Liputan6.com, Jakarta - Lantai laminasi merupakan alternatif ekonomis pengganti kayu asli yang terbuat dari serat kayu terkompresi dengan daya tahan rata-rata mencapai 15 hingga 25 tahun. Agar investasinya tidak sia-sia, pemilik rumah wajib memahami cara perawatan yang benar karena kesalahan kecil dapat merusak struktur papan.
Paparan air berlebih dan penggunaan bahan kimia keras terbukti menjadi faktor utama yang memperpendek umur pakai lantai laminasi di dalam rumah. Oleh karena itu, penerapan teknik pemeliharaan harian yang tepat sangat dibutuhkan untuk menjaga kualitas permukaannya.
Artikel ini menyajikan berbagai langkah penting untuk memperpanjang ketahanan lantai laminasi secara optimal agar tetap awet dan tampak baru. Simak panduan lengkapnya di bawah ini untuk melindungi investasi lantai rumah Anda, sebagaimana telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Kamis (10/9/2026).
1. Gunakan Alat Pel Semprot Berbahan Mikroserat (Microfiber Spray Mop)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344902/original/047281100_1789012206-1.jpg)
Perbesar
Kesalahan paling umum yang sering dilakukan orang adalah menggunakan pel tradisional jenis string mop (pel tali) yang dicelupkan ke dalam ember penuh air. Air adalah musuh utama bagi material berbasis kayu seperti laminasi, karena sisa kelembapan yang meresap ke celah antarpapan dapat menyebabkan material melengkung atau melсний.
Sebagai solusinya, para ahli merekomendasikan penggunaan pel semprot dengan kepala mikroserat seperti microfiber spray mop. Kepala mikroserat tidak menyimpan air dalam jumlah berlebih, dan mekanisme semprotan memungkinkan Anda mengontrol volume cairan secara presisi sehingga lantai tetap bersih tanpa risiko tergenang air.
2. Hindari Penggunaan Alat Pembersih Kasar Seperti Sikat Keras dan Steel Wool
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344903/original/053336300_1789012206-2.jpg)
Perbesar
Ketika menghadapi noda membandel atau kotoran yang menempel erat di permukaan lantai, godaan terbesar adalah menggunakan alat gosok kasar seperti sabut baja (steel wool) atau sikat berbulu kaku. Tindakan ini merupakan kesalahan fatal yang dapat menggores lapisan pelindung teratas lantai laminasi.
Goresan tersebut tidak hanya merusak estetika visual, tetapi juga menciptakan celah baru bagi debu dan kotoran untuk bersarang serta merusak lapisan di bawahnya. Oleh karena itu, selalu gunakan spons lembut atau kain lap mikroserat saat harus membersihkan noda membandel dengan sedikit tenaga ekstra demi menjaga umur panjang lantai.
3. Selalu Menyapu Searah dengan Orientasi Papan Laminasi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344904/original/059374300_1789012206-3.jpg)
Perbesar
Cara Anda menyapu lantai ternyata memegang peranan penting terhadap kebersihan jangka panjang di area sambungan antar-papan. Menyapu secara melintang atau menyamping dapat mendorong partikel debu dan pasir masuk ke dalam sela-sela sambungan papan yang merapatkan struktur lantai.
Langkah terbaik adalah menyapu atau membersihkan debu dengan gerakan searah mengikuti orientasi garis panjang papan laminasi. Selain itu, pastikan sapu yang digunakan memiliki bulu yang lembut untuk mencegah gesekan mikro yang berpotensi mengikis lapisan kilap permukaan lantai.
4. Matikan Komponen Brush Roll Saat Menggunakan Vakum
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344905/original/065196700_1789012206-4.jpg)
Perbesar
Membersihkan lantai menggunakan mesin penyedot debu (vacuum cleaner) sah-sah saja dilakukan, asalkan Anda memperhatikan fitur bawaan perangkat tersebut. Banyak vakum modern dilengkapi dengan brush roll (batang sikat berputar) yang dirancang khusus untuk mengangkat kotoran dari serat karpet.
Jika komponen ini diaktifkan di atas permukaan lantai laminasi, putaran sikat kasarnya justru dapat menggores permukaan halus lantai. Oleh karena itu, pastikan untuk selalu menonaktifkan fitur brush roll atau memilih kepala vakum khusus lantai keras sebelum membersihkan permukaan laminasi di rumah Anda.
