dapat dipadukan dengan bayam merah, atau cabai dengan bunga marigold untuk menciptakan tampilan yang hidup dan menarik. Tanaman seperti cabai, tomat, bayam merah, dan kemangi dapat disusun secara artistik layaknya taman dekoratif, menambah nilai estetika sekaligus produktivitas pada desain rumah ramah lingkungan dengan kebun sayur Anda.
Penerapan konsep ini memungkinkan penghuni untuk menikmati keindahan taman hias sekaligus memanen bahan masakan segar setiap hari. Ini merupakan investasi cerdas yang sangat menguntungkan, karena selain menghemat pengeluaran dapur, aktivitas berkebun juga terbukti menjadi terapi antistres terbaik bagi banyak orang.
Rumah dengan Rooftop Garden
Memanfaatkan atap sebagai kebun sayur atau rooftop garden adalah solusi cerdas untuk lahan terbatas, terutama di area perkotaan padat. Atap yang biasanya hanya berfungsi sebagai pelindung kini dapat diubah menjadi area produktif sekaligus tempat bersantai yang asri. Desain ini memungkinkan penanaman berbagai jenis sayuran dalam planter box atau meja tanam, yang memudahkan pengelolaan dan perawatan sehari-hari.
Sistem drainase yang baik dan penggunaan media tanam ringan merupakan kunci keberhasilan rooftop garden. Penting untuk memastikan struktur atap mampu menopang beban tambahan dari tanah, tanaman, dan air agar tetap aman. Selain itu, akses yang mudah ke area atap, seperti melalui ramp, dapat mempermudah perawatan dan pemanenan tanpa mengotori bagian interior rumah.
Rooftop garden tidak hanya menyediakan pasokan sayuran segar, tetapi juga membantu menyejukkan suhu di dalam rumah dan mengurangi efek urban heat island di perkotaan. Ini adalah contoh nyata bagaimana konsep urban farming dapat diterapkan secara mendalam dalam desain rumah ramah lingkungan dengan kebun sayur, dengan fungsi tanaman yang dapat dikonsumsi.
Rumah Minimalis dengan Raised Bed Garden
Raised bed garden atau bedengan bertingkat adalah pilihan populer untuk menciptakan kebun sayur yang rapi dan terorganisir, bahkan di lahan terbatas. Sistem ini melibatkan pembuatan kotak atau bedengan dari bahan seperti kayu palet, bata, atau semen di atas permukaan tanah. Area tanam yang terangkat dari permukaan tanah ini memiliki beberapa keunggulan signifikan.
Keunggulan utama raised bed adalah sirkulasi air dan udara yang lebih baik, membantu menghindari genangan air dan menjaga kesuburan tanah. Hal ini membuat tanaman bisa tumbuh lebih sehat dan produktif. Selain itu, raised bed memungkinkan kontrol yang lebih baik terhadap kualitas tanah dan secara efektif mengurangi pertumbuhan gulma. Sayuran akar seperti wortel atau kentang sangat cocok ditanam dalam media ini karena tanahnya lebih gembur.
Desain ini sangat cocok untuk halaman samping atau depan rumah, memberikan tampilan yang rapi, modern, dan fleksibel. Penggunaan kayu palet bekas juga mendukung konsep desain rumah ramah lingkungan dengan kebun sayur dan bisa menjadi proyek DIY yang menyenangkan serta hemat biaya.
Rumah dengan Sistem Hidroponik Terintegrasi
Sistem hidroponik adalah solusi inovatif untuk menanam sayuran di lahan yang sangat sempit, seperti teras, balkon, atau bahkan dapur dengan pencahayaan yang cukup. Metode ini memungkinkan tanaman tumbuh tanpa tanah, hanya dengan menggunakan air yang diperkaya nutrisi. Pipa paralon, rak bertingkat, atau sistem menara sering digunakan sebagai media tanam, memaksimalkan ruang yang ada.
