12 Negara dengan Hutan Terluas di Dunia, Indonesia Berada di Posisi Berapa?

7 hours ago 1

Liputan6.com, Jakarta - Hutan menjadi salah satu kekayaan alam penting bagi sebuah negara karena memiliki peran besar dalam menjaga keseimbangan ekosistem, menyerap karbon, menyediakan habitat bagi berbagai satwa, hingga membantu mengatur tata air. Tidak mengherankan jika sejumlah negara memiliki kawasan hutan yang sangat luas, bahkan mencapai ratusan juta hektare. Sebaran hutan tersebut juga sangat beragam, mulai dari hutan hujan tropis yang lebat hingga kawasan hutan boreal yang membentang sangat luas di wilayah utara.

Luas kawasan hutan setiap negara tentu berbeda dan dipengaruhi oleh kondisi geografis, iklim, serta kebijakan pemanfaatan lahannya. Beberapa negara bahkan memiliki kawasan hutan yang membentang hingga jutaan kilometer persegi dan menjadi bagian penting dari ekosistem global. Negara-negara dengan hutan terluas tidak hanya memiliki kekayaan alam yang besar, tetapi juga menghadapi tantangan dalam menjaga kawasan tersebut dari deforestasi, kebakaran hutan, dan perubahan penggunaan lahan.

Data Global Forest Resources Assessment (FRA) yang diterbitkan oleh Food and Agriculture Organization (FAO) pada tahun 2025 menunjukkan bahwa luas hutan dunia pada 2025 mencapai sekitar 4,14 miliar hektare. FRA 2025 merupakan penilaian terbaru FAO mengenai kondisi dan perkembangan sumber daya hutan dunia dengan cakupan periode 1990–2025, berdasarkan data resmi nasional dari negara-negara dan wilayah yang dilaporkan kepada FAO. Lantas mana saja negara dengan hutan terluas di dunia? Apakah Indonesia yang dikenal sebagai salah satu negara dengan kawasan hutan tropis penting masuk dalam daftar tersebut? Melansir dari data dari Global Forest Resources Assessment (FRA) yang diterbitkan oleh Food and Agriculture Organization (FAO), Rabu (26/8/2026), simak ulasan informasinya berikut ini. 

1. Rusia – 832,63 Juta Hektare

Rusia menjadi negara dengan hutan terluas di dunia berdasarkan FRA 2025, dengan kawasan hutan mencapai sekitar 832,63 juta hektare. Luasan tersebut setara dengan sekitar 20 persen dari total hutan dunia, sehingga jarak Rusia dengan negara di posisi kedua juga sangat besar. Data FRA 2025 mencatat luas hutan Rusia meningkat dari sekitar 811,64 juta hektare pada 1990 menjadi 832,63 juta hektare pada 2025. 

Besarnya kawasan hutan Rusia tidak terlepas dari wilayah negaranya yang sangat luas dan keberadaan hutan boreal yang membentang di kawasan utara hingga Siberia. Hutan-hutan tersebut menjadi bagian penting dari ekosistem global karena menyimpan karbon dalam jumlah besar dan menyediakan habitat bagi berbagai jenis flora serta fauna. Karakter hutan Rusia juga berbeda dengan hutan hujan tropis karena sebagian besar berada di wilayah dengan iklim dingin dan memiliki musim pertumbuhan yang lebih pendek.

Posisi pertama Rusia menunjukkan bahwa luas hutan tidak selalu identik dengan hutan tropis. Negara dengan wilayah daratan yang sangat besar dapat memiliki kawasan hutan yang membentang dalam skala luar biasa, seperti yang terlihat di Siberia. Meski luas hutannya sangat besar, pengelolaan kawasan tersebut tetap menghadapi tantangan seperti kebakaran hutan, perubahan iklim, serta tekanan terhadap ekosistem hutan di wilayah yang luas dan sulit dijangkau.

2. Brasil – 486,09 Juta Hektare

Brasil berada di posisi kedua dengan luas hutan sekitar 486,09 juta hektare, atau sekitar 12 persen dari seluruh kawasan hutan dunia. Sebagian besar perhatian terhadap hutan Brasil tertuju pada Amazon, salah satu kawasan hutan tropis terbesar dan paling penting di dunia. Data FRA 2025 menunjukkan Brasil memiliki kawasan hutan yang sangat luas meskipun mengalami kehilangan hutan bersih dalam beberapa periode pengamatan. 

