Liputan6.com, Jakarta - Kehadiran kerumunan lalat di area rumah yang letaknya berdekatan dengan kandang ayam sering kali menjadi tantangan kebersihan yang cukup mengganggu kenyamanan sehari-hari. Fenomena ini biasanya dipicu oleh kondisi lingkungan tertentu yang menjadi daya tarik utama bagi lalat untuk berkembang biak. Apabila hal ini dibiarkan maka dapat membawa dampak buruk bagi kesehatan keluarga dan ternak ayam akibat risiko penyebaran berbagai bibit penyakit.
Berikut penyebab populasi lalat meningkat drastis, bahaya yang mengintai lingkungan rumah, serta beragam strategi pengendalian yang efektif agar suasana rumah dan kandang ayam lebih bersih dan sehat, Selasa (20/1/2026).
Penyebab Lalat Muncul di Kandang Ayam
Kotoran Ayam Basah
Kotoran ayam yang memiliki kadar air tinggi merupakan faktor utama pemicu ledakan populasi lalat di sekitar area kandang. Berdasarkan studi literatur mengenai entomologi peternakan, media dengan tingkat kelembapan yang tinggi (antara 60% hingga 80%) adalah kondisi ideal bagi lalat rumah untuk meletakkan telur dan mematangkan larva.
Jika tumpukan kotoran dibiarkan basah akibat kebocoran tempat minum, tetesan air hujan, atau sistem pembuangan yang buruk, siklus hidup lalat akan berjalan jauh lebih cepat sehingga populasi meningkat secara drastis dalam waktu singkat.
Sisa Pakan yang Membusuk
Sisa pakan yang tercecer di lantai kandang ayam sering kali terabaikan. Padahal sisa pakan ini mengandung nutrisi organik yang sangat disukai oleh serangga. Pakan ayam komersial umumnya kaya akan protein dan karbohidrat, yang menurut penelitian dari Universitas Mataram menjadi daya tarik kimiawi kuat bagi lalat betina untuk mencari nutrisi tambahan sebelum bertelur.
Kombinasi antara pakan yang membusuk karena terkena air dan kondisi lingkungan yang lembap menciptakan ekosistem yang sangat mendukung pertumbuhan koloni lalat hingga merambah ke area rumah.
Tingginya Kadar Gas Amonia
Bau menyengat yang muncul dari tumpukan kotoran yang mengalami fermentasi merupakan sinyal kuat bagi lalat untuk datang berkumpul. Gas amonia (NH3) yang dihasilkan dari proses pemecahan nitrogen dalam kotoran ayam menjadi penanda lokasi bagi lalat bahwa terdapat tempat yang kaya bahan organik untuk berkembang biak.
Selain itu, sensor pada antena lalat sangat sensitif terhadap gas-gas volatil ini, sehingga kandang dengan sistem sirkulasi udara yang buruk akan lebih cepat mengundang kedatangan lalat dari jarak yang cukup jauh dibandingkan kandang yang terjaga aliran udaranya.
Adanya Limbah Organik Lainnya
Keberadaan limbah organik tambahan seperti pecahan telur, cangkang, atau bangkai ayam yang tidak segera dievakuasi menjadi magnet tersendiri bagi jenis lalat tertentu. Bahan organik yang mengalami dekomposisi mengeluarkan aroma protein busuk yang sangat spesifik dalam mengundang lalat hijau (Lucilia sericata) selain lalat rumah biasa.
Data manajemen limbah ternak sering menekankan bahwa keterlambatan pembersihan sisa organik selama lebih dari 48 jam sudah cukup untuk memberikan kesempatan bagi telur lalat menetas menjadi larva dan menginvasi area hunian terdekat.
Cara Ampuh Membasmi Lalat di Rumah Dekat Kandang Ayam
1. Gunakan Diatomaceous Earth (DE)
Diatomaceous Earth (Tanah Diatom) merupakan metode pengendalian fisik yang sangat efektif dan ramah lingkungan karena terbuat dari fosil alga. Cara kerjanya adalah dengan merusak lapisan lilin pelindung pada katikula (kulit luar) lalat dan larvanya yang menyebabkan serangga mengalami dehidrasi dan mati.
Banyak ahli pertanian sering merekomendasikan penaburan DE di area kotoran yang lembap sebagai larvasida alami yang aman bagi ternak, namun mematikan bagi perkembangan lalat di sumbernya.