Kelebihan hidroponik meliputi pertumbuhan tanaman yang lebih cepat dan hasil panen yang melimpah dalam waktu singkat. Sayuran daun seperti selada, kangkung, pakcoy, dan bayam air sangat cocok untuk sistem ini karena responsif terhadap nutrisi. Selain itu, hidroponik dikenal lebih efisien dalam penggunaan air dan bebas dari masalah hama tanah.
Tampilan kebun hidroponik yang rapi dan modern akan memberikan sentuhan futuristik pada halaman rumah Anda. Ini adalah solusi modern bagi rumah minimalis yang ingin tetap hijau dan produktif, bahkan di area perkotaan yang padat, mendukung konsep desain rumah ramah lingkungan dengan kebun sayur.
Rumah dengan Vertical Garden di Fasad
Vertical garden atau taman vertikal di fasad adalah cara efektif untuk menyejukkan suhu rumah dan mengurangi panas, terutama di iklim tropis yang terik. Tanaman rambat atau panel vertikal yang dipasang di dinding luar rumah menciptakan lapisan insulasi alami yang sangat bermanfaat. Selain fungsi termal, vertical garden juga menambah nilai estetika yang signifikan, membuat rumah terlihat lebih asri dan menawan.
Konsep ini memanfaatkan ruang vertikal yang seringkali terabaikan, mengubah dinding kosong menjadi area hijau yang produktif. Berbagai jenis tanaman, termasuk sayuran daun atau tanaman obat, dapat ditanam dalam pot gantung atau rak bertingkat yang disusun secara bersusun. Ini sangat cocok untuk halaman dengan lahan sempit, karena memaksimalkan penggunaan ruang tanpa memerlukan area horizontal yang luas.
Penerapan vertical garden di fasad juga dapat menjadi bagian dari konsep edible landscape, di mana tanaman yang bisa dikonsumsi sekaligus memiliki nilai dekoratif. Misalnya, tanaman sirih dapat berfungsi sebagai tanaman obat sekaligus hias, atau bunga air mata pengantin dapat merambat vertikal di rangka besi, memperkaya desain rumah ramah lingkungan dengan kebun sayur Anda.
Rumah Ramah Lingkungan dengan Kandang Ayam dan Kompos
Desain rumah ramah lingkungan dengan kebun sayur dapat diperluas hingga mencakup sistem zero waste yang terintegrasi, seperti yang terlihat pada rumah Mbak Nada di Jagakarsa. Konsep ini menggabungkan kebun sayur dengan kandang ayam dan sistem pengolahan kompos, menciptakan siklus nutrisi yang berkelanjutan secara mandiri. Sampah dapur tidak dibuang sia-sia, melainkan diberikan sebagai pakan ayam, yang kemudian menghasilkan telur dan kotoran untuk kompos.
Kandang ayam dirancang agar tidak berbau dengan menerapkan proses pengomposan langsung di dasaran kandang. Kotoran ayam dicampur dengan material coklat (misalnya serutan kayu atau daun kering) dan diaduk oleh ayam itu sendiri, sehingga terjadi dekomposisi alami. Setelah sekitar satu tahun, kompos dari kandang dapat dipanen untuk memupuk kebun sayur, menutup siklus nutrisi.
Sistem ini memungkinkan penghuni untuk tidak perlu membeli pupuk, telur, atau bahkan cabai, karena semuanya diproduksi secara mandiri di rumah. Ini adalah contoh luar biasa dari kemandirian pangan dan pengelolaan limbah yang bertanggung jawab, mengurangi sampah rumah tangga secara signifikan dan mendukung keberlanjutan.
Rumah dengan Green House Mini
Green house mini adalah pilihan ideal bagi mereka yang ingin menanam sayuran secara maksimal dengan perlindungan ekstra dari faktor eksternal. Struktur rumah kaca kecil ini membantu menjaga suhu dan kelembaban tetap stabil, melindungi tanaman dari hujan, hama, dan cuaca ekstrem yang tidak menentu. Ini sangat berguna untuk pembibitan atau menanam tanaman yang lebih sensitif terhadap perubahan lingkungan.
