- Apa penyebab utama busuk akar pada cabai gantung?
- Bagaimana cara mengenali gejala busuk akar pada tanaman cabai?
- Kapan waktu terbaik untuk menyiram tanaman cabai gantung?
Baca artikel ini 5x lebih cepat
Liputan6.com, Jakarta - Tanaman cabai gantung menjadi pilihan menarik untuk berkebun di lahan terbatas, menawarkan estetika sekaligus hasil panen yang memuaskan. Namun, sering muncul masalah serius seperti busuk akar akibat kesalahan menyiram cabai gantung yang bikin akar busuk, yang sering tidak disadari oleh pemilik tanaman.
Busuk akar pada cabai gantung bukan hanya menghambat pertumbuhan, tetapi juga dapat menyebabkan kematian tanaman secara keseluruhan. Memahami praktik penyiraman yang benar menjadi kunci utama untuk menjaga kesehatan dan produktivitas tanaman. Kesalahan fatal ini sering terjadi karena kurangnya pengetahuan tentang kebutuhan air cabai.
Artikel Liputan6.com, Rabu (13/5/2026), ini akan mengupas tuntas berbagai kesalahan menyiram cabai gantung yang bikin akar busuk, gejala yang perlu diwaspadai, serta panduan pencegahan efektif agar tanaman tetap sehat dan produktif.
1. Kelebihan Penyiraman atau Overwatering
Salah satu penyebab paling umum busuk akar pada cabai gantung adalah kelebihan penyiraman atau overwatering. Tanah yang terus-menerus basah menghalangi akar untuk mendapatkan pasokan oksigen yang cukup, sehingga menyebabkan sel-sel akar mulai mati dan membusuk, menciptakan lingkungan ideal bagi patogen.
Kondisi tanah yang terlalu lembap, terutama saat musim hujan, sangat rentan memicu pembusukan akar. Tanaman cabai muda seringkali menjadi korban pertama dari praktik penyiraman berlebihan ini. Penting untuk diingat bahwa cabai membutuhkan kelembaban, tetapi bukan genangan air yang berlebihan.
2. Kurang Memperhatikan Drainase Media Tanam
Selain overwatering, drainase yang buruk pada media tanam atau pot juga memperparah kondisi ini. Meskipun bukan kesalahan penyiraman langsung, pot tanpa lubang drainase yang memadai akan membuat air menggenang. Genangan air inilah yang kemudian memicu busuk akar, bahkan jika frekuensi penyiraman sudah dikurangi.
3. Waktu Penyiraman yang Keliru
Waktu penyiraman memegang peranan krusial dalam kesehatan cabai gantung. Menyiram tanaman pada siang hari saat matahari terik akan menyebabkan air cepat menguap, membuat tanaman stres panas dan berpotensi terbakar. Hal ini juga membuat akar kesulitan menyerap air secara efektif.
Sebaliknya, menyiram terlalu sore atau malam hari juga tidak disarankan. Tetesan air yang tertinggal di daun tidak memiliki cukup waktu untuk mengering sempurna sebelum malam tiba. Kondisi lembap ini dapat memicu pertumbuhan jamur dan penyakit daun, yang secara tidak langsung mendukung patogen busuk akar di lingkungan kelembaban tinggi.
4. Teknik Penyiraman yang Kurang Diperhatikan
Teknik penyiraman juga perlu diperhatikan. Menyiram dengan semprotan air bertekanan tinggi atau langsung dari selang dapat merusak media tanam dan bahkan merontokkan bunga cabai. Sebaiknya, air disiram secara perlahan di sekitar pangkal akar tanaman menggunakan gayung atau ember.
Kesalahan lain adalah tidak memeriksa kelembaban tanah sebelum menyiram. Banyak pekebun menyiram berdasarkan jadwal tanpa mempertimbangkan kondisi tanah. Memasukkan jari sedalam 3 cm ke dalam tanah adalah cara sederhana untuk mengetahui apakah tanaman benar-benar membutuhkan air atau tidak.
5. Mengenali Gejala dan Patogen Pemicu Busuk Akar
Busuk akar pada cabai gantung tidak hanya disebabkan oleh kesalahan penyiraman, tetapi juga oleh patogen yang ditularkan melalui tanah. Jamur seperti Phytophthora capsici, Phytophthora infestans, dan Fusarium sp. adalah penyebab umum. Bakteri Ralstonia solanacearum juga dapat menyebabkan masalah serupa.
Patogen ini berkembang biak dengan cepat dalam kondisi lingkungan yang lembap dan tidak optimal, terutama selama periode hujan lebat atau musim penghujan dengan kelembaban tinggi. Oleh karena itu, pencegahan melalui praktik penyiraman yang tepat menjadi sangat krusial.
Mengenali gejala busuk akar sejak dini sangat penting untuk penyelamatan tanaman. Salah satu tanda paling jelas adalah tanaman layu meskipun kondisi tanahnya masih lembap. Ini menunjukkan bahwa akar tidak mampu menyerap air karena telah rusak.
Jika tanaman dicabut, akar yang busuk akan terlihat berwarna cokelat atau kehitaman, lunak, dan mudah hancur saat disentuh. Kulit akar juga dapat terkelupas dengan mudah. Pembusukan ini menghambat aliran air dan nutrisi ke seluruh bagian tanaman, menyebabkan daun layu dan bahkan batang mati.
Strategi Pencegahan untuk Cabai Gantung Sehat
Pencegahan adalah langkah terbaik karena busuk akar seringkali sulit diobati setelah infeksi parah, di antaranya:
- Pastikan penyiraman dilakukan secara teratur, terutama saat cuaca panas, untuk memenuhi kebutuhan air tanaman. Namun, selalu periksa kelembaban tanah sebelum menyiram.
