- Apa itu Hari Kartini dan mengapa diperingati?
- Siapakah Raden Ajeng Kartini dan apa warisannya?
- Apa ciri khas pantun dan bagaimana kaitannya dengan Hari Kartini?
Baca artikel ini 5x lebih cepat
Liputan6.com, Jakarta - Pantun hari kartini menjadi tema yang dicari setiap tanggal 21 April. Pasalnya setiap tanggal 21 April, bangsa Indonesia memperingati Hari Kartini, sebuah momen penting untuk mengenang jasa dan perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam memperjuangkan hak-hak perempuan, khususnya di bidang pendidikan. Peringatan ini menjadi pengingat akan semangat emansipasi yang tak lekang oleh waktu, mendorong perempuan Indonesia untuk terus berkarya dan berdaya.
Dalam merayakan Hari Kartini, berbagai cara dilakukan untuk menghormati warisan beliau, salah satunya melalui karya sastra seperti pantun. Pantun hari kartini tidak hanya sekadar rangkaian kata berima, tetapi juga medium yang efektif untuk menyampaikan pesan-pesan inspiratif tentang perjuangan, pendidikan, dan kesetaraan yang diperjuangkan Kartini.
Liputan6 menyajikan 25 pantun hari kartini yang terbagi dalam lima tema berbeda, merefleksikan semangat Kartini dari masa perjuangan hingga inspirasi di era modern. Selain itu, akan dibahas pula informasi komprehensif mengenai sejarah Hari Kartini, sosok Raden Ajeng Kartini, dan karakteristik pantun sebagai bentuk puisi lama yang kaya makna. Simak daftarnya sebagai berikut, Selasa (21/4/2026).
Pantun Perjuangan Kartini
Perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam menuntut hak-hak perempuan adalah sebuah babak penting dalam sejarah bangsa. Semangatnya yang tak kenal lelah untuk membebaskan kaum wanita dari belenggu tradisi tergambar jelas dalam pantun hari kartini berikut ini, yang mengisahkan keberaniannya menghadapi tantangan demi masa depan yang lebih cerah.
1. Pergi ke pasar membeli kain
Kain batik indah warnanya
Kartini berjuang tanpa lelah
Demi wanita bangsa merdeka.
2. Burung nuri terbang melayang
Hinggap sebentar di dahan jati
Hati Kartini tak pernah goyah
Melawan adat yang membelenggu hati.
3. Di tepi sawah menanam padi
Padi tumbuh subur menghijau
Semangat Kartini takkan mati
Menerangi jalan yang kelabu
4. Malam hari bintang bersinar
Terang benderang di angkasa raya
Kartini berani bersuara lantang
Menuntut hak yang sama rata
5. Dari Jawa datanglah tamu
Membawa oleh-oleh buah delima
Perjuangan Kartini takkan berlalu
Abadi dalam sanubari bangsa.
Pantun-pantun ini menggambarkan betapa gigihnya Kartini dalam memperjuangkan hak asasi wanita, menolak keterbatasan yang diberlakukan oleh adat istiadat pada zamannya. Setiap baitnya menjadi pengingat akan keberanian dan keteguhan hati seorang pahlawan yang menginspirasi banyak generasi.
Pantun Pendidikan dan Ilmu
Salah satu fokus utama perjuangan Kartini adalah pentingnya pendidikan bagi kaum perempuan. Beliau percaya bahwa ilmu pengetahuan adalah kunci untuk membuka pintu kemajuan dan kemandirian. Pantun hari kartini di bawah ini merangkum cita-cita mulia Kartini akan pendidikan yang setara dan bermutu bagi setiap wanita.