Desain green house mini bisa dibuat dari rangka besi ringan atau PVC dengan penutup plastik bening yang transparan. Fleksibilitas dalam desain memungkinkan penempatannya di berbagai area, seperti halaman belakang, teras, atau bahkan di rooftop garden. Dengan adanya green house mini, risiko kerusakan tanaman akibat faktor eksternal dapat diminimalisir, memastikan hasil panen yang lebih konsisten dan berkualitas.
Selain fungsi perlindungan, green house mini juga dapat menjadi elemen menarik dalam desain rumah ramah lingkungan dengan kebun sayur, memberikan tampilan yang terorganisir dan profesional. Ini adalah investasi yang baik untuk meningkatkan produktivitas kebun sayur rumahan Anda, sekaligus menambah nilai estetika.
Rumah dengan Kebun Sayur di Balkon
Bagi penghuni apartemen atau rumah tanpa halaman luas, balkon kecil dapat disulap menjadi kebun sayur mini yang fungsional dan produktif. Kuncinya adalah memanfaatkan ruang secara vertikal dan efisien. Rak vertikal, pot gantung, atau planter box adalah pilihan yang sangat baik untuk menghemat ruang dan menjaga tampilan tetap rapi dan menarik.
Tanaman seperti daun bawang, cabai, selada, kemangi, atau tomat ceri sangat cocok ditanam di area ini karena tidak membutuhkan banyak tempat dan dapat tumbuh subur dengan pencahayaan yang cukup. Pot-pot kecil atau botol bekas yang dimodifikasi juga dapat digantung di dinding atau pagar balkon, menciptakan tampilan visual yang menarik dan unik.
Kebun sayur di balkon tidak hanya menyediakan pasokan sayuran segar, tetapi juga memberikan kesan alami dan menenangkan di tengah hiruk pikuk perkotaan. Ini adalah solusi ideal untuk menciptakan ruang hijau yang produktif di area terbatas, sekaligus menambah estetika hunian dan mendukung konsep desain rumah ramah lingkungan dengan kebun sayur.
Rumah dengan Konsep Urban Farming Lengkap
Konsep urban farming yang lengkap mengintegrasikan berbagai elemen pertanian dan keberlanjutan dalam skala hunian. Ini tidak hanya mencakup kebun sayur, tetapi juga dapat diperluas dengan menanam buah-buahan, tanaman obat, dan bahkan kolam ikan. Tujuannya adalah mencapai kemandirian pangan dan menciptakan ekosistem mini yang produktif di lingkungan perkotaan yang padat.
Contoh penerapan konsep ini adalah "Rumah Kebun Mandiri Pangan" karya Sigit Kusumawijaya di BSD, Tangerang Selatan. Rumah ini mengalokasikan ruang terbuka hijau di sekelilingnya sebagai daerah resapan air dan area berkebun tanaman pangan. Selain itu, terdapat rooftop garden di massa bangunan belakang dan spot khusus tanaman vertikal dengan metode verticulture, memaksimalkan setiap jengkal lahan.
Konsep urban farming lengkap juga menerapkan prinsip hemat energi, seperti ventilasi silang dan pencahayaan alami yang optimal. Rumah ini dirancang agar tidak menempel dengan tetangga, memiliki banyak void, bukaan lebar, dan pemisahan antar massa bangunan untuk memaksimalkan aliran udara. Ini menunjukkan bahwa dengan perencanaan yang matang, hunian idaman yang berkolaborasi dengan alam dapat terwujud melalui desain rumah ramah lingkungan dengan kebun sayur yang komprehensif.
Rumah dengan Taman Produktif Berjalan
Area paving atau batu koral di halaman rumah seringkali tidak dimanfaatkan secara maksimal, namun dapat diubah menjadi bagian integral dari kebun sayur Anda. Dengan konsep taman produktif berjalan, area ini dapat disulap menjadi ruang hijau yang fungsional. Desain ini melibatkan pembuatan jalur paving yang diselingi dengan petak tanaman yang rapi atau penempatan pot dan raised bed di samping jalur tersebut.