5. Rutin Membersihkan Debu Minimal Sekali hingga Tiga Kali Seminggu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344906/original/070921200_1789012206-5.jpg)
Perbesar
Menunda membersihkan debu dan kotoran dalam jangka waktu lama dapat mengancam ketahanan fisik lantai laminasi. Debu, pasir halus, dan kotoran yang terbawa dari luar ruangan memiliki sisi-sisi tajam yang akan bergesekan dengan permukaan lantai setiap kali seseorang menginjaknya.
Gesekan konstan dari partikel abrasif ini lama-kelamaan akan membuat lantai tampak kusam dan bernoda. Menetapkan jadwal pembersihan rutin minimal seminggu sekali, atau setiap hari untuk area dengan mobilitas tinggi, serta memasang keset di setiap pintu masuk rumah akan secara drastis mengurangi risiko kerusakan tersebut.
6. Batasi Frekuensi Pengepelan Basah (Wet Mopping) Secara Berkala
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344907/original/076744700_1789012206-6.jpg)
Perbesar
Walaupun lantai terlihat memerlukan pembersihan menyeluruh, melakukan wet mopping (pel basah) terlalu sering tidak dianjurkan untuk material laminasi. Paparan cairan yang berulang kali, sekecil apapun itu, lambat laun akan meresap ke dalam pori-pori sambungan dan memicu pemuaian.
Sebagai strategi perawatan, batasi pembersihan basah mendalam hanya sekali dalam beberapa minggu. Di luar jadwal tersebut, cukup gunakan pel debu kering (dry dust mop) untuk mengangkat kotoran ringan sehari-hari tanpa harus membasahi permukaan kayu.
7. Jangan Pernah Menggunakan Pembersih Uap (Steam Mop)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344908/original/083783500_1789012206-7.jpg)
Perbesar
Pembersih uap memang sangat populer untuk mensterilkan lantai ubin atau kamar mandi, namun perangkat ini sangat berbahaya bagi lantai laminasi. Uap panas pada dasarnya adalah uap air bertekanan tinggi yang akan membasahi celah-celah papan secara intensif.
Selain meninggalkan kelembapan tersembunyi yang memicu kelengkungan, panas ekstrem dari uap juga dapat melunakkan lem perekat yang menyatukan lapisan-lapisan serat kayu pada papan laminasi. Simpan pembersih uap Anda untuk permukaan keramik, dan andalkan metode pembersihan kering serta semprotan ringan untuk lantai laminasi.
8. Pilih Cairan Pembersih yang Aman dan Hindari Bahan Kimia Keras
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344909/original/089648600_1789012206-8.jpg)
Perbesar
Kesalahan fatal berikutnya adalah menggunakan bahan kimia pembersih yang salah, seperti cairan pemutih (bleach), amonia, aseton, atau pembersih berbasis minyak (oil-based cleaners). Pemutih dan amonia dapat merusak lapisan pelindung atas lantai, sementara produk minyak meninggalkan residu lengket yang justru mengikat lebih banyak debu.
Anda dapat menggunakan produk komersial khusus lantai laminasi yang aman (seperti pembersih ber-pH seimbang) atau meraciknya sendiri secara mandiri. Campurkan air hangat dengan cuka putih suling dengan perbandingan satu cangkir air berbanding 1,5 sendok makan cuka ke dalam botol semprot untuk hasil pembersihan alami yang aman dan efektif.
9. Bersihkan Segera Setiap Tumpahan Cairan dan Noda
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344910/original/096505400_1789012206-9.jpg)
Perbesar
Tumpahan air, minuman, atau cairan lain yang dibiarkan menggenang terlalu lama di atas lantai laminasi hampir pasti akan memicu kerusakan struktural. Cairan yang merembes ke sela-sela sambungan papan akan menyebabkan pembengkakan, pengangkatan, serta perubahan warna permanen pada area tersebut.
Biasakan untuk selalu merespons tumpahan secara instan menggunakan kain mikroserat yang memiliki daya serap tinggi. Jika terdapat noda membandel atau bekas minyak, segera bersihkan menggunakan larutan air dan cuka atau pembersih khusus sebelum noda tersebut meresap ke dalam pori-pori material.
10. Hindari Penggunaan Lilin (Waxing) pada Lantai Laminasi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344911/original/004137800_1789012207-10.jpg)
Perbesar
Banyak orang menyamakan perawatan lantai laminasi dengan lantai kayu keras asli (hardwood), sehingga mereka berinisiatif mengaplikasikan lilin pengkilap. Ini adalah langkah keliru karena lantai laminasi memiliki lapisan pabrikasi khusus yang tidak menyerap lilin seperti kayu alami.
Pemberian lilin justru akan meninggalkan lapisan residu lengket di permukaan atas yang sangat mudah menangkap kotoran, rambut hewan, dan debu, sehingga lantai justru terlihat lebih kotor dan sulit dibersihkan. Cukupandalkan rutinitas pembersihan standar tanpa produk lilin untuk menjaga kilau alaminya.
