12 Ternak Hewan Kecil yang Bisa Dipelihara Pakai Barang Bekas, Peluang Usaha Rumahan

7 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Memulai usaha ternak hewan kecil kini tak lagi membutuhkan modal besar atau lahan luas. Inovasi cerdas memungkinkan siapa saja untuk ternak hewan kecil yang bisa dipelihara pakai barang bekas, mengubah limbah rumah tangga menjadi aset produktif.

Konsep beternak mini ini sangat cocok bagi individu atau keluarga yang memiliki keterbatasan ruang, seperti di perkotaan, atau bagi ibu rumah tangga yang ingin menambah penghasilan dari rumah. Banyak jenis hewan kecil, mulai dari ikan hias hingga unggas, dapat dipelihara dalam wadah sederhana seperti galon atau toples bekas.

Selain menjadi hobi yang menyenangkan dan edukatif, ternak hewan kecil yang bisa dipelihara pakai barang bekas juga membuka peluang bisnis rumahan yang menjanjikan. Berikut daftar ternak hewan kecil yang bisa dipelihara pakai barang bekas, oleh Liputan6.com, Kamis (28/5/2026).

1. Lele dalam Ember Bekas

Ternak lele menjadi salah satu usaha rumahan yang mudah dijalankan dengan modal minim. Ember cat, tong plastik, atau drum bekas bisa dimanfaatkan sebagai kolam kecil untuk budidaya lele. Sistem ini bahkan populer dengan konsep budikdamber atau budidaya ikan dalam ember. Selain hemat tempat, perawatannya juga cukup sederhana sehingga cocok untuk pemula yang tinggal di area perkotaan.

2. Ayam Kampung dengan Kandang Kayu Bekas

Kayu pallet, papan sisa bangunan, atau peti kayu bekas dapat disulap menjadi kandang ayam kampung yang fungsional. Dengan desain sederhana, kandang tetap bisa memberikan sirkulasi udara yang baik untuk ayam. Ternak ayam kampung cocok dijalankan di halaman rumah karena permintaan daging dan telurnya cukup stabil di pasaran.

3. Burung Puyuh Menggunakan Rak atau Peti Bekas

Burung puyuh dikenal sebagai hewan ternak kecil yang cepat menghasilkan telur. Untuk menghemat biaya, kandangnya bisa dibuat dari rak kawat bekas, peti buah, atau kayu tidak terpakai. Ukuran tubuh puyuh yang kecil membuat hewan ini tidak membutuhkan lahan luas, sehingga cocok dijadikan usaha sampingan rumahan.

4. Kelinci dengan Kandang dari Lemari Bekas

Lemari kayu tua atau rak bekas dapat dimodifikasi menjadi kandang kelinci bertingkat. Kelinci cukup mudah dipelihara karena pakannya sederhana, seperti rumput dan sayuran. Selain untuk dijual sebagai hewan peliharaan, beberapa jenis kelinci juga dibudidayakan untuk diambil daging maupun bulunya.

5. Hamster dalam Aquarium atau Kontainer Bekas

Aquarium lama, box plastik besar, atau wadah transparan bekas bisa digunakan sebagai habitat hamster. Hewan kecil ini banyak diminati karena lucu dan mudah dirawat. Dengan tambahan serbuk kayu, roda mainan, dan ventilasi udara yang baik, hamster dapat hidup nyaman tanpa perlu kandang mahal.

6. Budidaya Maggot BSF dengan Ember Bekas

Maggot Black Soldier Fly (BSF) kini banyak dibudidayakan karena bernilai ekonomis tinggi dan bermanfaat sebagai pakan ternak. Ember, tong, atau kotak bekas bisa dimanfaatkan sebagai media budidaya. Selain menghasilkan keuntungan, ternak maggot juga membantu mengurangi sampah organik rumah tangga karena larvanya memakan sisa makanan dan sayuran.