6. Pergi ke sekolah membawa buku
Buku dibaca menambah ilmu
Kartini ingin wanita maju
Dengan pendidikan yang bermutu
7. Di taman bunga mekar melati
Harum semerbak di pagi hari
Kartini ajarkan pentingnya budi
Agar wanita cerdas mandiri
8. Anak itik berenang di kolam
Mencari makan di air jernih
Kartini buka pintu kegelapan
Dengan cahaya ilmu yang bersih
9. Melihat pelangi setelah hujan
Indah warnanya memukau mata
Kartini berpesan jangan lupakan
Pendidikan adalah pelita jiwa
10. Pohon kelapa tumbuh di pantai
Buahnya lebat enak rasanya
Kartini berjuang tak kenal damai
Agar wanita berilmu dan berjasa.
Melalui pantun-pantun ini, kita dapat merasakan semangat Kartini yang tak pernah padam dalam mendorong perempuan untuk menuntut ilmu. Pendidikan, bagi Kartini, adalah jalan menuju pencerahan dan kebebasan, sebuah warisan yang terus relevan hingga kini.
Pantun tentang Emansipasi Wanita
Emansipasi wanita adalah inti dari perjuangan Raden Ajeng Kartini, yaitu upaya untuk mengangkat harkat dan martabat perempuan agar setara dengan laki-laki. Pantun hari kartini berikut menyuarakan keinginan Kartini agar perempuan bebas berkarya dan tidak terbelenggu oleh adat yang membatasi potensi mereka.
11. Naik perahu ke pulau seberang
Angin bertiup ombak bergelora
Kartini ingin wanita tak terbelakang
Bebas berkarya di segala era
12. Di hutan rimba ada harimau
Mengaum keras di tengah malam
Kartini tak mau wanita terbelenggu
Dalam kungkungan adat yang kelam
13. Bunga mawar merah merekah
Tumbuh subur di halaman rumah
Kartini berjuang dengan tabah
Agar wanita punya harkat dan marwah
14. Makan nasi dengan lauk ikan
Ikan bakar sungguh lezat rasanya
Kartini ingin wanita dibebaskan
Dari belenggu yang tak berdaya
15. Pergi ke pasar membeli duku
Duku manis enak dimakan
Kartini berjuang untukmu
Agar wanita setara dengan pria.
Pantun-pantun ini secara lugas menyampaikan pesan emansipasi yang diperjuangkan Kartini, yaitu kebebasan perempuan dari segala bentuk diskriminasi dan pembatasan. Semangat ini menjadi landasan bagi gerakan kesetaraan gender yang terus berlanjut di Indonesia.
Pantun Semangat Kartini Masa Kini
Semangat perjuangan Kartini tidak hanya relevan di masanya, tetapi terus hidup dan menginspirasi perempuan Indonesia di era modern. Pantun hari kartini dalam bagian ini mencerminkan bagaimana nilai-nilai yang diperjuangkan Kartini terus diwujudkan oleh wanita-wanita hebat masa kini yang berani maju dan berprestasi.
16. Pagi hari minum kopi
Kopi hangat nikmat rasanya
Semangat Kartini takkan mati
Terus hidup di jiwa wanita
17. Burung camar terbang di laut
Mencari ikan di tengah badai
Wanita kini tak lagi takut
Berani maju takkan menyerah
18. Di kebun raya banyak bunga
Bunga indah beraneka warna
Wanita modern penuh pesona
Mewarisi semangat Kartini yang perkasa
19. Melihat bintang di malam hari
Bintang berkelip di langit biru
Wanita kini berprestasi
Meneruskan cita-cita Kartini yang syahdu
20. Pergi ke gunung mendaki tinggi
Pemandangan indah memanjakan mata
Wanita Indonesia kini bangkit
Membangun bangsa dengan cinta.
Pantun-pantun ini menunjukkan bahwa semangat Kartini tetap menyala dalam diri perempuan Indonesia kontemporer. Mereka terus berkarya, berinovasi, dan memimpin, membuktikan bahwa perempuan memiliki peran krusial dalam memajukan bangsa.