Hutan Brasil memiliki arti penting bagi keanekaragaman hayati karena mencakup berbagai ekosistem, dengan hutan tropis menjadi komponen yang sangat dominan. Kawasan Amazon berperan dalam menyimpan karbon, menjaga siklus air, dan menjadi habitat bagi spesies yang sangat beragam. Karena itu, perubahan tutupan hutan di Brasil sering menjadi perhatian dunia, terutama yang berkaitan dengan deforestasi, ekspansi pertanian, pembangunan infrastruktur, dan kebakaran.

Meskipun berada di peringkat kedua secara luas, Brasil merupakan salah satu negara yang sangat menentukan kondisi hutan tropis global. FRA 2025 mencatat Brasil sebagai negara dengan kehilangan luas hutan terbesar dalam periode 2015–2025 dalam hal angka absolut. Hal ini memperlihatkan bahwa memiliki kawasan hutan yang sangat luas juga diikuti tanggung jawab besar untuk mempertahankan dan mengelolanya secara berkelanjutan. 

3. Kanada – 368,82 Juta Hektare

Kanada menempati posisi ketiga dengan luas hutan sekitar 368,82 juta hektare. Kawasan hutan tersebut mencakup sekitar 9 persen dari hutan dunia. Dengan wilayah daratan yang sangat luas, Kanada memiliki hamparan hutan yang membentang di berbagai provinsi dan teritori, terutama kawasan hutan boreal di bagian utara. Data FRA 2025 mencatat Kanada memiliki sekitar 41 persen wilayah daratannya yang berupa hutan. 

Hutan boreal Kanada merupakan salah satu ekosistem hutan terbesar di dunia. Kawasan tersebut didominasi oleh jenis pohon yang mampu beradaptasi dengan iklim dingin dan musim dingin yang panjang. Selain menjadi habitat satwa, hutan Kanada juga mempunyai peranan ekonomi melalui industri hasil hutan serta fungsi ekologis berupa penyimpanan karbon, perlindungan tanah, dan pengaturan ekosistem air.

Menariknya, FRA 2025 mencatat bahwa Kanada masih menjadi salah satu negara dengan kawasan hutan terbesar meskipun terdapat perubahan dalam pengelolaan dan penggunaan kawasan hutannya. Data FAO juga menunjukkan sebagian kawasan hutan Kanada berada dalam kawasan yang dilindungi dan memiliki berbagai tujuan pengelolaan, mulai dari produksi hingga konservasi keanekaragaman hayati. 

4. Amerika Serikat – 308,90 Juta Hektare

Amerika Serikat berada di peringkat keempat dengan luas hutan sekitar 308,90 juta hektare. Kawasan hutan negara ini menyumbang sekitar 7 persen dari total hutan dunia. Besarnya angka tersebut menunjukkan bahwa Amerika Serikat tidak hanya memiliki kawasan perkotaan dan pertanian yang luas, tetapi juga memiliki berbagai ekosistem hutan yang tersebar dari Alaska hingga wilayah selatan dan timur negara tersebut. 

Hutan Amerika Serikat sangat beragam karena kondisi geografis dan iklimnya berbeda-beda. Negara ini memiliki hutan boreal di Alaska, hutan temperate di wilayah utara dan timur, hingga berbagai tipe hutan di bagian barat dan selatan. Keanekaragaman tersebut membuat fungsi hutan di Amerika Serikat juga sangat beragam, mulai dari habitat satwa liar, penyimpan karbon, sumber hasil hutan, perlindungan daerah aliran sungai, hingga ruang rekreasi.

Besarnya luas hutan juga membuat pengelolaan kebakaran menjadi salah satu tantangan penting, khususnya di beberapa kawasan yang rentan terhadap musim kering dan kebakaran hutan. Di sisi lain, keberadaan kawasan konservasi dan sistem pengelolaan hutan menjadi bagian penting dalam mempertahankan fungsi ekologis hutan. Dengan luas lebih dari 300 juta hektare, perubahan kondisi hutan Amerika Serikat turut berpengaruh terhadap gambaran sumber daya hutan dunia.

5. China – 227,15 Juta Hektare

China menempati posisi kelima dengan luas hutan sekitar 227,15 juta hektare pada 2025. Data FRA 2025 menunjukkan kawasan hutan China mengalami peningkatan yang cukup besar dibandingkan dekade-dekade sebelumnya. Pada 1990, luas hutan China tercatat sekitar 157,14 juta hektare, kemudian meningkat menjadi sekitar 227,15 juta hektare pada 2025. 