Pertanyaan Seputar Ketahanan Lantai Laminasi
Q: Berapa lama rata-rata usia pakai lantai laminasi jika dirawat dengan benar?
A: Dengan pemilihan material berkualitas tinggi serta perawatan dan pemeliharaan yang tepat, lantai laminasi dapat bertahan rata-rata antara 15 hingga 25 tahun, bahkan hingga 30 tahun untuk produk kelas premium.
Q: Apakah aman menggunakan cuka putih untuk membersihkan lantai laminasi?
A: Ya, sangat aman. Campuran air dan cuka putih suling (dengan takaran 1,5 sendok makan cuka per cangkir air) adalah salah satu solusi pembersih alami yang efektif, bebas bahan kimia keras, dan aman untuk lapisan pelindung lantai laminasi.
Q: Mengapa lantai laminasi tidak boleh dibersihkan menggunakan pembersih uap (steam mop)?
A: Pembersih uap menghasilkan uap panas bertekanan yang dapat menyusup ke celah sambungan papan serta melemahkan ikatan lem perekat antar-lapisannya, sehingga berisiko menyebabkan papan melengkung, mengelupas, atau rusak permanen.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

6 hours ago
3
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9345093/original/060016500_1789018381-2e778feb-3b95-4cc1-8474-fd11ab70e174.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522857/original/009993500_1772778881-4__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5418012/original/013015200_1763559690-kereta_api.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424576/original/092300000_1764147657-2150795792.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9293916/original/003793000_1783761292-Pangkas_pada_Waktu_yang_Tepat.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9315076/original/040729300_1785826533-3b030088-5842-4dd0-8a23-147b3dca5029.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9345078/original/065368100_1789017882-Gemini_Generated_Image_ckz6apckz6apckz6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9344962/original/010851400_1789013712-683c60a3-a7d8-47f7-b5c0-73cf5fe371a8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4698287/original/024801100_1703579564-KAI_Daop_9_Jember_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9288707/original/089372700_1783330905-kelor_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9292296/original/055683400_1783590087-Hiasan_Dinding_Peta_Dunia_dari_Papan_Kayu.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9344917/original/029802000_1789012333-25197.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9341975/original/043700800_1788708603-1000514392.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378575/original/097428000_1760257288-Gemini_Generated_Image_9frse59frse59frs.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5010183/original/044021800_1731902914-2147897595.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9344854/original/039236100_1789008385-1000516665.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5462119/original/028522100_1767506156-20260104AA_Persija_vs_Persijap-12.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9344840/original/056528900_1789008152-HL.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/7850682/original/021382300_1780673642-20260605BL_Timnas_Indonesia_Vs_Oman_FIFA_Matchday_2026-11.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7828740/original/006011200_1780648545-b9376f3f-f73b-4cdf-9e60-9b04f434febe.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336541/original/057810300_1788165256-2150700358.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5744932/original/052272700_1778643448-11fb065e-6d5a-4a8e-af8c-935083fae6f1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9325772/original/012824000_1786935429-WhatsApp_Image_2026-08-17_at_09.51.49__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336339/original/036670800_1788155727-11bf7afb-d0ee-47d2-a46c-72a1c9954b40.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336360/original/068351100_1788156938-Gemini_Generated_Image_vgh6gmvgh6gmvgh6__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336388/original/070866500_1788159552-051f86cb-0545-4991-a7f1-c5730be5aaaf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4242270/original/090051000_1669625532-043199800_1645433192-kevin-wolf-LgZfYaH6OAU-unsplash_Fotor.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336595/original/083266200_1788167124-f7575cef-c1ce-4105-bb37-74f1cfe3b27c.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9335997/original/062436600_1788086219-persib.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9336566/original/005951400_1788166224-pexels-anntarazevich-5629138.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5193002/original/077128400_1745210638-Dean_Zandbergen_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5495753/original/010090000_1770427969-persib_vs_malut-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6202765/original/030351500_1779081726-Screenshot_2026-05-18_122019.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9337890/original/028721700_1788261978-edfxzx.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9326731/original/044655800_1787034649-01M09H5EZC0CJF22ZHH9BPEA9C.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4922986/original/030767500_1724131220-WhatsApp_Image_2024-08-19_at_11.21.08_af746275.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8263241/original/026820600_1781870752-Budidaya_Azolla_sebagai_Pakan_Alternatif.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9335142/original/082058400_1787912714-ASDFGHGFDDFCDX.jpg)