Pantun Warisan dan Inspirasi
Warisan perjuangan Raden Ajeng Kartini adalah sebuah obor yang tak pernah padam, terus menerangi jalan bagi perempuan Indonesia. Pantun hari kartini berikut ini menggambarkan bagaimana cita-cita dan semangat Kartini tetap abadi, menjadi inspirasi sepanjang masa bagi setiap wanita untuk meraih impian dan berkontribusi bagi negeri.
21. Sungai mengalir ke lautan luas
Airnya jernih menyejukkan jiwa
Warisan Kartini takkan pupus
Menjadi inspirasi sepanjang masa
22. Di sawah petani menanam jagung
Jagung tumbuh subur di tanah gembur
Cita-cita Kartini terus disambung
Oleh wanita yang tak pernah mundur
23. Melihat pelangi setelah hujan
Indah warnanya memukau mata
Kartini adalah pahlawan
Penerang jalan bagi wanita
24. Pergi ke toko membeli benang
Benang dipakai untuk menjahit
Nama Kartini selalu dikenang
Sebagai pejuang yang tak kenal sakit
25. Makan buah mangga yang manis
Manis rasanya sungguh menggoda
Kartini adalah pelita abadi
Membimbing wanita menuju cita
Pantun-pantun ini menegaskan bahwa Kartini bukan hanya sosok sejarah, melainkan simbol abadi dari perjuangan dan harapan. Warisannya terus mengalir, memotivasi perempuan untuk tidak pernah menyerah dalam mengejar cita-cita dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Makna Hari Kartini
Hari Kartini diperingati setiap tanggal 21 April di Indonesia sebagai bentuk penghargaan atas jasa dan perjuangan Raden Ajeng Kartini. Peringatan ini bukan hanya seremonial, melainkan juga momentum untuk merefleksikan kembali nilai-nilai emansipasi, pendidikan, dan kesetaraan yang telah beliau tanamkan.
Melalui peringatan ini, masyarakat diingatkan akan pentingnya peran perempuan dalam pembangunan bangsa dan hak mereka untuk mendapatkan pendidikan serta kesempatan yang sama. Semangat Kartini diharapkan terus menginspirasi perempuan Indonesia untuk berani bermimpi, berjuang, dan berkarya di berbagai bidang.
Hari Kartini juga menjadi ajang untuk mengevaluasi sejauh mana kemajuan yang telah dicapai dalam mewujudkan cita-cita Kartini, serta tantangan apa saja yang masih dihadapi perempuan Indonesia. Dengan demikian, semangat perjuangan Kartini tetap relevan dan terus membimbing langkah perempuan di era modern.
People Also Ask
1. Apa itu Hari Kartini dan mengapa diperingati?
Jawaban: Hari Kartini adalah peringatan setiap tanggal 21 April di Indonesia untuk mengenang jasa dan perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam memperjuangkan hak-hak perempuan, terutama di bidang pendidikan dan kesetaraan.
2. Siapakah Raden Ajeng Kartini dan apa warisannya?
Jawaban: Raden Ajeng Kartini adalah pelopor kebangkitan perempuan pribumi Indonesia yang lahir pada 21 April 1879. Warisannya berupa pemikiran emansipasi wanita yang tertuang dalam buku "Habis Gelap Terbitlah Terang".
3. Apa ciri khas pantun dan bagaimana kaitannya dengan Hari Kartini?
Jawaban: Pantun adalah puisi lama Melayu dengan empat baris berima a-b-a-b, terdiri dari sampiran dan isi. Pantun hari kartini digunakan sebagai media ekspresi untuk menyampaikan pesan perjuangan dan inspirasi dari semangat Kartini.
4. Bagaimana semangat Kartini relevan di masa kini?
Jawaban: Semangat Kartini tetap relevan sebagai inspirasi bagi perempuan modern untuk terus berani bermimpi, berjuang, dan berkarya di berbagai bidang, serta memperjuangkan kesetaraan dan kemajuan bangsa.