Konsep ini sangat pas untuk rumah dengan halaman memanjang atau area yang ingin terlihat lebih tertata dan terorganisir. Jalur paving memberikan akses mudah untuk memanen atau menyiram tanaman tanpa harus menginjak tanah langsung, menjaga kebersihan dan kerapian kebun. Ini memungkinkan perawatan yang lebih efisien dan menyenangkan.
Kombinasi antara tanaman hijau yang subur dengan elemen batu alami akan menciptakan kesan sejuk, profesional, dan mengundang untuk dinikmati setiap hari. Taman produktif berjalan membuktikan bahwa keindahan dapat ditemukan dalam fungsionalitas, menjadikannya bagian menarik dari desain rumah ramah lingkungan dengan kebun sayur Anda.
Tips Merancang dan Memulai Kebun Sayur Rumahan
Mewujudkan desain rumah ramah lingkungan dengan kebun sayur tidak harus rumit atau mahal. Dengan perencanaan yang tepat dan sedikit kreativitas, Anda bisa menciptakan ruang hijau yang produktif dan indah. Berikut adalah beberapa tips praktis untuk membantu Anda memulai perjalanan berkebun di rumah:
- Mulai dari Skala Kecil: Jangan langsung menargetkan kebun besar. Mulailah dengan menanam sayuran yang mudah dirawat dan cepat panen, seperti bayam, kangkung, selada, cabai, atau sawi. Langkah awal ini akan membangun kepercayaan diri dan memberikan pengalaman berharga sebelum beralih ke tanaman yang lebih menantang.
- Manfaatkan Barang Bekas: Kurangi biaya dan dukung keberlanjutan dengan mendaur ulang barang-barang yang tidak terpakai. Botol plastik bekas, ember, kaleng, atau kayu palet dapat disulap menjadi pot, planter box, atau rak vertikal yang unik dan fungsional. Pastikan setiap wadah memiliki lubang drainase yang cukup untuk kesehatan tanaman.
- Perhatikan Pencahayaan: Sebagian besar sayuran membutuhkan sinar matahari penuh, idealnya minimal 6-8 jam per hari. Pilih lokasi kebun yang mendapatkan paparan sinar matahari yang cukup sepanjang hari. Jika lahan terbatas, pertimbangkan vertical garden atau pot gantung yang dapat dipindahkan sesuai arah matahari untuk optimasi.
- Gunakan Media Tanam Berkualitas: Kualitas media tanam sangat menentukan keberhasilan kebun Anda. Gunakan campuran tanah yang gembur, memiliki drainase baik, dan kaya unsur hara esensial. Kompos dan pupuk kandang adalah tambahan yang sangat baik untuk menyediakan nutrisi yang dibutuhkan tanaman.
- Sistem Irigasi Sederhana: Pastikan tanaman mendapatkan air yang cukup secara teratur. Anda bisa menggunakan penyiraman manual terjadwal di pagi atau sore hari, atau mempertimbangkan sistem irigasi tetes (drip irrigation) sederhana untuk efisiensi air. Hindari penyiraman berlebihan atau kekurangan air yang dapat merusak tanaman.
- Libatkan Ahli Jika Perlu: Jika Anda memiliki proyek yang lebih besar atau ingin menerapkan konsep arsitektur yang kompleks seperti bioclimatic atau urban farming lengkap, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan arsitek atau desainer lanskap yang berpengalaman dalam sustainable living. Mereka dapat membantu merancang solusi yang optimal sesuai kondisi lahan dan kebutuhan spesifik Anda.
Dengan menerapkan tips ini, Anda akan lebih siap untuk memulai dan merawat kebun sayur di rumah. Ingatlah bahwa konsistensi dan ketekunan adalah kunci untuk menikmati hasil panen segar dan hunian yang lebih asri setiap hari.
FAQ
Q: Apa saja sayuran yang cocok untuk kebun rumah pemula?
