Liputan6.com, Jakarta - Pohon kelor dikenal sebagai tanaman yang mudah tumbuh dan bisa berkembang cukup cepat. Jika dibiarkan, batangnya dapat tumbuh tinggi sehingga daun yang berada di bagian atas sulit dipanen. Padahal, dengan perawatan yang tepat, kelor bisa dibuat tetap pendek sekaligus memiliki banyak cabang dan daun.
Cara mengerdilkan pohon kelor agar rimbun daun sebenarnya tidak sulit. Kuncinya ada pada pemangkasan pucuk dan cabang secara teratur. Selain membuat tanaman lebih mudah dirawat, cara ini juga dapat membantu membentuk kelor menjadi lebih rimbun dan nyaman dipanen di halaman rumah.
1. Pastikan pohon kelor sudah cukup kuat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7002899/original/094112300_1779773782-Untitled7.jpg)
Perbesar
Jangan terburu-buru memangkas kelor yang masih sangat kecil. Tunggu sampai batang dan pertumbuhannya cukup kuat.
Tanaman yang sehat akan lebih siap menghasilkan tunas baru setelah dipangkas. Hindari melakukan pemangkasan berat pada tanaman yang sedang layu, sakit, atau mengalami gangguan pada akar.
2. Pangkas bagian pucuk
Jika kelor mulai tumbuh terlalu tinggi, potong bagian pucuk batang utama menggunakan gunting pangkas yang bersih dan tajam.
Pemangkasan pucuk membantu mengurangi pertumbuhan yang terlalu dominan ke atas. Setelah itu, tanaman biasanya akan lebih diarahkan untuk menghasilkan tunas samping.
Tidak perlu memangkas terlalu banyak dalam satu waktu. Jika pohon sudah sangat tinggi, lakukan secara bertahap.
3. Pangkas cabang yang terlalu panjang
Setelah muncul beberapa cabang samping, perhatikan bentuk tanaman. Cabang yang tumbuh terlalu panjang atau kembali menjulang dapat dipangkas.
Sisakan bagian cabang yang memiliki mata tunas sehat. Dari bagian tersebut dapat muncul pertumbuhan baru yang membantu membuat tanaman lebih bercabang.
4. Pertahankan beberapa cabang utama
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7669447/original/036632000_1780463632-kelor2.jpeg)
Perbesar
Jangan memangkas semua cabang sekaligus. Pilih beberapa cabang yang sehat dan tumbuh ke arah yang diinginkan untuk dipertahankan.
Dengan begitu, kelor dapat dibentuk menjadi tanaman yang lebih melebar dan rimbun, bukan hanya memiliki satu batang tinggi.
5. Lakukan pemangkasan secara rutin
Mengerdilkan kelor tidak cukup dilakukan sekali. Tanaman ini tetap akan tumbuh sehingga perlu dikontrol secara berkala.
Saat pucuk atau cabang mulai tumbuh terlalu panjang, lakukan pemangkasan ringan kembali. Cara ini lebih mudah dibandingkan menunggu pohon terlalu tinggi lalu memangkasnya dalam jumlah besar.
6. Manfaatkan pemangkasan sebagai waktu panen
Jika kelor ditanam untuk dimanfaatkan daunnya, pucuk dan daun muda yang sehat bisa dipanen secara rutin.
Panen seperti ini sekaligus membantu menjaga ukuran tanaman. Namun, jangan mengambil seluruh daun dan cabang dalam satu waktu. Sisakan cukup bagian hijau agar tanaman tetap dapat tumbuh dengan baik.
Manfaat Mengerdilkan Pohon Kelor
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6507083/original/053052000_1779365442-IMG-20260521-WA0061.jpg)
Perbesar
Mengerdilkan kelor bukan hanya soal membuat ukurannya menjadi lebih pendek. Ada beberapa manfaat yang bisa didapat, terutama jika tanaman ditanam untuk diambil daunnya.
1. Daun lebih mudah dipanen
Kelor yang tumbuh tinggi membuat daun di bagian atas sulit dijangkau. Dengan menjaga tanaman tetap pendek, daun dan pucuk muda bisa dipanen tanpa harus menggunakan tangga.
2. Membantu merangsang percabangan
Pemangkasan pucuk dapat mendorong tanaman mengeluarkan tunas dari bagian samping. Jika dilakukan dengan tepat, kelor akan memiliki lebih banyak cabang sehingga tampilannya menjadi lebih rimbun.
3. Tanaman lebih cocok untuk lahan terbatas
Kelor yang dikerdilkan dapat dipertahankan dalam ukuran yang lebih kompak. Cara ini cocok untuk tanaman yang ditanam di halaman rumah atau dalam pot.
4. Bentuk tanaman lebih rapi
Cabang yang tumbuh terlalu panjang atau menjulang dapat dipangkas. Hasilnya, tanaman lebih mudah diarahkan menjadi semak yang melebar dan tidak terlalu tinggi.
5. Perawatan lebih praktis
Tanaman yang tidak terlalu tinggi lebih mudah disiram, dipupuk, dipangkas, dan diperiksa kondisinya. Hama atau daun yang rusak juga lebih mudah terlihat.