7. Ikan Cupang dalam Toples atau Botol Bekas

Ikan cupang terkenal tahan hidup di wadah kecil sehingga banyak orang memanfaatkan toples kaca atau botol bekas sebagai tempat pemeliharaan. Meski sederhana, wadah tetap perlu dijaga kebersihannya agar ikan sehat. Budidaya ikan cupang cukup menjanjikan karena banyak penggemar ikan hias yang mencari warna dan jenis unik.

8. Jangkrik dengan Kardus dan Rak Telur Bekas

Kardus bekas dan egg tray dari tempat telur sering digunakan sebagai media ternak jangkrik. Rak telur membantu jangkrik memiliki tempat bersembunyi sekaligus memperluas area hidupnya. Ternak jangkrik cukup menguntungkan karena permintaannya tinggi sebagai pakan burung, reptil, maupun ikan.

9. Bekicot atau Siput dalam Bak Plastik Bekas

Bak plastik, ember besar, atau wadah bekas lainnya dapat dijadikan tempat budidaya bekicot. Hewan ini tergolong mudah dipelihara karena hanya membutuhkan lingkungan lembap dan pakan berupa daun atau sayuran. Bekicot memiliki nilai jual untuk pakan ternak, bahan kosmetik, hingga konsumsi di beberapa daerah.

10. Cacing Tanah dengan Kotak Styrofoam Bekas

Kotak styrofoam buah atau box ikan bekas sangat cocok digunakan untuk budidaya cacing tanah. Media ini mampu menjaga kelembapan yang dibutuhkan cacing. Hasil ternak cacing banyak dimanfaatkan sebagai bahan pupuk organik, pakan ikan, hingga campuran obat tradisional sehingga peluang pasarnya cukup luas.

11. Merpati dengan Kandang dari Drum atau Peti Kayu

Drum bekas yang dipotong atau peti kayu tidak terpakai bisa disusun menjadi kandang merpati sederhana. Burung merpati termasuk mudah beradaptasi dan tidak memerlukan perawatan rumit. Selain dipelihara sebagai hobi, merpati juga memiliki nilai jual cukup tinggi, terutama untuk jenis tertentu.

12. Ikan Nila dalam Kolam Terpal Rangka Bekas

Rangka besi, bambu, atau kayu bekas dapat dimanfaatkan untuk membuat kolam terpal budidaya ikan nila. Cara ini lebih hemat dibanding membangun kolam permanen dari semen. Ikan nila termasuk cepat tumbuh dan memiliki pasar yang luas, sehingga cocok dijadikan usaha ternak rumahan dengan modal terjangkau.

Pertanyaan Seputar Ternak Hewan Kecil Pakai Barang Bekas

Apakah toples bekas aman digunakan untuk ternak hewan mini?

Ya, toples bekas aman digunakan untuk Ternak Hewan Kecil yang Bisa Dipelihara Pakai Barang Bekas seperti ikan hias kecil, cacing, atau kutu air, asalkan dibersihkan dengan baik dan airnya diganti secara teratur.

Apa saja keuntungan Ternak Hewan Kecil yang Bisa Dipelihara Pakai Barang Bekas?

Keuntungannya meliputi penghematan biaya modal, ramah lingkungan karena mengurangi limbah, fleksibel karena tidak butuh lahan luas, dan berpotensi menjadi sumber penghasilan tambahan yang menjanjikan.

Hewan apa saja yang bisa dipelihara menggunakan galon atau toples bekas?

Ikan cupang, guppy, lele mini, udang hias, cacing sutra, dan keong hias adalah beberapa jenis hewan kecil yang cocok dibudidayakan menggunakan galon atau toples bekas.

Bagaimana cara mengelola limbah dari Ternak Hewan Kecil agar ramah lingkungan?

Limbah dapat diolah menjadi pupuk kompos, atau melalui sistem biogas untuk menghasilkan energi. Daur ulang sampah makanan sebagai pakan juga membantu mengurangi limbah dan emisi metana.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|