Peningkatan tersebut menjadi salah satu karakteristik penting dalam perkembangan sumber daya hutan China. Negara ini memiliki berbagai program penghijauan, rehabilitasi lahan, dan pembangunan hutan tanaman yang berkontribusi terhadap peningkatan luas kawasan berhutan. Ekosistem hutannya juga sangat beragam karena wilayah China membentang dari kawasan subtropis hingga wilayah dengan iklim yang jauh lebih dingin.

FRA 2025 mencatat China sebagai negara dengan pertambahan luas hutan bersih terbesar dalam periode 2015–2025. Angka ini menunjukkan bahwa perubahan luas hutan suatu negara tidak selalu berupa penurunan. Kebijakan penanaman pohon, rehabilitasi kawasan, dan perubahan penggunaan lahan dapat berkontribusi terhadap peningkatan tutupan hutan, meskipun luas hutan tetap perlu dilihat bersama aspek kualitas ekosistem dan kondisi hutan yang ada. 

6. Republik Demokratik Kongo – 139,19 Juta Hektare

Republik Demokratik Kongo (DRC) berada di posisi keenam dengan luas hutan sekitar 139,19 juta hektare. Negara ini merupakan salah satu pusat hutan tropis terpenting di dunia karena sebagian besar kawasan hutannya berada di wilayah Cekungan Kongo. Dengan luasan tersebut, DRC menyumbang sekitar 3 persen dari total hutan dunia. 

Hutan Cekungan Kongo memiliki arti ekologis yang sangat besar dan menjadi habitat bagi beragam spesies tumbuhan serta satwa. Kawasan ini juga memiliki peranan penting dalam penyimpanan karbon dan kehidupan masyarakat yang bergantung pada sumber daya hutan. Karena itu, kondisi hutan DRC menjadi salah satu bagian penting dalam pembahasan konservasi hutan tropis dunia, selain Amazon di Amerika Selatan.

Namun, kawasan hutan DRC menghadapi tekanan dari berbagai aktivitas manusia, termasuk perluasan pertanian, pengambilan kayu, kebutuhan energi, serta pembangunan. FRA 2025 mencatat DRC termasuk negara dengan kehilangan luas hutan terbesar secara absolut dalam periode 2015–2025. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya menjaga hutan yang tersisa sekaligus mencari pendekatan pengelolaan yang dapat mendukung kebutuhan masyarakat tanpa meningkatkan tekanan terhadap hutan secara berlebihan. 

7. Australia – 133,56 Juta Hektare

Australia berada di posisi ketujuh dengan luas hutan sekitar 133,56 juta hektare pada 2025. Angka tersebut mencakup sekitar 3 persen dari total kawasan hutan dunia. Kondisi hutan Australia sangat berbeda dengan negara-negara yang memiliki hutan hujan tropis luas karena negara ini mempunyai berbagai tipe vegetasi dan ekosistem yang beradaptasi dengan kondisi iklim yang relatif kering di banyak wilayah. 

Salah satu karakteristik penting hutan Australia adalah keberadaan berbagai jenis vegetasi khas, termasuk kawasan yang didominasi eukaliptus. Hutan dan kawasan berhutan Australia menyediakan habitat bagi berbagai satwa endemik serta memiliki fungsi penting dalam menjaga ekosistem. Namun, kondisi iklim yang kering di sejumlah wilayah membuat kebakaran hutan menjadi salah satu ancaman yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan sumber daya hutan.

FRA 2025 juga mencatat Australia sebagai salah satu negara dengan pertambahan luas hutan bersih pada periode 2015–2025. Pertambahan tersebut menunjukkan bahwa dinamika luas hutan Australia tidak hanya dipengaruhi oleh kehilangan tutupan hutan, tetapi juga oleh pembentukan atau pemulihan kawasan berhutan. Meski demikian, perubahan luas tetap perlu dilihat bersama kualitas hutan dan kondisi ekosistemnya. 

8. Indonesia – 95,97 Juta Hektare

Indonesia menempati posisi kedelapan dalam daftar negara dengan hutan terluas di dunia berdasarkan FRA 2025, dengan luas hutan sekitar 95,97 juta hektare. Kawasan tersebut setara dengan sekitar 2 persen dari total hutan dunia. Angka ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan kawasan hutan terbesar sekaligus negara dengan hutan tropis yang sangat penting dalam konteks global. 