2. Semprotan Minyak Esensial atau Herbal Spray
Lalat sangat membenci aroma kuat dari minyak esensial tertentu, sehingga cocok menjadi bahan dasar pengusir lalat alami yang efektif di rumah. Minyak esensial seperti peppermint, lemongrass (serai), eucalyptus, dan lavender mengandung senyawa volatil yang mengganggu sistem navigasi lalat.
Sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal kesehatan lingkungan menunjukkan bahwa larutan semprot berbasis minyak atsiri serai 10% mampu memberikan efek penolak (repellent effect) yang signifikan terhadap lalat rumah selama beberapa jam setelah aplikasi di sekitar jendela dan pintu.
3. Manajemen Kebersihan Kandang yang Konsisten
Cara atasi lalat di rumah dekat kandang ayam yang ketiga adalah dengan memiliki manajemen kebersihan kandang ayam yang baik. Melakukan pembersihan kotoran secara rutin yaitu minimal 2 kali seminggu, serta memastikan sisa pakan tidak tercecer atau tergenang air.
Tindakan menjaga kelembapan kotoran di bawah 30% adalah kunci utama dalam memutus siklus hidup lalat. Hal ini karena tanpa media lembap yang cocok, telur lalat tidak dapat menetas dan berkembang menjadi dewasa.
4. Memasang Fly Traps (Jebakan Lalat)
Jebakan lalat memiliki fungsi untuk mengurangi populasi lalat dewasa yang sudah terlanjur terbang di sekitar area rumah. Semua jenis jebakan lalat bisa digunakan, baik yang bersifat mekanis (lem lalat, UV zapper) maupun umpan alami (cuka apel).
Agar hasilnya optimal, sebaiknya jebakan dipasang di area transisi antara kandang dan rumah, atau di dalam rumah pada titik-titik tertentu yang sering dilalui lalat. Penggunaan jebakan umpan yang mengandung feromon atau aroma manis terbukti efektif menarik lalat menjauh dari aktivitas utama di dapur atau ruang makan.
Dampak Buruk Jika Lalat di Rumah dan Kandang Ayam Tidak Dibasmi
1. Penyebaran Bibit Penyakit
Lalat membawa bakteri jahat seperti Salmonella dan E.coli dari kotoran ayam langsung ke area meja makan. Hal ini memicu risiko gangguan pencernaan serius bagi seluruh penghuni rumah dalam waktu singkat.
2. Gangguan Kenyamanan dan Psikologis
Kehadiran kerumunan lalat di dalam ruangan sangat mengganggu ketenangan saat beristirahat maupun saat beraktivitas. Kondisi rumah yang tampak kotor tersebut berpotensi menimbulkan stres rasa jijik bagi keluarga.
3. Kerugian Finansial Akibat Kontaminasi
Makanan yang telah dihinggapi lalat harus segera dibuang demi menjaga keamanan kesehatan keluarga di rumah. Akibatnya, terjadi pemborosan bahan pangan serta peningkatan pengeluaran untuk biaya pengobatan yang tidak terduga.
4. Penurunan Kesehatan Ayam
Kerumunan lalat yang hinggap secara terus-menerus menyebabkan ayam mengalami stres tinggi dan kehilangan ketenangan saat beristirahat. Kondisi ini memicu penurunan nafsu makan yang berdampak langsung pada terhambatnya pertumbuhan serta produksi telur harian. Selain itu, lalat juga berperan sebagai perantara penularan berbagai penyakit unggas berbahaya yang dapat mengancam nyawa ternak.
Pertanyaan Tentang Cara Membasmi Lalat di Rumah Dekat Kandang Ayam
1. Mengapa lalat sangat banyak di area sekitar kandang ayam?
Lalat sangat tertarik pada kelembapan dan bau menyengat dari kotoran ayam yang basah serta sisa pakan yang membusuk. Kondisi inni merupakan tempat ideal bagi lalat untuk makan dan berkembang biak.
2. Bagaimana cara paling efektif mencegah lalat di kandang ayam?
Kuncinya adalah menjaga kebersihan dan kekeringan. Bersihkan kotoran secara rutin (minimal 2 kali seminggu) dan pastikan alas kandang tetap kering agar larva lalat tidak bisa hidup.