Kesalahan yang Sebaiknya Dihindari
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288711/original/006875200_1783330906-kelor_7.jpg)
Perbesar
Saat mencoba membuat kelor tetap pendek dan rimbun, ada beberapa hal yang sebaiknya tidak dilakukan.
- Memangkas hampir seluruh cabang sekaligus.
- Memotong tanaman ketika kondisinya sedang sakit atau lemah.
- Membiarkan kelor tumbuh terlalu tinggi sebelum mulai dipangkas.
- Memberikan pupuk secara berlebihan karena ingin mendapatkan banyak daun.
- Menempatkan kelor di lokasi yang minim sinar matahari.
- Membiarkan media tanam terlalu basah dalam waktu lama.
Pertanyaan Seputar Cara Mengerdilkan Pohon Kelor agar Rimbun Daun
1. Apakah pohon kelor bisa dikerdilkan? Bisa. Pohon kelor dapat dikerdilkan dengan memangkas pucuk dan cabang secara rutin. Pemangkasan membantu mengontrol tinggi tanaman sekaligus mendorong pertumbuhan cabang samping.
2. Kapan waktu yang tepat untuk memangkas pohon kelor? Pemangkasan bisa dilakukan ketika tanaman sudah cukup kuat dan tumbuh sehat. Sebaiknya lakukan pemangkasan ringan secara berkala daripada memangkas terlalu banyak dalam satu waktu.
3. Bagaimana agar pohon kelor tetap rimbun setelah dikerdilkan? Pastikan kelor mendapat sinar matahari yang cukup, air secukupnya, dan nutrisi yang sesuai. Pangkas pucuk dan cabang yang terlalu panjang, tetapi jangan memangkas seluruh daun dan cabang sekaligus agar tanaman tetap memiliki cukup bagian hijau untuk tumbuh.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

4 hours ago
2
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9345093/original/060016500_1789018381-2e778feb-3b95-4cc1-8474-fd11ab70e174.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522857/original/009993500_1772778881-4__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5418012/original/013015200_1763559690-kereta_api.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424576/original/092300000_1764147657-2150795792.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9293916/original/003793000_1783761292-Pangkas_pada_Waktu_yang_Tepat.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9315076/original/040729300_1785826533-3b030088-5842-4dd0-8a23-147b3dca5029.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9345078/original/065368100_1789017882-Gemini_Generated_Image_ckz6apckz6apckz6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9344962/original/010851400_1789013712-683c60a3-a7d8-47f7-b5c0-73cf5fe371a8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4698287/original/024801100_1703579564-KAI_Daop_9_Jember_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9292296/original/055683400_1783590087-Hiasan_Dinding_Peta_Dunia_dari_Papan_Kayu.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9344917/original/029802000_1789012333-25197.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9341975/original/043700800_1788708603-1000514392.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378575/original/097428000_1760257288-Gemini_Generated_Image_9frse59frse59frs.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5010183/original/044021800_1731902914-2147897595.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9344901/original/040476300_1789012206-Gemini_Generated_Image_qfkz53qfkz53qfkz.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9344854/original/039236100_1789008385-1000516665.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5462119/original/028522100_1767506156-20260104AA_Persija_vs_Persijap-12.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9344840/original/056528900_1789008152-HL.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/7850682/original/021382300_1780673642-20260605BL_Timnas_Indonesia_Vs_Oman_FIFA_Matchday_2026-11.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7828740/original/006011200_1780648545-b9376f3f-f73b-4cdf-9e60-9b04f434febe.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336541/original/057810300_1788165256-2150700358.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5744932/original/052272700_1778643448-11fb065e-6d5a-4a8e-af8c-935083fae6f1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9325772/original/012824000_1786935429-WhatsApp_Image_2026-08-17_at_09.51.49__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336339/original/036670800_1788155727-11bf7afb-d0ee-47d2-a46c-72a1c9954b40.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336360/original/068351100_1788156938-Gemini_Generated_Image_vgh6gmvgh6gmvgh6__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336388/original/070866500_1788159552-051f86cb-0545-4991-a7f1-c5730be5aaaf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4242270/original/090051000_1669625532-043199800_1645433192-kevin-wolf-LgZfYaH6OAU-unsplash_Fotor.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336595/original/083266200_1788167124-f7575cef-c1ce-4105-bb37-74f1cfe3b27c.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9335997/original/062436600_1788086219-persib.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336566/original/005951400_1788166224-pexels-anntarazevich-5629138.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5193002/original/077128400_1745210638-Dean_Zandbergen_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5495753/original/010090000_1770427969-persib_vs_malut-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6202765/original/030351500_1779081726-Screenshot_2026-05-18_122019.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9337890/original/028721700_1788261978-edfxzx.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9326731/original/044655800_1787034649-01M09H5EZC0CJF22ZHH9BPEA9C.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4922986/original/030767500_1724131220-WhatsApp_Image_2024-08-19_at_11.21.08_af746275.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8263241/original/026820600_1781870752-Budidaya_Azolla_sebagai_Pakan_Alternatif.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9335142/original/082058400_1787912714-ASDFGHGFDDFCDX.jpg)