Sebagian besar hutan Indonesia berada di wilayah tropis dan tersebar di berbagai pulau. Hutan hujan tropis Indonesia dikenal memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi, dengan ekosistem yang mencakup antara lain hutan dataran rendah, hutan pegunungan, hutan rawa, dan kawasan mangrove. Hutan tersebut menjadi habitat berbagai spesies serta memberikan manfaat bagi masyarakat, mulai dari sumber pangan dan hasil hutan hingga fungsi perlindungan tata air dan penyimpanan karbon.

Posisi kedelapan juga memperlihatkan besarnya tanggung jawab Indonesia dalam menjaga sumber daya hutannya. FRA 2025 mencatat Indonesia mengalami pertambahan luas hutan bersih sekitar 94.100 hektare per tahun pada periode 2015–2025, meskipun pada saat yang sama Indonesia tetap menghadapi persoalan deforestasi dan perubahan penggunaan lahan.  Dengan demikian, angka luas hutan yang besar perlu diikuti upaya menjaga kualitas ekosistem, mengendalikan kehilangan hutan, dan memastikan pengelolaan berlangsung secara berkelanjutan.

9. India – 72,74 Juta Hektare

India berada di posisi kesembilan dengan luas hutan sekitar 72,74 juta hektare, atau sekitar 2 persen dari total hutan dunia. Meskipun luasnya jauh lebih kecil dibandingkan Rusia atau Brasil, kawasan hutan India tetap memiliki peranan penting karena negara ini memiliki populasi yang sangat besar dan kebutuhan lahan yang tinggi. Hutan India tersebar dalam berbagai ekosistem, mulai dari kawasan tropis hingga hutan pegunungan. 

Hutan di India mempunyai fungsi ekologis sekaligus sosial yang kuat. Kawasan berhutan menjadi habitat berbagai satwa, membantu menjaga sumber air dan tanah, serta menyediakan hasil hutan yang dimanfaatkan masyarakat. India juga memiliki kawasan hutan yang berkaitan dengan habitat satwa ikonik seperti harimau, gajah Asia, dan berbagai spesies primata serta burung.

Dalam FRA 2025, India termasuk negara yang mencatat pertambahan luas hutan bersih dalam periode 2015–2025. Pertambahan tersebut mencapai sekitar 191.000 hektare per tahun, menjadikannya salah satu negara dengan pertumbuhan luas hutan yang cukup besar.  Data tersebut menunjukkan adanya perubahan positif dalam luas hutan, tetapi pengelolaan tetap perlu memperhatikan kualitas kawasan, tekanan pembangunan, dan kebutuhan masyarakat yang hidup berdampingan dengan hutan.

10. Peru – 67,16 Juta Hektare

Peru menempati posisi kesepuluh dengan luas hutan sekitar 67,16 juta hektare. Sebagian besar kawasan hutan Peru berada di wilayah Amazon, sehingga negara ini menjadi salah satu negara penting dalam menjaga ekosistem hutan hujan tropis Amerika Selatan. Luas tersebut membuat Peru menyumbang sekitar 2 persen dari keseluruhan hutan dunia. 

Hutan Peru mempunyai keanekaragaman hayati yang sangat tinggi. Wilayah Amazon Peru menjadi habitat bagi berbagai jenis tumbuhan, mamalia, burung, reptil, dan organisme lainnya. Selain berfungsi sebagai habitat satwa, kawasan hutan juga menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat lokal dan masyarakat adat yang memanfaatkan berbagai hasil hutan secara turun-temurun.

Namun, seperti sejumlah negara berhutan tropis lainnya, Peru menghadapi tekanan akibat perubahan penggunaan lahan. FRA 2025 mencatat Peru mengalami kehilangan hutan bersih sekitar 239.500 hektare per tahun pada periode 2015–2025.  Angka tersebut menunjukkan bahwa mempertahankan luas hutan menjadi tantangan yang kompleks, terutama ketika kebutuhan pembangunan, pertanian, dan ekonomi harus berjalan beriringan dengan perlindungan ekosistem.

11. Meksiko – 66,27 Juta Hektare

Meksiko berada di posisi ke-11 dengan luas hutan sekitar 66,27 juta hektare pada 2025. Dengan angka tersebut, Meksiko berada tidak jauh di bawah Peru dalam daftar negara dengan hutan terluas. Data FRA 2025 menunjukkan kawasan hutan Meksiko mencakup sekitar 34 persen dari luas daratan negara tersebut, sehingga hutan menjadi bagian penting dari lanskap ekologisnya. 