A: Sayuran yang cocok untuk pemula antara lain bayam, kangkung, selada, cabai, tomat ceri, kemangi, dan daun bawang, karena relatif mudah dirawat dan cepat panen.
Q: Bagaimana mengatasi keterbatasan lahan untuk kebun sayur?
A: Keterbatasan lahan dapat diatasi dengan menggunakan teknik berkebun vertikal, sistem hidroponik, pot gantung, atau raised bed garden.
Q: Bagaimana cara mengolah sampah dapur untuk kebun?
A: Sampah dapur organik dapat diolah menjadi kompos untuk pupuk, atau diberikan sebagai pakan ayam jika Anda memiliki kandang ayam.
Q: Berapa perkiraan biaya awal membuat kebun sayur rumahan?
A: Biaya awal bisa bervariasi, namun Anda bisa memulai dengan anggaran sekitar Rp500.000 menggunakan pot dan media tanam sederhana.

15 hours ago
5
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468247/original/071741300_1767945238-Gemini_Generated_Image_29gf6329gf6329gf_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5320588/original/004821500_1755604933-PSIM-Yogyakarta.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2935250/original/058528500_1570680524-broccoli-carrots-citrus-952478.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5445019/original/098499900_1765797677-pexels-jakubzerdzicki-28117882.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467970/original/061089100_1767938887-Trik_membersihkan_saklar_lampu_yang_kotor_dan_hitam_efek_sering_dipencet.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3166310/original/083708100_1593509167-PSIS_Semarang_-_Ilustrasi_Logo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5451600/original/031882500_1766313406-WhatsApp_Image_2025-12-21_at_16.57.50.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5468585/original/034598300_1767959556-0S6A9595.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468678/original/076856500_1767969026-marcilio.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5252012/original/033282800_1749821887-BRI_Liga_1_-_Ilustrasi_Logo_BRI_Liga_1_Musim_2025-2026_copy.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5425991/original/075095000_1764245229-20251126AA_PMPC_Persija_Vs_PSIM-17.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468498/original/092919300_1767953415-Gemini_Generated_Image_u1lw2lu1lw2lu1lw_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468193/original/036313500_1767943439-Menanam_Bayam_Brazil__Freepik_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5135707/original/002195800_1739783758-Tekel_Horor_Rizky_Ridho_Beckham_Putra-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468196/original/011764900_1767943552-Es_Teko.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468317/original/036480100_1767946952-Gemini_Generated_Image_z8zpvuz8zpvuz8zp_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5307861/original/026520700_1754487526-WhatsApp_Image_2025-08-06_at_20.27.15.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5468495/original/048198200_1767953205-0S6A8909.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5304794/original/092866600_1754286031-gaya_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347915/original/009314600_1757745786-ChatGPT_Image_Sep_13__2025__01_41_07_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363741/original/074425700_1758961497-Gemini_Generated_Image_5iwydt5iwydt5iwy.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5352448/original/090606500_1758098726-Gemini_Generated_Image_zhur86zhur86zhur.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5339676/original/014879200_1757081736-20250904AA_Timnas_Indonesia_vs_China_Taipei-07.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363626/original/003041100_1758954707-unnamed__32_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5362760/original/090638300_1758873977-Gemini_Generated_Image_cqeijycqeijycqei.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5348384/original/003877900_1757825996-b7f6d9ca-e00f-4e00-9787-25786983c949.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4958566/original/092051000_1727865780-Mees.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363066/original/023100900_1758880541-Gemini_Generated_Image_eomtuqeomtuqeomt.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5352977/original/026381200_1758162791-FOTO_ASLI__8_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5371410/original/006483300_1759653431-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5342863/original/048679300_1757402585-Andrew_Patrick_Jung.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5358973/original/097683800_1758617071-Gemini_Generated_Image_182xmm182xmm182x.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5362363/original/078170300_1758861319-unnamed__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5340227/original/012749100_1757156252-20250904AA_Timnas_Indonessia_Vs_China_Taipei-159.jpg)