3 hours ago
2
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5561503/original/012117000_1776750421-8cc25264-bf3c-42bd-ab46-40b4b45ac89d.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3487015/original/010914400_1624075485-AC_PORTABLE.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5561507/original/072059900_1776750476-unnamed-98.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477918/original/004984000_1768885470-Gemini_Generated_Image_enx31yenx31yenx3.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5561131/original/040900600_1776742637-Screenshot_2026-04-21_103510.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5561222/original/031134200_1776744231-95f4d850-435e-438d-aa81-de6f9410efec.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5561428/original/063424900_1776749146-00db45ec-ad64-4a46-a37b-0dd81bc02ee7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5561189/original/035667300_1776743937-Gemini_Generated_Image_4w6zgc4w6zgc4w6z.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5561384/original/065777100_1776747937-S008078210-1.jpg.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5561374/original/031163600_1776747717-Desain_Taman_Rumah_yang_Efektif_Mencegah_Kucing_Liar_Berak_di_Halaman_Model_Tanaman_Penutup_Tanah_Rapat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5561166/original/053463100_1776743237-Model_gelang_emas_italy.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5561340/original/036548300_1776746704-a6e12450-9035-42a0-a848-f28aa99b3103.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5561159/original/020093700_1776742971-unnamed_-_2026-04-21T104233.375.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5561292/original/019821600_1776745930-Kandang_Ayam_Serbaguna_yang_Cocok_untuk_Skala_Kecil.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5561142/original/066788600_1776742844-8089e417-9b8f-4f14-a877-34f32c794a5c.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5561125/original/036393400_1776742428-Poster_Hari_Bumi_2026_yang_Bawa_Pesan_Penting_Kerusakan_Alam.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5561237/original/023077900_1776744954-2576740e-dd92-47a6-a92a-cf81b0ee263e.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5561107/original/029298400_1776741889-Gemini_Generated_Image_ien6poien6poien6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5561064/original/028647100_1776740284-cara_mencegah_kucing_liar_berak_di_atap_rumah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5561050/original/032869400_1776739642-Ilustrasi_Cokelat_Valentine__Photo_by_valeria_aksakova_on_Freepik___6_.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3642128/original/083822000_1637681616-2_000_Hkg660630.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453294/original/050897400_1766474273-3b763600-b9ea-4b9e-bedd-17ed90a573e4.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453102/original/079572900_1766468512-dapur_cantik_minimalis_terbaru_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453091/original/043931500_1766468139-Model_Dress_A_Line_untuk_Perayaan_Libur_Akhir_Tahun_yang_Elegan_dan_Stylish_Detail_Wrap.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453266/original/028409900_1766473688-Gemini_Generated_Image_3hozdt3hozdt3hoz_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453276/original/089690800_1766473880-desain_teras_samping_memanjang__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407718/original/020057100_1762751958-Zamenis_longissimus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453126/original/093428100_1766470604-unnamed_-_2025-12-23T131456.592.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453003/original/051206800_1766464788-Anting_emas_yang_tidak_membuat_telinga_pegal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5452923/original/061535600_1766463159-Gelang_serut.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453046/original/024157300_1766466396-Kebun_Bebas_Hama_dan_Pestisida.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3293682/original/072535700_1605093228-circular-white-pills-spilling-from-glass-bottle-yellow-background_23-2147867015.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5452950/original/038809600_1766463357-natal8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5138272/original/076888800_1740023227-allec-gomes-5-rU7F9bj9A-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4897279/original/047157000_1721544216-IMG_20240721_131658.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5482943/original/058250300_1769302357-54cb0e1a-9b5f-43ac-b9d3-4f7a7bd14f4c.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453250/original/000931700_1766473380-Ular_Hijau_Ekor_Merah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453131/original/081345800_1766470696-Gemini_Generated_Image_yhj4aryhj4aryhj4.png)