Hutan Meksiko memiliki keragaman yang cukup tinggi karena negara ini berada di wilayah dengan kondisi geografis dan iklim yang beragam. Kawasannya mencakup hutan tropis, hutan pegunungan, hingga ekosistem yang lebih kering. Keberagaman tersebut membuat hutan Meksiko menjadi habitat berbagai flora dan fauna sekaligus menyediakan fungsi ekologis seperti perlindungan tanah, penyimpanan karbon, dan pengaturan air.

Meski masuk jajaran 12 negara dengan hutan terluas, Meksiko juga menghadapi tekanan terhadap kawasan hutannya. Penggunaan lahan, aktivitas pertanian, pembangunan, dan berbagai faktor sosial-ekonomi dapat memengaruhi kondisi hutan. Karena itu, luas kawasan hutan saja belum cukup untuk menggambarkan kondisi ekologis suatu negara; kualitas, tingkat fragmentasi, regenerasi, dan perlindungan kawasan juga perlu diperhatikan ketika menilai kesehatan hutan.

12. Angola – 63,26 Juta Hektare

Angola berada di posisi ke-12 dengan luas hutan sekitar 63,26 juta hektare pada 2025. Data FRA 2025 menunjukkan luas hutan Angola mengalami penurunan cukup besar dibandingkan 1990, ketika kawasan hutannya tercatat sekitar 77,53 juta hektare. Pada periode 2015–2025, Angola kehilangan hutan bersih sekitar 510.000 hektare per tahun. 

Hutan Angola memiliki peranan penting bagi lingkungan dan masyarakat, terutama karena kawasan berhutan menyediakan habitat bagi satwa serta mendukung berbagai fungsi ekosistem. Negara ini memiliki beragam tipe vegetasi, termasuk kawasan berhutan yang berada di wilayah dengan kondisi iklim berbeda. Hutan juga memiliki hubungan erat dengan sumber daya tanah dan air yang menjadi bagian penting bagi kehidupan serta aktivitas ekonomi masyarakat.

Masuknya Angola ke dalam 12 besar menunjukkan bahwa negara tersebut masih memiliki kawasan hutan yang sangat luas dalam skala global. Namun, tren kehilangan hutan yang dicatat FRA 2025 menjadi perhatian tersendiri. Tantangannya adalah mempertahankan kawasan hutan sekaligus memenuhi kebutuhan pembangunan dan penghidupan masyarakat. Data tersebut memperlihatkan bahwa negara dengan hutan terluas di dunia bukan berarti terbebas dari ancaman deforestasi, sehingga perlindungan dan pengelolaan berkelanjutan tetap menjadi aspek penting.

Pertanyaan & Jawaban Seputar Negara dengan Hutan Terluas di Dunia, Indonesia Berada di Posisi Berapa?

1. Negara mana yang memiliki hutan terluas di dunia?

Berdasarkan Global Forest Resources Assessment (FRA) 2025, Rusia merupakan negara dengan hutan terluas di dunia, yakni sekitar 832,63 juta hektare. Luas tersebut setara dengan sekitar 20 persen dari total kawasan hutan dunia. 

2. Indonesia berada di posisi berapa sebagai negara dengan hutan terluas di dunia?

Indonesia berada di peringkat kedelapan dengan luas hutan sekitar 95,97 juta hektare pada 2025. Posisi ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan kawasan hutan terbesar di dunia. 

3. Berapa luas hutan dunia pada 2025?

FAO melalui FRA 2025 memperkirakan luas hutan dunia mencapai sekitar 4,14 miliar hektare pada 2025. Kawasan tersebut mencakup sekitar sepertiga dari total luas daratan dunia. 

4. Negara apa saja yang memiliki hutan terluas di dunia?

Lima negara dengan hutan terluas berdasarkan FRA 2025 adalah Rusia, Brasil, Kanada, Amerika Serikat, dan China. Jika digabungkan, kelima negara tersebut memiliki sekitar 54 persen dari total hutan dunia. 

5. Apakah Brasil memiliki hutan lebih luas daripada Kanada?

Ya. Brasil berada di posisi kedua dengan luas hutan sekitar 486,09 juta hektare, sedangkan Kanada berada di posisi ketiga dengan sekitar 368,82 juta hektare. Sebagian besar kawasan hutan Brasil berada di wilayah tropis dan sekitar 97 persen hutan negara tersebut termasuk dalam domain iklim tropis.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|