3. Apa bahan alami yang aman untuk mengusir lalat tanpa membahayakan ayam?
Minyak esensial seperti serai, peppermint, dan minyak kayu putih bisa jadi pilihan alami yang aman. Menanam tanaman pengusir lalat seperti lavender atau marigold di sekitar kandang juga sangat membantu.
4. Apakah penggunaan obat lalat berbahan kimia aman untuk ternak?
Aman asalkan menggunakan produk yang terdaftar khusus untuk peternakan. Hindari menyemprotkan bahan kimia langsung ke arah ayam, wadah pakan, atau sumber air minum untuk mencegah keracunan.
5. Jenis jebakan apa yang paling ampuh diletakkan di luar rumah?
Gunakan kantong jebakan lalat (fly bag) atau lem lalat berwarna kuning. Letakkan jebakan ini sekitar 5-10 meter dari pintu rumah agar lalat teralihkan ke arah jebakan sebelum masuk ke dalam rumah.

1 week ago
11
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485282/original/038819000_1769501489-pikojerico-175__1_.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489950/original/020173900_1769952486-SnapVideo.app_625109198_18563416384027265_6638072240534602801_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5489839/original/065371100_1769936075-20260131BL_Timnas_Futsal_Indonesia_Vs_Irak_AFC_Futsal_Asian_Cup_2026-16.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488065/original/098648900_1769702710-Persebaya_Surabaya_vs_Dewa_United.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5475938/original/017585800_1768700080-617892648_18557551528040415_7133346425969213578_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5368253/original/080065000_1759368915-persib-bandung.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5416915/original/001660200_1763477034-20251118BL_Timnas_Indonesia_Vs_Mali-13.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489755/original/043626800_1769931236-InShot_20260201_143209720.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489907/original/081252300_1769946099-1000355816.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481611/original/052294200_1769139472-Untitled_design__10_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489817/original/060182500_1769934694-ALBA.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489815/original/061708800_1769933719-WhatsApp_Image_2026-02-01_at_15.09.47__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489756/original/037497100_1769931268-budidaya_ikan_betok_di_kolam_terpal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489875/original/060739600_1769941602-Sore_Ini_Kita_Harus_Menang__Come_On_Borneo______BorneoFC__Samarinda__Manyala__SuperLeague.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489860/original/010940300_1769940543-large_dion_sut_44fab28fa7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489683/original/011879600_1769920919-masak_jeli.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5457775/original/092948200_1767053667-20251229IQ_Persija_vs_Bhayankara_FC-19.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4291902/original/098035200_1673789526-20230115AB_Persija_vs_Bali_United_08.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5489836/original/012696000_1769936072-20260131BL_Timnas_Futsal_Indonesia_Vs_Irak_AFC_Futsal_Asian_Cup_2026-19.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5371410/original/006483300_1759653431-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5375917/original/060600500_1759986432-Gemini_Generated_Image_leln9hleln9hleln.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407835/original/000490000_1762756179-rumah_mungil_ala_villa_dengan_mezzanine_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407806/original/029507600_1762755207-model_gamis_abaya_warna_pastel_anti_gerah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407831/original/043493200_1762756167-atasan_brokat_bawah_batik_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407928/original/066044200_1762757831-Gemini_Generated_Image_6aq8ve6aq8ve6aq8.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399792/original/021697400_1762005267-InShot_20251101_204835762.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407853/original/063538400_1762756283-desain_rumah__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407860/original/065539800_1762756285-unnamed_-_2025-11-10T121554.931.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5319153/original/007607300_1755506626-bansos.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382923/original/000118700_1760607895-warung_jajan_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453294/original/050897400_1766474273-3b763600-b9ea-4b9e-bedd-17ed90a573e4.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407718/original/020057100_1762751958-Zamenis_longissimus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453102/original/079572900_1766468512-dapur_cantik_minimalis_terbaru_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453091/original/043931500_1766468139-Model_Dress_A_Line_untuk_Perayaan_Libur_Akhir_Tahun_yang_Elegan_dan_Stylish_Detail_Wrap.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453266/original/028409900_1766473688-Gemini_Generated_Image_3hozdt3hozdt3hoz_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453276/original/089690800_1766473880-desain_teras_samping_memanjang__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5419331/original/064204700_1763689880-unnamed__1_.jpg)