- Waktu penyiraman ideal adalah pada pagi hari atau sore hari. Menyiram di pagi hari memungkinkan daun cepat mengering, mengurangi risiko penyakit jamur. Hindari menyiram pada siang hari yang terik atau terlalu malam.
- Dosis air harus disesuaikan dengan umur tanaman. Untuk cabai usia 0-20 hari, siram 1-2 kali sehari dengan sekitar 750 ml air. Pada usia 21 hari hingga 2 bulan, tingkatkan menjadi sekitar 1,5 liter per tanaman, 1-2 kali sehari. Kurangi frekuensi penyiraman saat tanaman mendekati panen atau saat musim hujan.
- Pastikan media tanam memiliki drainase yang sangat baik dan pot memiliki lubang drainase yang cukup untuk mencegah genangan air.
- Pertimbangkan juga penggunaan sistem irigasi tetes untuk menjaga kelembaban tanah tetap stabil tanpa membasahi daun secara berlebihan.
Pertanyaan Seputar Kesalahan Menyiram Cabai Gantung
Apa penyebab utama busuk akar pada cabai gantung?
Penyebab utamanya adalah kelebihan penyiraman (overwatering) yang membuat akar kekurangan oksigen, serta drainase media tanam atau pot yang buruk sehingga menyebabkan genangan air.
Bagaimana cara mengenali gejala busuk akar pada tanaman cabai?
Gejala busuk akar meliputi tanaman layu meskipun tanah lembap, akar berwarna cokelat/kehitaman dan mudah hancur, serta kulit akar yang lunak dan terkelupas.
Kapan waktu terbaik untuk menyiram tanaman cabai gantung?
Waktu terbaik untuk menyiram adalah pada pagi hari atau sore hari. Hindari menyiram pada siang hari saat matahari terik atau terlalu malam.
Berapa dosis air yang tepat untuk menyiram cabai gantung berdasarkan umurnya?
Untuk usia 0-20 hari sekitar 750 ml air per tanaman, dan usia 21 hari - 2 bulan sekitar 1,5 liter per tanaman, disiram 1-2 kali sehari sesuai kebutuhan.

9 hours ago
5
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4502940/original/053453000_1689353846-20230714BL_BRI_Liga_1_2023-2024_Persib_Bandung_Vs_Dewa_United_28.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5764186/original/049684800_1778667161-WhatsApp_Image_2026-05-13_at_17.08.13.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5769861/original/055771900_1778672944-unnamed__28_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5761301/original/087713900_1778664218-000_63RG4PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5763970/original/095192500_1778667019-HL_sawah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5760395/original/009715600_1778663322-Desain_Rumah_Tipe_21_dengan_3_Kamar_Tidur_5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5417976/original/049724300_1763555921-InShot_20251119_193350409.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5461750/original/074970100_1767439018-Mariano_Peralta.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5690736/original/009304600_1778566358-photo_6055137206092894431_y.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5758449/original/009043900_1778661216-5671e6da-4f96-4b97-9fff-b7ebadc6b6f9.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465364/original/041023700_1767766488-unnamed__5_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4897279/original/047157000_1721544216-IMG_20240721_131658.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5752634/original/021825000_1778653782-1000867062.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5756866/original/057145400_1778659087-Gelang_Hollow_Vintage_Ukir_____Bernuansa_Tradisional_Jawa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5756594/original/062446900_1778658854-ChatGPT_Image_May_13__2026__02_48_07_PM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5755476/original/052991900_1778657391-unnamed__20_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5271231/original/012474200_1751468552-library_upload_21_2025_02_996x664_jan-olde-riekerink_1967afb.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5755922/original/043552700_1778657957-ad583541-78d8-4f7c-bdf9-56e877b6969f.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5756619/original/041042200_1778658918-Inspirasi_Dapur_dan_Meja_Makan_dengan_Kabinet_Kayu_Minimalis_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5392250/original/080775500_1761411007-InShot_20251025_234741533.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3642128/original/083822000_1637681616-2_000_Hkg660630.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4860548/original/008900400_1718119829-11_WhatsApp_Image_2024-06-11_at_20.29.54.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526511/original/001005500_1773124578-Gemini_Generated_Image_hoaciqhoaciqhoac.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5482943/original/058250300_1769302357-54cb0e1a-9b5f-43ac-b9d3-4f7a7bd14f4c.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500419/original/020749000_1770864866-Model_Ruang_Tamu_Open_Space.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3954503/original/001981300_1646633420-20220307-Panen_Sayuran_Hidroponik_di_Depan_Rumah-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500495/original/078901900_1770867904-photo-collage.png__15_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5486588/original/012358000_1769591525-Tips_Mengatasi_Kucing_Garuk_Sofa_Terus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4813325/original/021386600_1714086538-GMCOq2zXQAAUCGw.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531279/original/042155400_1773556323-000_JO9EV.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482519/original/004242000_1769226806-pelaku_usaha_UMKM_Bantul_Rifqi_Rozanah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5244828/original/086195900_1749256325-20250606BL_Topshots_Timnas_Indonesia_Vs_China_8.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485935/original/098401900_1769570166-kambing.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467303/original/064555300_1767869802-fl.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490835/original/086889800_1770026577-1000761221.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482632/original/065966700_1769234277-buah_bisbul.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5311585/original/019819800_1754888475-SnapInsta.to_529962176_18519690463037072_163690177429814441_n.jpg)